RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 16


__ADS_3

***


"Ak-aku..." suara So Hyun tercekat, ini pernyataan sulit yang harus ia terima.


Jika dia menolak perasaan Jungkook, sama halnya akan membuat perasaan pemuda itu hancur, So Hyun tidak mau mempermalukan Jungkook di depan orang lain, mengingat mereka telah lama bersahabat. Namun, jika ia menerimanya, apa semua akan baik-baik saja?


So Hyun mencoba memejamkan kedua matanya beberapa detik. mengusir rasa takut di hatinya, membuka kembali matanya. yakin jika keputusannya adalah tepat, tangan So Hyun pun terulut untuk mengambil bunga yang di sodorkan oleh Jungkook.


"Aku mau." Jawab So Hyun dengan satu tarikan nafas, yang mampu membuat seluruh isi gedung itu berseru dan bersorak gembira.


Pengakuan So Hyun sontak membuat Jungkook mendongakkan kepalanya,


Apa benar yang di ucapkan gadis ini? bahwa dia menerimanya menjadi kekasihnya.


Jungkook berdiri, memandang So Hyun dengan senyum lebar, ia mendekat dan mengecup kening So Hyun cukup lama.


"Gomawo So Hyunie." setelahnya, Jungkook langsung memeluk So Hyun dengan erat. Membuat seluruh pasang mata iri dengan pasangan baru ini yang begitu serasi.


Taehyung yang melihat mereka akhirnya tersenyum, perjuangan Jungkook selama mendekati So Hyun akhirnya terbalas.


Taehyung kemudian melirik kearah Jimin yang sedang memandang ke dua pasangan itu yang saling berpelukan.


Menepuk pungung Jimin dan berujar. "Lupakan dia... Kau pasti bisa."


"Mianhae Jimin-ah." batin Taehyung menatap sendu Jimin.


Jimin hanya tersenyum kecil, hatinya perih harus menerima kenyataan yang ada di depan matanya, boleh'kah Jimin menangis hari ini? Jika ia, ingin sekali Jimin menangis sekuat mungkin.


Ia memegangi Dadanya yang terasa sesak, untuk membalas ucapan Taehyung saja dia tidak sanggup, apa lagi harus merelakan orang yang di cintainya sekaligus cinta pertama dirinya.


Jika diingat-ingat, sudah banyak wanita yang di kencani oleh Jimin, tapi, tidak ada satu pun dari wanita itu yang bisa menetap di hatinya, dis menganggap semuanya hanya untuk pelariannya saja.


Dan sekarang, hatinya sudah terisi satu nama, hanya gadis itu, Kim So Hyun, yang selalu membuat dadanya bergemuruh hanya sekedar memandang wajahnya. Tapi takdir berkata lain, gadis yang di cintainya harus bersama orang lain, walau orang itu bukan yang di cintainya.

__ADS_1


***


So Hyun memandangi pemuda berkulit pucat yang sedang berbaring lemah di atas kasur ruang kesehatan. Baru beberapa menit yang lalu ia bertemu dengan teman pemuda itu untuk menjaganya sebentar.


Awalnya ia sempat menolak, tapi mendengar alasan temannya membuatnya tak tega untuk tidak menuruti. Dan di sini lah So Hyun sekarang, di ruang kesehatan, di mana pemuda itu sedang berbaring tak berdaya.


Kakinya semakin bergerak untuk mendekat kearah Yoongi, menelisik bagian wajahnya yang bertambah pucat, maniknya terus bergerak ke bawah untuk melihat perban yang ada di tangan pemuda itu.


So Hyun memejamkan matanya, hatinya sakit melihat pemuda itu terbaring tak berdaya.


"Mengapa menyakiti dirimu sendiri Oppa." lirihnya.


Tangan So Hyun perlahan ingin menyetuh luka di tangan Yoongi. Namun, gerakkan tangan itu terhenti di udara, ia menarik kembali tangannya.


Apa semua ini kesalahannya?


Mengapa bisa pemuda itu melakukan semuanya. So Hyun sekali lagi memejamkan matanya selama lima detik, menahan air matanya yang akan keluar, rasa sakit di hatinya samakin mencekram dadanya.


So Hyun memundurkan badannya dan berbalik untuk pergi dari ruangan itu, ia tidak bisa lama-lama disini. So Hyun juga tidak mau menampakan dirinya di hadapan Yoongi. Tapi sebelum langkahnya menjauh tangannya sudah di raih oleh Yoongi.


"Jangan pergi." Yoongi berhasil menahan lengan So Hyun.


Dia bangun dari tidurnya. Ralat! Sedari tadi Yoongi tidak tidur, ia mendengar semua percakapan antara So Hyun dan Nomjoon.


Yoongi membiarkan So Hyun memasuki ruangannya, membiarkan gadis itu untuk melihatnya, ia juga yakin jika So Hyun sangat mengkhawatirkannya.


Yoongi berdiri, melingkarkan kedua tangannya di perut Sohyun, ia memeluk gadis itu dari belakang. So Hyun membeku dengan perlakuan Yoongi kali ini, jantungnya kembali berdegup tak normal. Sentuhan tangan Yoongi mampu membuatnya terbuai lagi. So Hyun dapat merasakan bahunya berat, pemuda itu menyandarkan dagunya di bahunya.


"Jangan lakukan ini Sohyun. Mari kita selesaikan semuanya dengan baik-baik. Aku mohon... Jangan pergi dari ku, apa yang harus ku lakukan tanpamu." suara Yoongi bergetar, ia semakin erat memeluk gadisnya.


So Hyun menggigit bagian dalam bibirnya, Hatinya terus berdenyut nyeri.


"Ini salah Sunbae. Aku sekarang kekasih Jungkook. Kumohon... Lupakan semua dan juga aku." So Hyun melepaskan pelukan Yoongi, tanpa membalikan badannya ia melangakah pergi, sebelum ia sempat membuka pintu, suara Yoongi menghentikannya.

__ADS_1


"Apa kau mencintainya?"


Terdiam beberapa detik, Sohyun akhirnya bersuara. "Ya."


Blam!


Pintu tertutup menyisakan Yoongi di dalam ruangan itu sendiri. Ia tersenyum kecil, matanya sudah memerah dan air mata itu siap untuk keluar.


"Kenapa? Kenapa So Hyun."


Yoongi menundukan kepalanya, ia menangis dalam diam, kenapa untuk meraih gadis itu begitu sulit, apa salahnya jika gadis itu harus membalas perasaannya.


Dalam tangisnya, ia terseyum kecut. mengingat kembali perkataan gadis itu yang menyuruh ia menjadi kekasih sahabatnya.


"Apa aku harus melakukannya So Hyun? Biar kau merasa bahagia?"


Sebenarnya So Hyun belum beranjak pergi dari ruangan tersebut. Ia berdiri menyenderkan tubuhnya di balik pintu ruangan itu, Sohyun menutup mulutnya sembari menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan isakan yang akan keluar.


Hatinya sakit, harus mendengar perkataan Yoongi, semua tidak bisa ia tolak, yang di katakan Yoongi harus segera di lakukan, biar masalah semuanya selesai.


"Kau harus melakukannya." gumamnya,


Setelahnya, So Hyun melangkah pergi dari ruangan itu.


Yoongi menegakkan kepalanya, bola mata yang memerahnya menatap langit-langit kamar, membiarkan air matanya terus mengalir di kedua mata indahnya.


Yoongi tertawa. "Apa aku begitu menyedihkan?" tanyanya kepada diri sendiri


***


(To be continue)


__ADS_1


__ADS_2