RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 24


__ADS_3

Jika apa akhirnya aku tidak dapat memiliki mu. Akankah dirimu tetap berada di sampingku.


***


Tekan LIKE sebelum membaca!


Senyum kotak terukir indah di bibir tipisnya. Pria itu semakin mempercepat langkahnya, sesaat manik hitam pekatnya melihat sosok gadis yang dia cari sedari tadi, tak lupa di sela jalannya ia tersenyum. Nasib baik selalu memihak kepada nya sekarang.


"So Hyun." ia menepuk sebelah pundak gadis itu. Membuat gadis yang bermarga Kim tersebut langsung membalikkan badannya.


So Hyun sedikit menatap tajam kearah Taehyung, apa dia sengaja untuk mengagetkan dirinya.


"Kenapa?" tanya So Hyun dengan nada ketus.


Taehyung hanya menampilkan deretan gigi putihnya. "Apa kau tadi pergi dengan Jungkook?"


So Hyun mendesah pasrah sembari menggeleng kecil kepalanya. "Sejak tadi malam dia tidak menghubungi ku. Aku sudah mencoba berulang kali untuk menghubunginya, tapi tidak juga dia menjawab panggilanku. Sebelum aku berangkat, aku berniat menghubunginya lagi, tetapi dia terus mengabaikannya..." gadis itu menjeda sebentar, sebelah tangannya ia letakan di tengkuk lehernya mengusap dengan lembut dan kembali bersuara. "Ku pikir dia pergi bersama mu."


Taehyung terdiam, memejamkan matanya sesaat. Ia sempat menyalahkan dirinya sendiri, kalau saja ia lebih cepat sampai ke tempat tujuannya. Hal ini tidak akan terjadi. Taehyung tidak tahu apa yang di bicarakan mereka berdua; Jimin dan Jungkook. Saat tiba di sana mereka sudah tidak ada di tempat biasanya. Ia sempat bertanya dengan Daniel kemana mereka pergi. Tetapi, jawaban dari Daniel sangat mengecewakan nya. Daniel hanya tahu jika Jimin pergi lebih dulu, dan berselang beberapa menit Jungkook juga ikut pergi.


"Kalau begitu, aku pergi dulu." pamit Taehyung, ia memutar tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan So Hyun yang termenung.


Di sela jalannya, Taehyung berselisih langkah dengan seorang gadis-----Jisoo sempat melirik kearah Taehyung sembari tersenyum kecil, tetapi sangat berbanding terbalik dengan Taehyung, ia mengabaikan keberadaan Jisoo. Yang terpenting buat Taehyung sekarang, ia harus segera mencari keberadaan Jimin. Hanya Jimin yang tahu mengapa Jungkook mendadak tidak dapat dihubungi.


***


Apa So Hyun pernah mengutarakan perasaannya dengan mu.


Kalimat itu terus teringat dalam benak seorang pria berambut hitam gelap. Jeon Jungkook, dia menyunggingkan senyum kecil di bibirnya. Sedari tadi ia tak henti bergulat dengan pemikirannya. Kedua sikut lengannya diletakan di tiang balkon, jari-jari tangan nya menyelusup menyatuh, dan mengepal kan tanganya dengan erat.


Apa kau yakin So Hyun menerima perasaanmu bukan karena terpaksa.


Kalimat selanjutnya yang Jungkook ingat mampu membuatnya mengerang. Apa Jimin berusaha menghancurkan hubunganya dengan So Hyun. Tidak mungkin gadis itu melakukan itu semua. Ia yakin jika Sohyun juga menyukainya.


Kau harus segera mencari tahu jawabannya. Apa benar So Hyun menyukai mu atau orang lain.


Jungkook memejamkan kedua matanya, menegakkan kepalanya ke atas. Semua kalimat yang di berikan Jimin mampu menyayat hatinya.


Jungkook kembali mengerang, rahangnya mengeras dan kepalan di kedua tangannya semakin kuat. Ia tidak mampu mengingat kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Jimin. Ia menggelang kuat menolak secara halus perkataan Jimin, yang mampu menghacurkan pertahanan nya.


Satu hal yang harus kau tahu. So Hyun, sedikitpun dia tidak pernah memiliki perasaan untukmu.


Jungkook mengusap wajahnya dengan kasar dan kembali mengerang. Ia sudah berusaha untuk menepis semua di yang di ucapkan oleh Jimin. Tapi kenapa, ia seakan mempercayai semuanya. Apa benar semua yang di ucapkan oleh Jimin.


"Sial!" umpatnya.


Jungkook berbalik, melangkah pergi memasuki ke dalam kamar dan mengambil kunci mobil milikinya. Ia harus menemui kekasihnya; So Hyun. Menuntut penjelasan dari gadis Kim tersebut, yang sangat di cintainya.


***

__ADS_1


"Bodoh." umpat pria yang memiliki lesung pipi di pipinya.


"Kau begitu bodoh." sekali lagi. Ia memaki, bibirnya tak henti bergerak untuk mengeluarkan suara. Setiap kata yang ia ucapkan selalu menyindir lawan bicaranya. Ia memandang, menatap tepat kedalam manik hitam milik Yoongi.


"Bod-"


"Aish... Wae!" meluap. Kekesalan Yoongi keluar, ia berteriak menyela ucapan Nomjoon yang akan mengatainya lagi. apa ia melakukan kesalahan? Sehingga ia terus mendapatkan makian dari temannya itu.


"Kau..." Namjoon tidak dapat melanjutkan kalimatnya lagi. saat netranya melihat Yoongi melangkah pergi meninggalkannya sendiri.


"Kya! kau mau kemana?" tanyanya yang ikut berdiri untuk mengejar langkah kaki Yoongi.


"Jangan mengikuti ku. Aku bosan mendengar kau terus mengatai ku bodoh." Yoongi berhenti, memandang sengit kearah Nomjoon. Kekesalannya kembali saat melihat wajahnya.


"Kau memang bodoh." jawab Nomjoon dengan santai. Namjoon juga tidak mau kalah, ia ikut membalas tatap Yoongi dengan tajam.


Yoongi mendelik. "Mwo?!"


"Apa kau tidak berpikir dulu sebelum bertindak?"


Yoongi memilih diam. Ia lebih baik mendengarkan apa yang ingin Nomjoon jeleskan kepadanya.


Sebelum bersuara, Nomjoon menghela nafasnya dengan kasar. Melipat kedua tanganya di depan dada. "Aku tidak masalah jika kau akan menjalin hubungan dengan So Hyun nantinya. Tapi, apa kau lupa? Jika kita akan pergi seminggu lagi. Kau bahkan tidak memberitahunya akan ke Amerika."


"Kau yang bodoh Nomjoon."


Pria itu menyerngitkan dahinya. "Mak-"


"Itulah Yoongi."


***


"Park.Ji.Min!"


Penekanan setiap kata yang di berikan oleh pria bersurai blue mampu membuat Jimin berkedik ngeri. Jimin secara tiba-tiba menghentikan pergerakan tanganya saat ingin memasukan bola ke dalam ring. Ia memutar tubuhnya untuk menghadap seseorang yang berdiri tak jauh darinya.


Jimin mendapati Taehyung yang sedang berjalan menuju ke arahnya dengan sorot mata yang tajam, seakan Taehyung siap untuk melahap Jimin sekarang juga. Jimin mencoba untuk menetralkan dirinya, ia berusaha untuk tidak gugup di hadapan Taehyung. Ia dengan sengaja menaikan sebelah alisnya cukup tinggi, tak lupa menyunggingkan sudut bibirnya.


"Apa yang kau katakan dengan Jungkook?" tanya Taehyung menatap Jimin tak bersahabat.


"Mwo?" tanya Jimin tanpa memandang Taehyung. Ia memilih untuk menatap bolanya dan men-dribble. Dalam hati Jimin ia menggerutuk dirinya yang sempat merasa takut dengan suara husky Taehyung.


Taehyung mengepalkan kedua tanganya, mengambil secara paksa bola tersebut dan membuangnya. "Jangan memancingku, Jim." Taehyung menaikan satu oktaf suaranya.


"Apa kau berada di pihak Jungkook?" Jimin memberanikan dirinya untuk menatap kedua bola mata Taehyung.


"Jimin. Kau-"


"Jangan ikut campur dengan urusanku Tae-ya!" sela Jimin. Ia melangkah pergi meninggalkan Taehyung yang terdiam.

__ADS_1


Sebelum Taehyung kembali bersuara, ia memejamkan kedua mata nya, mengatur deru nafas yang mulai sesak menahan amarah. "Apa yang kau inginkan dari mereka?"


Jimin menghentikan langkahnya. Sudut bibir bagian kiri atasnya naik. Tanpa berbalik ia bersuara. "Aku harus mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku."


Kali ini Taehyung memperlihatkan senyum sinis nya walau senyum itu tidak dapat di lihat oleh Jimin, ia berbalik dan menatap punggung Jimin. "Dia bukan milikmu."


Jimin terdiam, sorot matanya memandang lurus ke depan, entah apa yang ada di pikirannya sekarang. Yang jelas di bawah sana tangan Jimin mengepal dengan kuat sampai jari kuku nya memutih. Jimin berpura-pura tidak menggubris perkataan Taehyung, ia kembali melanjutkan langkah kakinya.


***


Pria yang memiliki senyum semanis gula menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba, sesaat mata nya memandang seorang gadis yang di cintainya tak jauh dari hadapannya. Senyum nya semakin mengembang tak kala gadis itu juga sedang menatapnya.


"So Hyunie."


Gadis itu tersenyum. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, guna memastikan tidak ada satu orang pun yang tahu keberadaan mereka berdua. Merasa aman, ia kembali melanjutkan langkahnya untuk menghampiri pria Min tersebut.


"Oppa. Apa Jungkook tadi menghubungimu?" tanya So Hyun dengan nada cemas.


Detik itu juga senyum Yoongi sedikit memudar. Ada perasaan tak rela jika melihat gadis yang di cintai nya mengkhawatirkan orang lain. Tunggu, bukan orang lain, Yoongi sempat lupa, jika yang di khawatirkan So Hyun adalah kekasihnya.


Yoongi tetap memaksa untuk tersenyum, walaupun ia tidak bisa menepis jika hatinya merasakan sedikit sesak.


"Wae?"


So Hyun mendesah panjang sembari sedikit memanyunkan bibirnya. "Dia tidak menjawab panggilan ku sejak tadi malam."


"Apa kau akan mengkhawatirkan aku, jika aku tidak menghubungimu sama sekali?" tanya Yoongi dengan menatap serius kedua bola mata indah So Hyun.


So Hyun memincingkan kedua matanya, ia tersenyum jahil. "Apa oppa cemburu, hm?"


"Tidak." sangkal Yoongi sembari memalingkan wajahnya ke samping.


So Hyun berdesis. Sangat jelas di matanya bahwa Yoongi sedang dalam keadaan cemburu. Apa yang harus di cemburu kan oleh Yoongi. So Hyun hanya sekedar bertanya perihal Jungkook. Siapa tahu Jungkook ada menghubunginya. Yoongi juga tahu jika Jungkook kekasihnya bukan, jadi tidak ada yang perlu di cemburu kan sekarang.


"Baiklah. Jika Jungkook tidak menghubungi mu. Aku akan pergi untuk mencarinya."


"Tunggu." Yoongi menahan pergelangan tangan So Hyun. Gadis yang memiliki surai panjang bergelombang itu menoleh dan menundukkan kepalanya untuk menatap tangan Yoongi yang bebas menggenggam tangannya. So Hyun mengulum senyumnya, kemudian ia menegakan kepalanya guna untuk menatap Yoongi.


"Apa lag-"


Chup~


So Hyun tersentak. Ia memegangi sebelah pipinya yang baru saja di kecup oleh Yoongi. Mata So Hyun tak berhenti untuk mengerjap. Kejadian ini mampu membuat seluruh tubuhnya berdesir seperti tersengat aliran listrik.


Untuk sekarang mereka tidak tahu cerita seperti apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa perbuatan Yoongi kali ini akan menghancurkan hubungan So Hyun dengan Jungkook, atau malah sebaliknya. Sebab, tak jauh dari mereka berdiri seseorang pemuda yang melihat secara langsung tindakan dari Yoongi. Pemuda itu lekas bersembunyi di balik dinding. Bibir yang awal nya bungkam secara tiba-tiba menarik bagian kiri sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah senyum yang menakutkan.


"Maaf, So Hyun. Kalau aku tidak memberitahu Jungkook tentang hal ini. Kau tidak bisa menjadi milikku." ucap pemuda itu dengan seringai tipis. Tidak hanya dirinya saja yang melihat. Melainkan, dia juga merekam kejadian disaat Yoongi mencium pipi gadis tersebut.


***

__ADS_1


(To be continue)


__ADS_2