Putri Renjana

Putri Renjana
Dua Puluh Tiga


__ADS_3

Malam ini, rumah Basuwardi mendapatkan kunjungan dari keluarga Fathan. Dua keluarga berpengaruh itu kini tengah menikmati makan malam, sesekali mereka saling melemparkan candaan.


"Putri dan Pengeran, kalian berdua terlihat sangat cocok malam ini. Lihatlah, bahkan warna pakaian yang kalian kenakan sama, tanpa janjian sebelumnya." ucapan Fathan di tengah obrolan membuat semua pasang mata tertuju pada Renjana dan juga Reksa. Benar, keduanya memakai pakaian dengan warna sama. Renjana mengenakan gaun sederhana selutut yang berbentuk mengembang di bawah berwarna biru muda dengan aksen kain tile berwarna putih yang melingkar di pinggangnya. Sementara Reksa memakai kaos santai berwarna biru muda, dipadukan dengan celana jeans selutut berwarna putih.


"Ah, aku baru sadar. Dari pada terlihat seperti sahabat, kalian lebih cocok jadi pasangan." Reandra ikut menambahi.


Renjana dan Reksa tentu saja hanya tertawa. Meski sering diledeki dengan Reksa, Renjana tak pernah marah. Itu sebabnya orang-orang di sekeliling mereka sering menjodoh-jodohkan keduanya. Karena menurut mereka, Renjana dan Reksa memang saling suka.


Sedangkan Reksa, rasa suka pria itu terlihat sangat jelas dan semuanya mengetahui hal itu. Terkecuali Renjana yang benar-benar tak pernah peka.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, Princess, apa kau sudah punya pasangan atau orang yang kau tengah sukai saat ini?" tanya Selvi.


"Bagaimana dia memiliki pasangan, kerjaannya sehari-hari hanya berdiam diri di rumah atau paling tidak hanya mengunjungi Restoran," cibir Elena. Ia memang sangat suka mengejek anak bungsunya itu.


"Ah, itu sangat bagus bukan? Bagaimana kalau kita jodohkan saja Renjana dengan Pangeran? Mereka kan sudah sama-sama dewasa, Pangeran juga sama sekali tak memiliki kekasih. Bahkan, ia juga tidak pernah pacaran, benar begitu bukan, Pangeran?" celetuk Selvi, dan memberi kode pada Reksa dengan ujung matanya.


"Aku sejujurnya tidak keberatan, lagipula kan aku dan Pangeran sudah bersama sejak kecil. Ada keinginan di hatiku agar bersama Pangeran selamanya. Tapi kami masih terlalu muda. Aku takut mengambil keputusan yang bisa saja membuat kami menyesal di kemudian hari." Mereka semua meresapi ucapan Renjana. Ada benarnya juga. Walau bagaimanapun, Renjana selama ini tidak pernah dekat dengan pria manapun selain Reksa. Itu sebabnya gadis itu memiliki keinginan untuk hidup dengan Reksa selamanya. Tapi, bagaimana kalau dia mengenal banyak orang baru? Bisa saja kan, pemikirannya berubah.


Sejak kecil, Renjana selalu diawasi oleh orang tuanya. Ia tidak sembarang berteman dengan pra laki-laki karena memiliki empat bodiguard yang siap menghajar siapa saja pria yang mendekatinya. Itu sebabnya, Renjana hanya memiliki beberapa teman perempuan. Belum lagi, statusnya yang berasal dari keluarga kaya dan berpengaruh. Banyak yang ingin mendekatinya, tapi malah menyerah duluan karena sadar diri akan perbedaan mereka.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kalian tunangan dulu? Anggap saja, ini masa percobaan kalian dalam hubungan baru. Kami juga berjanji akan memberimu sedikit kebebasan bergaul dengan orang lain, agar kau bisa menggali perasaanmu yang sesungguhnya pada Pangeran." Jefry, si anak tertua memberi saran. Dia tidak masalah Renjana dengan siapa saja, tapi jika memang adiknya itu berjodoh dengan Reksa, ia tentu saja sangat bersyukur. Karena menurutnya, Reksa benar-benar definisi pria idaman untuk perempuan.


"Ah, aku setuju dengan saran Jefry. Kita tidak boleh terburu-buru menikahkan kalian, hanya tunangan saja. Dan Princess bisa meyakinkan hatinya dan mencari tahu perasaannya pada Pangeran," ujar Fathan.


"Bagaimana kalau gagal? Bukankah membebaskan Princess bergaul dengan orang lain bisa saja berpotensi merusak hubungan mereka?" tanya Reandra. Ia tak setuju dengan saran Kakaknya.


"Kau hanya perlu percaya pada Princess, Rean. Princess bukanlah lagi anak kecil. Lagipula, saran ini lebih baik, daripada nanti salah satunya ada yang menyesal karena salah mengartikan perasaan." Bagas buka suara, menjawab pertanyaan anak ke tiganya.


"Aku setuju. Dan...aku juga berjanji, jika memang Princess menemukan orang lain yang membuatnya jatuh cinta, orang itu harus menghadapi kita dan meminta restu pada kita secara langsung. Kalau dia layak, maka aku akan dengan ikhlas melepaskan Princess untuknya." Kini, Reksa lah yang bersuara. Dia percaya sepenuhnya pada Renjana, kalau dirinya sudah dianggap Renjana sebagai rumah. Jadi, ke manapun perginya gadis itu, dia pasti akan kembali ke pelukan seorang Pangeran Antareksa.

__ADS_1


__ADS_2