
"Apa kita akan menghindar, jika perasaan itu tubuh dengan sendirinya."
***
"Sohyun~ie."
panggil seorang gadis yang berlari menghampirinya.
"Yak! Dari mana saja kau? Apa yang kau bicarakan dengan Yoongi- Sunbae? Kau tahu Jimin tadi mencarimu dan sekarang mereka sudah ke lapangan." ujar gadis yang bernama Jisoo itu, Sohyun melirik ke arah Jisoo yang sedang menatapnya dengan curiga.
Haruskah Sohyun menjawab semua pertanyaan Jisoo.
Sohyun mendesah pasrah, tak seharusnya Jisoo mengungkit masalah nya dengan pemuda itu. Bisa-bisa telinga Sohyun akan meledak, jika terus mendengar nama pemuda brengsek itu.
Sial!
Sudah sekian banyak Sohyun mengumpati Pria 'brengsek' yang telah mencuri ciuman pertamannya. Baginya, ini sebuah kesialan yang menimpahnya, bagaimana mungkin ia akan berdekatan dengan pria berkulit pucat itu sedangkan masalah semakin bertambah.
'Mengungkapkan perasaan dan menciumnya' oh shit! yang benar saja.
Dan apa yang harus ia lakukan jika bertemu dengan pria itu. Haruskah ia terus menghindar atau tetap menjalankan misinya.
Sohyun memegangi jatungnya, setelah kejadian tadi, jantung nya terus berdetak tak menentu, perasaan aneh mulai menjalar di seluruh tubuh nya.
Apa mungkin ia mulai menyukai Yoongi?
Sohyun menggeleng, dengan cepat ia menepis perasaan itu.
"Sohyun~ie," panggil Jisoo lagi yang membuat Sohyun tersadar dari lamunannya.
"Eoh..." Sohyun gelagapan. "Apa kau tidak lihat." lanjutnya, dengan mengangkat kedua tangannya, menunjukan kedua bingkisan itu yang berisi air minum.
"Aku tadi membeli minuman ini untuk mereka." ujarnya kembali,
setelah Sohyun keluar dari ruangan musik, ia langsung menuju ke cafetaria untuk menyegarkan tubuhnya yang sempat panas karena ulah pria brengsek tadi. Beruntung Sohyun dapat merendahkan emosinya. Kalau tidak, entah siapa yang siap menjadi korban keganasannya.
"Dan... Tidak ada hal penting yang kami bicarakan." lanjutnya, untuk hal ini Sohyun harus berbohong demi sang sahabat.
"Benarkah?" selidik Jisoo dengan memincingkan sebelah matanya.
"Sohyun~ie Jisoo-ah."
belum sempat Sohyun menjawab, seorang gadis cantik menghampiri mereka.
"Kalian belum pulang?" tanyanya lagi setelah sampai didekat mereka.
"Belum, aku menunggu Jimin selesai latihan Jennie-ah."
Jennie menaikan satu alisnya mendengar ucapan Sohyun.
Menunggu Jimin?
__ADS_1
Ada hubungan apa mereka?
"Kalian------pacaran?" tanya Jennie dengan ekspresi penasaran.
"Tidak." bukan Sohyun yang menjawab melainkan Jisoo.
"Benarkah?"
Sohyun menganggukan kepalanya.
Jennie tersenyum, ia bisa bernafas dengan lega, ia juga sempat mengira bahwa mereka menjalin hubungan tanpa sepengetahuannya.
Kim Jennie, gadis mungil yang memiliki senyum manis, sikap yang lembut dan mudah berbaur dengan semua orang. Siapa yang tidak menyukai gadis secantik Jennie.
Tetapi ia lebih suka berteman dengan Sohyun dan Jisoo, menurutnya sahabatnya itu bisa membuat nya merasa nyaman berada di dekatnya. Tingkah lucu sahabatnya mampu membuat ia selalu tertawa. Banyak pria-pria yang menyukainya tapi entah mengapa Jennie mengabaikan semuanya, ia lebih memilih untuk mendekati Park Jimin.
Entah kerena apa Jennie mendekati Jimin, menurutnya, Jimin memiliki daya tarik tersendiri, yang menyuruhnya untuk terus mendekatinya.
"Kajja kita kelapangan... Dan biar aku yang membawanya sohyun~ie." ajak Jisoo yang mengambil satu bingkisan ditangan Sohyun.
"Sohyun biar aku juga yang membawanya." Jennie juga mengambil bingkisan yang di pegang oleh Sohyun.
"Ada apa dengan mereka?" gumam Sohyun.
****
"Kau baik-baik saja Yoongi-ah?" tanya ketua team basket mereka.
Kim Namjoon yang melihat gaya bermain Yoongi yang tidak seperti biasanya menatap pemuda berkulit pucat itu dengan khawatir. Ini pertama kalinya bagi Yoongi melakukan kesalahan yang belum pernah ia lakukan.
Namjoon masih menatap Yoongi yang terus melakukan kesalahan.
"Kita istirahat!" perintah sang kapten team.
Yoongi membanting bola basket nya, Membaringkan tubuhnya di tengah lapangan. Yoongi benar-benar ke hilangan fokus nya untuk bermain. Pikirannya hanya tertujuh pada satu nama, Kim Sohyun. Gadis yang telah mengkunci hatinya hanya untuk dirinya. Yoongi sangat menyukai Sohyun bahkan ia telah mencintai gadis Kim itu.
mungkin saat ini gadis Kim itu akan semakin menghindarinya. Semua gara-gara dirinya yang tidak bisa menahan nafsu untuk tidak mencium gadis yang sangat ia sukai, ini adalah kesalahan besar. Ia tidak mau gadis itu menghindarinya lagi, tidak. Yoongi tidak mau, cukup selama seminggu gadis itu menghindar. Ia tidak akan membiarkan gadis kim itu pergi lagi darinya.
"Sunbae, apa kau tidak kepanasan." ucap Jisoo berdiri di dapan Yoongi dengan sedikit menundukan kepalanya, ia menghalangi sinar matahari yang menerpah wajah Yoongi.
Yoongi membuka matanya mendapatkan Jisoo berdiri di depannya. Sempat terpikir bahwa Sohyun la yang sedang ada di hadapannya saat ini. Yoongi mendudukan dirinya melirik ke arah samping. Ia menyunggingkan sudut bibir atasnya, lagi-lagi ia harus melihat gadis yang disukainya selalu berdekatan dengan Jungkook. Cuaca yang begitu panas semakin memanaskan hati pria berkulit pucat ini. Yoongi bangkit dari duduk nya, berjalan ingin menghampiri mereka tapi suara itu menghentikannya.
"Minumlah sunbae." Jisoo memberikan air minum mineral yang di beli oleh Sohyun.
:
;
"Ini minum." Sohyun memberikan air minum mineral ke Jungkook dan Teahyung.
"Ini untukmu Jimin-ah."
__ADS_1
Dengan tersenyum manis Jennie memberikan juga air minum ke Jimin.
Awalnya, Sohyun yang akan memberikan minum itu ke Jimin, Tetapi Jennie bersikukuh ingin memberikan minum itu ke Jimin, Sohyun sempat mencurigai gerak gerik aneh dari sahabatnya itu.
Menurutnya, Jennie tidak pernah mendekati Jimin, dan kenapa tiba-tiba Jennie seolah dekat dengannya.
Sohyun yang masih menatap aneh Jennie, membuat rasa curiga semakin membesar, lalu manik nya bergerak untuk menatap ke arah Jimin, ekspresi yang sama yang di tunjukan oleh Jimin, Jimin juga tampak terkejut dengan kehadiran Jennie yang tiba-tiba. Tapi tak berlangsung lama, Jimin menerima minum itu dan tersenyum manis.
"Apa hanya Jungkook dan Taehyung yang di berikan air minum." Sohyun menoleh'kan kepalanya. ia tersenyum mendapatkan Sunbaenya yang berdiri di samping Jungkook.
Sohyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, senyum manis ia perlihatkan kepada Sunbae nya itu. Sohyun sempat melupakan para Sunbae-Sunbae yang juga ikut bermain basket.
"Ah... Mianhae Sunbae... Itu ada di sana minumannya." tunjuk Sohyun kearah bangkuk yang ada di sebelah mereka.
"Lelahnya." Jungkook menyenderkan kepalanya di bahu Sohyun. Sohyun yang sadar menarik dirinya untuk menjauh dari Jungkook.
"Yak! sebentar saja Sohyun~ie, lelahku akan hilang." rengek juga yang kembali bersender di bahu Sohyun. Sohyun yang melihat tingkah Jungkook hanya pasrah. Percuma ia membantah Jungkook akan terus seperti ini.
"Ck! Jangan berkencan di sini." sindir Taehyung yang mendapatkan tatapan tajam dari Sohyun.
"Aku bercanda." cengirnya.
"Jungkook-ah apa Yoongi mempunyai masalah?" tanya Namjoon,
pertanyaan itu mampu menarik yang perhatian Sohyun.
"Molla Hyung." ucap Jungkook yang masih bersender di bahu Sohyun.
"Terus ada apa dengannya? Kau lihat tadi, gaya bermainnya tidak seperti biasanya."
"Tunggu..." Jungkook menatap Sohyun. "Kalian tadi membicarakan apa?" tanya Jungkook yang mengundang semua mata menatap Sohyun.
Sohyun yang melihat semua menatap nya, menelan ludanya kasar.
Apakah Sohyun menjadi tersangkah utama penyebab Yoongi tidak fokus bermain basket?
Bukankah itu kesalahannya sendiri? Kenapa harus ia yang di salahkan.
"M-mwo! Kenapa aku?"
"Kau yang terakhir bertemu dengan Yoongi-Hyung. Apa yang kalian bicarakan?" tanya Jungkook menatap Sohyun curiga.
Sohyun menegak ludanya lagi, kali ini ia tidak bisa berbohong. Sohyun mengumpat dalam hatinya, kenapa harus ia yang mendapatkan tatapan mematikan dari mereka, semua gara-gara Yoongi, bukan dia.
Jimin yang mengetahui kegugupan Sohyun, ingin rasanya membela gadis kim itu. Tapi ia tidak tahu permasalahan apa di antara mereka berdua.
Mereka masih menatap Sohyun penuh curiga, menuntut penjelasan dari gadis kim itu.
"Ada apa?"
***
__ADS_1
(To be continue)