RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 08


__ADS_3

'Bisakah aku mempertahankan semuanya."


***


Ini sudah seminggu gadis Kim itu tidak menampakan dirinya atau lebih tepat menghindar dari pria berkulit pucat yang terus mengusik pikirannya.


Alasannya,


Tentu semenjak kejadian di mana Yoongi mengungkapkan perasaannya. Sohyun memilih untuk menghindar, ia akan lebih memilih memutar langkah jika tanpa sengaja melihat...


Min Yoongi.


Baginya, ini belum waktunya untuk menghadapi pria kulit pucat itu.


Mencari Jungkook, itu solusi lebih baik, karena hanya Jungkok yang menjadi satu-satunya alasan untuk bisa membawanya pergi dari Yoongi.


Bukan karena Sohyun menyukai Jungkook (mungkin belum) tapi, pemuda itu lah yang bisa membuat moodnya kembali. Sohyun sangat menyukai sifat kekanak-kanakan Jungkook, yang menurutnya sangat menggemaskan.


Jungkook yang tak henti-hentinya membuat Sohyun tertawa akan tingkahnya yang lucu membuat mereka semakin hari semakin dekat. Jika ada orang yang melihat mereka, mungkin orang itu akan berpendapat bahwa meraka adalah sepasang kekasih.


'Aku menyukaimu.'


Mengingat kalimat itu, ia mengeleng-gelengkan kepalanya, ini sudah beberapa hari ia mencoba untuk melupakan kalimat itu dipikirannya. Tidak mungkin Yoongi menyukainya ini salah, salah besar.


Bagimana jika Jisoo mengetahui bahwa pengerannya menyukai orang lain dan orang itu adalah Sahabatnya.


Ia menggelengkan lagi kepalanya ini tidak bisa dibiarkan. Ia harus membuat Yoongi menyukai Jisoo bagaimana pun caranya.


Sohyun menghentikan langkahnya, tepat beberapa langkah di hadapannya orang yang ingin ia hindari berdiri tegap menatap nya.


Dan kali ini apa mungkin Sohyun akan menghindarinya lagi?


"Sohyun~ie."


"Yoongi-Sunbae."


Bukan mereka yang saling menyapa, melainkan, seseorang yang berdiri tak jauh dibelakang mereka. Dengan serempak Yoongi dan Sohyun membalikan badannya.


"Kookie."


kali inipun Jungkook berhasil menyelamatkannya untuk menghindar dari Yoongi, tetapi, nyatanya tidak Yoongi tetap menghampirinya dengan Jisoo disebelah.


"Sohyun~ie."


Jisoo merangkul lengan Sohyun dengan senyum lebar. Mungkin saat ini Jisoo sedang bahagia karna hubungan dengan Yoongi berjalan dengan lancar. Tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka, Yoongi menerima semua apa yang di lakukan oleh Jisoo.


Semenjak Yoongi mengungkapkan perasaannya dengan Sohyun. Semenjak itu juga mereka saling dekat. Sohyun yang memilih pergi dari ruangan saat itu dan tidak menjawab perasaan Yoongi, Membuat pria tersebut mengerang tidak terima.


Yoongi ingin sekali mendengar jawaban langsung dari mulut Sohyun, tapi semuanya tidak mudah. Setiap Yoongi melihat Sohyun, Sohyun selalu menghindar, dan terus begitu. Selama Sohyun tidak mencul dihadapan Yoongi. Jisoo lah satu-satunya gadis yang selalu mengikuti kemana Yoongi pergi.


Awalnya, Yoongi sempat tidak menyukai tingkah Jisoo, tapi lama kelamaan Yoongi membuka sedikit ruang untuk Jisoo.


"Kenapa?"


"Ani... Kau kemana saja? Setiap kali aku ingin memintamu untuk bertemu dengan Yoongi-sunbae kenapa kau selalu pergi?" tanya Jisoo yang penasaran dengan perubahan sikap Sohyun.


Yoongi yang mendengar ungkapan Jisoo melirik ke arah Sohyun, ia juga butuh penjelasan dari gadis Kim itu.


"Ak- "


"Nanti kau pulang dengan siapa?"

__ADS_1


Jungkook memotong ucapan Sohyun, Seakan-akan Jungkook tahu apa yang sebenarnya terjadi, ia memilih untuk mengubah topik pembicaraan mereka.


"Jimin yang akan mengantarkan ku, Waeyo?" Sohyun memilih untuk menjawab ucapan Jungkook dari pada harus menjelaskan kenapa ia harus menghindar dari Jisoo. Ia tahu Jisoo seperti apa, Sohyun juga belum memiliki alasan apa untuk membohongi Jisoo saat ini.


"Kau yakin? Apa kau akan menunggunya? Hari ini kami akan latihan untuk persiapan perlombaan minggu depan."


Perlombaan? Sohyun baru ingat bahwa kampus nya yang akan menjadi tuan rumah untuk perlombaan basket antara Universitas nya dengan Universitas yonsei.


Haruskah Sohyun menunggu Jimin?


Jika ia, berarti ia juga akan bertemu dengan Yoongi. Yoongi juga terpilih untuk acara lomba tersebut bukan hanya Yoongi dan Jimin melainkan Jungkook dan Taehyung juga ikut terpilih mewakili Universitasnya.


"Jika kau akan menunggu Jimin-Hyung, berarti kau juga harus menungguku. Oke." rengek jungkook di hadapan sohyun.


"Aigoo... Baiklah aku akan menunggu kalian." jawab Sohyun dengan mencubit pipi Jungkook. Jungkook selalu seperti itu jika bersama dengan Sohyun, sikap kekanak-kanakan menjadi andalanya untuk bisa bersama dengannya. Sikap yang selalu tidak bisa di hindari oleh Sohyun.


"Aku juga ikut menunggu." ucap Jisoo yang dianggukan oleh Sohyun.


"Hyung hari ini kita latihan."


"Hemm." jawab Yoongi yang sempat melirik kearah Sohyun.


"Sohyun-ah... boleh aku bicara denganmu sebentar?" tanya yoongi, kali ini ia harus bisa membawa Sohyun untuk pergi dengannya. Ia butuh penjelasan dari Sohyun.


Sohyun melirik sebentar kearah Jungkook dan Jisoo, dengan sedikit ragu ia berucap. "Baiklah..."


***


"Hai, bantet." Taehyung langsung berlari dan merangkul pundak Jimin, tapi dengan sigap di tepis oleh Jimin.


"Menyingkirlah alien gila!" Jimin melirik Taehyung dengan mata yang tajam. Kali ini Taehyung benar-benar sedang menguji kesabarannya. Ia tau kalau dirinya tidak suka di panggil dengan sebutan 'bantet' menurutnya panggilan itu tidak sesuai dengan keadaan nya, bagi Jimin tubuh nya tidak sebegitu bantet hanya saja tubuhnya lebih pendek dari Taehyung.


Taehyung terkekeh melihat sahabatnya yang mudah emosi. Ia kembali merangkulnya.


"Menemui Sohyun." jawabnya santai


"Kulihat akhir-akhir ini kau sering pergi dengan Sohyun. Apa benar cuman gara-gara adikmu tinggal di tempat Sohyun atau..." Taehyung menggantungkan kalimatnya. "Kau ingin mendekati Sohyun?" lanjutnya.


Jimin menghetikan langkahnya. Benar selama adiknya tinggal di apartement Sohyun, Jimin selalu menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke apartement Sohyun. Menjemput dan mengantar Sohyun pulang. Bahkan malam haripun ia sempatkan pergi menemui Sohyun membawa beberapa cemilan makanan kesukaan adiknya dan juga Sohyun.


Jimin pernah sampai berdebat dengan Jungkook gara-gara merebutkan siapa yang akan mengantarkan Sohyun pulang. Dan akhirnya Jungkook memilih untuk mengalah karena mendengar alasan Jimin hanya untuk mengantar Sohyun pulang dan melihat adik nya saja.


Sejujurnya sikap Jimin sebelumnya tidak seperti ini, ia tidak pernah menawarkan dirinya untuk seorang gadis, melainkan para gadislah yang mendekatinya dan memintak untuk diantarkan pulang. Dan sekarang ucapan Taehyung menyadarkan semuanya. Ia yang memberi perhatian lebih untuk Sohyun.


"Jimin." Jimin tersentak dari lamunannya.


"Sebagai sahabta yang baik, aku tidak ingin persahabatan kita bubar..." Taehyung menghela nafasnya. "Jungkook sangat menyukai Sohyun. Sebelum semuanya menjadi rumit jauhkan lah perasaanmu." Taehyung berujar dengan menepuk-nepuk pundak Jimin.


"Aku menyukai Sohyun? Mana mungkin." kilahnya dengan mengibas-ngibaskan tangannya. Ia masih menyangkal akan perasaannya dengan Sohyun.


"Jangan berbohong bantet, aku tau dari tatapan matamu ketika memandang soh-"


"Dan kau menyukai Jisoo, benar bukan?" dengan melipat kedua tangannya, Jimin tersenyum sinis. Ia sudah mengetahui semuanya. Jimin tahu bahwa selama ini Taehyung mencari perhatian Jisoo Dengan candaannya. Dan jimin sering melihat Taehyung tersenyum sendiri yang hanya melihat tawa Jisoo. Dan beberapa kali Jimin melihat Taehyung yang sedang memandangi foto Jisoo di ponselnya.


Bukankah mereka berdua sama? Sama-sama memendam perasaan mereka?


"Jimin-ah." Taehyung menundukan kepala entah kenapa perasaannya jadi sedih setelah Jimin menyebut nama Jisoo.


"Haruskah aku mengungkapkannya atau mengubur perasaanku padannya?" lirihnya yang masih menundukan kepalanya.


"Hei alien... Ada apa denganmu? Hah? Ini bukan dirimu yang sebenarnya. Berjuang lah jika kau mencintainya dan buat dia juga mencintai mu. Bukankah cinta butuh perjuangan?" ujar Jimin berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu. Taehyung mengangkat kepalanya ia tersenyum lebar. Benar kata-kata Jimin. Kali ini ia harus memperjuangkan cintanya.

__ADS_1


"Dan bagaimana denganmu? Apa kau akan mengungkapkan perasaanmu dengan Sohyun?" tanya Taehyung memastikan.


"Apa kau gila. Sudah kubilang aku tidak menyu-"


"Jangan berbohong Jimin-ah. Aku tau bagaimana sifatmu. Bukannya barusan kau bilang cinta itu butuh perjuangan?" sela Taehyung.


"Bagaimana dengan Jungkook? Bukannya kau juga bilang jangan merusak persahabatan kita?" jawab Jimin membalikan pertanyaan.


Dan bagaimana dengan Yoongi hyung - batinya.


"Apa kau yakin?" Jimin menghendikan kedua bahunya dan pergi meninggalkan Taehyung.


"Yaks! Tunggu!"


***


Dan di sini lah Sohyun sekarang di ruangan musik, lagi-lagi ia menuruti kata-kata Yoongi, selalu dan selalu Yoongi membawanya keruangan ini. Mungkin ruangan ini lah yang tepat untuk meluruskan semuanya.


Sohyun menatap Yoongi yang tidak berbicara sedari tadi. Pemuda itu hanya memandangnya terus menerus membuat Sohyun merasa gugup.


"Kalau tidak ada yang ingin Sunbae katakan, lebih baik aku pergi." ucap Sohyun dan membalikan badannya.


Greb...


Yoongi menarik tangan Sohyun dan memeluknya dengan erat. Sohyun yang memberontak di pelukan Yoongi berusaha untuk melepaskan pelukanya tapi Yoongi semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku merindukanmu." lirihnya.


Tubuh Sohyun membeku dipelukan Yoongi, ia tidak memberontak lagi setelah mendengar ucapan Yoongi. Lagi-lagi Sohyun seakan terbuai dengan ucapan pemuda ini.


"Aku sangat merindukan terikanmu, pukulanmu dan... Tatapanmu yang membuatku samakin menyukaimu bahkan aku telah jatuh cinta denganmu Sohyun-ah." lagi-lagi Sohyun tidak bisa berbuat apa-apa membiarkan Yoongi memeluknya tanpa membalas pelukanya.


"Kenapa kau menghindariku hah!" tanya Yoongi melepaskan pelukannya dan menatap manik indah yang sangat dirindukannya. Membelai pipi Sohyun. Kali ini pun Sohyun tidak menolak sentuhan Yoongi.


"Aku... Aku tidak menghindarimu." ucap sohyun memandang kearah lain ia tidak mau menatap mata Yoongi yang akan membuatnya terkunci dengan tatapannya.


Chup~


Yoongi mengecup sekilas bibir sohyun.


"Yak! Apa yang kau lakuk-"


Yoongi menarik tengkuk Sohyun dan mencium bibir ranum milik Sohyun dengan sedikit lumatan. Sohyun yang sempat terlena dengan lumatan Yoongi segera menarik dirinya, tapi Yoongi dengan cepat menarik pinggangnya, menekan tengkuk sohyun untuk memperdalam lumatanya.


Bugh...


Sohyun menendang kaki Yoongi, supaya pemuda itu melepaskan ciumannya.


"Aww..." Yoongi tertunduk memegangi kaki nya yang sakit dengan tendangan Sohyun.


"Yak! Apa yang Sunbae LAKUKAN!!!!" teriak sohyun dengan menutup mulutnya.  Segera ia beranjak pergi dari ruangan itu


Blam!!!


Pintu tertutup dengan sangat keras. Ia menggerutuki dirinya sendiri merasa bodoh sempat terbuai dengan ciuman Yoongi. Memukul-mukul kepalanya, ini diluar dugaan nya tak seharusnya ia menuruti keinginan Yoongi tadi.


"Brengsek!" umpatnya.


Sedangkan didalam ruangan, Yoongi masih meringis menahan sakit di kakinya.


"Tunggu Sohyun-ah! Aishh... Apa yang aku lakukan." ucapnya sembari memijit pelipis.

__ADS_1


***


(To be continue)


__ADS_2