
Pada akhirnya semua kebohongan akan segera terungkap. Tidak peduli seberapa besar rasa sakit yang harus di terima.
***
Tekan LIKE sebelum membaca!
Sial!
Umpat seorang pemuda yang sedang fokus mengendarai mobil. Ia kembali menekan tombol hijau di layar ponsel, berharap seseorang yang akan ia hubungi mengangkat panggilanya.
Lagi-lagi suara operator yang menjawab. Taehyung, ia memukul setir mobilnya, kenapa Jungkook tidak juga mengangkat panggilannya. Sekali lagi, ia mencoba untuk menghubungi Jungkook.
"Angkat Jeon."
Oh shit!
Taehyung menarik paksa earphone yang ada di telinganya, melempar ke sembarang arah, lagi. Ia harus mendengar suara operator yang menjawab. Tidak bisakah Jungkook tidak mengabaikan panggilannya.
Kaki Taehyung bergerak menginjak pedal gas mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi, membunyikan klakson mobilnya, satu persatu ia mendahuli kendaraan beroda empat yang ada di depan nya, berharap jika ia segera sampai di tempat tujuannya.
'Kang club.'
Entah mengapa pikiran Taehyung tertuju ke club Daniel, perasaan nya yang membawa ia kesana. Mungkin karena mereka juga sering berkumpul ke club itu, jadi Taehyung bisa menebak jika Jungkook dan Jimin sedang berada di sana.
Taehyung berharap dalam hati, jika Jimin mengajak Jungkook untuk bertemu, tidak membawa pengaruh buruk terhadap hubungan mereka.
***
Suara musik yang teramat keras mengisi di dalam ruangan, terlebih lagi di hiasi oleh lampu yang berkelap-kelip, di tambah aroma khas di dalam club malam itu.
Jungkook yang baru saja tiba melangkahkan kakinya menuju ke salah satu meja bar, tanpa mencari-cari dimana seseorang yang akan ia temui, karena ia sudah paham di mana tempat mereka jika sedang berkumpul.
Tidak menunggu waktu lama, Jungkook langsung mendudukan dirinya di samping pria yang sedang sibuk menyesap wine nya. Tangan Jungkook mengambil sebotol wine dan menuangkannya di dalam gelas mini, ia ikut menyesap minuman pekat itu.
"Kupikir kau tidak akan datang." tanpa menoleh, pria itu berujar, mengetahui keberadaan Jungkook yang tepat berada di sebelahnya.
Jungkook menampilkan senyum kecil, walaupun pria itu tidak dapat melihatnya, ia tetap akan tersenyum, sebab ia sangat menghargai pria ini.
"Apa yang ingin Hyung bicarakan?" Jungkook langsung saja bertanya perihal pria itu yang menyuruhnya datang kemari. Ia sudah merelakan waktunya untuk tidak menjemput kekasihnya demi menemui pria yang di panggil Hyung itu.
"Apa kau sangat penasaran?" tanya Jimin, dia kembali menyesap wine.
"Hyung!" Jungkook mengerang, merubah posisi duduknya menghadap kearah Jimin, memandangnya dengan tatapan menusuk. Seolah ia menyuruh Jimin untuk segera mengatakan, apa yang ingin dia bicarakan, dengan begitu ia bisa cepat pergi dari tempat ini.
Jimin tertawa kecil, semudah itu memancing emosi Jungkook untuk keluar, ia menoleh, memandang Jungkook yang menatapnya dengan tajam, ia menaikan sudut bibir atasnya sembari bersuara.
"So Hyun..."
***
Sekali-kali So Hyun melirik kearah pria di sampingnya, melihat pria Min yang sedang menampilkan senyum nya sedari tadi. So Hyun mencoba untuk berpikir, kenapa pria itu terus memperlihatkan senyum manis yang dapat membuat debaran jantungnya semakin cepat.
So Hyun merenungi dirinya, akhir-akhir ini ada yang salah dengan dirinya. Kenapa ia bisa menyukai dua orang pria sekaligus. So Hyun sudah menyakini dirinya, bahwa ia cuman menyukai Yoongi. Tapi kenapa, semenjak kehadiran Jimin dalam hidupnya mampu membuat ia tidak bisa memilih yang mana yang sebenarnya ia sukai.
Yoongi dan Jimin, dua makhluk tampan ciptaan tuhan yang telah mengusik hatinya. Kenapa di saat ia bersama dengan mereka, perasaan yang selalu sama untuk kedua nya selalu menyelimuti hatinya. Ia tidak bisa mengelak pesona dari mereka.
Bersama dengan Yoongi, ia merasa beban di dalam dirinya hilang, perasaan yang terus tubuh jika berada di dekatnya terus memuncak. Rasa nyaman, dan ke hangatan yang di berikan oleh Yoongi mampu membuat ia merasa bahagia. Sehari saja jika tidak melihat wajah dingin Yoongi, membuat ia sangat merindukan pria itu, jujur saja, ia sangat menginginkan Yoongi untuk selalu bersama dengan nya.
Tapi jika ia bersama dengan Jimin, ada sesuatu yang tidak bisa ia hindari. Kebaikan dan rasa peduli yang di berikan oleh pria itu yang mampu membuat hatinya menghangat, entah apa sebabnya, ia merasa mendapatkan perhatian lebih dari Jimin. Sentuhan dari tangan lembut Jimin sama dengan Yoongi, yang mampu membuat ia merasa terbuai.
So Hyun menggeleng kecil, ia harus ingat statusnya sekarang yang notebane sebagai kekasih Jungkook. Ia harus menghargai, tidak boleh egois, dirinya harus bisa memilih, siapa yang paling di sukai.
So Hyun juga sudah mencoba untuk belajar menerima Jungkook di hatinya. Tapi, ia selalu gagal untuk membuat dirinya menyukai Jungkook.
So Hyun sangat menyayangi Jungkook, sangat menyayanginya, namun bukan sebagai seorang kekasih, melainkan sebagai seorang sahabat yang selama ini selalu menemaninya.
__ADS_1
Haruskah ia mengakhiri hubungan nya dengan Jungkook?
So Hyun memejamkan matanya sesaat, menghembuskan nafasnya pelan. Ia melihat lagi ke arah Yoongi, mendesah pasrah, masih tetap sama. Diabaikan. Seolah keberadaannya tidak di anggap Yoongi.
So Hyun berdiri, berpindah posisi menjadi di hadapan pemuda itu, ia berkacak pinggang, memandang sengit dengan Yoongi.
"Jangan menghalangi pandangan ku."
So Hyun membuka mulutnya cukup lebar. Kemudian, mendengus kesal, tangannya ia lipat di depan dada, ucapan dari Yoongi seakan menyindirnya untuk pergi.
"Arraseo! Aku akan pergi." baru satu langkah So Hyun berjalan, dengan sigap tangan Yoongi manarik pergelangan tangan So Hyun. Membawa gadis itu untuk kembali duduk di sampingnya.
"Duduk dan diam."
perintah dari Yoongi yang mampu membuat So Hyun mendengus kembali, kakinya ia hentakan pertanda jika dirinya teramat kesal dengan pria yang telah membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa jika berada di dekatnya.
"Kenapa Sunbae membawa ku ke tempat ini, lagi?" tanya So Hyun yang sudah meredahkan kekesalannya.
"Hanya sekedar mengingatkan mu akan tempat ini." jawab Yoongi tanpa melihat lawan bicaranya.
So Hyun memanyunkan bibirnya. "Aku tidak akan melupakannya."
"Benarkah?" tanya Yoongi. "Bagus kalau begitu. Jadi aku tidak perlu mengingatkannya lagi."
"Hm... Oppa." So Hyun menundukan kepalanya sembari menggigit kecil bibir bawahnya. Akibat ia menyebut Yoongi dengan 'oppa' jatungnya kembali berdebar, rasa gugup mulai datang kembali.
Yoongi yang awalnya di sibukan dengan memandangi keindahan sungai han, menolehkan kepalanya, dahinya berkerut, setelah itu ia tersenyum cukup lebar.
"Iya?"
So Hyun menegakkan kepalanya, menghela nafasnya pelan, sebelum bersuara So Hyun merubah posisinya menghadap lawan bicaranya, menatap Yoongi dengan serius.
"Apa aku harus memutuskan Jungkook?"
"Bukannya kau juga menyukainya?"
Gelengan pelan So Hyun berikan, ia menepis ucapan Yoongi. "Ani..." Menjeda ucapannya sebentar, dengan ragu-ragu ia kembali bersuara. "Aku menyukai orang lain."
"Siapa yang kau sukai?" tanya Yoongi dengan cepat. Ia menatap dalam-dalam kedua bola mata hitam milik So Hyun.
So Hyun memejamkan matanya, gelengan pelan kembali ia berikan. "Molla..."
"Jangan bercanda So Hyun."
So Hyun menatap manik cokelat milik Yoongi dengan sendu. "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan. Tapi, semenjak bersama dengan mu, aku merasa nyaman, jatungku terus berdebar semakin cepat------ begitu pun saat aku bersama dengan------ Jimin..." So Hyun menjeda kalimatnya. "Kenapa kalian selalu membuatku merasa sulit."
Yoongi menarik tangan So Hyun, membawanya ke dalam pelukannya, mengusap lembut surai panjang milik So Hyun. "Apa sekarang kau mengakui perasaan mu padaku, hm?" tanya Yoongi dengan sedikit menggoda, ia hanya ingin menghibur gadis ini.
"Biar ku jelaskan." Yoongi kembali bersuara. "Kau hanya menyukai ku. Tidak untuk Jimin atau pun Jungkook."
So Hyun ikut membalas pelukan Yoongi. "Apa sekarang aku berselingkuh dari Jungkook?"
Yoongi tersenyum. "Jika kau ingin, aku akan merebutmu sekarang juga."
So Hyun juga tersenyum, rasa hangat dari pelukan Yoongi menenangkan hatinya. Tetapi, dengan cepat senyum di bibir mungil So Hyun memudar. "Jangan lupakan janjimu."
Yoongi melonggarkan pelukannya, menarik diri untuk melihat wajah cantik So Hyun. "Bukannya aku sudah menepati janjiku."
So Hyun menaikan sebelah alisnya.
"Aku telah memenangkan pertandingan itu."
"Satu lagi."
Yoongi mendesah pasrah. "Aku tidak bisa..." menggantungkan kalimatnya dan tersenyum. "Aku hanya bisa mencintai satu wanita yang ada di hadapanku. Kim so Hyun. Hanya dia yang aku cintai."
__ADS_1
So Hyun membuang wajah ke samping, perkataan Yoongi membuat seluruh wajahnya merona, bahkan telinganya juga ikut memerah. Deberan jatungnya juga semakin meningkat, oh... Rasanya ingin sekali So Hyun berteriak di depan wajah Yoongi. Setiap kalimat yang di lontarkan oleh Yoongi membuat ia tidak bisa berkutik sama sekali.
"Lihat aku." Yoongi menangkup kedua pipi So Hyun, mengusapnya dengan lembut, senyum manis selalu terbit di bibir tipis Yoongi.
"Apa yang aku katakan adalah benar. Aku tidak bisa menerima wanita lain di hatiku. Cuman kau yang bisa membuat ku merasa bahagia. Dan aku sangat-sangat----- mencintaimu So Hyun."
So Hyun bersumpah, ia ingin memukul wajah Yoongi sekarang juga. Sudah cukup perkataan Yoongi tadi yang membuat nya seakan ingin terbang. Dan sekarang, So Hyun tidak tahu apa yang ia rasakan. Senang, bahagia, bahkan sedih semua bercampur menjadi satu.
So Hyun bangkit dari duduknya, berjalan beberapa langkah ke depan, tangannya mengibas-ngibas di depan wajah, untuk membuang hawa panas di bagian wajah nya saat ini. Kedua pipi Sohyun memerah, hampir seperti tomat, yang berutung cahaya lampu tidak begitu terang. Dan yang lebih mengejutkan lagi, tubuh So Hyun menegang. Dua buah tangan dengan bebas melingkar di perut rampingnya. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Yoongi yang sedang memeluknya dari belakang.
Yoongi menyandarkan dagunya di pundak So Hyun. "Ada apa?" tanya Yoongi dengan nada serak.
Ya tuhan. Apa Yoongi sedang mengujinya saat ini. So Hyun menggigit kuat-kuat bibir bawahnya, menahan gejolak di dalam tubuh. Yoongi dengan sengaja menghembuskan nafasnya dileher jenjang So Hyun, yang membuat gadis itu semakin menegang.
"Op-oppa." So Hyun gugup, perlakuan Yoongi membuat ia ke hilangan fokusnya.
Yoongi membalikan tubuh So Hyun untuk menghadap ke arahnya. Mata keduanya kembali bertemu, memandang satu sama lain.
"Apa oppa bisa membuatku menyukai
mu saja?" tanya So Hyun dengan nada memohon.
"Tentu. Bukan hanya menyukai ku, aku akan membuat kau juga mencintai ku." dengan perasaan sangat yakin Yoongi berucap.
Yoongi tidak pernah bermain-main dengan perkataannya, apapun yang sudah menjadi milik nya tidak bisa seseorang pun yang mengambil. Termasuk Jimin dan Jungkook. Ia akan membuat So Hyun menjadi milik nya.
"Kalau begitu bisa oppa melepaskan ku." pinta So Hyun, ia mulai merasa risih berada terlalu dekat dengan Yoongi sekarang, karena jatungnya tidak dalam kondisi sehat, debaran jantungnya tidak bisa di kendalikan sekarang.
"Kenapa? Aku menyukainya." jawab Yoongi dengan santai. Membuat So Hyun memberikan sorot mata tajam. Yoongi hanya terkekeh melihatnya. Gadis itu begitu menggemaskan menurutnya.
So Hyun mendorong pelan dada Yoongi. Dengan begitu kedua tangan Yoongi terlepas dipinggang ramping So Hyun.
So Hyun melangkah mundur untuk memberi jarak bagi mereka.
"Apa lagi?" tanya Yoongi yang melihat raut wajah murung So Hyun.
"Jangan lupakan status ku sebagai kekasih Jungkook."
"Dan aku selingkuhan mu." jawab Yoongi dengan serius.
So Hyun menganga, kemudian ia tertawa kecil. "Kya oppa! Aku bahkan belum menyukai mu sepenuhnya."
Yoongi melangkah, kemudian menarik pinggang So Hyun untuk mendekat dengan nya. "Jangan mempermainkan ku, Kim So Hyun."
So Hyun menelan ludanya. "Mwo? Ak-aku tidak mempermainkan mu."
"Kya!!" teriak So Hyun, saat melihat Yoongi mulai mendekatkan wajahnya.
"Kau yang memulai."
So Hyun melipat kedua bibirnya ke dalam, saat melihat pergerakan mata Yoongi yang menatap bibirnya.
Yoongi dengan sengaja membasahi bibirnya sembari terus memandangi bibir So Hyun. Kemudian ia kembali menatap mata So Hyun dengan tajam, setelah itu ia memberikan senyum manisnya.
"Kau tahu. Aku tidak masalah menjadi selingkuhan mu. Yang terpenting, kau selalu bersama dengan ku itu sudah cukup membuat ku merasa bahagia." Yoongi terdiam, ia masih setiap menatap So Hyun yang juga sedang menatapnya.
Yoongi melanjutkan lagi kalimatnya yang membuat So Hyun lagi-lagi harus merasakan debaran berkali lipat pada jantungnya.
"Kau adalah satu-satunya yang harus ku miliki, aku tidak peduli seberapa sulitnya untuk ku mendapatkanmu. Jika kau telah menjadi milikku. Tidak ada satu orang pun yang bisa merebut mu dariku. Karena aku---- tidak akan melepaskan mu begitu saja."
***
(To be continue)
__ADS_1