RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 22


__ADS_3

Tidak selamanya kita akan mempertahankan sebuah 'cinta'. Cinta dalam sepihak sangat menyakitkan. Lebih baik menyerah, daripada terus bertahan tanpa ada nya perubahan.


***


Pletak...


"Aw... Kya!" teriak Jungkook, ia langsung membalikan badannya. "Kau... Apa kau gila?!"


"Itu balasan dariku!" sergak gadis itu dengan menatap tajam kearah nya.


Jungkook memutar bola matanya dengan malas sembari membasihi kedua bibirnya, tangannya berlipat di depan dada.


"Ada apa dengan mu? Bukannya aku sudah bicara jujur waktu itu. Aku tidak tahu apa hubungan mereka." tegas Jungkook menatap kesal gadis yang berada di hadapannya.


"Ck!"


Jungkook memejamkan matanya sesaat. "Ya tuhan. Jika kau sangat penasaran, kenapa tidak kau tanyakan sendiri dengan mereka."


"Jungkook-ah! Apa tidak boleh jika aku penasaran dengan hubungan mereka, aku hanya ingin tahu, kenapa tiba-tiba mereka bisa sedekat itu. Jennie tidak pernah memberitahu ku."


Jungkook menggerakan jari telunjuknya, mendorong dahi Jisoo. "Apa kau menyukai Taehyung-hyung?"


Jisoo terdiam, mencoba untuk merenungkan perkataan Jungkook. Apa benar jika dirinya telah menyukai Taehyung? Sejak kapan?


Jisoo memejamkan matanya sembari menggeleng pelan kepalanya, mencoba untuk mengusir semua pikiran yang terlintas di dalam benaknya. Tidak mungkin ia menyukai Taehyung, ah... itu tidak mungkin, ia hanya penasaran dengan mereka. Mungkin jika ia mengetahui yang sebenarnya, hal ini tidak akan ia pikirkan.


"Kau... jangan asal bicara."


Jungkook menaikan sudut bibir atasnya, menatap Jisoo curiga, "Kau yakin."


"Lupakan. Dimana So Hyun?"  Jisoo mengganti topik pembicaraan mereka.


Jungkook kembali memutar bola matanya dengan malas, Jisoo selalu pandai mengalihkan pembicaraan.


"Dia pergi dengan Taehyung-hyung. Katanya ada hal penting yang ingin dia katakan."


Jisoo menaikan salah satu alisnya, sedikit terkejut dengan apa yang di katakan Jungkook, tapi ia memilih untuk diam.


Jika boleh jujur, sebenarnya ada hal penting yang ingin Jisoo bicarakan dengan So Hyun, tapi ia masih ragu untuk bertanya dengannya. Apa benar berita yang baru saja ia dengar dari temannya, Jisoo ingin sekali memastikan semua berita itu langsung dari So Hyun, jika yang di dengarnya adalah salah.


***


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya pemuda yang memiliki senyum kotak di bibirnya, sedari tadi ia hanya memadang heran gadis yang ada di depannya, tidak ada satu kalimat pun yang gadis itu ucapkan.


Sedangkan gadis itu hanya menampilkan senyum cangguh kepada Taehyung, jari telunjuknya di ketuk di atas meja. Mencoba untuk berpikir, kalimat apa yang tepat untuk membuka pembicaraan mereka.


Oh shit!


Ia mengumpati dirinya. Kenapa keadaan menjadi cangguh begini, ia hanya ingin berbicara dengannya, apa susahnya mengeluarkan kata 'maaf' dari mulutnya.


"Tae-ya." akhirnya gadis itu mengeluarkan suaranya, ia menundukan kepalanya dan melanjutkan kalimatnya. "Maaf."


"Untuk?" tanya Taehyung sembari melipat kedua tangannya di depan dada, punggungnya ia sandarkan di sandaran kursi.


So Hyun menegakkan kepala sembari menghembuskan nafasnya pelan. "Jika aku tahu kau menyukai Jisoo. Tidak mungkin aku akan mendekatkan dia dengan Yoongi-Sunbae."


Taehyung menampilkan senyum kecil. "Itu dulu, sekarang lupakan masalah itu."


"Maksudmu?" tanya Sohyun bingung, "Oh... Atau jangan-jangan kau..."


"Aku sudah tidak menyukainya." Jawab Taehyung dengan santai, ia mengambil ponsel diatas meja, mengetik sesuatu dan mengirim pesan itu kepada seseorang.

__ADS_1


Manik Taehyung kemudian menatap kearah So Hyun yang terdiam, mata So Hyun yang mengerjap lucu membuat Taehyung harus menahan tawanya. Sesuatu yang tidak bisa Taehyung hindari jika So Hyun bertingkah menggemaskan.


"Tidak perlu kau pikirkan. Semua orang pasti bisa melupakan perasaannya sendiri, walaupun pada awalnya sangat sulit, tapi jika kita berusah pasti akan bisa." jelas Taehyung dengan tersenyum lebar.


So Hyun masih tidak bergeming, ucapan dari Taehyung masih belum bisa ia mengerti. Apa secepat itu Taehyung menghilangkan perasaanya dengan Jisoo? bukannya Taehyung sangat mencintainya.


So Hyun masih memandang Taehyung yang sedang tersenyum bahagia, ada perasaan aneh yang menyelimuti dirinya saat melihat wajah cerah Taehyung.


"Maksudmu? Kau tidak menyukai Jisoo lagi?" kali ini So Hyun mencoba untuk bertanya, hanya sekedar memastikan perasaan Taehyung pada sahabatnya.


"Apa aku harus mempertahankan seseorang yang tidak mencintaiku?" Taehyung membalikan pertanyaan, yang membuat So Hyun kembali dalam mode diam.


Taehyung tersenyum samar, "Untuk apa kita mempertahankan seseorang yang tidak mencintai kita. Itu akan menimbulkan rasa sakit hanya untuk diri kita sendiri. Tidak semua laki-laki akan terus mempertahankan cintanya So Hyun. Ada kalanya dia akan menyerah, jika wanita itu tidak peka dengan perasaannya sendiri. Apa lagi jika dia hanya mementingkan orang lain dan tidak mementingkan dirinya sendiri."


So Hyun kembali tersenyum cangguh. Kalimat terakhir yang di ucapkan Taehyung, kenapa sedikit menyindirnya. "Ah... Kau benar."


Taehyung sedikit tersenyum, memilih untuk menyesap coffe lottenya. "Boleh aku bertanya So Hyun?"  meletakkan coffenya dan menatap serius So Hyun.


"Ya."


"Temanku,"


So Hyun menghentikan gerak tangannya yang ingin mengambil gelas coffe, dia menatap Taehyung yang juga sedang menatapnya.


"Dia mencintai seorang wanita, bahkan wanita itu cinta pertama dirinya. Namun, sewaktu hari wanita itu menyuruhnya untuk menjadi kekasih teman wanita itu sendiri." Taehyung menjeda, tangannya berdedekap dada. "Apa menurutmu dia harus melakukannya? Jika iya, apa wanita itu siap untuk kehilangan dan melupakan semua tentang pria itu?"


So hyun menelan ludanya dengan susah payah, bahkan tenggorakannya terasa tercekat, cara memandang Taehyung seolah menuntut jawaban darinya.


So Hyun membuang wajahnya ke lain arah, semua kalimat yang di lontarkan oleh Taehyung seakan menampar dirinya. Kenapa kalimat itu terus menusuk kedalam hatinya, kalimat yang sepertinya memang di tuju untuk dirinya. Sebuah fakta yang tidak bisa ia hindar begitu saja.


Pandangan mata So Hyun seakan menjadi kosong, saat sebuah pertanyaan melintas dalam benak nya.


'Apa Yoongi akan melupakannya begitu saja?'


"Jika kau tidak bisa menjawab, jangan dipaksakan. Aku cuman sekedar memintak solusi darimu. Jangan di pikirkan, oke."


So Hyun menoleh, menatap Taehyung dengan senyum miris. Benar, untuk apa ia memikirkan nya, belum tentu Taehyung menyindirnya bukan.


"Dimana Jungkook?" tanya Taehyung, ia kembali bersuara untuk membuang suasana hening yang beberapa menit yang lalu mencekam mereka.


"Dia sudah ada janji dengan Jimin, sepertinya dia tidak bisa menjemputku. Kau harus mengantarku pulang." celetuk So Hyun, ia melirik ke arah jam di tangannya, sudah satu jam waktu yang mereka habiskan di kafe ini.


"Berdua?" tanya Taehyung dengan curiga.


"Eoh."


"Berdua." ulang Taehyung untuk memastikannya.


"Aish..." Sohyun menatap kesal Taehyung. "Ne... Kata Jungkook, ada yang ingin Jimin katakan dengannya."


Taehyung melebarkan kelopak matanya, tidak mungkin yang ia pikirkan adalah benar.


'Jungkook dalam bahaya.'


Triingg...


Pintu kafe terbuka, seseorang pria memasuki kafe tersebut, bola matanya bergerak untuk mencari seseorang yang akan ia temui. Manik matanya menangkap seseorang yang juga sedang memandangnya.


Taehyung. Dia melambaikan tangannya, menyuruh orang itu untuk segera menghampirinya.


So Hyun yang melihat gerak tangan Taehyung, menoleh kan kepalanya untuk melihat siapa yang di panggil Taehyung.

__ADS_1


DEG!


Jatung nya berdebar, So Hyun kembali menatap Taehyung yang tersenyum, Kenapa pemuda itu bisa ada di sini?


Suara langkah kaki pemuda itu yang semakin dekat, membuat debaran jantung So Hyun semakin cepat, seakan ia sedang ikut lomba meraton.


"Apa ka-kau yang menyuruhnya kesini?" tanya So Hyun sedikit gugup.


"Eoh. Sebelum kau kesini, aku sudah ada janji dengan Yoongi-hyung."


So Hyun membuang wajahnya kesamping, bibir bagian bawahnya di gigit, guna untuk menghindari kecurigaan dari Taehyung.


Taehyung sialan!


"Hyung, sepertinya lain kali saja kita bicarakan hal itu." ujar Taehyung yang sedikit memberi kode dengan Yoongi.


Yoongi yang tidak mengerti hanya menganggukan kepalanya saja.


"Hmm... Bisa kau mengantar So Hyun pulang. Aku lupa jika memiliki janji hari ini." cengir Taehyung, ia berdiri dan mempersilahkan Yoongi untuk duduk di kursinya tadi.


Baru beberapa langkah Taehyung berjalan ia kembali berujar. "Oh So Hyun, permintaan maafmu tidak gratis. Nanti aku akan menghubungi mu lagi. Sampai jumpai." Setelahnya. Taehyung benar-benar pergi. Meninggalkan kedua orang yang saling terdiam, tidak ada dari mereka yang mau memulai berbicara.


'Taehyung brengsek!' batin So Hyun dalam hatinya.


"Lama tidak berjumpa So Hyun."


So Hyun kembali menggit bibir bawahnya, dia merindukan suara ini, sangat merindukan nya. Sosok yang selama ini tidak pernah muncul di hadapannya. Rasa nya ingin sekali So Hyun menangis, perasaan yang berbeda setiap kali ia menatap mata hitam milik Yoongi, perasaan yang terus tumbuh jika ia berada di dekatnya.


"Eoh Sunbae." jawab So Hyun dengan berpura-pura menampilkan senyumnya.


Yoongi meringis, So Hyun telah melupakan nama panggil untuknya.


"Bagaimana hubungan mu dengan..." Yoongi menjeda kalimatnya, ia menghela nafas beratnya. "Jungkook."


"Baik-baik saja." So Hyun langsung mengalihkan pandangannya ke lain arah, menghindari tatapan mata Yoongi yang menusuk hatinya.


"Ah... Syukurlah."


"Bagaimana kabarmu, Sunbae?" tanya So Hyun, ia menekatkan dirinya untuk kembali menatap mata Yoongi.


"Buruk." jawab Yoongi dengan menundukan kepalanya. "Aku... merindukamu, So Hyun-ah."


"Apa Sunbae masih menyukai ku?"


So Hyun menutup mulutnya. Sebuah kalimat pertanyaan yang tak seharusnya ia lontarkan. Kenapa bisa ia mengucapkan kalimat yang tak seharusnya ia inginkan.


So Hyun mengguruki dirinya sendiri, yang tanpa sengaja bertanya hal itu. Ini semua kesalahan Taehyung, yang membuat ia tidak bisa berpikir panjang. Kalimat yang di ucapkan Taehyung terus terbayang di pikirannya.


"Ah... Mak-maksud ku." So Hyun gelagapan, bingung serta otaknya tak dapat berpikir. Ia merasa bodoh sekarang di hadapan Yoongi.


Sedangkan Yoongi, ia menampilkan senyum lebar di bibir kecilnya. "Wae?"


So Hyun hanya diam, perasaan malu lebih mendominasi dirinya.


Tangan Yoongi bergerak untuk menggenggam kedua tangan So Hyun, kedua ibu jari tangannya mengusap lembut punggung tangan So Hyun.


"Ikutlah dengan ku."


***


(To be continue)

__ADS_1



__ADS_2