RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 19


__ADS_3

"Jim, kau'kah itu?"


Panggil So Hyun dengan mata yang berbinar, ia tidak menyangka melihat keberadaan Jimin di apartementnya. Ada perasaan senang tersendiri di dalam hati kecilnya, melihat pemuda itu dengan santainya memainkan ponsel.


So Hyun melangkah terburu-buru dan berdiri di hadapan Jimin dengan senyum mengembang.


Sedangkan Jimin yang awalnya sibuk dengan ponselnya, mendongakkan kepalanya saat mendengar suara So Hyun, menatap penampilan So Hyun dari atas sampai bawah.


Jimin bersumpah, ia ingin mengumpat, penampilan So Hyun sangat cantik hari ini, ia menelan ludanya cukup kasar saat melihat So Hyun menyisir rambutnya kebelakang, jantungnya kembali berdebar, perasaan bergemuruh mulai datang menghantuinya, ia mengalihkan pandangannya ke samping, untuk menghindar kontak mata dengan gadis itu.


Sial!


Umpatan itu keluar, tak seharusnya So Hyun berpenampilan secantik ini. Ia seorang pria, siapa yang tidak akan tergoda dengan gadis secantik So Hyun. Jimin berdehem, guna menghilangkan rasa gugupnya sekarang.


"Jimin." masih So Hyun yang bersuara, senyumnya masih mengembang di bibir.


Jimin terpaksa kembali melihat So Hyun.


Siapa pun, tolong bantu Jimin untuk mengkuatkan imannya sekarang, ia tidak bisa menahan gejolak di dadanya.


Tak.


So Hyun menjitak dahi Jimin sembari berujar. "Kenapa kau mengabaikan ku hah?!"


Tangan Jimin yang awalnya memegangi dahi, sekarang berpindah untuk menutupi kedua telinganya. Bukannya marah atau pun kesal, Jimin hanya menampilkan senyum manisnya. 'RINDU' satu kata itu berhasil keluar dalam benak Jimin, ia merindukan suara indah So Hyun dan teriaknya.


Jimin sangat merindukannya, ingin sekali ia memeluk gadis itu untuk melepas rasa rindunya. Tapi, seketika senyum Jimin sedikit memudar, saat mengingat So Hyun telah menjadi milik orang lain.


"Jim, apa kau meng----- ahh... kya!"


Sekali tarikan, So Hyun berhasil terduduk di pangkuan Jimkn, kedua tangan So Hyun tanpa sadar melingkar di leher Jimin, keduanya terdiam dengan mata saling memandang. Jarak yang sangat dekat membuat jantung keduanya berdebar lebih cepat.


Salah satu tangan Jimin bergerak untuk menyelipkan anak rambut yang mengganggu wajah cantik so Hyun ke belakang telinganya, ibu jarinya mengusap lembut pipi cubby So Hyun. Menjadikan suasana di dalam ruangan cukup panas. Gerakan tangan Jimin membuat sensasi yang berbeda di dalam tubuh So Hyun.


Ini yang tidak bisa So Hyun hindari, perlakuan lembut dan sikap baik Jimin yang membuat So Hyun merasa nyaman dan 'terbuai'. Dia tidak bisa untuk tidak menolak sentuhan lembut dari tangan Jimin dan membiarkan Jimin mengusap pipinya.


Jimin mendekatkan wajahnya, matanya menatap kearah bibir So Hyun, ia membasahi bagian bawah bibirnya, guna menahan untuk tidak mencium bibir Sohyun yang telah menggoda hasratnya. kemudian, Jimin kembali menatap kedua mata bulat So Hyun.


Sial!


Lagi-lagi Jimin harus kembali mengumpat, melihat So Hyun yang memejamkan kedua matanya, seakan dia mengizinkan untuk menciumnya. Jimin tersenyum, kesempatan tidak akan ia tolak bukan?


Secara perlahan Jimin memiringkan kepalanya, sampai hidung keduanya menyatu, deru nafas So Hyun sampai menerpah wajah Jimin, tinggal beberapa centi lagi bibir keduanya akan bertemu.


"Hyun. apa kau akan seg----- ahh... apa yang kalian lakukan!" teriak Rose yang langsung membalikan badannya menghadap ke dinding, tak lupa kedua telapak tangannya menutupi wajahnya.


So Hyun tersentak. Dia langsung membuka matanya, mengerjapkan matanya berulang kali. Setelah sadar, ia langsung berdiri dari pangkuan Jimin. keduanya sama-sama memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Jimin kembali berdehem untuk menghilangkan rasa malunya, ia kembali mengumpat, kenapa saat seperti ini Rose harus datang, seharusnya ia telah merasakan bibir manis So Hyun.


"Ak-aku ke kamar dulu, mau mengambil ponselku..." So Hyun melangkah terburu-buru menuju kamarnya.


"I-ini, tidak seperti yang kau lihat." Jimin bersuara, nada suaranya sedikit gugup.


"Mwo?!" Rose membalikan badannya untuk menghadap kakaknya, "Aku melihatnya, Oppa."


"Tidak..." Jimin mengangkat kedua tangannya dan menggoyangkannya, tanda menolak ucapan Rose. "Aku dengan So Hyun, kam-"


"Apa Oppa benar menyukai So Hyun?" tanya Rose sedikit berteriak.


"Ssttt." Jimin menempelkan jari telunjuk di bibirnya. "Kecilkan suaramu."


Rose tersenyum mengejek. "Apa Oppa sengaja ingin mencium So Hyun."


"Kya!"


Rose tertawa. "Oppa byuntae (mesum)." setelah mengucapkan kalimat itu, Rose langsung berlari untuk menghindar dari teriakan kakaknya.


Jimin mendelikan matanya, bibirnya tak henti untuk mencibir dengan umpat-umpat kecil untuk sang adik.


***


"Apa kau tak masalah jika So Hyun pergi berdua dengan Jimin?" tanya Taehyung sembari menyesap coffe lottenya.


"Tidak... bukannya Hyung tahu, bahwa mereka sangat dekat. Dan juga orangtua So Hyun telah mengenal lama Jimin, jadi aku tidak masalah. Walaupun------ Jimin-Hyung menyukai kekasihku." Jelas Jungkook. Ia menekan nada bicara di akhir kalimatnya,


Ini alasan Taehyung mengajak Jungkook untuk bertemu, jika ia tahu orangtua So Hyun pulang hari ini, dia akan membatalkan janjinya dengan Jungkook.


Taehyung harus memberitahu yang sebenarnya kepada Jungkook, kalau tidak, semua masalah akan bertambah rumit untuk mereka.


Taehyung juga tidak ingin ikut campur dalam urusan percintaan mereka. Tapi, ini menyangkut persahabatan mereka, ia tidak mau melihat perselisihan yang akan terjadi, yang akan membuat mereka terpisah nantinya.


"Apa yang ingin Hyung bicarakan?" tanya Jungkook memecahkan keheningan yang terjadi beberapa menit yang lalu.


Taehyung menatapnya, ia ingin sekali memberitahu Jungkook, tapi, lidanya terasa berat untuk mengeluarkan suara.


Taehyung menghembuskan nafasnya secara kasar. "Sebenarnya..."


Jungkook menaikan salah satu alisnya, menunggu kalimat selanjutnya dari mulut Taehyung, yang membuat ia sangat penasaran.


Taehyung menggigit bagian bawah bibirnya, haruskah ia memberitahunya? Kenapa semua ini menjadi sulit? Bahkan suaranya juga tak ikut mendukung.


Kedua bola mata Taehyung bergerak ke kiri dan kekanan guna menghindar dari tatapan Jungkook, pandangan matanya terarah ke sebuah pintu cafe yang terbuka, sorot matanya melebar, mendapatkan dua orang yang sedang berjalan menuju ke salah satu meja.


"Yoongi, Jisoo."

__ADS_1


"Hah?" Jungkook menyerngitkan dahinya sampai membentuk kerutan halus, apa maksud dari ucapan Taehyung, ia tidak mengerti.


Jungkook yang melihat arah pandang Taehyung bukan ke arahnya, menggerakan kepala untuk melihat apa yang di lihat Taehyung. Mulut Jungkook terbuka lebar, tidak mungkin yang di lihatnya benar. Yoongi dan Jisoo, apa mereka sedang berkencan?


Taehyung mendorong kursinya kebelakang, dia berdiri ingin menghampiri dua orang itu, entah apa tujuan Taehyung menghampiri mereka.


tidak mungkinkah Taehyung akan melakukan sesuatu yang merugikan dirinya.


"Hyung." Panggil Taehyung.


Yoongi hanya diam, melihat kehadiran Taehyung yang tiba-tiba.


"Aku ingin bicara denganmu berdua." Taehyung menatap Yoongi serius, kemudian maniknya menatap kearah Jisoo. "Ini penting."


"Bagaimana denganku?" tanya Jisoo yang menunjuk dirinya sendiri, saat tahu maksud dari perkataan Taehyung.


"Bisakah kau meninggalkan kami berdua?" ucap Taehyung dengan nada suara sedikit memohon. "Jungkook akan mengantarkan kau pulang." Sambungnya dengan jari tangannya menunjuk ke arah Jungkook.


Taehyung melambaikan tangannya agar Jungkook segera menuju kearahnya.


"Jungkook-ah, tolong antarkan Jisoo pulang. Aku ingin berbicara berdua dengan Yoongi-Hyung." pinta Taehyung.


"Bagaimana dengan urusan kita Hyung?" tanya Jungkook, ia berdecis kesal dengan perubahan Taehyung. Ia sangat penasaran hal apa yang akan Taehyung bicarakan tadi, dan juga sekarang, Taehyung hanya ingin berbicara berdua dengan Yoongi, Jungkook bertambah kesal akan hal itu, dirinya tidak dianggap.


"Kalau begitu kami pergi. Sunbae, lain kali saja mentraktiku." ujar Jisoo, ia berdiri melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari cafe tersebut.


"Eoh... Hati-hati Jisoo-ah." jawab Yoongi sembari tersenyum kecil, yang membuat kedua pipi Jisoo merona melihat senyum Yoongi.


"Kami duluan Hyung."


Jungkook melambaikan tangannya, ia ikut keluar dari cafe.


"Eoh." Taehyung segera mendudukan dirinya dikursi yang semula di tempati Jisoo, ia memandang Yoongi yang juga sedang memandangnya heran.


Taehyung membuka mulutnya ingin berbicara, tetapi Yoongi memotongnya lebih dulu.


"Ada apa?"


Jantung Taehyung berdebar, rasa gugup mulai menghampirinya, ia takut jika dia salah bicara, bisa-bisa Yoongi akan menelannya hidup-hidup.


Yoongi melipat kedua tangannya di atas dada, menunggu Taehyung untuk mulai berbicara, alisnya kembali berkerut melihat Taehyung hanya diam.


"Ada ap-"


"Apa So Hyun dan Hyung saling menyukai?"


***

__ADS_1


(To be continue)



__ADS_2