
Gadis bersurai panjang itu sedang melangkahkan kakinya di koridor dengan santai. Sebelum dia masuk ke ruang kelasnya, dia sempatkan untuk menuju kelapangan, di mana sudah ada seseorang yang akan di temui.
Dia juga sudah memberitahu Jisoo jika dosen Kim datang, segera memberitahukanya. Kali ini ia tidak mau mendapatkan hukuman dari dosen killer itu.
"Aku akan mendekatinya lebih dulu." lirihnya, ia terus berjalan menuju ke lapangan.
Gadis itu Sohyun, ia telah menyakinkan dirinya untuk mendekati Yoongi. Jangan salah sangka bahwa Sohyun menyukainya, itu tidak mungkin terjadi. Ia hanya sekedar mencari informasi mengenai dirinya, banyak yang bilang kalau pemuda itu berbahaya, siapa saja yang bermasalah dengannya akan berakibatkan fatal.
Tapi Sohyun tidak mempercayai hal itu, ia memang sudah mengetahui sedikit tentang dia, ia butuh lebih jauh lagi untuk mengetahui sifatnya, hobby, dan kesukaan pemuda itu. Jika ia sudah mengetahuinya, dengan mudah ia mendekatkan pemuda itu dengan sahabatnya yang telah tergila-gila kepada makhluk kutub utara itu.
Setiba di lapangan, maniknya menangkap Yoongi yang tengah asik memainkan bolanya, segera Sohyun menghampiri dengan berlari kecil.
"Sunbae." panggilnya
Sohyun berdecak kesal dengan kaki dihentakkan, Yoongi mengabaikan panggilannya.
Ia merebut bola itu dari tangannya, Men-dribble bola dengan asal, Sohyun memang tidak pandai bermain basket, tapi demi sahabatnya itu, ia rela melakukannya walaupun dengan sedikit ilmu yang ia tau.
"Jangan menggangguku." hardiknya.
Sohyun memanyunkan bibirnya, sifat Yoongi memang seperti es yang ada di kutub utara, begitu susah di hancurkan.
Tapi mengapa bisa sahabatnya itu menyukai makhluk ini?
Yoongi kembali merebut bola di tangan Sohyun, memainkan kembali dan memasukannya ke dalam ring. lagi-lagi Sohyun terpukau dengan gaya bermain Yoongi tanpa sadar ia tersenyum lebar.
"Bisakah Sunbae mengajariku?" pertanyaan yang di lontarkan Sohyun berhasil menarik perhatian Yoongi.
ini adalah salah satu tricknya untuk bisa lebih dekat dengan Yoongi.
Pemuda itu menghentikan permainannya, membalikan badannya menghadap ke arah Sohyun. Yoongi menautkan kedua alisnya.
"Kenapa harus aku?"
Sohyun mencoba berpikir mencari jawaban yang tepat. "Aku menyukai cara bermainmu." jawabnya asal.
Lagi-lagi yoongi menautkan kedua alisnya. Ada apa dengan gadis ini? Apa sekarang ia mencoba untuk mendekatinya? Yoongi tersenyum tipis berjalan mendekati Sohyun.
"Benarkah? Bukan menyukaiku?" dengan percaya diri, Yoongi bertanya berniat untuk menggoda Sohyun.
"Ck! Seharusnya aku yang bertanya seperti itu? Bukankah kemaren Sunbae mengutarakan perasaan kepadaku?" Sohyun membalikanya pertanyaannya, tanganya bersedekap dada.
Drrtt...
Suara getaran ponsel Sohyun berhasil menarik perhatian Yoongi.
Sohyun segera membuka ponselnya membaca isi pesan tersebut.
From Jisoo :
Yak Sohyun~ie! Kembalilah ke ruangan. Dosen Kim sebentar lagi datang.
"Aishh." gerutuk Sohyun.
__ADS_1
"Kau... maksudku Sunbae memiliki hutang penjelasan denganku." ucapnya yang langsung pergi dari lapangan tersebut.
Yoongi hanya berdiam diri tidak menanggapi ucapan Sohyun. Ia termenung, mencoba mencari jawaban atas pernyataannya tempo hari. Butuh waktu yang cukup lama untuk menyadari perasaan Yoongi yang sebenarnya.
"Kau selalu menarik perhatianku. Itu kenapa aku menyukai mu, Sohyun."
***
"Hyung,"
Jungkook merangkul pundak Taehyung.
"wae?" sahut Taehyung malas.
"Bisakah kau membantuku?"
"Apa yang harus kubantu lagi Kookie."
Jungkook memperlihatkan deretan gigi kelincinya.
"Bantu aku lebih dekat dengan Sohyun." ucap Jungkook dengan serius.
Taehyung memutar bola matanya malas. "Bukankah kalian sudah dekat?"
"Apa kau bodoh Hyung bagai-"
"Itu Sohyun!" tunjuk Taehyung menyela ucapan Jungkook
"Yak Sohyun!"
Taehyung menghampiri Sohyun yang cuma beberapa langkah di hadapannya.
"Ada apa? Aku harus segera masuk." ucap Sohyun setelah Taehyung dan Jungkook sampai di hadapnnya.
"Cih... Kita satu jurusan." ucap Taehyung kesal
Sohyun tersenyum memamerkan deretan gigi rapinya. ia melupakan jika Taehyung dengan Jungkook satu jurusan dengannya. Apa yang sedang mengganggu pikiran gadis itu? Sampai-sampai ia melupakan mereka.
Ia melanjutkan jalanannya. Jungkook yang tahu Sohyun pergi lebih dulu segera menyusulnya dan men-sejajarkan jalannya dengan Sohyun. Ia melirik sebentar melihat wajah mengemaskan Sohyun, tersenyum lebar, sepertinya hanya melihat wajah Sohyun bisa membuatnya bahagia.
Sohyun yang sadar Jungkook tersenyum sendiri menautkan kedua alisnya. Bingung dengan sikap Jungkook tapi ia tidak mau mengambil pusing.
"Kya! Apa kalian melupakanku?" Teriak Taehyung.
*****
Yoongi pov
Saat ini aku sedang berperang dengan isi otakku, aku tidak tau bagaimana aku bisa tertarik dengan gadis yang sifatnya hampir sama denganku. Sebenarnya aku sudah lama memperhatikannya sejak awal ia memasuki universitas ini.
Senyuman nya yang mampu membuat sifat dingin ku perlahan mulai menghilang. Mengingat tingkahnya yang lucu mampu membuatku tersenyum sendiri memandang.
Jatuh cinta?
__ADS_1
Bulshit!!
Semua itu omong kosong! Mana mungkin aku jatuh cinta dengannya. Sebelumnya aku tidak pernah memiliki perasaan terhadap gadis manapun, tapi kali ini berbeda, aku terus memperhatikannya, sifat nya yang selalu ceria mampu membuat hatiku berdesir akan membayangkan raut wajah nya yang menggemaskan.
Aku menarik ucapan ku tadi, bahwa aku memang jatuh cinta denganya. Mungkin yang Jimin katakan saat itu benar aku telah menyukainya. Ingin memilikinya seutuhnya membuat egoku semakin tinggi untuk mendekatinya.
Haruskah aku mengungkapkan perasaanku dengannya?
Aku menggelengkan kepalaku tidak mungkin secapat itu aku mengungkapkan perasaanku. Aku membaringkan tubuhku dilapangan membiarkan terik sinar matahari menerpah wajahku. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri hanya mengingat wajahnya saja.
"Kim sohyun." senyumku semakin mengembang ketika aku menyebut namanya.
Yoongi pov end
*****
"Pelajaran hari ini selesai." tegas dosen Kim dengan menaikan sedikit kaca matanya.
"Ingat!" ucapnya lagi yang mampu membuat semua mahasiswa tegang akan suaranya.
"Kumpulkan tugas kalian tepat waktu, kalau tidak... Nilai C dengan senang hati menunggu." dosen itu melirik sekilas ke arah Sohyun.
"Nee..."
Dosen itu pun segera keluar. Membuat semua yang ada di dalam ruang itu bernapas lega. Sohyun mengatur napasnya yang sempat tercekat oleh peringatan dosen tadi. Ia mengetahui bahwa dosennya itu sedang menyindirnya saat ini.
Mengumpati dosen tidak masalahkan?
"Ingat Sohyun." tunjuk Jisoo yang ada di sebelahnya.
Sekali lagi Jisoo mengingatkannya untuk mengumpulkan tugasnya tepat waktu. Sohyun memutar bola matanya malas mendengar ucapan Jisoo membuat telinganya semakin panas.
"Lebih baik kita ke cafetaria, mungkin bisa membuat mood mu kembali."
Ucapan Jisoo berhasil membuat senyum Sohyun melebar. Benar dengan bersantai dan menikmati coffe mungkin akan membuat isi otaknya bisa kembali cair. Ia segera menarik tangan Jisoo untuk pergi tapi langkah nya terhenti. Kerena seseorang menghalangi jalannya.
"Pergi!"
"Mau kemana?"
"Jangan menggangguku, Jim."
Sohyun langsung berjalan melewati Jimin tapi lagi-lagi jalannya terhenti dengan Jimin yang memegangi tangannya. Sohyun menggigit bibir bawahnya menahan supaya amarahnya tidak keluar.
"Aku ikut." Jimin berjalan mendekati Sohyun berdiri di sampingnya masih dengan memegang tangan Sohyun.
Sadar tangannya di genggam oleh Jimin, ia menarik tangannya dan berjalan lebih dulu. Jimin terkekeh melihat tingkah Sohyun ia pun berjalan mengikuti Sohyun dan Jisoo.
"Kya! tunggu aku Jimin." teriak Taehyung
"Jungkook-ah palli." Taehyung buru-buru merapikan buku-bukunya dan memasukan kedalam tasnya.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu Hyung," ucap Jungkook kesal meninggalkan Taehyung sendirian dan menyusul Jimin yang sudah mulai menjauh. Sebenarnya Jungkook sedikit kesal melihat Jimin memegangi tangan Sohyun.
__ADS_1
"Aishh... mereka itu" Taehyung segera berlari menyusul mereka
***