RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 20


__ADS_3

'Mencintai seseorang memang sulit di lakukan. Jika memang kita sangat mencintainya, pertahankan dan perjuangkan. Sebab cinta tak mengenal lelah.'


happy reading


***


"Apa So Hyun dan Hyung saling menyukai?"


Yoongi membulatkan bola matanya . "K-kau..." lidanya keluh, dia tidak dapat melanjutkan lagi ucapannya, Yoongi merasa tersudutkan saat ini.


"Hahah..." Yoongi mencoba untuk tertawa walau terkesan hambar. "Ap yang kau bic-"


"Jadi benar, sejak kapan?" sela Taehyung dengan cepat.


Yoongi terdiam, bola matanya ia edarkan, untuk mencari objek yang ingin ia lihat, ia tidak ingin menatap mata Taehyung yang menuntut penjelasan darinya.


"Sejak kapan Hyung?"


Yoongi memejamkan mata nya sesaat, kemudian membuka kembali kedua matanya dan memandang Taehyung dengan tatapan sendu. "Apa aku begitu menyedihkan Tae-ya?"


Taehyung terteguh, melihat perubahan raut wajah Yoongi. Ia bersumpah, baru kali ini melihat Yoongi begitu menyedihkan.


"Hyung..." Taehyung membasahi kedua bibirnya, "Kenapa kau merelakannya? Maksudku, apa kau akan baik-baik saja melihat mereka?"


Yoongi menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, lalu senyum kecilnya. "Apa aku kelihatan baik-baik saja?" Ia menjeda sebentar kalimatnya. Mata Yoongi kembali menatap Taehyung. "Aku ingin merebutnya, tapi... apa kau tahu, apa yang dia inginkan?"


Taehyung memilih untuk diam, ia hanya ingin mendengar, kalimat apa yang akan Yoongi ucapkan selanjutnya.


"Dia ingin aku menjadi kekasih Jisoo dan menghilangkan perasaanku terhadapnya. Apa dengan begitu aku akan baik-baik saja?"


Taehyung terteguh untuk kedua kalinya, ia menelan ludanya dengan susah payah, matanya mendelik dengan sempurna. untuk menjawab ucapan Yoongi saja ia tidak bisa. Taehyung memandang dalam-dalam manik bulat Yoongi, jelas terlihat, banyak kesedihan di dalam matanya.


Taehyung mencoba untuk berpikir, cara apa yang bisa ia lakukan untuk membantunya. Melihat raut wajah menyedihkan dari Yoongi membuat hati kecilnya merasa iba.


Haruskah ia membantu mempersatukan mereka?


***


"Jisoo-ya, kita sud- aiigoo... Dia sama seperti Sohyun."


Jungkook yang melihat wajah damai Jisoo ketika sedang tidur menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenapa setiap wanita yang berada di dalam mobilnya selalu tertidur, apa ini efek mobilnya yang nyaman atau mereka memang kelelahan. Ia jadi teringat dengan kekasihnya ketika tertidur, sama seperti Jisoo.


Jungkook mendekatkan tangannya guna ingin membangunkan Jisoo, tapi, gerak tangannya terhenti, ia mendekatkan tubuhnya, menelisik setiap bagian wajah Jisoo dari samping, kulit wajahnya yang putih, hidung yang mancung, bulu mata yang panjang, Jisoo sangat sempurna jika di lihat dari jarak yang sedekat ini. Kemudian matanya bergerak melihat bibir mungil Jisoo. Jungkook menelan ludanya, jantungnya berdegup diluar batas. Ia cukup tergoda melihat bibir mungil Jisoo, wajar jika Taehyung sangat menyukai gadis ini, Jungkook mengakui bahwa Jisoo benar-benar menggoda.


"Cantik." gumam Jungkook tanpa sadar,


"Aku tahu." Jisoo membuka kelopak matanya, memandang tajam Jungkook yang ada di sampingnya.


"M-mwo?!" sahut Jungkook dengan gugup, ia segera menjauhkan wajahnya.


Jisoo mendengus kesal, sikap Jungkook seperti anak kecil. "Kau pikir aku tidak tahu, jika sedari tadi kau memandangiku terus."


Jungkook menelan ludanya dengan kasar, ia menoleh untuk menatap Jisoo. Bagaimana gadis ini bisa tahu.


"Aku tahu aku cantik." Jisoo mengibaskan rambutnya kebelakang, ia kembali berucap. "Jangan sampai kau tergoda dengan ku. Ingat, kau kekasih Sohyun."

__ADS_1


Jungkook mengumpat dalam hatinya, bagaimana bisa sikap percaya diri Jisoo sangat tinggi. Ia menaikan sudut atas bibirnya, tidak mungkin ia menghianati Sohyun; kekasihnya. Ia sangat mencintai Sohyun. Tidak ada wanita lain di dalam hatinya selain Sohyun, sikap playboy yang selama ini tertanam di dalam diri nya sudah hilang semanjak Sohyun menetap di hatinya.


"Ck! Percaya dirimu tinggi. Cepat keluar." ujar Jungkook dengan sedikit menekan kalimatnya.


Jisoo kembali mendengus. "Arra. Tapi tunggu." Jisoo menahan dirinya agar tidak keluar, ada satu pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Jungkook. Sudah lama ia ingin menanyakan hal ini, tapi keadaan tidak memungkinkan nya untuk pertanyan. Tapi, sekarang, kesempatan tidak akan ia buang. Jisoo ingin memastikan nya.


"Hmm... apa... Taehyung..."


Jungkook menaikan salah satu alisnya, memandang Jisoo bingung, hal apa yang akan ia sampaikan.


"Apa?" tanya Jungkook heran dengan sikap Jisoo.


Dengan menarik nafas dalam-dalam Jisoo berucap. "Apa hubungan Taehyung dengan Jennie?"


Jungkook tersenyum. "Kenapa? Apa kau penasaran?"


"Lupakan." ucap Jisoo dengan kesal, ia segera membuka pintu mobil dan keluar.


"Terima kasih atas tumpangannya."


"Yak Jisoo-ya." panggil Jungkook dengan sedikit kekehan.


Jisoo memutar bola matanya malas. "Ada apa?"


"Aku akan memberitahumu, sebenarnya..." Jungkook menjeda ucapannya, membuat Jisoo sedikit membungkukan badannya, guna ingin mendengar kalimat yang akan Jungkook sampai kan.


"tanyakan sendiri dengan Taehyung-Hyung. Bye..." Jungkook segera melaju mobilnya sembari tertawa cukup keras, yang membuat Jisoo menghentakan kaki nya kesal.


"Yak! Jeon Jungkook!"


***


"Bisakah kau membantuku?"


"Selagi tidak sulit, aku bisa membantumu Hyung." jawab Taehyung dengan santai.


Yoongi tersenyum. "Bisakah kau mengatur pertemuanku dengan Sohyun? Ku mohon."


Taehyung menggigit bagian bawah bibirnya, kenapa harus itu keinginan Yoongi. Apa bisa ia membawa Sohyun untuk menemuinya, Taehyung memandang mata sendu Yoongi. Ya tuhan, ingin rasa nya ia mengumpati Yoongi atau memukul orang itu. Kenapa tatapan memohon sendu yang di berikan Yoongi sangat sulit untum ia hindari.


"Hyung ak-"


"Tidak mungkin aku menemui Sohyun, jika Jungkook selalu berada di dekatnya." sela Yoongi.


Taehyung mengangguk kecil, ia membenarkan perkataan Yoongi. Semenjak mereka berpacaran Jungkook selalu bersikap manja dan tidak mau berjauhan dari Sohyun, Jungkook takut jika kekasihnya di goda dengan pria lain. Jungkook sangat takut hal itu terjadi, makanya ia selalu berada di sisi Sohyun kemanapun kekasihnya pergi, kecuali jika kekasihnya pergi ke toilet, Jungkook akan menyuruh Jisoo untuk menemaninya.


Tapi apakah Sohyun merasa nyaman dengan sikap Jungkook?


"Tapi Hyung-"


"Aku dan Nomjoon telah menyetujui kontrak itu." sela Yoongi kembali.


Taehyung sedikit heran dengan perkataan Yoongi, kontrak? Kontrak apa yang di maksud olehnya.


Taehyung mencoba untuk mengingat-ingat percakapannya tempo hari dengan Nomjoon, setelah ia ingat semuanya, matanya kembali mendelik kemudian mengerjap beberapa kali. Apa benar mereka telah menerima kontrak itu? Menjadi komposer lagu dan produser di negara lain?

__ADS_1


Taehyung tidak bisa membayangkan semua itu. Sangat sulit untuk menolak tawaran yang sangat besar, apalagi semua itu adalah cita-cita mereka. Tidak mungkin mereka akan menolaknya bukan.


Taehyung mengakui kemampuan Yoongi dalam hal menulis lagu sangat bagus, semua karya nya diterima dengan baik di kalangan masyarakat umum, sebuah lagu yang selalu bisa menyetuh hati di setiap yang mendengarnya. Taehyung mengakui semua itu, karena ia telah mendengarkan semua lagu yang di buatnya.


Apalagi dengan Namjoon, yang tak jauh berbeda dengan Yoongi, kemampuan yang sama, yang membuat mereka tidak mungkin untuk berpisah, Namjoon sangat gampang untuk diandalkan oleh Yoongi dalam hal berbahasa; bahasa inggris yang di miliki oleh Namjoon yang selalu menjadi andalan Yoongi ketika mereka berada luar negeri. Bukan Yoongi tidak bisa berbahasa inggris, kemampuannya hanya di bawah rata-rata saja, jadi dia sangat mengandalkan Namjoon soal bahasa.


"Jadi kalian benar akan segera pergi?" tanya Taehyung, ia hanya ingin memastikan langsung dari mulut Yoongi.


"Eoh..."


Taehyung menghela nafas dengan berat. "Jadi ini alasan Hyung ingin bertemu dengan Sohyun? Apa Hyung akan memberitahunya?"


Yoongi menggeleng kecil, "Tidak... aku hanya ingin membuat kenangan bersama dengannya, kau pasti tahu berapa lama kami pergi. Aku tidak mungkin memberitahu nya, karena dia bukan siapa-siapaku."


Taehyung memijat pelipisnya. Kenapa ia merasa jika dirinya juga ikut dalam kesedihan mereka. Ia tidak menyangka percintaan yang sulit untuk di atasi hanya seorang diri. Jungkook yang telah menjadi kekasih Sohyun, Jimin yang ingin merusak segalanya, dan Yoongi, ia membuat dirinya semakin menderita.


Apa yang harus Taehyung lakukan untuk ketiganya? Siapa yang akan ia pilih?


"Aku akan membantu Hyung bertemu dengan Sohyun... Tapi, bisakah Hyung tidak bersikap bodoh seperti ini?"


Yoongi menaikan sebelah alisnya. "Apa maksudmu?"


"Cinta... Apa benar Hyung akan merelakan orang yang Hyung cintai? Cinta memang tak selamanya indah Hyung, cinta butuh perjuangan yang lebih. Jika Hyung benar-benar mencintai Sohyun, seharusnya Hyung mempertahankan nya. Jangan biarkan ia bersama orang lain yang tidak di cintainya..." Taehyung menjeda perkataannya, ia menarik nafas dan membuangnya secara perlahan. Ia kembali melanjutkan kalimatnya.


"Apa Hyung akan bahagia di sana? Tidak Hyung, semua yang akan Hyung kerjakan di sana akan tidak ada hasilnya, kerena pikiran Hyung hanya tertuju dengan Sohyun. Jika jalan satu-satu Hyung harus merebut Sohyun dari Jungkook, lakukan lah. Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya. Yakinkan Sohyun terus, wanita itu butuh di perjuangkan. Aku yakin jika Hyung terus menyakinkan Sohyun, dia akan menerima semuanya..."


Yoongi terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa sekarang. Semua perkataan Taehyung membangkitkan rasa percaya dirinya untuk segera menyakinkan Sohyun, bahwa ia sangat mencintai gadis itu. Taehyung juga benar, apa ia bisa merasa nyama di sana, jika perasaannya masih singgah di sini. Ia harus menyelesaikan semuanya.


"Bagaimana dengan Jungkook dan Jisoo?"


"Cinta memang menyakitkan Hyung. Kita harus bisa menerimanya, Jungkook dan Jisoo pasti akan mengerti. Kalian harus bisa menyakinkan mereka juga."


Yoongi tersenyum lebar. "Kau benar Taehyung-ah, aku harus segera meluruskan semua ini."


Taehyung juga menampilkan senyum kotaknya. "Ini baru Yoongi hyung."


Yoongi tertawa. "Gomawo."


Taehyung mengangguk. "Tapi tunggu dulu." ujar Taehyung, ia menatap penuh selidik dengan Yoongi.


"Namjoon-Hyung belum memberitahuku kemana kalian akan pergi?"


Yoongi mengembangkan senyumnya. "Apa Jimin dan Jungkook juga tahu jika kami akan pergi keluar negeri?"


Taehyung memutar bola matanya malas. "Kami semua tahu Hyung, waktu itu kami sedang berkumpul. Hanya kau yang tak datang."


"Cepat beritahu, kemana kalian akan pergi?" desak Taehyung yang masih penasaran.


"Kau akan terkejut jika mendengarnya." ujar Yoongi yang membuat Taehyung mendengus kesal.


"Hyung..." Rengek Taehyung sembari menggoyang-goyangkan lengan Yoongi.


"Amerika."


\*\*\*

__ADS_1


(To be continue)



__ADS_2