RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 13


__ADS_3

'Menurut-mu apa cinta itu akan berakhir indah?


Bagaimana jika kamu tidak bisa meraihnya?'


***


Hari ini, gadis bermarga Kim itu memilih untuk menghabiskan waktu satu hari bersama dengan pemuda yang telah mengusik hatinya selama ini. Bisa di katakan bahwa gadis itu sangat menyukai Yoongi. Ia sendiri tidak tahu bagaimana bisa menyukainya. Niat awal mendekatinya untuk sang sahabat. Tapi malah berbanding terbalik keadaannya.


Hari ini juga adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa pergi dengan pemuda itu. Kesempatan yang tidak akan ia sia-siakan. Mungkin setelah keputusan yang akan ia ambil, ia tidak dapat bertemu lagi dengan pemuda itu. Lebih tepatnya ia yang akan pergi dari hadapan pemuda itu.


Ini semua harus segera di akhiri, Kalau tidak, rasa cinta terhadap pemuda itu akan semakin dalam. So Hyun tidak mau hal itu terjadi, baginya ia telah salah menyukai pemuda itu. Apalagi harus membalas perasaannya.


Apa kali ini So Hyun akan merelakan cintanya untuk sang sahabat?


Ia harus bisa menyelesaikan masalah ini semua. Walaupun rasa sakit yang akan ia terima dengan sendirinya.


Dan saat ini gadis itu sedang menunggu pemuda itu datang. Menyandarkan tubuhnya di kap depan mobil milik pemuda Min ini. Dengan manik matanya fokus ke pada layar ponsel. Ia tersenyum melihat satu persatu pesan yang masuk dari ponselnya. Bahkan ia sampai tertawa membaca isi pesan tersebut, Satu pesan yang dapat menarik perhatiannya.


'Sohyun~ie. Kau jahat sekali, meninggalkan gadis secantik diriku sendirian.' - Jisoo


"Aigoo." gumamnya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak mengerti dengan sahabatnya satu ini. Ia kembali menggeser layar ponselnya, tepat saat itu maniknya menatap satu pesan yang belum sempat ia baca. Menaikan salah satu alisnya, Kemudian ia tersenyum lebar.


'Yak cubby! Kau mengerjaiku ternyata. Awas saja aku akan membalasnya😤' - Jimin


Ia kembali tertawa. Ternyata Jimin begitu lucu. Kenapa ia bisa mengabaikan pesan dari pemuda satu ini. Ia menyekap air matanya yang sedikit keluar, menghela nafas nya, hari ini ia terlalu banyak tertawa. Perlahan hatinya mulai tenang.


Tapi Akankah setelah semua selesai keadaannya baik-baik saja?


"Ekhemm..."


"Yak!"


Gadis itu memukul lengan pemuda itu yang ada di sebelahnya.


Sejak kapan pemuda itu ada di sini?


Ia memegangi jatungnya. Beruntungnya ia tidak mati hari ini.


"Kajja." Yoongi langsung menarik tangan sang gadis untuk masuk ke dalam mobilnya.


***

__ADS_1


"Kenapa kalian memilih di apartement-ku?! Kenapa tidak di tempat kau saja Jungkook!"


Taehyung menggeram. Ia mengusap wajahnya secara kasar. Bagaiman tidak, dua pemuda itu sekarang sedang asik saling melempar tatap tidak suka.


Taehyung yang tidak ingin ikut campur memilih untuk mendudukan dirinya di sofa. Membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Aku sudah lama mencurigaimu, Hyung." Jungkook tersenyum sinis.


Jimin memijit pelipisnya. "Ya tuhan. Sudah berapa kali aku katakan Jungkook. Aku tidak menyu-"


"Mau sampai kapan Hyung terus beralasan?!" sela Jungkook.


Masalah ini tidak akan selesai sampai Jimin mangakui perasaannya. Sejak kemaren Jimin selalu menghindar setiap kali Jungkook menanyakan hal itu. Telinganya serasa mau meledak mendengar jawaban yang sama setiap ia menanyakannya. Jungkook tidak mudah untuk di bohongi, ia tahu persis bagaimana sifat Jimin, Perhatian yang selalu di berikan pemuda itu terhadap So Hyun bukanlah hanya sabagai teman saja. Jungkook mengetahuinya sejak Jimin selalu mengantar So Hyun pulang.


Alasannya hanya ingin melihat adeknya itu semua omong kosong. Jungkook terpaksa merelakan So Hyun selalu pergi dengan Jimin.


"Kalau iya. Apa kau akan merelakan So Hyun untuk ku?" tanya Jimin mendekatkan dirinya ke pemuda itu sembari tersenyum tipis.


"Akhirnya kau mengakui juga." Jungkook mengulas senyum sinis, "tidak semudah itu, Hyung. Karena So Hyun lebih memilihku dari pada kau. Satu hal yang harus Hyung tahu, jangan pernah merusak persahabatan kita?!"


Taehyung yang mengetahui suhu ruangan semakin panas. Segera menghampiri mereka berdua. Ini tidak boleh terjadi. Ia tidak mau apartementnya rusak karena ulah mereka berdua. Ia harus mencegahnya, sebelum terjadi hal yang tidak ia inginkan.


"Jangan ikut campur Hyung! Tetap di sana." perintah Jungkook.


"Kau sangat naif, Jeon." Jimin menaikan sudut bibirnya keatas. "Apa kau yakin Sohyun akan membalas perasaamu? Apa kau tidak tahu bahwa dia menyukai orang lain?"


Jungkook melipat kedua tangannya di atas dada. "Apa yang kau katakan. Apa kau ingin bilang kalau So Hyun menyukai Yoongi-Hyung?" Lagi-lagi Jungkook tersenyum. "Kau salah Hyung. Dia tidak menyukai Yoongi-Hyung, mereka dekat di karenakan Jisoo yang menyuruhnya. Karena Jisoo yang menyukai Yoongi-Hyung, bukan So Hyun." sambungnya lagi.


"Mwo!?" pekik Taehyung mendengar tuturan Jungkook. "Kau! Apa yang kau ucap tadi benar?" tanyanya mendekati mereka berdua.


"Yak! Jawab?!" Taehyung menarik kerah baju Jungkook.


***


Kedua pasang itu. Tunggu? Mereka belum dikatakan sebagai pasangan. Status mereka masih kurang jelas, Tapi saat ini mereka sedang asik-asiknya berjalan dengan bergadengan tangan, mengayun-ayunkan tangan mereka, setiap para penjalan kaki yang melihat mereka. Saling berbisik-bisik. Menurutnya mereka sangat serasi. Sampai-sampai ada yang terkagum-kagum melihatnya.


Matahari sore yang sangat indah jika di lihat dari hamparan Sungai han ini. Mereka sedang berada di pinggiran sungai han untuk menyasikkan matahari terbenam. Menurut orang-orang di sini, ini adalah tempat yang sangat sesuai untuk menyasikkannya.


Maka dari itu, So Hyun memilih untuk membawa pemuda itu ke sini. Menikmati indahnya sungai han di sore hari. Angin yang berhembus sangat kuat membuat rambut sang gadis berterbangan.


Pemuda Min itu melirik ke arahnya sembari tersenyum. Memandang wajah damai gadis ini lebih indah dari pada melihat hamparan sungai han. Setiap kali memandang wajah sang gadis entah mengapa membuat hatinya merasa tenang. Pemuda min ini semakin jatuh dalam pesona gadis itu.

__ADS_1


"Kenapa kau membawaku ke sini hmm? Oh... Atau jangan-jangan kau sedang mengajak-ku berkencan, benar begitu?" gadis itu yang semula memejamkan matanya berdesis sinis. Bagaimana mungkin pemuda di sampingnya ini berkata seperti itu.


"Tapi aku senang seperti ini." dengan memandang hamparan sungai han pemuda itu menggegam tangan sang gadis begitu erat. "Walaupun kau belum membalas perasaanku. Tapi aku yakin kau akan menerimanya." Lanjutnya lagi sembari tersenyum manis.


So Hyun menggigit bibir bawahnya. Apa ia salah mengajak pemuda itu untuk menemaninya? Seharusnya So Hyun berpikir dua kali sebelum benar-benar yakin dengan keputusannya. Ia selalu terbuai dengan kata-kata pemuda satu ini.


"Aku membawa oppa kesini hanya untuk melihat matahari terbenam. Jangan salah paham dulu." ujarnya dengan kesal.


"Lihat Oppa." lanjutnya, gadis itu menunjuk jarinya ke arah depan. Melihat matahari yang akan terbenam. Hatinya menghangat menyasikkan secara langsung matahari yang perlahan mulai menghilang. Ia tersenyum.


Hari ini, hari yang sangat berharga baginya. Berjalan-jalan dengan pemuda yang di sukainya. Membeli ice cream kesukaannya. Menggerjai pemuda itu dan berlari-larian. Sungguh, hari ini ia merasa sangat-sangat bahagia. Walau kebahagian ini cuman bertahan hari ini, Tapi ia begitu puas dengan semuanya.


So Hyun telah menyakini dirinya, ia tidak hanya menyukai pemuda Min ini. Tapi Ia telah jatuh cinta dengan pemuda itu. Rasa nyaman yang di berikan Yoongi terhadapnya, Membuatnya samakin jatuh kedalam lubang yang salah.


So Hyun menghadapkan dirinya ke pemuda itu. "Oppa." Panggilnya.


Pemuda itu menoleh. "Hm?"


Sohyun menatapnya dengan sendu. "Apa Oppa mau berkorban untukku?"


Yoongi menautkan kedua alisnya. Kenapa hari ini gadis yang ada di hadapannya sangat berbeda. Tidak seperti biasanya ia bersikap seperti ini. Dari awal gadis itu mengajaknya untuk menemaninya pergi. Ia telah mencurigai sesuatu denganya. Ada perasaan takut kehilangan gadis ini, Tapi ia berusaha untuk menepisnya.


"Jika itu menyangkut dirimu. Aku rela berkorban."


Lagi-lagi So Hyun merasa berbuai dengan apa yang di ucapkan pemuda ini. Ia semakin sulit melepaskan pemuda itu. Jika saja waktu itu ia tidak menerima tawaran sahabatnya, Mungkin semua ini tidak akan terjadi.


"Kau harus menepati janjimu itu oppa." ucapnya. So Hyun membasahi bibirnya dan melanjutkan lagi ucapannya. "Besok setelah Oppa selesai berlatih basket temui aku di tempat kesukaanmu, Oppa. Aku akan menjawab perasaanmu di sana."


Bukannya merasa senang gadis itu akan menjawab perasaannya. Tapi lagi-lagi rasa takut kehilangan gadis ini terus mengusik pikirannya. Ia mencoba untuk tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Terima kasih sudah mau menemani-ku Oppa, terima kasih untuk segala. Dan..." So Hyun menjeda ucapannya. "Boleh aku memelukmu Oppa?" lanjutnya lagi, Tanpa menunggu jawaban dari pemuda itu. So Hyun langsung menghambur ke dalam pelukan pemuda min ini. Dadanya semakin sakit. Ingin rasanya So Hyun menangis di dalam dekapan pemuda itu. Tapi ia berusaha untuk menahan air matanya tidak keluar. Baginya begitu berat melepaskan pemuda ini. Yang selalu men-warnai hari-harinya.


Yoongi membalas pelukannya. Rasa takut kehilangan gadis ini kenapa terus mengusik pikirannya. Ia mengeratkan pelukannya. Mencoba untuk menghilangkan rasa takut yang terus menghantuinya. Tapi tetap saja rasa takut itu mendominasikan otaknya.


'Semoga hal buruk tidak akan terjadi' - batin Yoongi.


'Ku mohon mulai besok dan seterusnya jangan membenciku' batin Sohyun.


***


(To be continue)

__ADS_1



__ADS_2