
Happy reading
***
Jimin mendudukkan dirinya di pinggir kasur. Di bawah sana kedua kakinya digerak-gerakkan; Jimin sedang memikirkan sesuatu dalam benaknya.
Tak seharusnya ia melakukan semua ini dengan Jisoo, nasib baik ia masih bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh gadis itu.
Apalagi Jisoo sempat menggodanya untuk melakukan dengannya. Jelas Jimin tidak menolak, tapi satu hal yang ia sadari jika Jisoo masih dalam pengaruh minuman beralkohol.
Jimin menghela nafasnya pelan, melirik sekilas kearah Jisoo yang masih tertidur pulas. Lebih baik ia menyegarkan tubuhnya---- mandi, kepalanya terasa panas saat mengingat perilaku Jisoo semalam.
Cuman membutuhkan beberapa menit Jimin habiskan di kamar mandi, sekarang ia telah siap dengan pakaiannya dan memutuskan untuk pergi ke kampus.
Netranya menatap Jisoo yang menggeliat di atas kasur miliknya. Perlahan gadis itu membuka matanya menyesuaikan penglihatannya.
"Kau sudah bangun."
Gadis itu menoleh, nampak dari kejauhan jika gadis itu sedikit heran dengan kehadiran Jimin. "Apa yang kau lakukan di apartemant ku?"
Seringai tipis Jimin tunjukan. Ternyata Jisoo belum menyadari di mana dia kini berada. Tidak mau membuat gadis itu kebingungan, Jimin memilih untuk mendekat kearah Jisoo dan mengusap dengan lembut pucuk kepala gadis itu.
"Mandilah, aku menunggu mu di luar." setelah mengatakannya Jimin benar-benar beranjak pergi dari kamarnya.
Dalam hati kecil Jimin, entah kenapa seperti ada sengatan listrik yang terus menjalar di seluruh tubuhnya. Tidak mungkin jika ia menaruh hati ke pada Jisoo, secepat itukah dia menyukai gadis lain.
Melihat perlakuan manis dari Jimin, Jisoo termenung. Pikirannya melayang, sentuhan lembut dari Jimin kenapa bisa menggetarkan hatinya. Ia menggelang mencoba untuk menepisnya.
Jisoo menggerakan kepalanya untuk menyelusuri seluruh ruangan di sana. Ia terlihat kebingungan, ini bukan lah kamar nya. Lalu di mana ia kini berada?
Mencoba untuk memejamkan kedua matanya dan berusaha untuk mengingat apa yang sedang terjadi dengan nya.
Dan damn! Sekilas ingatan tentang dirinya yang mengajak Jimin untuk menemaninya pergi minum terlintas dalam pikirannya.
"Ani..." Jisoo menggeleng, mencoba untuk menepis ingatannya.
"Tidak mungkin!" sekali lagi ia mencoba untuk menepis semuanya.
"TIDAKKKKK!!"
***
"So Hyun." panggil Jisoo melambaikan tangannya; memberi isyarat agar gadis itu segera menghampirinya.
So Hyun tersenyum hangat dan membalas lambaian tangan Jisoo, ia mempercepat langkah kakinya supaya lebih cepat sampai ke tempat Jisoo.
Setelah tiba So Hyun langsung mendudukan dirinya di hadapan Jisoo. Senyum manis pun ia perlihatkan.
__ADS_1
"Maaf, apa lama menunggu ku?"
Jisoo tersenyum. "Sudah biasa aku selalu menunggumu lama." candanya yang mendapat kekehan kecil dari So Hyun.
Sebelum So Hyun bersuara, ia sempatkan untuk meneguk sedikit jus miliknya, yang telah dipesan oleh Jisoo. "Ada hal penting yang ingin ku bicarakan."
Jisoo menghentikan tangannya sesaat ingin kembali melahap makanannya. "Aku juga."
So Hyun mengangguk sekali, sebelum bersuara tanpa sengaja ekor matanya melihat seseorang yang sangat di kenal sedang bercanda dengan seorang wanita. So Hyun mencoba untuk menajamkan penglihatanya, ada perasaan tidak suka saat orang itu terlalu dekat dengan wanita lain yang ia ketahui sebagai sunbaenya.
Jisoo yang melihat So Hyun sedikit termenung mengikuti arah padang matanya. "Apa kau cemburu?"
"Eoh. Tidak, mana mungkin." tepis So Hyun ceopat danĀ memaksa untuk tersenyum.
Jelas Jisoo sangat tahu jika So Hyun sedang cemburu, hal itu sangat terlihat jelas dari raut wajah yang tidak suka melihat mereka sedang tertawa bersama. Tapi, ia mencoba untuk tidak memikirkan hal itu terlebih dahulu.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Jisoo yang kembali melahap makanannya.
"Itu..." So Hyun tampak gelagapan, jari telunjuknya mengetuk diatas meja. So Hyun tidak tahu harus memulainya dari mana.
"Mwo?" tanya Jisoo yang kini telah menatap So Hyun dengan serius.
"Maaf Jisoo-ya, sepertinya aku tidak bisa membantumu lagi untuk mendekati Yoongi sunbae." So Hyun menundukkan kepalanya.
Jisoo ingin sekali tersenyum tapi ia harus menahannya. "Apa kau menyukai Yoongi sunbae?"
So Hyun kembali menatap Jisoo. "Maaf Jisoo-ya."
"Tak perlu, seharusnya aku yang meminta maaf denganmu. Kalian saling menyukai bukan?" jawab dan tanya Jisoo disertai dengan senyum manisnya.
So Hyun tak menjawab, ia hanya menatap Jisoo dengan sendu. Sulit rasanya mengakui kebenaran kepada Jisoo, perasaan tak nyaman selalu bergelut dalam pikirannya.
"Jisoo-ya..."
"Kita sahabat kan? kau tak perlu merasa bersalah. Ini semua salahku yang memaksa kau terus mendekatinya." Jisoo menghela nafasnya sebelum melanjutkan kembali. "Yoongi sunbae sudah menjelaskan semuanya padaku."
"Maksudnya?" tanya So Hyun kebingungan.
"Haruskah aku menjelaskan apa yang Yoongi sunbae katakan? intinya dia sangat mencintaimu, So Hyun."
"Aku tahu..." So Hyun mendesah panjang, "tapi bagaimana dengan mu?"
"Kenapa denganku? Seharusnya itu pertanyaan untukmu, bagaimana hubungan mu dengan Jungkook nantinya?"
So Hyun mengusap tengkuknya, "kami sudah berakhir."
"Jinjja?" Jisoo tampak terkejut, masalahnnya So Hyun belum memberitahu berita tentang meraka.
"Hmm... Kami putus secara baik-baik."
__ADS_1
"Apa ini ada hubungannya dengan Yoongi Sunbae?"
So Hyun tampak sedang berpikir. "Ku rasa iya." tersenyum kecut saat mengatakannya.
"Tapi aku telah menjelaskan semuanya." lanjutnya kembali.
Jisoo mengusap wajahnya. "Semoga tidak ada pertikaian diantara mereka."
So Hyun hanya tersenyum menanggapi ucapan Jisoo, ia juga berharap seperti itu.
So Hyun kembali meminum jusnya. "Oh iya, apa yang ingin kau bicarakan."
Jisoo menggigit bibir bawahnya, ia tampak gelisah saat mendengar perkataan So Hyun.
Harus kah ia memberi tahu So Hyun.
Jisoo mendekatkan wajah dengan So Hyun. "Semalam aku tidur di apartement Jimin." besiknya dengan pelan.
"Mwo!" pekik So Hyun kuat, mengundang semua penghuni kafetaria menatapnya dengan heran.
"Kya! Kecil kan suara mu." Jisoo memukul jidat So Hyun dengan sumpitnya.
"Mia-"
"Ekhem..."
So Hyun dan Jisoo menolah kearah suara itu berasal. Mata Jisoo membulat saat seorang yang baru saja ia sebut namanya berdiri di belakangnya.
"Bisa aku bicara berdua dengan Jisoo, So Hyunie?"
Pertanyaan Jimin membuat So Hyun menyerngit heran, sejak kapan Jimin berada di dekat mereka.
Tak mau membuat Jimin menunggu lama, ia menganggukan kepalanya.
"Ikut aku sebentar." Jimin langsung menarik tangan Jisoo dan membawa pergi dari sana tanpa mau mendengarkan ucapan Jisoo.
So Hyun hanya memandangi punggung mereka berdua, tidak ada perasaan tidak suka saat Jimin menggenggam tangan Jisoo. Ia malah merasa sedikit bahagia jika Jimin bisa menyukai gadis itu.
So Hyun baru mengetahui, jika hati dan perasaannya hanya tertuju untuk satu orang.
Yaitu;
Min Yoongi,
Pria itu yang telah membuat jiwanya seakan melayang dan perasaan cemburu selalu meliputi perasaannya saat melihat pria pucat itu bersama dengan wanita lain.
***
To Be Continued
__ADS_1