Putri Kesayangan Tuan Muda

Putri Kesayangan Tuan Muda
Episode 5


__ADS_3

Setelah berjalan dengan perlahan-lahan sembari menikmati sekeliling, sampailah mereka bertiga di lokasi tempat bermain anak-anak. Sebuah pemandangan yang di penuhi oleh anak-anak dan juga para orang tua. Terdapat berbagai macam wahana permainan.


"Pa! Diana mau naik itu." Diana Putri Dinata yang terlihat senang menunjuk ke arah wahana Mini Rollercoaster.


"Memangnya Diana berani?" Dengan sedikit candaan Satria Putra Dinata bertanya pada putri kecilnya itu.


"Iya dong! Selama ada Papa, Diana berani!"


"Kamu bisa aja, Sayang." Satria Putra Dinata yang gemas akan ucapan Diana Putri Dinata tersebut segera memberikan sebuah cubitan kecil pada hidungnya yang pesek. Diana Putri Dinata pun menyambutnya dengan tawa.

__ADS_1


"Kalau begitu Diana tunggu di sini sama Nenek sebentar, ya. Papa mau beli tiketnya dulu." Kemudian Satria Putra Dinata menurunkan Diana Putri Dinata dan beranjak pergi menuju ke Kasir.


Terlihat sebuah antrian yang cukup panjang. Satria Putra Dinata pun bergegas memasuki antrian tersebut. Tak lama setelah Satria Putra Dinata sudah dalam antrian, tiba-tiba muncul seorang pria dan wanita menghampiri Satria Putra Dinata.


"Permisi, maaf mengganggu. Apa benar anda adalah Tuan Satria?" Pria itu bertanya untuk memastikan.


"Iya, benar. Dengan saya sendiri. Adakah yang bisa saya bantu?" Melihat antrian yang sedang berjalan, Satria merasa dirinya tidak sopan apabila harus berbicara dengan kondisi seperti itu. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari dalam antrian agar tidak mengganggu pengunjung lainnya.


"Apakah anda sebagai suami tidak masalah? Maksud saya, dia adalah istri anda. Sedangkan saya adalah pria lain yang seharusnya tidak berhak menyentuh istri anda." Satria menegaskan dirinya kepada pasangan suami istri tersebut agar memahami betul tentang permintaan mereka berdua.

__ADS_1


"Maaf atas kelancangan saya, Tuan. Sebenarnya di dalam hati, saya tidak ingin melihat pria lain menyentuh istri saya, sekalipun itu adalah anda, Tuan. Saya bisa mengabulkan keinginan istri saya yang lain. Tapi untuk kali ini saya akan menarik kembali permintaan saya pada Tuan. Terimakasih sudah mengingatkan saya, Tuan."


"Maafkan atas keegoisanku, Sayang. Aku tidak menyangka kamu merasakan perasaan seperti itu." Sang istri pun memeluk sang suami. Satria Putra Dinata yang melihatnya pun turut senang.


"Jika boleh tahu, apa yang membuat anda ingin saya untuk menyentuh perut anda?" Satria Putra Dinata bertanya kepada sang istri karena rasa penasaran.


"Saat itu saya ingin anak ini tumbuh menjadi anak yang baik, peduli, ramah, dan selalu sayang kepada orang tuanya seperti anda, Tuan." Sang istri menyampaikan perasaannya itu atas pertanyaan yang di berikan Satria Putra Dinata.


"Anak ini akan tumbuh seperti yang anda katakan, apabila anda sebagai orang tua mendidiknya dengan baik dan penuh kasih sayang." Satria Putra Dinata mengambil kedua tangan sang suami dan meletakkannya dengan lembut pada perut sang istri.

__ADS_1


"Bagaimana dengan begini? Ngidamnya terpenuhi bukan?" Satria Putra Dinata pun meletakkan salah satu tangannya pada kedua tangan sang suami yang menjadi perantara agar tidak secara langsung menyentuh perut sang istri.


"Benar juga." Serentak mereka berdua menjawab secara bersamaan. Sang suami dan istri tersebut terlihat sangat senang dan terharu. Setelah itu, mereka berdua pun berterimakasih dan pamit untuk pergi.


__ADS_2