RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 21


__ADS_3

Tekan LIKE sebelum membaca GUYS.


***


"Ibu, Ayah." seorang gadis melambaikan tangannya kepada kedua orangtuannya. senyum ceria terpatri di bibir gadis mungil itu, ia mempercepat langkah kakinya agar segera memeluk sang Ibu.


"Ohh... Putri Ibu."


Sang putri langsung menghambur di dalam dekapan sang Ibu, di saat ibunya merentangkan kedua tangannya, aroma wangi yang melengkat di tubuh sang ibu yang sangat di rindukan, selama hampir beberapa bulan sang Ibu tidak pernah pulang ke negaranya. Alasan pekerjaan yang menjadi faktor utama kenapa orang tua nya selalu menunda kepulangannya.


Tapi sekarang, rasa rindunya telah terobati, Ibunya telah menepati janjinya, jika dia akan pulang untuk sang putri tercinta.


"Paman, Bibi." sapa seorang pria berbadan semanpan, tak lupa ia menampilkan senyum manis.


Sang Ibu yang melihatnya, melepaskan pelukan putrinya, membuat sang putri mendengus tak terima.


"Jimin-ah. Kalian..." ujar sang Ibu menatap Jimin dan putrinya secara bergantian, tatapan sang Ibu menuntut penjelasan dari sang putri.


"Tidak, Ibu." sang putri menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, membuat sang ibu menyerngitkan dahinya, sampai membentuk kerutan halus.


"Kami hanya teman, tak lebih."


Setelah mendengar perkataan putrinya, sang Ibu tersenyum simpul, ia melirik ke arah suaminya, memberi kode untuk menjahili sang putri. Kemudian maniknya menatap Jimin yang sedang menggaruk tengkuknya. Senyum sang Ibu melebar.


"Aigoo... Siapa yang bilang kalian berpacaran?" tanya sang Ibu, "Ibu hanya ingin bertanya, apa kalian berdua saja?"


So Hyun mengerjapkan matanya beberapa kali, bibirnya sedikit terbuka, ia mencoba untuk mengerti perkataan dari sang Ibu.


sedangkan tuan Kim, Ayah So Hyun yang melihat putrinya bertingkah lucu hanya tertawa kecil, putrinya tidak pernah berubah, dari dulu tingkah nya selalu seperti itu di kala ia merasa bingung. Oh... Sepertinya sang ayah sangat merindukan putri kecilnya.


Tak jauh berbeda dengan Jimin, ia terkekeh kecil, So Hyun sangat lucu di matanya, bagaimana mungkin ia bisa bersikap semanis ini. Tak menyesal jika ia menuruti keinginan Jungkook untuk menemani kekasihnya menjemput kedua orang tuanya, beruntung Jimin sangat mengenal orang tua So Hyun, jadi ia tak merasa canggung untuk saling bertegur sapa.


Bukannya ini kesempatan bagus buat Jimin, untuk mendekati So Hyun dengan menarik simpati kedua orang tuanya?


Jimin yang merasa belum puas melihat wajah menggemaskan So Hyun. Niat jahil nya keluar, ia mendekatkan dirinya lalu mencubit pipi chubby So Hyun.


"Rasakan ini."


"Kya!" So Hyun menepis tangan Jimin, menatap nya dengan horor, kemudian ia tersenyum kecil, sebuah ide jahil juga muncul dalam pikiran So Hyun.


"Rasakan ini juga." dia mencubit oi ggang Jimin.


"Aw... Yak, appo So Hyun." So Hyun mengabaikan rintihan Jimin, ia semakin kuat mencubit pinggangnya.


"Bukannya mereka lucu sayang?" tanya sang istri kepada suaminya, tatapan matanya masih memperhatikan kedua anak muda yang sedang asik tertawa akan tingkah lucu mereka.


"Jimin-ah." panggil sang ibu, yang membuat mereka menghentikan tawanya.


"Ya, bibi?"


"Bagaimana kabar ibumu?" tanya sang ibu lagi dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Mereka baik bibi..." jawab Jimin dengan tersenyum lebar, "Ibu juga bilang, terima kasih sudah mau mengizinkan Rose tinggal di apartemant So Hyun." ia senpat melirik sekilas ke arah So Hyun.


Kelopak mata So Hyun kembali mengerjap. "Apa ada yang aku lewatkan?" tanyanya dengan nada bingung, setahunya, sang Ibu tidak pernah tahu jika Rose tinggal bersama nya.


Sang Ibu mengelus surai panjang putrinya, "Eoh... Kami akan menjodohkanmu dengan Jimin, bagaimana?" melirik ke arah Jimin, kemudian mengedipkan sebelah matanya.


"Jika bibi merestuinya, aku tidak masalah. Bukan begitu sayang." jawab Jimin, yang ikut dalam permainan Ibu So Hyun, matanya menatap So Hyun sembari memberikan seringai mesum di bibirnya.


Mata So Hyun semakin melebar, ia tak terima mendengar jawaban dari Jimin, apa lagi memanggilnya dengan sebutan 'sayang'. Ingin sekali So Hyun menutup mulut Jimin dengan sepatunya.


"Ibu jangan bercanda." rengek So Hyun, tangannya merangkul tangan sang ibu dan bertingkah manja, yang membuat mereka tertawa akan kepolosan So Hyun.


"Tidak sayang, kami tidak bercanda." sahut sang Ayah yang ikut memanaskan sang putri.


"Ayah..." So Hyun memanyunkan bibir nya kembali, yang membuat mereka tidak bisa menahan tawanya.


***


"Tunggu... Bukannya itu Taehyung dan Jennie?" tanya gadis berbadan mungil, ia menghentikan langkahnya, sesaat maniknya menatap dua orang yang sedang bermain bola basket di lapangan.


Sang kekasih mengikuti kemana arah pandang gadisnya, ia tersenyum, membenarkan perkataan gadisnya. Taehyung sedang bersama dengan Jennie.


tapi tunggu?


Jungkook mencoba untuk berpikir, apa ada yang tidak ia ketahui dari mereka? Sejak kapan Taehyung bisa dekat dengan Jennie?


Bukannya Taehyung menyukai Jisoo?


Jungkook menarik pinggang kekasihnya, merapatkan tubuh mereka, kemudian ia berbisik di telinga sang kekasih. "Jangan mengganggu mereka."


Sohyun menyikut pinggang Jungkook, menatapnya dengan tajam. "Jangan menggodaku." tegasnya, ia pergi meninggalkan Jungkook yang tertawa cukup keras, menggoda gadisnya di pagi hari membuat moodnya menjadi membaik.


Ah... Jungkook sangat merindukan gadisnya, sehari tidak bertemu membuatnya sangat ingin memeluk gadisnya dan mengucapkan 'aku sangat mencintaimu.' Ia tidak bosan jika selalu mengucapkan kalimat itu.


Jungkook berlari untuk mengejar langkah gadisnya, menarik tangannya dan membawanya ke dalam dekapannya, ia menghirup aroma parfum yang sangat di sukai dari tubuh sang kekasih.


"Aku sangat merindukanmu." ucapnya dengan lirih.


So Hyun membuang nafasnya pelan, memejamkan matanya sesaat, kemudian ia membuka kembali matanya. Bola matanya bergerak ke kiri dan kanan, ia kembali membuang nafas nya, So Hyun sangat benci menjadi pusat perhatian semua orang, apa lagi banyak yang melintas melewati mereka, so Hyun lupa bahwa mereka sedang ada di tengah-tengah lapangan.


"Kookie, aku harus menemui Taehyung."


"Wae?" Jungkook melepaskan pelukannya, ia memincingkan sebelah matanya, menatap So Hyun dengan curiga. "Apa kau ingin berselingkuh dengan Taehyung-Hyung?"


So Hyun memutar bola matanya dengan malas. "Ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan Taehyung, kau pergi lah." jawab So Hyun dengan mengibas-ngibaskan tangannya, menyuruh Jungkook segera pergi.


"Ani..." Jungkook membuang wajah kesamping, tangannya ia lipat di depan dada, seolah ia sedang dalam keadaan cemburu.


"Kook-"


"Beri aku ini." sela Jungkook, ia menunjukan satu jari telunjuk ke arah bibir.

__ADS_1


Sohyun mengangkat satu jari telujuknya di depan wajah Jungkook tanda menolak dengan tegas permintaan nya. "Jangan cob-"


Chup~


"Karena kau menolak, biar aku yang menciummu." seringai tipis Jungkook tunjukan ke kekasihnya.


So Hyun terdiam, bola matanya bergerak gelisah, ia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan saat ini. Yang pasti, rasa sakit di hatinya semakin membuat dirinya merasa bersalah dengan Jungkook. Harus sampai kapan ia menyembunyikan semua ini.


Jungkook yang melihat tidak ada tanggapan dari sang kekasih, menaikan sebelah alisnya cukup tinggi, apa kekasih nya marah jika ia menciumnya tadi? Jungkook menepis pikiran itu, tidak mungkin So Hyun marah, ia sering melakukan hal ini dengan kekasihnya.


"Kenapa Hyunie?"


So Hyun mengerjapkan matanya dua kali, untuk memulihkan dari lamunannya, setelah itu, ia memberikan senyum kecil. "Aku hanya sedikit gugup, jika kau selalu menciumku seperti ini." bohong So Hyun.


Apa kalian tahu kebohongan yang di berikan oleh So Hyun, membuat Jungkook salah meng-artikan nya. Dan kalian juga tahu, apa yang Jungkook rasakan saat ini?


Ia ingin sekali terbang, mengelilingi dunia bersama dengan So Hyun. Mengapa So Hyun selalu bisa membuat dirinya terus bahagia.


"Apa kau menginginkannya lagi?" goda Jungkook sembari maju satu langkah untuk mengikis jarak mereka.


So Hyun berdecis, ia memundurkan badannya, memutar tubuhnya dan pergi meninggalkan Jungkook yang berharap terlalu besar dengan dirinya.


Jungkook hanya terkekeh melihat So Hyun kembali pergi menjauh dari nya. Detik itu juga tawa Jungkook memudar, di saat ia melihat Jimin mencekal tangan kekasihnya.


Saat Jungkook ingin beranjak pergi mengejar kekasihnya, langkahnya terhenti. Yang awal memandang mereka dengan biasa, sekarang ia melebarkan kelopak matanya saat melihat pergerakan dari Jimin.


Jimin mendekatkan dirinnya dengan So Hyun. Entah apa yang mereka bicarakan, yang jelas ia dapat melihat Jimin tertawa.


Ingin sekali Jungkook kembali melangkah untuk mendekati mereka, tapi, entah mengapa kakinya terasa enggan untuk bergerak. Ia membiarkan mereka untuk bicara berdua.


Setelah ia melihat Sohyun pergi dari hadapan Jimin, ia melihat Jimin berjalan menuju kearahnya. Jungkiik benci melihat senyum remeh yang di berikan Jimin kepadanya, tak mau kalah, Jungkook juga menunjukan senyum sinisnya.


"Jeon." panggil Jimin.


"Setelah pulang nanti, temui aku di tempat biasa. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan mu."


"Apa Hyung masih menyukai kekasihku?" tanya Jungkook, ia tidak menanggapi perkataan Jimin barusan.


"Menurutmu? Bukannya kau melihat apa yang ku lakukan dengan So Hyun tadi."


Di bawah sana, Jungkook mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jimin saat ini mulai memancing emosinya. Dengan menampilkan sedikit senyum kecil, jungkook berujar. "Hyung sengaja melakukannya?"


Jimin hanya menghedikan bahunya, ia berjalan melewati Jungkook, tanpa melihat raut wajah Jungkook yang sedang menahan amarahnya.


Langkah Jimin terhenti, ia memundurkan langkahnya, berdiri sejajar di hadapan Jungkook. Ia menepuk salah satu pundak Jungkook sembari menaikan sudut bibir atas nya dan berujar.


"Jaga kekasihmu baik-baik. Kau tak inginkan, kekasih tercintamu direbut orang lain." Jimin melangkah pergi meninggalkannya.


Rahang Jungkook mengeras, tangannya kembali terkepal dengan kuat.


****

__ADS_1


(To be continue)


__ADS_2