
"Dasar anak nakal! Kau sudah dewasa, tapi sama sekali tak bisa menjaga diri sendiri. Bukannya Mami sudah peringatkan untuk tidak terlalu lelah?" Jeweran langsung Reksa dapatkan ketika sang Mami datang. Benar apa yang ia dan Renjana bicarakan tadi. Dia pasti akan menerima kemarahan dari sang Mami.
"Ampun, Mami! Ampun!" Renjana dan Fathan hanya menonton adegan itu, dan dengan senang hati menertawakan Reksa yang tersiksa akibat ulah maminya.
"Kau, astaga! Demi Tuhan Reksa, jantung Mami hampir jatuh dari tempatnya saat mendengar kabar kau masuk rumah sakit. Apa kau tidak bisa untuk tidak membuat khawatir Mamimu yang tak lagi muda ini?" Reksa meringis pelan. Selain sakit karena jeweran, telinganya juga sakit karena mendengar lengkingan suara sang Mami.
"Maaf, Mami. Reksa salah. Tapi Mami tenang saja. Ini terakhir kalinya, okey? Lagipula, siapa yang mengatakannya tua? Hah? Kau tetap terlihat muda, seperti potret dirimu di usia dua puluh tahun."
Selvi langsung melepaskan jewerannya di telinga Reksa. Ia menatap anaknya itu menyelidik. "Mulutmu terlalu manis, Reksa. Ngomong-ngomong Terakhir kali apa maksudmu?" Renjana dan Fathan pun ikut terdiam. Penasaran akan apa yang dimaksud aktor tampan yang juga pandai memasak itu.
"Aku akan melepas pekerjaanku di industri hiburan, dan akan fokus membantu Papi di perusahaan." Mata ketiga orang di ruangan itu langsung membulat, karena tak menyangka dengan apa yang dikatakan Reksa.
"Jangan bercanda, Reksa! Bukankah itu cita-citamu? Mami dan Papi tidak akan memaksa kau untuk mengurus perusahaan. Kau hanya perlu membantu sebisamu saja di waktu luang. Jadi, kau tidak perlu melepas sesuatu yang dulu begitu sulit kau dapatkan," nasehat Fathan.
__ADS_1
"Papimu benar, Nak. Mami hanya menyuruhmu untuk tidak memforsir tenagamu, bukan malah berhenti." Selvi menambahkan. Sementara Renjana, hanya mampu terdiam karena syok.
"Ah, sebenarnya....jadi artis itu bukan cita-citaku, Mi." Pria itu melirik ke arah Renjana sejenak.
***
"Kau sedang apa?" tanya Reksa remaja. Kala itu, dia melihat Renjana yang menunduk menekuri ponsel miliknya dengan wajah sumringah.
"Aku sedang melihat Instagram Jefan Nicholas. Ah, dia terlihat sangat tampan." Reksa hanya mendengus ketika mendengar jawaban Renjana. Dia sangat cemburu ketika Renjana memuji pria lain dengan wajah berbinar seperti itu.
***
"Apa maksudmu, Pangeran?" Pertanyaan Selvi membuat Reksa tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Ekhm, maksudku...itu hanya cita-citaku yang ke sekian Mami. Cita-citaku yang utama, adalah membantu Papi di perusahaan keluarga. Lagipula, aku sudah dewasa. Sudah cukup bermain-main dengan dunia luar. Waktunya untuk fokus dengan perusahaan, iya kan?"
Menjadi aktor memang bukan cita-citanya. Tapi itu hanyalah sebuah keinginan dari angan Renjana yang ingin memiliki pacar artis terkenal. Tapi sepertinya Reksa tak bisa melanjutkannya lagi. Bukannya apa. Dia hanya tidak tega menatap raut khawatir dari Maminya dan Renjana, dua wanita paling penting di hidupnya. Satu-satunya cara, adalah ia melepas salah satu profesi yang ia jalani.
Reksa tidak mungkin berhenti membantu Papinya di kantor. Sebab itulah, ia memilih melepas kefamousannya. Lagipula, ia sadar, kalau ucapan Renjana waktu itu hanyalah sebuah keinginan spontan yang dirasakan gadis remaja pada umumnya ketika melihat sesuatu yang ia senangi. Hanya saja, Reksa yang selama ini terlalu berlebih. Dia rela melakukan apa saja demi gadis yang tak lain adalah sahabatnya itu. Padahal, ucapannya waktu itu saja Renjana belum tentu ingat.
"Ternyata kau sudah dewasa, Nak! Papi percaya pada keputusanmu. Satu hal yang Papi harap. Suatu saat, kau tidak akan menyesali apapun nanti." Fathan menepuk pelan pundak sang anak, dan memberikan senyuman penuh wibawa khas seorang ayah.
"Lalu, apa kau sudah membicarakan ini dengan pihak yang terkait?" tanya Selvi kemudian.
"Sebenarnya, aku sudah membicarakan hal ini dia bulan lalu dengan mereka. Hanya saja, waktu itu aku mengatakan belum terlalu yakin. Tapi, karena kejadian aku jatuh sakit, aku rasa keputusanku itu sudah benar. Aku juga sudah sepakat sebelumnya, jika berhenti, aku terlebih dahulu harus menyelesaikan syuting sinetron yang kebetulan tinggal beberapa episode lagi. Jadi, aku rasa semuanya sudah beres," jelas Reksa.
"Jadi, setelah keluar dari rumah sakit, kau akan kembali syuting terlebih dahulu sebelum resmi hengkang dari dunia hiburan?" tanya Renjana.
__ADS_1
"Ya, benar. Tinggal beberapa episode saja, dan aku rasa itu bukan masalah," jawab Reksa enteng.