RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 06


__ADS_3

'I'm falling like you'


"Unknown"


***


Sohyun tak berhenti mengganti siaran televisi. Sekali-kali ia menggelengkan kepalanya pelan untuk menolak siaran yang tidak Ia sukai, dia terus menekan tombol remote televisi, mendengus kesal, karena tidak ada acara yang menarik perhatiannya. Ia melempar remote itu ke sembarang tempat.


Membosankan...


Satu kata itu yang membuat ia merasa bosan di dalam apartement sendirian.


Ayah dan Ibu nya?


mereka tidak tinggal di korea, karena bisnis sang ayah yang berkembang pesat mereka memutuskan untuk tinggal di luar negeri dan meninggal kan anak satu-satunya di korea.


Tapi, semua itu bukan keinginan orangtuanya, melainkan Sohyun sendiri lah yang memutuskan untuk tetap tinggal di korea. Sebulan sekali orang tuannya akan mengujunginya.


Sohyun sering menyuruh Jisoo ataupun Jennie untuk menginap di apartementnya. Tapi kali ini ia tidak bisa menyuruh mereka untuk menginap. Orang tua Sohyun juga telah mengenal baik dengan Jisoo dan Jennie jadi mereka mempercayain anaknya dengan sahabatnya.


Pergi keluar? Ah... Sepertinya tidak mengingat suhu malam ini yang tidak mendukungnya untuk jalan-jalan di luar apartement. Merentangkan keduan tangannya menyandarkan tubuhnya di sofa entah apa yang iya pikirkan sekarang.


Ting...Tong


Manik bulatnya melirik ke arah pintu, siapa yang bertamu malam-malam ke apartementnya? Apa mungkin Jisoo atau Jennie? Dengan malas ia berdiri berjalan menuju pintu.


Ceklek


Pintu terbuka menampakan seorang pemuda dengan memegangi sebuah koper besar, ia tersenyum lebar sampai kedua mata sipitnya tidak terlihat. Sohyun yang bingung menaikan satu alisnya melihat pemuda itu.


"Annyeong."


bukan pemuda itu yang menyapa, melainkan gadis cantik yang berdiri tepat di samping pemuda itu. Manik sohyun menatap gadis yang berdiri dengan senyum manisnya, hal ini menambah daftar kebingungan Sohyun.


"Apa kau hanya menyuruh kami berdiri disini sampai membeku?"


"Eoh... Yak kenapa kau kemari? Dan siapa gadis ini?" sentak Sohyun setengah berteriak yang membuat gadis yang ada di depannya terkekeh melihat tingkah Sohyun.


"Izin'kah kami masuk Nona diluar sangat dingin."


"Park Jimin!" teriak Sohyun yang melihat Jimin menerobos masuk tanpa persetujuan darinya.


Jimin mengabaikan terikan Sohyun yang sudah menjadi makanan sehari-harinya. Jimin dengan terus berjalan menuju kesebuah ruangan yang masih menyeret koper besar, Mendudukan dirinya di atas sofa.


"Ah... Lelahnya," ujarnya dengan merentangkan kedua tangannya. Ia mencoba memejamkan kedua matanya, tapi lagi-lagi teriakan dari Sohyun mengganggu kosentrasinya untuk terlelap.


"Jimin!"


Sohyun menghampiri Jimin yang asik bersantai di ruangannya


Pletak...


Satu jitakan berhasil mengenai dahinya. Sohyun berdiri dihadapan Jimin dengan melipat kedua tangannya.


"Aw... Yak! Aish."


"Je.las.kan." titah Sohyun yang menatap tajam ke arah Jimin.


Seakan melupakan gadis cantik yang berdiri tak jauh dari mereka. Gadis itu hanya terkekeh melihat sang kakak di perlakukan seperti itu. Kejam bukan? Menurut nya ini sangat mengasikan ia tidak pernah melihat kakaknya bertingkah seperti ini.


"Oppa." panggilnya yang menghampiri keduan orang itu yang saling melempar sorot mata tajam.


"Dia ini adikku." tunjuk Jimin ke gadis yang sudah berdiri di samping Sohyun.


"Park Chae Young iminida, kau boleh memanggilku Rose." sapanya yang tak lupa dengan membungkukan badannya.


"Sohyun~ie." Jimin mengubah nada suaranya dengan lembut.


"Bolehkah adikku sementara tinggal bersama denganmu? Kau tau kan Taehyung dengan Jungkook sering menginap di apartementku. Aku tidak mungkin membawa dia tinggal denganku sementara dua orang itu selalu mengganggu."


"Dan sekarang mereka ada di apartementku." sambungnya lagi


Sohyun memejamkan kedua mata nya. Ia Melirik ke arah Rose, tidak mungkin ia menolaknya, melihat raut wajah Rose yang tanpa memohon kepadanya. Menerimanya mungkin lebih baik mengingat ia juga tinggal sendirian di apartement yang besar.


"Baiklah."

__ADS_1


***


"Ke mana Jimin hyung?" ucap Jungkook yang baru saja tiba di apartement Jimin, ia hanya melihat Taehyung yang sedang bermain games. Jungkook segera menghampiri Taehyung, mendudukan dirinya di samping pemuda itu yang asik bermain.


Bugh...


Jungkook memukul lengan Taehyung yang tidak menjawab pertanyaan nya. Ia merebut stik PS yang ada di tangan Taehyung dan melanjutkan gamesnya.


"Yak! Apa kau gila?" teriaknya tepat di telinga Jungkook.


"Hyung yang gila, aku bertanya ke mana Jimin-Hyung?"


"Ck! Aku tidak tau, dia menyuruhku untuk ke apartement nya. Kembalikan Stik PS ku?" pinta Tehyung yang merebut Stick PS nya kembali.


"Dan Hyung menyuruhku datang kemari hanya untuk menemanimu?"


"Eoh..."


"Aishh... Gara- gara kau aku kalah." Taehyung membanting stick PS nya.


Jungkook tidak menggubris ucapan Taehyung dan memilih untuk memainkan ponselnya.


***


Kring...


Kring...


Suara jam beker mengusik tidur gadis cantik yang masih terlelap dengan tidurnya. Dengan mata yang masih terpejam ia meraba-raba meja untuk mencari bunyi yang menggangu tidurnya.


Brakk...


Ia membating jam beker ke sayangan. Tidak peduli bahwa ia harus membelinya lagi. Ia melanjutkan lagi tidurnya yang sempat tertunda.


"Ommo."


Rose yang baru memasuki kamar Sohyun terkejut melihat jam beker yang tergeletak tepat di hadapannya.


"Sohyun bangun... Oppa ku sudah menunggumu di luar."


"Oppa ku bilang, jadwal kalian masuk hari ini pagi." mendengar ucapan itu Sohyun langsung bangun dari tidurnya.


Mencari-cari ponselnya dan melihat jam di layar ponsel. Matanya membulat sempurna. Shit! ia menepuk jidatnya dan segera berdiri menuju ke kamar mandi. Rose hanya mengeleng-gelengkan kepala nya melihat Sohyun seperti anak kecil.


;


;


"Apa dia sudah bangun?" tanya Jimin yang melihat adiknya baru saja keluar dari kamar Sohyun.


"Eoh... Dia begitu lucu oppa."


"Ck! Apanya yang lucu. Kau belum mengetahui sifat yang sebenarnya." cibir Jimin.


"Tapi kau menyu-"


"Jimin palli." teriak Sohyun melewati mereka.


Sohyun mengambil sepatunya, memasang nya secara cepat dan langsung pergi ke luar menunggu Jimin di depan mobilnya.


Jimin yang masih belum sadar atas tingkah Sohyun segera pergi menyusul nya.


"Cepat buka pintu mobilnya." pinta Sohyun yang sibuk mengikat rambutnya memperlihatkan leher putihnya.


Jimin menegak ludahnya melihat penampilan Sohyun yang menurutnya sangat 'cantik'. Mengenakan baju yang menampak kedua bahunya serta rok pendek sebatas lutut dan tidak lupa dengan makeup tipis yang menambah kesan sempurna di mata Park Jimin.


Wajar bahwa Sohyun menjadi primadona di kampus hanyang.


"Jimin~ie kau mendengarku?" Sohyun menjetikan jarinya tepat di depan wajah Jimin.


"Eoh..." Sadar bahwa Sohyun berdiri di depannya, ia bergegas pergi menuju mobilnya menggurutukin diri nya sendiri yang sempat terpesona dengan penampilan Sohyun.


"Kau bodoh Park Jimin." makinya dalam hati


Tanpa mereka sadari Rose sedari tadi memperhatikannya, ia tersenyum senang.

__ADS_1


"Aku yakin oppa menyukainya." gumamnya dan kembali memasukin apartement milik Sohyun.


***


Setiba nya mereka di kampus Jimin segera memparkirkan mobilnya. Ia Melihat Sohyun yang tergesah-gesah melepaskan seatbeltnya hanya menggelengkan kepala. Sohyun langsung keluar dari mobil begitupun dengan Jimin


"Hyung."


Jimin menghetikan langkahnya, ia membalikan badanya mendapatkan Taehyung dengan Jungkook sedang menghampirinya.


"Sohyun~ie... Kau sangat cantik hari ini." goda Taehyung dengan menaik-turunkan ke dua alisnya.


Sohyun yang sempat menolah segera melanjutkan jalannya, menurutnya ucapan Taehyung hanyalah sebuah candaan semata. Tapi tidak dengan gadis-gadis lainnya mereka akan berteriak histeris mendengar godaan Taehyung.


Sesampainya Sohyun di depan pintu ruangan. Pandangannya mengarah keseluruh ruangan itu. Sepi, hanya ada beberapa orang yang tengah asik mengobrol.


Bukannya jadwal nya pagi? Apa kelasnya telah selesai?


"Sohyun~ie," manik Sohyun menatap kearah Jennie yang sedang menghampirinya.


"Apa kelas sudah selesai, Jennie?"


Jennie menaikan ke dua alisnya. "Kau tidak tahu? Hari ini semua dosen sedang mengadakan rapat. Jadi untuk dua jam ke depan kelas kita hari ini kosong."


"Mwo! Kenapa kau tidak memberi tahuku? Dan di mana Jisoo?"


"Kupikir Taehyung sudah memberitahumu. Setelah mendengar dosen rapat Jisoo langsung pergi. Aku tidak tahu kemana dia."


Tunggu?


Pergi?


Tidak biasanya Jisoo meninggalkannya. Biasanya mereka akan berkumpul setelah itu baru mereka pergi bersama.


Apa mungkin?


Sohyun segera pergi menuju ke lapangan basket. Sebelum menuju kelapangan ia sempatkan menghampiri tiga pemuda yang membuatnya kesal.


Bugh...


Sohyun menendang kaki Taehyung. "Kenapa kau tidak memberitahu ku kalau dosen hari ini rapat? Hah!" maki sohyun, murka.


"Aww... Ku pikir kau sudah tahu." ringis Taehyung memegangi kakinya. Taehyung Sempat melirik kearah Jimin dan Jungkook yang sedang menahan tawa mereka.


Sohyun memutar bola matanya malas ia memilih untuk melanjutkan langkahnya.


"Mau kemana?"


"Lapangan." jawabanya tanpa membalikan badannya.


Merekapun mengikuti langkah Sohyun menuju lapangan. Sohyun yang sempat melirik ke arah mereka hanya mendengus kesal.


Manik bulat sohyun menatap dua orang yang sedang asik bermain basket. Sepertinya dugaan nya benar, Jisoo dan Yoongi sedang bermain bersama. Ia tersenyum kecil, tidak mungkin ia akan menghampiri mereka. Sohyun memutar tubuh nya ingin pergi, tapi suara yang ia kenal menghentikan gerakannya.


"Sohyun~ie." Jisoo menghampiri Sohyun dan memeluknya


"Gomawo." ucap Jisoo yang tidak di mengerti oleh Sohyun


"Untuk?"


"Berkat aku memberikan nomor teleponmu, Yoongi-sunbae mau mengajariku bermain basket."


.


.


"Hyung.. Apa kau sedang berkencan dengan Jisoo?" bisik Jungkook yang langsung mendapatkan lemparan bola basket dari Yoongi.


"Sunbae, maukah kau mengajari Sohyun bermain basket juga?" tanya Jisoo yang telah bergabung dengan mereka. Bukan hanya Sohyun yang terkejut. Jimin Taehyung dan Jungkook juga terkejut mendengar ucapan Jisoo


"Biar aku yang mengajarinya." Jungkook langsung menarik tangan Sohyun menuju kearah yang berbeda dengan mereka. Yoongi tersenyum masam, pergerakannya kalah cepat dengan Jungkook.


***


(To be continue)

__ADS_1


__ADS_2