
Happy reading
***
Airport, menjadi tujuan utama yang So Hyun datangi. Sebelumnya, ada sedikit perdebatan yang terjadi antara So Hyun dan Jisoo.
So Hyun yang keras kepala dan Jisoo yang keukeuh terhadap So Hyun. alasanya, agar So Hyun mau datang dihari perpisahan Yoongi.
Keduanya sama-sama tidak ingin mengalah, niat Jisoo yang ingin membuat hubungan So Hyun dan Yoongi lebih dekat malah terbuang sia-sia akibat So Hyun yang memilih pergi menemui pria itu.
Padahal Jisoo sudah menjelaskan akibat perginya Jungkook bukan karenanya---- So Hyun, malah tidak direspon dengan baik.
Saat melihat So Hyun uring-uringan seperti orang gila, pada akhirnya Jisoo hanya pasrah dan terdiam----- membiarkan gafis itu pergi menyusul Jungkook.
Gadis itu---- So Hyun memang tidak ingin mendengarkan penjelasan dari Jisoo, menurutnya, penjelasan yang diberikan Jisoo tak sepenuhnya masuk dalam telinganya. Diibaratkan masuk ketelinga kanan dan langsung keluar ditelinga kiri.
Karena yang So Hyun pikirkan, Mengapa? Kenapa? Ada apa?
Semua pertanyaan itu yang masih bergelut dalam pikirannya, satu hal yang dapat disimpulakan. Jungkook, pria itu pergi karenanya, bukan?
Jika benar, So Hyun tidak akan pernah memaafkan dirinya.
Masih ditempat yang sama, So Hyun semakin mempercepat langkahnya. Matanya dengan teliti menelisik ke semua bagian tempat, tak peduli ia sampai menyenggol orang atau pun dianggap gila. Yang terpenting ia harus menemukan Jungkook, secepatnya.
Karena kegelisahan dalam dirinya terus memucak tanpa sebab, perasaan bersalah juga ikut menyelimutinya.
Hatinya selalu membatin, semoga pesawat yang ditumpangi oleh Jungkook belum pergi.
Mengamati jam ditanganya, ini sudah lewat lima belas menit, tapi keberadaan Jungkook belum juga menemukan.
So Hyun sedikit kecewa, rasa putus asa menyelip dalam hatinya----- apa harus sesulit ini.
Dengan nafas yang tak teratur So Hyun menghirup udara sebanyak-banyaknya, kedua tangan bertumpuh pada lutut.
saat maniknya menatap kedepan, dapat So Hyun lihat bayangan tubuh seseorang yang dikenali, ia berdiri tegak untuk memastikan jika yang dilihatnya adalah benar.
Perasaan bergemuruh tiba-tiba muncul, dadanya sesak. So Hyun kembali berjalan menghampiri pria tersebut, langkah demi langkah telah So Hyun lewati.
Seakan dunia mendukung, waktu dengan tiba-tiba terhenti. Hatinya seperti tersayat melihat pria itu akan meninggalkannya.
So Hyun berhenti dibeberapa langkah dibelakang Jungkook, sekuat tenaga ia menguatkan hatinya agar tidak menangis.
__ADS_1
"Kookie."
Seperti tersetrum, Jungkook mematung saat mendengar suara merdu dari gadis yang dicintainya. Membalikkan badan, ia menegak ludah seperti menelan batu besar, sangat sakit ditenggorokkannya.
So Hyun, kenapa gadis itu bisa ada disini?
Siapa yang memberitahunya?
Jisoo? Namjoon? Jhope? Taehyung?
Kalau pun Taehyung, itu tidak mungkin. Jungkook sangat percaya dengan Taehyung karena pria itu dapat diandalkan.
Atau Jimin? Hati Jungkook mengatakan tidak, baru berapa jam yang lalu ia bertemu dengan Jimin, pria itu sangat kacau saat mengetahui jika dirinya akan pergi.
Perasaan bermasalah yang menyebabkan Jimin terus menerus memohon dengan Jungkook untuk memaafkan semua kebodohannya. Karena terlalu mencintai So Hyun, Jimin sampai berbuat nekat.
Jungkook tentu saja memaafkan semua kesalahan Jimin, ia memberikan kesempatan pada lelaki itu untuk merubah sikapnya. Menurutnya, setiap orang pasti akan melakukan hal bodoh yang dapat merugikan dirinya sendiri dan berujung penyesalan diakhir perbuatannya.
"So-" Jungkook membulatkan matanya, "kenapa kau menangis?" ia berjalan menghampiri Sohyun, mendekap gadis itu penuh sayang.
So Hyun tak menggubris, dadanya terlalu sakit, yang dapat ia lakukan hanyalah menangis mengeluarkan semua perasaan bersalah dalam dirinya.
"So Hyun," Jungkook mengusap lembut rambutnya "jangan menangis, itu menyakitkan ku."
"Dengarkan aku," Jungkook melepaskan pelukannya, ibu jarinya menghapus jejak air mata di kedua pipi So Hyun.
"jangan berpikir jika aku pergi karena mu. Itu tidak benar, ayahku sedang membutuhkan ku disana."
Dengan mata yang sembab, nafas yang seseguknya So Hyun berucap, "kau pasti bohong."
Jungkook menggeleng kuat, menolak ucapan gadis itu. "Semua ini tidak ada hubungannya denganmu, aku melakukannya karena itu keinginanku dan orangtuaku. Jadi, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri." menjeda sesaat, Jungkook menarik kedua sudut bibir So Hyun. "Tersenyum lah."
"Bagaimana aku bisa tersenyum, kau meninggalkanku. Lalu, siapa yang akan membuatku tersenyum hah, kau sahabat terbaikku." So Hyun memanyunkan bibirnya.
"Aigoo..." merasa tidak tahan, Jungkook mencubit gemas pipi So Hyun, hatinya sedikit lebih tenang. "seperti ini, tetap lah seperti ini So Hyunie."
"Arra," So Hyun menghela nafasnya, maniknya menatap Jungkook. Senyum manis terukir diwajah cantiknya, setidaknya ia dapat melihat pria itu dalam keadaan baik-baik saja, perasaannya bisa lebih tenang sekarang.
"Tapi ingat, kau harus sering menghubungiku."
Jungkook tersenyum puas, "pergilah, Yoongi-Hyung pasti menunggumu. Aku yakin," semakin melebarkan senyumnya, "Yoongi-hyung pasti akan membuatmu lebih sering tersenyum."
__ADS_1
***
Melihat raut wajah gusar dari Yoongi, Namjoon menghela nafas kecil. "Apa So Hyun belum datang?"
Walaupun tidak ingin menjawab, Yoongi tetap memberikan senyum kecil.
So Hyun?
Ia sendiri tidak yakin jika gadis pujaannya akan datang. Buktinya sampai sekarang pun tidak ada tanda-tanda keberadaan gadis itu didekatnya.
Apa ia menyesali telah membaritahu kepergian Jungkook dengan gadis itu?
Ya, dia menyesal telah memberitahu So Hyun tentang kepergian Jungkook, seharunya ia meminta gadis itu untuk datang dihari perpisahaannya.
Jika sudah begini, apa bisa diputar ulang?
Pasrah adalah jalan satu-satunya untuk Yoongi. Ia berharap jika keajaiban datang untuknya.
Namjoon menghela nafas untuk kesekian kalinya. Jika sudah begini, ia juga tidak tahu harus melakukan apa.
Melirik kearah Taehyung dan Jennie untuk memintak solusi, malah gelengan kepala yang didapatkan.
Bertanya dengan Jhope, hanya akan mendapatkan angin. Apalagi dengan Seok Jin, jangan berharap mendapatkan apa-apa darinya.
Dari kejauhan Namjoon dapat melihat Jimin dan Jisoo sedang menghampiri mereka. Namun ada satu lagi yang kurang, apa benar So Hyun tidak akan datang?
"Sunbae, selamat." dengan senyum manis Jisoo memberikan sebuket bunga untuk Yoongi.
Yoongi berdiri, menerima bunga itu sembari tersenyum, "Terima kasih, Jisoo~ya."
"Sepertinya aku harus pergi." lanjutnya tanpa menunggu jawaban dari siapa pun.
Sekarang Yoongi yakin, jika So Hyun tidak akan datang, lalu untuk apa ia menunggu lama-lama disini. Lebih baik pergi dan menenangkan pikirannya.
Semua yang ada disana menatap iba kearah Yoongi. Mereka tahu apa yang Yoongi rasakan sekarang, membantunya pun percuma. Hal itu akan sia-sia.
"Yoongi oppa."
Seketika Yoongi menghentikan langkahnya, jantungnya berdegup hebat. Hatinya menghangat saat mendengar panggilan itu disebutkan.
So Hyun, apa gadis itu kembali?
__ADS_1
®RABBIT HOLE®