RABBIT HOLE

RABBIT HOLE
Chapter 05


__ADS_3

Izinkan aku memilikimu seutuhnya...


Karena aku sangat mencintaimu.'


"Min Yoongi"


***


"Bagus... Lain kali kau harus seperti ini." gadis itu terus berceloteh menirukan gaya bicara dosen mata pelajarannya sesaat ia baru saja mengumpulkan tugasnya. Tak henti-hentinya ia mencibir dosen tersebut.


"Ck!" dengusnya kesal.


Ia masih merasa kesal dengan dosennya, bukan mendapat pujian dari sang dosen, melainkan ia mendapatkan celotehan yang tak kunjung berhenti dari sang dosen.


Sohyun memilih untuk pergi ke cafetaria mengisi perutnya yang mulai mendemo untuk di berikan makanan. Berutungnya saat ini jam pelajarannya kosong jadi ia memutuskan untuk pergi.


Setelah memesan makanan ia memilih untuk duduk menyendiri sembari mendengarkan musik kesukaannya. Melahap makanan tersebut, tanpa mengetahui ada seorang pemuda yang menghampiri nya.


Srrekkk...


Pemuda itu menarik kursi dan mendudukan dirinya di hadapan Sohyun. Ia menautkan ke dua alisnya merasa kehadiraannya tidak di tanggapi oleh gadis itu.


Menarik salah satu headset di telinga Sohyun, yang berhasil membuat Sohyun melihat kearahnya.


"Uhuk...uhuk...uhuk..." Sohyun tersedak, ia mengambil air minum yang di berikan oleh seseorang yang ada di hadapanya.


Setelah berhasil meredahkan, manik hazel Sohyun manatap seseorang yang ada di hadapan nya. Sangat terkejut, ia juga tidak percaya bagaimana bisa makhluk ini berada di depannya. Kehadiranya saja tidak di ketahui olehnya.


"S-Sunbae? Apa yang Sunbae lakukan disini?" ucapnya masih tidak percaya bahwa yang ada di hadapannya saat ini adalah seorang Min Yoongi.


"Eopseo (tidak ada)." jawabnya yang masih setia mengamati wajah Sohyun.


"Tidak bisakah Sunbae menghilangkan sifat dingin itu?"


Seringai tipis di tunjukan oleh Yoongi, membuat gadis ini marah, sangat mengasikan menurutnya. Memilih mengabaikan ucapannya, ia mengambil alih makanan Sohyun dan memakannya.


"Yak!"


"Aku lapar." ujarnya singkat dan melanjutkan kembali makannya.


Sohyun memejamkan kedua matanya mencoba untuk menahan amarahnya.


Haruskah ia menendang orang ini supaya pergi dari hadapannya?


Ia menghela napasnya kesal,


Memilih untuk mangambil ponsel di dalam tas dan memberi pesan singkat ke sahabatnya. Meletakan kembali ponsel tersebut, menatap kearah Yoongi yang sudah selesai dengan makannya.


"Apa sudah selesai makannya, Sunbae." sindir Sohyun.


"Hemm."


"Ck! Apa tidak bisa Sunbae menghilangkan sif-"


"Bisa." potong Yoongi yang menatap manik Sohyun serius.


"Dengan kau menjadi milikku." sambungnya.


"Apa Sunbae sedang men-"


"Sohyun."


Manik Sohyun bergerak menatap seseorang yang telah menyelah ucapan. Ingin mengumpati orang itu tapi ia tahan saat tahu siapa pemilik suaranya. Ia melambaikan tangannya agar Jisoo lebih cepat ke tempatnya.


"Annyeong Sunbae." sapa Jisoo sembari memberi senyum manis nya, 


Yoongi hanya mengganggukan kepalanya.

__ADS_1


Bugh...


"Aaww..." ringis Yoongi memegangi tulang kering kakinya. Ia menatap tajam ke arah Sohyun.


Sohyun menendang kaki Yoongi dari balik meja, kali ini kesabarannya sudah tidak bisa ia pertahankan. Sohyun memberi peringatkan supaya menghilangkan sifat dinginnya itu.


'Sudah ku bilang' gerakan mulut Sohyun yang berhasil di mengerti oleh Yoongi. Bukannya merasa bersalah Sohyun malah membuat Yoongi semakin menajamkan sorot matanya.


"Sunbae?"


Sebelum Yoongi menjawab Sohyun menarik tangan Jisoo untuk duduk di sebelahnya.


"Ah... Aku harus ke toilet sebentar." Sohyun mengedipkan sebelah matanya memberi kode ke Jisoo. Jisoo yang paham menganggukan kepalanya kali ini.


Sohyun yang sempat melirik ke arah Yoongi, tahu jika pemuda itu akan protes segera ia bangkit dari tempat duduknya dan pergi begitu saja. Ini adalah peluang besar bagi Jisoo untuk berdekatkan dengan Min Yoongi. Kesempatan inilah yang tidak disia-siakan oleh Sohyun, sengaja pergi memberikan waktu untuk mereka berdua saling mengenal satu sama lain.


****


Seorang gadis cantik menyeret koper besarnya. Ia baru saja tiba di bandara, menghirup dalam-dalam udara segar, ia benar-benar merindukan tempat halamannya ini. Cukup lama gadis itu tidak kembali ke kampung halamannya. Ia lebih memilih tinggal bersama kedua orang tuanya di Australia.


Memutuskan untuk melanjutkan langkahnya menuju parkiran, manik nya menangkap sosok seorang yang telah di rindukannya.


Segera ia berlari menghampiri pemuda itu dan memeluknya, bau aroma parfum yang masih sama saat terakhir mereka berpisah.


"Aku merindukanmu Oppa." lirihnya yang mesih dalam dekapan pemuda itu.


Pemuda itu terkekeh mengelus-elus surai panjang sang gadis. Rindunya telah terobati dengan kehadiran gadis ini.


***


Sohyun berjalan keluar dari kampusnya, beberapa menit yang lalu mata pelejarannya telah selesai. Ia memijit pelipisnya, kepalanya serasa akan meledak seharian mendengar celotehan dari dosen Jung. Dosen jung tidak henti-hentinya memberikan tugas-tugas yang sangat di benci oleh Sohyun.


Kalau boleh di akui Sohyun termasuk mahasiswi terpintar di universitasnya. Selain ia primadona kampus ia juga sering di andalkan untuk hal-hal yang menyangkut di jurusannya. Walaupun dengan sifat yang tidak mendukung ke pribadiaannya Sohyun tidak mempermasalahkan semua itu.


Tin... tin...tin


"Masuklah."


Sohyun menundukkan sedikit badannya untuk melihat siapa orang di balik mobil tersebut.


"Kookiep." senyum Sohyun melebar mendapatkan Jungkook di depannya. Tanpa menunggu Sohyun memasuki mobil tersebut.


Blam!


Pintu mobil tertutup sedikit kuat. Mobil melaju meninggalkan perkarangan kampus. Jungkook mengendarai mobil dengan perlahan.


hening...


Suasana di dalam mobil sangat hening, Jungkook memilih fokus mengendarai mobilnya sedangkan Sohyun sibuk melihat-melihat pemandangan di luar jendela dari pada harus berbicara membuat pening di kepala semakin bertambah.


"Ada apa denganmu?"


Akhirnya Jungkook memulai untuk berbicara, melihat kondisi Sohyun yang tanpa lesu membuatnya sedikit mengkhawatirkannya.


"Diamlah!"


Sohyun mencoba untuk memejamkan kedua matanya memilih tidur mungkin bisa mengurangi pusing nya saat ini.


Jungkook menghela nafasny, ia kembali fokus mengendarai mobil tanpa mengetahui bahwa Sohyun sudah tertidur pulas.


Setibanya mereka di apartement Sohyun, Jungkook segera mem-parkirkan mobilnya. Ia melihat Sohyun yang tertidur pulas. Memandangi setiap bentuk wajah Sohyun. Tanpa sengaja senyum terukir di bibirnya, Ia tidak menyesal sudah jatuh dalam pesona gadis Kim ini.


Jungkook mendekatkan badannya kearah Sohyun. Membuat jarak di antara mereka semakin dekat, deruh nafas Sohyun menerpah permukaan wajah Jungkook, Ia menolehkan kepalanya melihat wajah damai Sohyun. Niat awal ingin membantu membukakan seatbelt milik Sohyun, dan tanpa di duga Sohyun membuka kedua matanya. Mata mereka saling bertemu. Sohyun yang kesadarannya belum seutuhnya pulih mengerjapkan matanya berkali-kali.


Plaakkk...


"Aww..." ringis Jungkook menarik badannya menjauh. Ia memegangi kepalanya yang berdenyut akibat pukulan Sohyun.

__ADS_1


"Yak! Apa yang kau lakukan?" pekik Sohyun setelah memukul kepala Jungkook tepat di atas ubun-ubunnya.


"Aku berniat melepaskan seatbelt-mu, aku tidak tega membangunkanmu yang sedang tertidur."


Sohyun memicingkan matanya menatap curiga Jungkook.


"Benarkah?" Tanyanya untuk menyakinkan.


"Apa kau pikir aku akan menciummu? Lupakan! Dan turunlah."


"Ck! Mianhae. Kupikir kau akan menciumku." ucapnya yang langsung keluar dari mobil tersebut


"Gomawo, tak ingin mampir?"


"Aku sudah ada janji dengan Taehyung-Hyung."


Jungkook segera menyalakan mesin mobil nya melajukan kendaraannya meninggalakan perkarangan apartement tersebut.


"Hati-hati." teriak Sohyun


Sohyun menghela nafas nya pusing di kepala sedikit mulai menghilang, ia melanjutkan jalannya menekan tombol password di apaterment nya.


Drrtt...


Sohyun mengambil ponselnya dari dalam tasnya, menatap layar ponsel yang menampilkan nomor tidak di kenalnya.


"Yeopse-"


"Ini aku." ucap seseorang di seberang sana


Sohyun menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu apartement nya. Ia kembali melihat layar di ponselnya, siapa orang ini? Kembali meletakan ponselnya di telingannya.


"Nee...?" Sohyun memiringkan kepalanya bingung


"ini aku."


"Ah..." Sohyun seakan ingat dengan suara dingin ini, ia kembali membuka pintu apartementnya.


Blam...


Menutup kembali pintu tersebut, membuka sepatunya dan memakai sandal berbulu. Ia masih tidak percaya yang menghubunginya adalah mahkluk es kutub.


"Apa kau mendengarku?"


"Hmm, ada apa Sunbae menghubungi ku?"


"Eopseo. hanya ingin mengatakan sesuatu... bahwa a...aku a...aku..."


"Cepat kat-"


Tut...tut...tut


Panggilan tertutup secara sepihak, Yoongi mengakhiri panggilannya tanpa tahu tujuannya menghubungi Sohyun.


Sohyun menaikan salah satu alisnya menatap bingung ke layar ponselnya.


"Dia kenapa?" gumamnya.


Sohyun kembali melangkahkan kaki nya. Melempar ponselnya ke arah sofa dan menaruh tasnya di atas meja. Berjalan menuju dapur berniat untuk mengambil air putih di dalam kulkas.


Meneguk air putih dengan kehausan yang mampu membuat isi kepala kembali mencair. Ia kembali mengingat sesuatu yang menjangkal di pikirannya.


dari mana makhluk kutub itu bisa mendapatkan nomor teleponnya?


***


(To be continue)

__ADS_1


__ADS_2