Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 21


__ADS_3

"Wah, lihat kamar ini. Begitu bagus untuk ukuran sebuah kamar asrama." Putri pun meletakkan barang - barang miliknya. Terlihat Andini juga meletakkannya. Mereka berdua segera menyusun barang - barang yang mereka bawa.


"Ngomong - ngomong, apa alasanmu mengikuti pelatihan ini, Andini ?" Putri yang sedang menyusun barang - barangnya memulai kembali pembicaraan.


"Syarat dan jaminan untuk dapat langsung dipekerjakan, kak. Berhubung aku hanya seorang lulusan SMP, sangat sulit sekali mencari pekerjaan yang layak. Kalau Kak Putri sendiri ?"


"Begitu, ya. Setahun yang lalu, aku belum lama menyelesaikan pendidikan sarjana. Aku juga mencari pekerjaan kemana - mana. Namun hasilnya sama sekali tidak ada."


"Benarkah ?! Wah, hebat ! Kak Putri seorang lulusan sarjana." Wajah Andini terlihat begitu ceria setelah mengetahuinya. Putri cukup terkejut mendapatkan reaksi yang tak biasa dari seseorang.


"Te-Tentu saja. Tapi aku juga tidak menyangka kalau kamu hanya lulusan SMP. Jika dilihat baik - baik kamu itu sangat cantik, tubuhmu juga sangat proporsional dan kamu terlihat sangat cerdas, tapi bisa dibilang juga ceroboh ?" Putri melihat Andini dengan sangat teliti.

__ADS_1


"Kak Putri terlalu melebih - lebihkan. Setelah lulus SMP, seharusnya dulu aku melakukan pendaftaran ke SMA. Namun keluarga kami mengalami hal buruk." Seketika itu wajah Andini berubah sedih.


"Maaf, Andini. Kita beralih kelain topik saja. Kamu tertarik menanyakan sesuatu kepadaku, kan ? Ayo tanyakan saja !" Putri berusaha membuat Andini tak bersedih lagi.


"Baiklah, kak. Kalau begitu langsung saja. Bukankah lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan kalau sudah berpendidikan sarjana ? Berhubung setiap perusahaan pasti memberikan syarat minimal yaitu harus berpendidikan tinggi." Andini begitu penasaran. Putri pun menghela nafasnya untuk menjawab pertanyaan tersebut.


"Andini. Seseorang yang berpendidikan tinggi tidak selalu terjamin akan mendapatkan pekerjaan yang layak ataupun kepuasan bagi diri mereka. Contohnya saja aku yang berada di sini. Banyak hal di luar sana yang sulit dipahami. Mereka saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan dengan banyaknya lulusan - lulusan. Banyak pula dari mereka yang mencoba hal - hal baru sesuai keinginan mereka agar tidak menyesal dikemudian hari. Kita tidak boleh terfokus pada hal yang tidak baik. Cobalah fokus pada sisi baiknya. Bagaimana perkataanku, Andini ?"


"Terlalu panjang, kak." Andini seketika itu tertawa setelah mendengar perkataan Putri.


( Hari Dimulainya Pembukaan Pelatihan )

__ADS_1


Semua peserta di wilayahnya telah berkumpul di setiap gedungnya masing - masing untuk memulai acara pembukaan pelatihan. Andini, Putri dan peserta lain yang sudah berada di gedungnya, mendengarkan dengan seksama jalannya acara dari pembawa acara.


"Acara selanjutnya, kata sambutan dari Kepala Pelayan, Bapak Eko Gusnandar selaku Pengawas Panitia." Pembawa acara mempersilahkan Pak Eko untuk naik ke atas panggung. Selama berbicara, Pak Eko memberikan kata sambutan yang membuat para pesertanya bersemangat.


Waktu demi waktu pun berlalu dan acara pembukaan pelatihan diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah. Andini dan Putri segera berkumpul bersama di depan gedung.


"Andini. Apakah kamu siap untuk memulai pelatihannya ?"


"Tentu saja, Kak Putri."


"Kalau begitu, ayo kita bertahan sampai akhir !" Dengan lantang Putri berteriak untuk menyalakan sebuah semangat.

__ADS_1


"Ayo !" Andini pun tak kalah lantang meneriakkannya.


Mereka berdua yang sedang berteriak bersama, membuat para peserta di sekeliling mereka berdua terheran sekaligus tertawa. Namun, Andini dan Putri tak malu akan hal itu. Akhirnya mereka memulai pelatihan untuk menentukan nasib mereka.


__ADS_2