
'Persahabatan atau cinta, yang mana yang harus ku pilih?"
***
Udara yang sejuk di malam hari, tak menyurutkan gadis cantik itu untuk segera masuk, dia masih setia berdiri di balkon apartementnya.
langit malam yang di hiasi ribuan bintang yang berkelap-kelip, menambah kesan indah untuk di lihat.
Dari sudut manapun, jika kita lihat, bintang akan tetap indah.
Selama gadis itu masih setiap berdiri, pandangan mata lurus kedepan, dia termenung, pikirannya mengingat akan kejadian siang tadi, yang membuat dadanya terasa sesak.
Dia menyunggingkan senyum kecil, tak menyangka semua akan terjadi untuk dirinya. Rasa pahit yang harus ia telan sendiri, perasaan yang tak seharusnya ia miliki.
Bahwa sekarang ia telah termakan dengan jebakannya sendiri...
Apa sekarang ia mengakui dirinya telah menyukai pria Min itu...
Flashback On
"Ada apa?" tanya Yoongi yang sempat mendengar namanya di sebut oleh Jungkook. Pemuda itu sempat menatap Sohyun yang tidak menatapnya sama sekali.
"Hyung coba kau jelaskan-"
"Apa yang harus di jelaskan." sela Yoongi.
"Semenjak kalian bicara berdua, kenapa Hyung berubah? Hyung kehilangan fokus untuk bermain basket. Apa yang telah terjadi?" selidik Jungkook.
"Kami..." Yoongi menatap Sohyun yang juga sedang menatapnya. Kali ini tatap Sohyun seolah memohon untuk jangan memberitahu apa yang terjadi. Cukup hanya dia yang tahu.
Yoongi menghela nafasnya, dia kembali menatap Jungkook.
"Sohyun memintakku untuk mengajarinya bermain piano. Awalnya, aku menolak, tapi dia terus memohon denganku. Jadi aku terpaksa mau mengajarinya. Ini tidak ada hubungannya dengan Sohyun, kenapa hari ini aku banyak melakukan kesalahan. Aku memiliki masalah lain yang tidak mungkin ku jelaskan. Jangan salahkan Sohyun, Jungkook-ah." ujar Yoongi menjelaskan semua, walaupun semua itu hanya lah kebohongan. Tapi sepertinya mereka mempercayainnya.
"Dan sepertinya aku tidak bisa melanjutkan latihan... Aku harus mengantarkan Jisoo pulang." sambungnya lagi yang berhasil membuat Sohyun menatapnya.
Manik Sohyun bergerak melirik tangan Jisoo yang bebas merangkul lengan Yoongi, yang membuat sohyun tersenyum masam. Di tambah lagi Yoongi tersenyum ke arah Jisoo, menarik tangannya dan menggenggamnya, membawanya agar segera pergi dari tempat itu.
Hal sederhana yang mampu membuat perasaan tidak nyaman di hati Sohyun saat melihatnya.
Flashback Off
"Yak, Sohyun." Rose menepuk punggung Sohyun, yang membuat dia tersadar dari lamunannya,
"Oppaku mencarimu."
"Jimin?" jawab Sohyun beo.
Rose memutar bola matanya, "Bukan, tapi alien." ujarnya malas, yang langsung pergi meninggalkan Sohyun.
***
Sohyun menatap Jimin tak bersahabat. Apa pemuda itu tidak bosan setiap hari mengunjunginya? Jika bukan karna adiknya tinggal disini, mungkin Sohyun akan menedang Jimin untuk keluar.
Sejujurnya Sohyun juga senang kalau Jimin berkunjung ke apartementnya, yang semulanya sepi, sekarang menjadi ramai semenjak ke hadiran Rose dan Jimin.
Dua bersaudara itu selalu membuat Sohyun tertawa dan tidak kesepian lagi. Sohyun sangat menyukai dua bersaudara ini, tapi jika setiap hari ia harus melihat Jimin selalu datang ke apartementnya, itu yang membuat Sohyun merasa kurang nyaman. Jika kedua sahabatnya tahu Jimin selalu datang. Mungkin akan menjadi bahan gosip di kampusnya.
Tapi, bukankah niat Jimin baik hanya berkunjung? Tidak lebih.
Jimin juga ingin memastikan jika adiknya baik-baik saja bersama dengan Sohyun.
"Ada apa?" tanya Sohyun sembari memutar bola matanya malas.
"Ada seseorang yang menunggumu diluar."
Sohyun manautkan kedua alisnya. Menatap Jimin bingung.
"Temuin saja."
****
Suara dentungan musik mengisi suasana klub malam yang begitu ramai. Banyak gadis-gadis penghibur yang sedang merayu atau mengoda para pria untuk segera menemaninya menari denganya.
Di salah satu meja bar, terdapat salah satu pemuda yang asik memainkan gelasnya. Menggoyang-goyangkan isi gelasnya sedari tadi. Jungkook, yang melihat sahabatnya bertingkah aneh menaikan salah satu alisnya.
"Kemana Jimin-Hyung," tanya Jungkook tanpa melihatnya.
__ADS_1
Taehyung hanya Menghendikan bahunya sembari berucap. "Jungkook-ah... Apa menurutmu kita harus memperjuangkan seseorang yang kita cintai?"
Jungkook menatapnya bingung. Ia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh Hyungnya itu.
Apa Taehyung mau mengungkapkan perasaannya dengan seseorang? Tapi siapa?
Ia tidak mengetahui apa masalah sahabatnya akhir-akhir ini. Taehyung juga tidak pernah bercerita masalahnya dengan dirinya.
"Kalau hyung memang menyukainya, kenapa tidak."
Mendengar jawaban Jungkook, membuat Taehyung tersenyum miring. Apa harus ia perjuangkan? Sedangkan sampai sekarang gadis yang di sukai nya masih tidak menganggap nya ada.
Melihat saat tangan sang gadis di genggam erat oleh pemuda lain hatinya sangat perih. Ia ingin di posisi pemuda itu, tapi semua itu hanya lah hayalan semata. Kenyataannya saja tidak seperti itu, sulit untuk menggapai tangan sang gadis di saat ia sudah bahagia dengan orang lain.
Apa ia harus merelakan gadis di yang cintainya?
"Jungkook-ah... Jika gadis yang kau cintai mencintai orang lain... Apa kau akan merebutnya?" pertanyaan Taehyung kali ini menambah daftar kebingungan Jungkook.
Apa Hyungnya sedang putus cinta? Wanita mana yang telah menolak pesona Kim Taehyung?
Jungkook menghela nafasnya. Ia sendiri juga tidak tahu.
"Kita pulang Hyung. Kau pasti sudah mabuk, makanya bicaramu asal." ajak Jungkook yang menarik tangan Taehyung tapi di tepis olehnya.
"Aku tidak mabuk Jungkook-ah." tepisnya.
Taehyung meneguk cairan pekat itu sampai habis, ia menuangkan lagi minuman itu ke dalam gelasnya, dan menelannya kembali.
Jungkook mendesah pasrah, melihat tingkah Taehyung yang seperti ini, membuat ia tidak tega, rasanya ia ingin mencegah apa yang di lakukan Taehyung saat ini, tapi niat itu ia urungkan. Mungkin membiarkan Taehyung menghabiskan minuman itu membuatnya merasa lebih tenang.
Tapi nyatanya tidak...
Taehyung berdiri, ia menghampiri para gadis-gadis yang sedang asik menari. Manarik pinggang salah satu gadis untuk di ajak menari denganya.
Sayangnya, gadis itu tidak menolak sentuhan Taehyung. Ia mengoda Taehyung dengan melingkarkan kedua tangannya di leher Taehyung.
Jungkook yang melihat tingkah Taehyung mengusap wajah kasar.
Sebenarnya ada apa dengan Hyung nya itu?
Jika di biarkan Taehyung akan semakin gila. Di tambah bahwa ia sedang dalam kondisi mabuk. Jungkook menghampirinya menarik paksa tangan Taehyung untuk keluar dari klub itu. Membawanya ke tempat parkir dimana mobilnya beranda. Mendorong tubuh Taehyung agar masuk kedalam mobil tersebut. Menyalakan mobilnya dan membawa Taehyung pergi dari klub malam itu.
***
"Kanapa Sunbae membawaku ke tempat ini?" tanya Sohyun tanpa melihatnya. Menurutnya memandang apa yang ada di depannya ini lebih indah, dari pada ia harus melihat pria pucat di sampinganya yang akan membuat jantung nya berdebar.
Sungai Han. Pria pucat ini membawa Sohyun pergi kesungai han. Entah mengapa pria pucat itu membawa Sohyun ketempat yang di kenal sangat romantis pemandangannya. Siapa yang tidak tahu keindahan Sungai Han saat malam hari. Lampu yang berkelap-kelipi di sepanjang jempatan, menambah kesan yang sangat romantis.
Apa pria itu sadar atau tidaknya bahwa tempat ini adalah tempat sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta. Pastinya setiap pasangan selalu datang ke Sungai han di saat malam hari.
Sohyun menatap sekelilingnya, Banyak pasangan-pasangan yang berlalu lalang melewati mereka. Setiap pasangan saling memberi perhatian, bercanda ria, Saling bergandeng tangan. Tapi saat manik nya tanpa sengaja menatap ada satu pasangan yang sedang berciuman membuat Sohyun berdehem dan memalingkan tatapannya ke depan. Hal itu membuat nya mengingat di mana saat Yoongi menciumnya waktu itu.
"Maaf." ujarnya dengan menundukan kepalanya.
Kata itu berhasil membuat Sohyun menatapnya, apa Yoongi mengajaknya jauh-jauh ke sini hanya untuk meminta maaf kepadanya?
Sohyun tersenyum kecil, walau pemuda itu tidak dapat melihat senyumnya, entah kenapa melihat pemuda itu membuat nya menyunggikan senyumnya.
"Aku tidak bermaksud untuk menciummu... Aku hanya... ingin saja... Maksudku, saat itu aku terbawah perasaan... Sungguh aku tidak berniat untuk menciummu Sohyun-ah." jelas Yoongi. Ia mengangkat kepalanya menatap Sohyun.
Sohyun masih tidak bergeming, ia menunggu apa yang akan di bicarakannya lagi.
"Dan maaf... Aku tidak tahu harus memberi alasan apa saat Jungkook bertanya seperti itu." jelasnya kembali.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa padamu Sunbae. Harus'kah aku marah padamu atau lebih baik menghindar darimu. Tapi....." Sohyun menjeda ucapannya
"Kali ini aku memaafkanmu, anggap saja kejadian itu tak pernah ada. dan... Terima kasih sudah menolongku dari semuanya. Kalau tidak ada Sunbae, mungkin aku akan berkata jujur kepada mereka." sambungnya lagi dengan tersenyum tulus. Yoongi yang mendengarnya sedikit kecewa, tapi ia tutupi dengan menampilkan senyum manis di bibirnya.
"Sohyun-ah." Yoongi menggenggam keduan tangan Sohyun.
"Jangan menghindariku lagi." sambungnya dengan nada memelas.
Sohyun terkekeh melihat raut wajah Yoongi. Tanpa sadar dia menarik sebelah tangannya untuk mencubit pipi Yoongi. Membuat Yoongi kembali menunjukan senyum manisnya. Jantungnya yang berdegup tak normal di setiap bersama Sohyun membuat ia yakin bahwa ia benar menyukai gadis ini. Tidak peduli gadis ini menyukainya atau tidak, yang pasti ia akan membuat gadis ini selalu berada di dekatnya. Ia akan menunggu sampai Sohyun membalas perasaannya.
"Sunbae." panggilnya yang kali ini tidak menatap Yoongi memilih memandang ke arah depan.
"Bagaimana menurutmu Jisoo? Dia cantik bukan?" tanyanya dengan seulas senyum di bibir.
__ADS_1
Yoongi melirik ke arahnya, menaikan sebelah alisnya sedikit tinggi, ia Menatapnya dengan bingung, kenapa tiba-tiba membahas tentang Jisoo di saat seperti ini.
"Eoh... Dia cantik, baik dan juga lucu. Aku menyukainya." jawabnya.
Sohyun tersenyum. Benar yang di katakan Yoongi. Jisoo cantik dan juga lucu siapa yang akan mengabaikan sikapnya, setiap orang yang melihatnya pasti akan menyukai tingkahnya.
Jisoo gadis yang sangat baik, tidak mungkin Sohyun menghianatinya. Walau ia sendiri tidak tahu kemana hatinya memilih. Di lain sisi ia juga merasa nyaman berada di dekat pemuda ini.
Ia sendiri belum pasti dengan perasaannya. Apa ia benar menyukainya atau hanya sekedar kagum melihatnya. Yang pasti saat seminggu Sohyun tidak bertemu dengannya, ia sangat merindukan pemuda ini, ada perasaan tidak nyaman kalau ia tidak melihatnya.
Yoongi memegang ke dua pundak Sohyun membalikan tubuhnya untuk menghadap dirinya. Ia kembali menatap Sohyun.
"Wae?"
"Ani... Sepertinya aku lapar. Dan Sunbae harus mentraktirku makan biar aku benar-benar memaafkan mu." ujar Sohyun. Dia melepaskan genggaman tangan Yoongi di pundaknya dan berlalu pergi, tapi tangannya berhasil di raih oleh Yoongi. Dengan sekali sentakan tubuh Sohyun berbalik menghadap kearahnya.
"Aku telah menganggap Jisoo seperti adikku sendiri, tidak lebih Sohyun-ah... Dan kau harus tahu. Bahwa aku sudah lama menyukaimu. Terdengar lucu bukan?" Yoongi tertawa hambar, membayangi bagaimana dia menyukai gadis ini.
"Waktu itu aku tidak yakin dengan perasaanku. Setiap kali aku melihatmu, entah mengapa membuatku tersenyum sendiri hanya melihat senyummu. Apa kau masih ingat waktu pertama kali kita bertemu? Sebenarnya aku merasa gugup saat berada di dekatmu. Aku mencoba membuang rasa gugupku dengan mengancammu seperti itu. Dan saat kita di pertemukan kembali sungguh aku sangat senang. Lalu aku mulai yakin dengan perasaanku padamu. Bahwa aku hanya menyukaimu."
mendengar semua ungkapan Yoongi, membuat jantung Sohyun berdegup lebih cepat. Tak seharusnya pemuda ini terus mengungkapkan isi hati nya, Yang akan membuat Sohyun merasa bersalah dengannya.
Jika benar Yoongi sangat menyukainya? Apa yang harus ia lakukan untuk membuatnya menyukai sahabatnya? Di dalam hati kecilnya. Sohyun merasa ribuan kupu-kupu terbang didalam perutnya. Tapi apa boleh Sohyun juga menyukainya?
"Apa Sunbae mau menunggu jawaban dariku?"
Sekali lagi Yoongi memperlihatkan senyuman manisnya. Sudah berapa kali ia tersenyum dengan gadis ini. Yang jelas sikap dinginnya perlahan mulai menghilang jika terus berada di dekati gadisnya.
"Bukannya kau lapar? Kajja." Yoongi tak langsung menjawab ia malah menarik tangan Sohyun untuk pergi.
***
"Apa oppa akan terus berada di sini?" tanya Rose menghampiri Jimin yang sedang asik menonton siaran televisi.
"Kenapa?" tanya Jimin.
P
letak...
Rose memukul belakang kepala Jimin cukup keras. "Pulang lah! Apa oppa akan menginap di sini, hah!"
"Aish... Aku harus menunggu Sohyun kembali. Jika perlu aku akan menginap." ucap Jimin dengan mengelus-ngelus kepalanya.
"Apa oppa gila. Pulanglah!"
"Aku harus mengunggu soh-"
"Apa oppa menyukai Sohyun?! Sampai harus menunggunya pulang?"cerca Rose yang mulai tersulut emosinya, tingkah Jimin membuatnya hilang kendali.
"M... Mwo!? jangan asal bicara, Mana mungkin aku menyukai gadis itu." sangkal Jimin dengan jantung yang berdebar. Ia tidak menduga bahwa Rose mengetahui perasaannya dengan Sohyun.
"Ck! Terserah, yang jelas aku tahu bagaimana cara oppa memandang Sohyun." Jimin tidak berkutik apa yang dikatakan adiknya saat ini.
***
"Terima kasih sudah mentraktirku, Sunbae. Apa Sunbae akan langsung pulang?" tanya Sohyun setelah mereka sudah tiba di depan apartement miliknya.
Yoongi tidak menjawab. Ia berjalan mendekati Sohyun. "Apa aku harus menjawab ucapanmu tadi?"
"Ne..." Sohyun memiringkan kepalanya, ia bingung dengan ucapan Yoongi.
Yoongi mengacak pucuk kepala Sohyun. "Sampai kapanpun, aku akan selalu menunggu jawaban darimu, walau kau akan menolak, aku akan terus mengungkapkan perasaan ku padamu. Jika kau masih terus terus dan terus menolak. Aku akan terus menunggu sampai kau membalas perasaanku. Ingat, aku akan selalu menyukaimu apapun yang terjadi." Sohyun terdiam menatap lurus ke arahnya, matanya mengerjap beberapa kali.
"Aku pulang." ucapnya, melangkah pergi memasuki mobil. Mobil melaju secara perlahan dan menghilang.
Sohyun masih Berdiri termenung. Apa ini begitu sulit untuknya, Mendengar semua ungkapan pemuda itu membuat dadanya semakin sesak.
Apa takdir mencoba itu mempermainkannya?
Apa ia tidak berhak untuk bahagia? Kenapa semua ini begitu menyakitkan dirinya. Dan kenapa rasa suka ini tubuh untuk pemuda yang di sukai sahabatnya.
"Maaf."
***
__ADS_1
(To be continue)