RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 25


__ADS_3

Tekan LIKE sebelum membaca


***


"Mau kemana?"


Taehyung menahan pintu mobil yang akan di buka oleh pria bersurai hitam pekat tersebut. Maniknya menatap pria yang lebih muda darinya. Dahi Taehyung berkerut, saat netranya menangkap ada lingkaran hitam di bawah mata pria itu; seperti mata panda.


"Minggir Hyung. Aku harus segera menemui So Hyun." Jungkook menepis tangan Taehyung cukup kasar. Ia kembali membuka pintu mobilnya, lagi-lagi tangan Taehyung menghalangi.


Jungkook menatap mata Taehyung dengan tajam. Keadaannya tidak baik-baik saja hari ini. Ia tidak mau melampiaskan kemarahannya dengan Taehyung, karena pria itu tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia hanya ingin bertemu dengan So Hyun secepatnya, kalimat yang di lontarkan oleh Jimin terus terngiang sangat jelas di pikirannya. Ia ingin segera menuntaskan masalah ini.


"Ikutlah dengan ku." Taehyung langsung menarik pergelangan tangan Jungkook, membawanya menuju ke tempat mobilnya.


"Hyung."


"Masuk!" perintah Taehyung dengan menekan nada bicaranya.


Jungkook hanya pasrah dan menuruti apa yang di katakan oleh Taehyung.


***


"Bagaimana Sunbae bisa tahu tempat ini?" sembari terus memasukan ice cream kedalam mulutnya, gadis berparas cantik itu bertanya. Ia tak henti menikmati semangku ice cream kesukaannya.


Kedai Ice fresh. Tempat ini adalah tempat favorit dirinya dan juga sahabatnya. Jika kondisi mereka sedang kelelahan sang sahabat pasti akan mengajaknya ke tempat ini, tempat satu-satunya yang bisa menenangkan pikiran mereka.


Pria yang memiliki marga Min tersebut hanya menampilkan senyum tipis. Ia belum mau menjawab pertanyaan gadis itu, melihat gadis yang ada di depan nya begitu menikmati ice cream membuat ia menggelengkan kepalanya. Tingkah menggemaskan selalu gadis ini berikan.


"So Hyun pernah membawaku ke sini." pria itu bersuara, membuat Jisoo menghentikan gerak tangannya saat ingin memasukan kembali ice creamnya.


Dahi Jisoo berkerut. Ia menegakkan kepalanya, netranya menatap tepat ke manik hitam milik Yoongi. Pungungnya ia sandarkan di sandaran kursi, tak lupa tangannya berlipat di depan dada.


"Bisakah Sunbae jelaskan hubungan kalian." ujar Jisoo, kali ini ia menatap penuh kedua mata Yoongi.


Sebelum menjawab, Yoongi menghembuskan nafasnya secara perlahan. "Jisoo-ya. Mianhae..." pria itu menjeda ucapannya. Sebelum kembali berujar ia membasahi kedua bibirnya, menelan ludanya untuk membasahi tenggorokan yang sempat mengering. "Setelah aku menjelaskan semuanya. Kumohon, jangan salahkan So Hyun."


Jisoo hanya fokus menatap mata pria tersebut. Ia tidak mau menjawab ucapannya, memilih untuk mendengar apa yang akan di sampaikan lagi olehnya.


"Maaf..." sekali lagi Yoongi menyebut kata maaf dengan suara parau. "Aku tidak bisa membalas perasaan mu. Aku..." Yoongi mengantungkan kalimatnya, ia menggigit bibir bawahnya dan menatap kedua mata Jisoo dengan sendu. "Aku mencintai So Hyun, sangat mencintainya. Sekali lagi maaf kan aku Jisoo-ya..."


Jisoo termenung, entah mengapa ia tidak bisa marah ataupun kecewa mendengar penjelasan dari Yoongi. Jantungnya berdebar, tapi ia tidak tahu apa penyebabnya. Ia belum bisa menyadari akan perasaannya, apa ia memang benar menyukai Yoongi atau hanya sekedar mengagumi sosok yang selalu membuat dirinya menjerit saat berada di lapangan. Yang jelas perasaan kecewa sedikitpun tidak dapat ia tunjukan kepada Yoongi.


Jika seandainya Jisoo hanya mengagumi seorang Min Yoongi.


Lalu, kemana perasaannya selama ini berlabuh?


Melihat tidak ada tanggapan dari Jisoo, membuat Yoongi salah mengartikan. Ia menyimpulkan jika Jisoo kecewa dengan pengakuannya tadi.

__ADS_1


"Jisoo-ya. So Hyun sudah berusaha sangat keras membuatku menyukai mu. Dia bahkan mengorbankan perasaannya. Aku tidak bisa membohongi perasaan ku sendiri..."


"...sebelum So Hyun mendekati ku, aku sudah lebih dulu menyimpan rasa dengannya. Aku tidak bohong, aku sudah berusaha keras untuk melupakan perasaanku dan mencoba menerima perasaanmu. Tetap, aku tidak bisa."


"Aku sangat mencintainya, sampai rela melakukan hal bodoh yang sangat merugikan diriku sendiri." jelas Yoongi. Ia tidak tahu apa yang ia katakan akan membuat Jisoo merasa kecewa atau apa. Yang jelas, hanya itu yang bisa Yoongi sampaikan.


Inilah sikap Yoongi sebenarnya, ia tidak pandai menyusun kata-kata yang pas untuk menjelaskan sesuatu, apalagi itu menyangkut tentang cinta. Yoongi tidak pandai melakukannya, tapi ia berusaha keras untuk menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.


Jisoo masih tidak menanggapi semua perkataan Yoongi. Kepalanya penuh dengan pemikirannya sendiri. Entah apa yang di pikirkan oleh Jisoo saat ini. Yang anehnya, kenapa bisa ia memikirkan satu nama yang membuat jantungnya berdebar. Kenapa ia bisa menyebutkan nama orang lain di saat ia berada bersama orang yang di sukainya.


Jisoo masih belum bisa menyadari semuanya. Jika orang lain yang benar-benar menyukai Yoongi, dia pasti akan marah dan pergi dari hadapan Yoongi. Tapi Jisoo, ia tidak merasakan apa-apa, semua pengakuan Yoongi malah menghangatkan hatinya. Ia merasa mendukung hubungan Yoongi dengan So Hyun. Bukannya ini sangat aneh untuknya.


"Jisoo-ya. Apa kau ingat saat pertandingan kampus kita melawan kampus Yonsei. Saat itu keada-"


"Stop Sunbae." sela Jisoo mengangkat kedua tanganya. "Bukankan ini aneh Sunbae."


Yoongi menekuk alisnya. "Mak-"


"Aku. Kenapa aku tidak bisa marah dengan mu? Seharusnya aku sudah menampar mu, Sunbae. Tapi, perasaan kecewa sedikutpun tidak muncul dalam diriku. Aku sudah berusaha keras menyakinkan jika aku akan marah denganmu. Tapi, hal itu juga tidak bisa."


Yoongi hampir menganga mendengar penjelasan Jisoo, tapi setelah itu ia menarik bibirnya untuk tersenyum. Ia cukup senang jika Jisoo tidak kecewa dengan semua kata-katanya.


"Jisoo-ya." Yoongi menggenggam kedua tangan Jisoo. Ia tersenyum hangat. "Kau tidak memiliki perasaan apa-apa terhadapku. Perasaan yang kau maksud bukan menyukai ku, melainkan perasaan kagum atas sosok diriku. Kau selalu bersemangat saat melihat ku bertanding, itu bukan berarti jika kau benar menyukai ku. Kau hanya kagum dengan kealihan ku saat bermain. Perasaan yang tertanam dalam hatimu bukan sepenuhnya menyukai ku. Kau yang tidak menyadari semuannya."


"Tidak mungkin Sunbae." ucap Jisoo dengan suara lirih.


Yoongi masih tetap mempertahankan senyumnya. "Sekarang boleh aku bertanya. Jika kau bersama dengan ku, apa yang kau rasakan?"


"Apa kau sudah tahu jawabannya Jisoo-ya?"


Jisoo menganggukan kepalanya. Ia sadar siapa yang sebenarnya telah menetap di hatinya. Pria yang selama ini selalu ia abaikan adalah orang yang telah membuat jatungnya berdebar bahkan ribuan kupu-kupu seakan menari dalam perutnya. Kenapa ia bisa mengabaikannya. Sangat jelas, jika perasaannya selama ini tak jauh dari pria yang selalu bersama dengannya.


***


"Apa kau akan terus berdiam seperti ini." kesel Taehyung. Ia menatap Jungkook yang tidak mengeluarkan suara sedari tadi. Raut wajah murung yang Jungkook perlihatkan ke Taehyung.


Taehyung berdesis. "Apa yang Jimin katakan?" tanyanya. Ia masih memandang Jungkook yang tidak menatapnya sama sekali.


Taehyung mengerang melihat Jungkook masih bungkam.


"Jung-"


Drtt... drtt... drtt


Taehyung mengambil benda persegi panjang miliknya. Ia menaikan sebelah alisnya cukup tinggi, kemudian netranya bergerak melihat Jungkook yang juga sedang memandangnya.


"So Hyun." Taehyung memperlihatkan layar ponsel miliknya kearah Jungkook.

__ADS_1


"Apa aku harus mengangkatnya?" tanya Taehyung yang dianggukan oleh Jungkook.


Taehyung menghela nafasnya. Ia menekan tombol hijau di ponselnya dan meng-arahkan ke telingannya.


"Kya Taehyung." terdengar suara nyaring di seberang sana.


"Wae?"


"Apa kau sedang bersama dengan Jungkook?" tanya So Hyun dengan nada sedikit sedih.


Taehyung hanya diam. Ia menatap Jungkook sembari menggerakan mulutnya tanpa suara. Sedangkan Jungkook, ia menyerngitkan dahinya tidak mengerti apa yang di katakan oleh pria itu. Taehyung memutar bola matanya, ia mengulangi sekali lagi kalimat yang di ucapkan tadi dan baru di mengerti oleh Jungkook.


Jungkook menggeleng kepalanya sebagai jawaban.


"Tidak. Wae?"


Taehyung dapat merasakan jika So Hyun menghela nafasnya dengan berat.


"Kenapa Jungkook tidak menghubungi ku sedari tadi."


Taehyung kembali diam. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan dengan So Hyun.


"Jika kau bertemu dengan Jungkook. Bilang dengannya, jangan mengabaikan ku terus. Kalau tak ingin aku memukulnya."


"Eoh... Arraseo." Taehyung langsung menekan tombol merah untuk mengakhiri sambungannya. Ia meletakan ponselnya kembali di atas meja.


"So Hyun berpesan, agar kau segera menghubunginya." ucap Taehyung menyampaikan apa yang di katakan oleh So Hyun.


Jungkook hanya berdehem menanggapinya.


"Apa kau tidak ingin memberitahu ku apa yang Jimin katakan?" Taehyung kembali bersuara. Menanyakan hal sama yang sedari tadi di abaikan oleh Jungkook.


Kali ini Jungkook menanggapi ucapan Taehyung. Ia memandang kedua mata Taehyung dengan penuh tanya.


"Dia bilang. Jika So Hyun tidak menyukaiku. Apa itu benar?"


Taehyung mengerjap kan matanya, Tangannya mengepal dengan kuat. Untuk menelan ludanya sangat susah Taehyung rasakan.


Bagaimana mungkin cara Jimin begitu licik untuk menghancurkan hubungan mereka. Taehyung tidak percaya jika Jimin akan benar-benar melakukan semua itu. Ia berpikir jika Jimin hanya akan mengacam Jungkook.


Jika Taehyung menilai seperti itu. Ia salah besar. Taehyung terlalu menganggap remeh ucapan Jimin. Ia tidak tahu jika Jimin sudah di buta kan oleh cintanya sendiri. Jimin akan menghancurkan siapa pun yang akan menghalangi dirinya mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Hyung."


Taehyung memijat pelipisnya. "Jika kau ingin tahu yang sebenarnya. Tanya kan langsung pada So Hyun. Itu akan lebih baik untuk kau menerima kebenarannya."


***

__ADS_1


(To be continue)



__ADS_2