RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 30


__ADS_3

***


Seperti biasa, Yoongi selalu menyempatkan sedikit waktunya untuk bermain basket. Hal itu selalu ia lakukan demi menghilangkan rasa rindunya kelak; bermain untuk terakhir kalinya.


Ia pasti akan merindukan semuanya. Terutama untuk gadis yang sangat dicintai.


Yoongi ingin sekali memiliki gadis itu, tapi apa bisa?


Besok, dimana hari perpisahan terjadi. Setelah itu, semua akan berubah. Yoongi tidak dapat melihat wajah menggemaskan dari gadis tercintanya.


Yoongi tersenyum miris, percintaannya sungguh menyakitkan.


"Hyung."


Yoongi menoleh, sedikit memperlihatkan senyum palsu.


Bugh...


Satu pukulan telak tepat mengenai perut Yoongi----- ia tersungkur. Erangan tertahan keluar dari mulutnya, apa maksud dari pukulan ini? Apa dia ingin mati di tangannya.


Tak ingin menunggu lama, Yoongi bangkit untuk membalas perbuatan yang Jungkook berikan, gerakan itu tertahan.


"Selamat."


Jungkook mengulurkan tangannya guna membantu Yoongi untuk berdiri, cukup membuatnya terkesiap. Perilaku Jungkook  membuat tanda tanya dibenaknya.


"Kemarikan tanganmu, hyung."


Masih sedikit termenung, akhirnya Yoongi menurut, walau perasaan kesal masih singgah dihatinya.


"Aku akan membunuhmu." Yoongi berucap dengan mata menatap nyalang Jungkook, tangangnya pun memegangi perut yang sangat nyeri.


Jungkook tertawa nyaring, ia tahu pukulan yang diberikan sangat lah kuat, karena ia melampiaskan emosinya. Dengan begitu beban didalam dirinya sedikit berkurang.


"Hyung harus bersyukur," Jungkook tersenyum kecil, sebagian hati kecilnya belum bisa merelakan So Hyun untuk Yoongi.


"Kau gila?!"


"Itu hadiah untukmu, hyung."


Yoongi mendengus, apa-apaan yang Jungkook katakan. "Aku akan mem-"


"So Hyun telah bebas hyung. Sekarang hyung dapat memilikinya."


Yoongi tertegun, tenggorakannya terasa kering. Jadi, apa mungkin maksud Jungkook jika dia dan So Hyun telah putus. Benarkah itu?


"Apa maksudmu?" Yoongi bertanya, mencoba untuk mencari penjelasan dari parkataan Jungkook, ia belum bisa memahaminya.

__ADS_1


Sebelum menjelaskan Jungkook tersenyum paksa, perasaannya sedikit kacau, hatinya merasa sangat pilu, air dimatanya pun seakan ingin diminta keluar.


"Hubunganku dengan So Hyun telah berakhir. Aku baru tahu jika kalian saling mencintai..." menjeda sebentar, "awalnya aku ingin mementingkan egoku, memiliki So Hyun sepenuhnya walau aku tahu hyung mencintainya. Tapi, aku tidak bisa membiarkan So Hyun menderita apa lagi sampai memaksa untuk mencintaiku."


Jungkook mendekat dan menepuk pundak Yoongi, "hyung lah yang pantas untuknya, aku mengikhlaskan So Hyun untukmu. Jaga dia baik-baik Hyung, buatlah So Hyun selalu bahagia."


"Jungkook, kau..." Yoongi menggantungkan ucapannya, entah kenapa hatinya juga merasakan sakit.


Jungkook menghela nafas untuk sekian kali, "besok, mungkin aku tidak akan datang dihari perpisahanmu, hyung."


Yoongi menatap kedalam mata Jungkook, dapat ia lihat didalam matanya---- Jungkook tersirat kesedihan teramat mendalam.


Dalam hati Yoongi tersenyum miris, ia tahu jika Jungkook berpura-pura untuk menutupi semua.


"Kau mau kemana?" tanya Yoongi dengan nada lembut.


Untuk terakhir kalinya, Jungkook mengulas senyum menyakitkan. "Aku harus pindah, hyung. Ayahku, dia menyuruhku untuk menetap di Amerika. Aku juga harus membantu perusahaan ayahku. Ada sedikit masalah disana."


Walaupun sangat menyakitkan, Jungkook tetap memberitahu berita itu, tak sepenuhnya ia berkata benar. Masalah kepindahannya memang sang ayah yang menyuruhnya dan jika ada masalah disana itu karangan yang Jungkook buat sendiri.


Ia terpaksa mencari alasan lain, agar kepergiannya tidak dicurigai oleh merka, termaksud untuk So Hyun.


Tapi, Jungkook tidak berharap So Hyun mengetahui, itu akan mempersulit ke pergiannya.


"Kau tak membohongiku kan?" Yoongi menatap mata sendu Jungkook, mencari kebanaran disana, namun ia tidak menemukan kebohongan dimata Jungkook.


"Untuk apa aku berbohong, hyung." Jungkook juga ikut menatap mata Yoongi, menyakinkan pria itu untuk mempercayainya.


"Tapi ingat hyung..." lanjutnya memperingati, "jika hyung menyakiti So Hyun, jangan harap hyung bisa memilikinya. Aku akan kembali dan merebut So Hyun darimu."


Keduanya tertawa renyah, setiap tawa yang mereka berikan memiliki arti yang menyakitkan. Terutama untuk Jungkook, ia tertawa hanya untuk menutupi semua kesedihan dan rasa kehilangan, karena So Hyun sangat berarti baginya.


Sedangkan tawa yang Yoongi berikan, tawa menyakitkan didalam hati dan dirinya. Seakan ia sedang mentertawakan dirinya sendiri.


Bahagia? Apa ia bisa membuat So Hyun bahagia, tanpanya?


***


"Kim So Hyun,"


"So Hyun."


"So Hyunie."


"Kya! So Hyun!"


Yoongi mencekal pergelangan lengan So Hyun, menyentaknya untuk menghadap kearahnya.

__ADS_1


So Hyun hanya diam, matanya sibuk menatap kearah lain, ia tidak mau bertatap muka dengan Yoongi. Perasaan kesal dan sakit masih membekas dihatinya. Ingatan tempo hari tentang Yoongi dengan sunbaenya yang saling melampar senyum dan tertawa membuat seluruh tubuhnya seakan terbakar.


"Apa kau menghindariku?"


So Hyun menarik tangannya yang semula dipegang Yoongi, "mau apa?"


Yang ditanya malah tersenyum tak jelas, sedikit merasa bahagia bisa menikmati wajah menggemaskan dari So Hyun.


"Apa aku berbuat salah? Kenapa kau marah padaku?"


"Tanya kan itu pada cicak!" batin So Hyun kesal.


"Jika tidak ada yang ingin Sunbae katakan, aku akan pergi."


Yoongi kembali mencekal lengan So Hyun saat gadis itu beranjak pergi, beruntung keadaan koridor sedang sepi. "Sepertinya, kau memang marah padaku. Hmm," agaknya dia sedang berpikir.


"Ah..." seperti mengingat sesuatu, Yoongi kembali mengulas senyum. "Apa kau cemburu?"


So Hyun berpura-pura untuk bersikap biasa, padahal decak dijantungnya tidak dapat dikendalikan. Ia merasa aneh, kenapa Yoongi bisa mengetahui apa yang ia pikirkan?


Jika yang di pikirkan Yoongi sama dengannya, wah... mau ditaruh dimana mukanya sekarang.


"Dia teman sekelasku, hanya teman tak lebih." Yoongi angkat bicara saat mengetahui gerak-gerik dari So Hyun.


Gadis Kim itu berdehem, tangannya berlipat diatas perut. "Apa katamu? Cemburu? Cemburu kepada siapa?" nada bicara So Hyun sedikit meninggi, ia merasa kesal dan tentunya malu.


Yoongi menjawil dagu So Hyun yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari gadis tersebut.


"Kya! Mau mati?! Jika Jungk-"


"Kau telah putus dengannya," Yoongi menyela ucapan So Hyun. "Jungkook memberitahuku." lajutnya kembali.


Suasana hening, So Hyun hanya mengedipkan matanya berapa kali. Terlanjur kaget dan bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, pergi atau tetap disini. Jika ia tetap disini, apa yang harus ia lakukan.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Yoongi, terdiam setelah mengatakan kalimat itu.


Ia masih menatap So Hyun yang tampak gelisah, apa yang harus ia lakukan. Apa ia harus bertanya mengenai kepergian Jungkook, mengungkapkan perasaannya untuk kesekian kali atau menyuruhnya untuk datang dihari perpisahannya.


Yoongi menggaruk tengkuknya, "So Hyun."


"Besok..." Yoongi berhenti berbicara, dadanya tiba-tiba terasa sesak untuk mengatakannya.


"Jam delapan pagi Jungkook akan berangkat ke Amerika."


***


®RABBIT HOLE®

__ADS_1


__ADS_2