
"Bisahkan aku bertahan dengan semua ini. Jika ia, tolong hapuskan ingatanku tentang dirinya."
'Kim sohyun'
***
"Sampai di sini latihannya. Kalian boleh pulang."
perintah sang kapten. Sudah satu jam lebih mereka berlatih basket hari ini. Lelah? Itu pasti. Cuaca yang panas di sore hari membuat mereka memutuskan untuk menyudahi latihannya.
Contohnya, Jungkook. Dia terlihat sangat kelelahan dan memutuskan untuk pulang lebih awal bersama Taehyung dan Jimin. Ia sudah tak sanggup lagi untuk segera meng-istirahatkan tubuhnya.
Dan sekarang, tersisa seorang pemuda yang sedang membaringkan tubuhnya di tengah lapangan, menarik nafasnya lalu mengeluarkannya secara perlahan. Matanya terpejam, meng-istirahatkan tubuhnya sebentar.
***
"Sepertinya aku tidak bisa pulang bersamamu, aku masih ada urusan, tidak apakan?" ujar So Hyun. Sekarang mereka sedang berjalan di koridor kampus yang mulai sepi.
"Baiklah, apa aku harus membawa mobilmu?"
"Eoh... aku akan pulang dengan temanku."
"Tunggu." cegah Rose, dia menghentikan langkahnya sesaat, yang membuat Sohyun juga ikut menghentikan langkahnya.
"Sohyun-ah. Apa kau masih marah dengan oppaku?" tanya Rose hati-hati sembari menggigit bibir bawahnya, ia takut Sohyun akan marah jika mengungkit masalah mereka.
Sebenarnya dia tidak mau ikut campur dalam masalah sang kakak. Tapi, ia tidak tega melihat kakaknya terus memohon agar Sohyun mau memaafkannya. Rose tidak pernah melihat kakaknya berjuang seperti ini dengan seorang gadis.
Apa mungkin Sohyun sangat spesial di hati kakaknya?
"Sebenarnya aku tidak marah dengan oppamu." Jawab So Hyun dengan senyum lima jari. "Aku hanya ingin menggerjainya saja." sambungnya lagi sambil terkekeh kecil, yang membuat Rose sampai menganga mendengarnya.
Ya tuhan Se-begitu tega'kah So Hyun dengan Jimin? Sampai-sampai pemuda itu terus memohon dengannya.
So Hyun memang sengaja melakukan semua itu. Ia ingin membuat Jimin merasa bersalah dengan dirinya. Tidak masalah bukan untuk Mengerjai pemuda itu? Yang setiap hari selalu mengganggu hidupnya.
Ia sangat senang melihat ekspresi Jimin yang lagi memohon dengannya. Saat itu So Hyun ingin sekali tertawa terbahak-bahak di hadapan pemuda itu. Tapi sebisa mungkin dia menahannya. Sejujurnya, So Hyun hanya sedikit kesal dengan perilaku pemuda Park ini. Jadi kenapa ia tidak boleh mengerjainnya.
Ini semua belum seberapa. So Hyun masih ingin mengerjainya lagi dan lagi sampai dirinya merasa puas.
"Jadi kau tidak marah dengan oppaku? Ya ampun Sohyun." Rose menepuk dahinya. Bagaimana mungkin So Hyun bisa mengerjai kakaknya itu? Apa ia tega melihat Jimin menderita karenanya. Rose tidak habis pikir dengan mereka. Apa membuat lelucon itu mengasikan bagi So Hyun? Apa ia tidak tahu bahwa Jimin begitu takut melihat gadis itu mengabaikan nya.
"Sorry Rose." So Hyun mengangkat jarinya membentuk huruf 'v'.
"Apa kau tahu oppaku hampir gila melihat kau mengabaikannya." Rose menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tahu." So Hyun menutup mulutnya menahan tawanya yang akan keluar.
Rose memutar bola matanya malas. "Baiklah. Lebih baik aku pulang." ia memilih untuk pergi dari hadapan So Hyun.
"Mereka sama. Sama-sama gila." gumam Rose yang terus melanjutkan langkahnya.
***
So Hyun menghentikan langkahnya, sesaat ia sudah berada di pinggir lapangan, ia melihat pemuda berkulit pucat itu dari kejauhan.
Memejamkan matanya sejenak, lalu membuang nafasnya secara kasar. Apa ia harus menemui pemuda itu kali ini?
__ADS_1
Di tangannya, sudah ada sebotol air minum yang di berikan oleh Jisoo untuk pemuda itu. Ia melangkahkan kakinya mendekati pemuda Min itu. Berusaha untuk menetralkan detak jatungnya yang semakin berdegup tak normal.
So Hyun Menempelkan air minumnya di pipi pemuda itu. Perlahan kelopak mata pemuda berkulit pucat itu terbuka. So Hyun tersenyum dan duduk sejajar dengannya.
Yoongi bangun dari tidurnya, tangannya mengambil air minum ditangan So Hyun lalu meneguknya. So Hyun yang melihat dari samping menegak ludanya kasar. Bagaimana mungkin di saat pemuda itu hanya meminum terlihat sangat menggoda dan sexy.
"Sudah puas memandangiku?" tanya Yoongi menatapnya. Tetapi gadis itu belum juga sadar dari lamunannya.
Yoongi menelisik setiap sudut wajah So Hyun. Ia tersenyum bahagia, Bagaimana mungkin, setiap harinya So Hyun terlihat sangat cantik.
Yoongi menyenderkan kepalanya di pundak gadis itu. Yang membuat gadis itu tersadar dari lamunannya.
"Yak! Apa yang Sunbae lakukan?" So Hyun mencoba menarik dirinya tapi ia kalah cepat. Pemuda itu menarik pinggangnya agar lebih dekat dengannya.
"Sebentar saja."
Yoongi memejamkan matanya lagi, wajar saja jika Jungkook selalu nyama berada di dekat gadis ini. Hal ini yang juga dirasakan oleh Yoongi. Ia Merasakan seluruh lelahnya seakan menghilang hanya berada di dekat gadis Kim ini. Ia bersyukur bisa berdekatan dengannya. Rasa sukanya dengan gadis ini semakin besar.
"Sohyun-ah. Bisakah kau memanggilku dengan sebutan Oppa, Jangan Sunbae."
So Hyun memiringkan kepalanya untuk melihat wajah pemuda itu. "Ne? Oppa?"
"Eoh... Jebal. Jangan terlalu formal padaku, bukannya kita sudah dekat? Aku lebih suka kau memanggilku dengan sebutan Oppa." Yoongi menatapnya, jarak wajah mereka yang begitu dekat, membuat jantung Yoongi berdebar.
So Hyun tersenyum, ia manjauhkan wajahnya. "Lihatlah. Apa sekarang es yang ada di dalam tubuhmu sudah mencair? Mana sifat dinginmu Sunbae? Ah... Yoongi-Oppa." So Hyun menggodanya, dengan gaya berbicara yang manja.
Yoongi menarik dirinya untuk melihat gadis itu. Bukannya marah, ia malah tersenyum lebar. Aliran darahnya berdesir melihat gadis itu bertingkah manja dengannya, Yoongi menyukai itu. Mulai sekarang ia akan menyukai semua yang ada di dalam diri gadis ini.
Yoongi menangkup kedua pipi gadis itu. "Bagus. Panggil Yoongi-Oppa."
So Hyun segera menepis kedua tangannya. "Yoongi-Oppa Yoongi-Oppa Yoongi-Oppa. Sunbae gila!" godanya lagi.
"Pulang." teriak So Hyun tanpa membalikan badannya. Ia terus melangkah sembari menarik bibirnya membentuk senyum kecil. Sampai akhirnya Yoongi berhasil menangkap tangannya. Menariknya untuk menghadap kearahnya.
"Dasar gadis nakal." seringai tipis Yoongi tunjukan. "Apa kau sudah membalas perasaanku? Sehingga kau terus menggodaku?" So Hyun tak bergeming. Ia menatap manik coklat yang akan di rindukannya kelak. Apa semua ini pantas untuk ia lakukan?
So Hyun hanya ingin menghabiskan waktu bersama pemuda ini. Sebelum keputusan yang ia ambil adalah benar.
"Bagaimana jika aku menolakmu?" tanya so Hyun.
"Aku akan terus menunggumu."
"Dan jika aku tidak menyukaimu?"
"Aku akan membuatmu menyukaiku."
"Kalau tidak berhasil?" tanya So Hyun untuk terakhir kalinya.
Yoongi mengetuk-ngetukkan jari telunjuk di dagunya, ia mencoba berpikir jawaban apa yang tepat untuk menyakinkan gadis ini.
Setelah mendapatkan ide, ia tersenyum. "Kau tidak bisa menghindar dariku, aku akan membuat kau mencintaiku. Apapun yang terjadi kau adalah milikku, milik Min Yoongi."
Dalam hati So Hyun. Ia merasakan sesak yang teramat dalam, ingin menangis, hal itu tidak akan mengubah segalanya.
Apa yang membuat pemuda itu terus mengejarnya. Jika ia mengakui dirinya juga menyukai pemuda ini. Apa semua akan baik-baik saja?
Tidak. So Hyun tidak mungkin menghianati sahabatnya sendiri. Ia sangat tahu bahwa Jisoo sangat mencintai pemuda itu. Ia harus segera membuat pemuda ini menjadi kekasih sahabatnya. Bagaimana pun caranya. Walau ia yang akan pergi dari mereka.
__ADS_1
"Oppa... Bisakah kau besok menemani ku pergi?" ujar So Hyun diiringin dengan senyum manis nya.
Yoongi tersenyum, akhirnya So Hyun menuruti keinginannya, memanggil dirinya dengan sebutan 'oppa'. Yoongi akui dia sangat senang mendengarnya.
"Kemana pun kau ingin pergi. Aku akan selalu menemanimu." ucapnya sembari mengacak-acak surai milik So Hyun.
"Cha... Bukannya kau ingin pulang? Kajja." ucapnya lagi.
Yoongi menyelusupkan tangannya ke sela-sela jari So Hyun dengan jarinya. Menggegam tangan gadis itu begitu erat. So Hyun tersenyum mendapatkan kehangatan dari gegaman tangan pemuda bersurai hitam ini. Ia hanya ingin membuat kenangan dengan pemuda ini. Walau hanya dalam satu hari saja.
***
"Jimin-ah. Apa kau tidak mencurigai sesuatu?" sahut Taehyung, ia melihat ke arah Jimin yang sedang fokus menyetir mobilnya.
Jimin melirik sebentar kearah Taehyung, lalu kembali fokus ke depan. Ia mengkerutkan dahinya.
Mencurigai tentang apa?
"Mwo? Apa yang kau bic-"
"Hyung, aku sudah yakin dengan niat ku." suara Jungkook menghentikan Jimin yang ingin bertanya.
"Kupikir kau sedang tidur." ucap Taehyung yang nampak terkejut mendengar suara Jungkook tiba-tiba.
"Aku tidak tidur. Hanya memejamkan mataku sebentar. Aku akan mengungkapkan perasaanku dengan So Hyun, saat kampus kita memenangkan pertadingan basket nanti." ujarJungkook dengan semangat empat lima.
Ciiitttt...
Jimin menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, yang membuat kedua orang itu hampir tersungkur kedepan.
Yang beruntungnya Taehyung menggunakan seatbeltnya. Dan sialnya Jungkook yang menjadi korban kecerobohan Jimin.
"Yak! Apa kau ingin membunuh kami hyung!" protes Jungkook. Ia memegangi dahinya yang terbentur kursi yang ada di depannya.
Jimin masih terdiam. Ia mencerna apa yang baru saja di bilang oleh Jungkook. Apa Jungkook serius dengan ucapannya barusan?
"Kau serius Jungkook-ah?" tanya Taehyung melihat ke arah belakang.
"Aku serius Hyung. Dan aku yakin So Hyun juga menyukaiku."
Taehyung melirik ke arah Jimin. Ia tahu pasti pemuda itu sakit mendengarnya. Tapi mau bagaimana lagi. Tidak mungkin Jimin merebut gadis itu untuknya. Bukannya Jungkook terlebih dulu mendekati gadis itu. Taehyung sudah mengetahuinya. Jungkook sengaja terus berada di dekat So Hyun untuk membuat gadis itu tertarik dengannya.
Lalu bagaimana dengan Jimin? Apa Taehyung akan berada di pihaknya atau di pihak Jungkook.
"Sepertinya kau lelah. Biar aku yang menyetir Jimin-ah." tawar Taehyung.
Jimin hanya tersenyum getir menanggapi nya. Kenapa ia berada di situasi seperti ini. Jungkook dan Yoongi. Harus kah ia menyingkirkan kedua orang itu?
"Hyung. Kau kenapa?" tanya Jungkook yang melihat Jimin tidak merespon ucapan dari Taehyung.
"Ani... Taehyung kau saja yang menyetir. Aku butuh istirahat." ujarnya sedikit lirih.
Jungkook masih menatapnya curiga. Kenapa tiba-tiba sikap Jimin berubah. Di saat ia menyebutkan nama So Hyun.
"kau menyukai So Hyun?"
***
__ADS_1
(To be continue)