
Happy Reading
***
"Selesai."
Yoongi menunjukkan hasil karyanya kehadapan So Hyun, tanpa harus menunggu jawaban dari sang gadis yang telah menjadi kekasihnya itu, Yoongi langsung menggantungkan gembok cinta kejajaran gembok yang lainnya.

Ingatkan jika tadinya mereka belum memiliki hubungan. Sebelum Yoongi memutuskan untuk pergi ke Namsan tower, dia membawa So Hyun ke salah satu tempat. Disana lah Yoongi menyatakan perasaannya, awalnya So Hyun tak bergeming sama sekali. Malahan menatap tak percaya pada pria itu.
Seharusnya disaat seorang pria sedang mengungkapkan perasaannya, pasti ada kesan romantis atau apalah, dan sang gadis pasti akan tersipu malu.
Tapi ini beda, Yonggi----Pria itu, jika dinilai dengan tempatnya memang terkesan romantis dan menarik. So Hyun menyukai itu. Yang tidak So Hyun sukai adalah cara Yoongi menyapaikan perasaannya, haruskan ia menjelaskan bagaimana sikap dan ekspresi Yoongi? So Hyun rasa tidak.
Karena------ ya kalian bisa menilai sendiri.
Tetapi So Hyun tidak sekejam itu, menolak Yoongi---- itu mustahil karena So Hyun memang mencintai pria tersebut. Walau tidak ada yang namanya romantis, gadis itu tetap menghargai usaha Yoongi, ia menerima cinta pria itu sepenuhnya.
Yoongi----- pria yang tidak mengerti atau mengenal namanya cinta, Pria yang dingin dan keras kepala, pria yang tak peduli terhadap semua wanita. Pada akhirnya menemukan cinta sejatinya----- Kim So Hyun.
Sedangkan So Hyun, gadis yang sangat beruntung bisa dicintai oleh Yoongi.
;
;
"Aku ingin, setiap harinya kau harus menyempatkan waktumu untuk datang kemari."
So Hyun mengalihkan tatapannya, yang awal menatap gembok itu penuh rasa bahagia, dengan cepat berubah ketika mendengar ucapan Yoongi.
Setiap hari, apa dia gila. batin So Hyun heran.
"Ada apa denganmu, oppa."
Yoongi tak lekas menjawab, pandanganya masih tertuju kearah gembok yang ia pasang barusan.
Inilah yang tidak disukainya, kata apa yang pantas untuk ia ucapkan nanti.
Yoongi belum berpikir untuk menyakiti perasaan So Hyun.
"Hyunie." Yoongi menoleh, menatap So Hyun penuh cinta, hatinya bagaikan teriris saat So Hyun menatapnya begitu dalam.
"Aku mencintaimu."
Entah sudah keberapa kali hari ini Yoongi mengatakan kata cinta untuk So Hyun. Jelas So Hyun tersipu mendengarnya, tapi ucapan itu tak bertahan lama karena rasa penasaran lebih mendominan hatinya.
Ada sesuatu yang tidak ia ketahui, dan Yoongi berusaha untuk menutupi semua.
"Jangan membuatku tak-"
So Hyun tidak dapat melanjutkan ucapannya, karena tubuhnya sudah berada didalam dekapan Yoongi.
"So Hyun, mianhae..." Yoongi semakin mendekap erat tubuh So Hyun, seakan ia tak ingin melepaskan gadis itu sedikit saja.
__ADS_1
"Oppa..."
"Besok, aku akan pergi ke Amerika."
Beberapa detik sudah terlewati, So Hyun masih belum berbicara. Tubuhnya menegang, dadanya sesak, hatinya seperti tersayat ribuan kali.
Apa ini lelucon yang dibuat Yoongi untuknya?
So Hyun tertawa hambar, "bercandamu sangat bagus, oppa." bukannya merasa tenang, hati gadis itu semakin sakit.
"Ani," Yoongi menghela nafas sesak. "Aku tak berbohong."
So Hyun menarik paksa tubuhnya, matanya telah memerah siap untuk menangis dalam hitungan detik.
"Aku akan kembali secepatnya, aku janji."
Yoongi mencoba untuk menyakinkan So Hyun, meski yang diucapkannya antara benar atau tidak karena ia sendiri belum tentu yakin.
Saat ingin kembali mendekap tubuh So Hyun. Ucapan yang dilontarkan So Hyun membuatnya bungkam.
"Benarkah?"
Tersenyum miris, hati So Hyun bertambah sakit melihat Yoongi tak lekas menjawab.
Tidak hanya kehilangan Jungkook---- sahabat terbaiknya. Dan sekarang ia harus kehilangan lagi ---- orang yang sangat dicintainya.
Haruskah?
So Hyun memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir. "Baik," membalikan badannya memunggungi Yoongi. "Pergilah."
"Biarkan aku menjelaskan dulu."
So Hyun tak langsung membalikkan badannya, malahan ia sendiri bingung dengan hatinya.
Sayang?
Untuk kedua kalinya So Hyun tersipu, panggilan baru dari Yoongi membuatnya tak bisa mengelak; jika hatinya seperti terbang melayang, jantungnya bahkan terus berdebar, air matanya pun ikut berhenti.
Oke stop. So Hyun tidak ingin terlalu lama terbuai, sekarang yang harus ia lakukan; menahan jantungnya, lupakan pangilan yang diberikan Yoongi. Ia harus memintak penjelasan dari sang kekasih, SEKARANG.
Membalikkan badan, tangannya bersedekap dada, dengan sedikit sesak So Hyun berujar. "Katakan."
Yoongi mengulum senyum tipis, "Sebulan yang lalu, aku dan Namjoon memutuskan untuk menerima kontrak besar itu. Menjadi komposer terkenal adalah impian kami, sayang. Tidak mudah mendapatkan semua itu, butuh perjuangan yang besar. Namjoon bahkan sangat bahagia mendengarnya, aku pun juga merasakan itu."
So Hyun menunduk, menggigit bibir bawahnya. Ya tuhan, apa yang telah ia lakukan. Tak seharusnya ia marah dengan Yoongi sebelum mendengar penjelasan dari sang kekasih.
Apa ia telah bersikap egois?
Yoongi mengangkat dagu So Hyun, memandang gadisnya begitu dalam, "Tapi..." menjeda sejanak dengan mengukir senyum kembali, "jika kau tidak mengizinkan aku untuk pergi, aku akan membatalkan kontrak itu."
Andwae!
So Hyun tergelak. ini tidak boleh terjadi. Ia tidak akan membiarkan hal itu. Awalnya So Hyun memang terharu saat mendengar Yoongi akan membatalkan kontrak demi dirinya.
Menggeleng kuat, ia tidak ingin menjadi egois. Kesempatan emas tidak mungkin dibuang begitu saja. Ini adalah impian mereka, ia tidak boleh menjadi penghalang.
__ADS_1
So Hyun mengelus pipi Yoongi, "Jangan lakukan itu. Aku tidak ingin menghalangi impianmu." diakhiri dengan senyum tulus.
"Aku tidak ingin meninggalkanmu." Yoongi membawa So Hyun kedalam pelukannya, "Kau segalanya bagiku, sayang."
"Arra," So Hyun menepuk pelan punggung Yoongi, memberinya kekuatan. "Aku akan baik-baik saja."
Tidak, aku tidak baik-baik saja. Tapi aku akan mencoba untuk melepasmu jika itu jalan terbaik untuk hubungan kita. Batinnya.
Melepaskan pelukannya, So Hyun kembali bersuara. "Tapi tidak gratis, oppa. Selama kau berada disana, aku memiliki permintaan untukmu."
Yoongi menatap So Hyun dengan serius, apa yang gadisnya inginkan.
"Jaga matamu, jangan pernah melirik gadis lain."
Yoongi mengangguk pasti. Untuk apa ia mencari gadis disana, jika ia sudah memiliki gadis pujaan disini.
"Jangan pernah lagi merokok."
Yoongi mengangguk ragu, untuk hal itu ia tak yakin. Tanpa rokok dia bisa apa.
"Tidak boleh pergi ke club dan minum-minum."
Yoongi tercengang, permintaan apa kalain ini. Ia juga tidak bisa melakukan semua itu.
"Dan, seminggu sekali oppa baru boleh minum kopi."
Wahh...
Yoongi tak percaya, dari mana gadisnya bisa mengetahui semua kebiasaannya?
"Terakhir..."
Mereka saling menatap.
"Kembali lah secepatnya, oppa."
Yoongi tersenyum lebar, untuk yang satu ingin pasti akan ia lakukan.
"Eoh, Aku janji," saling menempelkan keningnya, keduanya sama-sama tersenyum bahagia.
Sebelah tangan Yoongi pun tak tinggal diam, ia menarik tengkuk So Hyun dan menyatuhkan bibirnya dengan sang gadis. Mereka saling memberi lumatan dengan penuh kasih sayang, menyalurkan seluruh cinta mereka dalam cium tersebut.
Biarkan malam ini menjadi malam terindah untuk keduanya, sebelum perpisahan akan merenggut kehidupannya kelak.
***END***
©RABBIT_HOLE©
nantikan novel selanjutnya ya😚
__ADS_1