Rahasia & Prasangka = Keep it secret, you will hurt

Rahasia & Prasangka = Keep it secret, you will hurt
Hidden story. chapter dua belas POV


__ADS_3

Alana masih marah karena masalah kemarin. Awalnya aku hanya mau menggodanya dengan memberitahu Diki tentang identitasnya. Aku tidak tahu kalau itu akan membuatnya semarah ini. Dia tidak mau bicara padaku beberapa hari. Dan seperti sikapku biasanya aku tidak bisa menyapanya lebih dulu.


Kukira masalahku kali ini hanya akan sebatas itu. Tapi ternyata kenyataan pulang lebih banyak hal untuk menyiksaku.


Orang itu terkena masalah. Sudah istri barunya tidak pernah membuat rumah tenang, masih di tambah kabar dari dia yang terlibat kerusuhan. Aku mendapat kabarnya dari ibu alana, orang yang sudah mengambil peran terlalu banyak untuk menyelamatkan keluargaku.


Begitu sampai, aku melihat wanita itu mengambilkan air untuk ayah. Kaki dan tangannya banyak terluka, dengan telaten ibu alana membersihkan lukanya sedikit.


"aku mau pulang" ucap ayah tanpa dosa. Pikirannya mungkin sudah melayang entah kemana. Pandangannya pun kabur, dia bahkan tidak melirik anaknya sama sekali.


"obati lukanya dulu baru pulang, kalau perlu ke rumah sakit." ucapku agak keras. Orang ini tidak pernah tidak menyebalkan di mataku. Dia terus-terusan membuat masalah baru untuk keluarga kami. Apa belum cukup dengan menanamkan bom waktu di rumah? masih juga dia mencari mati di luar rumah. Kenapa dari semua laki-laki di muka bumi justru dia yang ditakdirkan menjadi ayahku?


"pulang" ucapnya masih meronta. Ibu alana menatapku kasihan.


"tidak apa-apa, kita bawa pulang ke rumahku saja biar di obati di sana." ucapnya lirih. Huft, beliau ini terlalu baik. Meski sedekat apapun dengan keluargaku tetap saja dia bukan ibuku, tidak seharusnya ikut menderita bersama kami. Tapi ya sudahlah, anak kecil sepertiku hanya bisa menuruti orang tua. Jadi aku hanya mengikutinya saja.


Kami membawanya pulang, membopongnya pelan hingga sampai ke depan pintu.

__ADS_1


“hati-hati. Ayah kamu terluka.” Langkah kami terhenti melihat ruang tamu yang sudah hancur itu. Apa yang barusan terjadi? dalam kepanikan aku menangkap sosok alana di sudut ruangan mengambil barang-barang yang masih bisa di selamatkan.


“Ada apa ini nak?” aku menatapnya khawatir.


“puas kamu?” dia menatap liris ke arahku. Apa ini salahku lagi? dia belum memaafkanku tentang yang kemarin dan hari ini bertambah satu lagi. Tidak, aku memang selalu menjadi masalah baginya.


“maaf,…”


“Ini bukan rumah kalian! Kenapa seenaknya datang membawa masalah dan menghancurkan segalanya.” hatiku seperti diremat kuat. Perkataannya benar, tapi rasanya tetap menyakitkan saat diucapkan langsung. Tapi untuk rumah yang hancur apa itu karena ku juga?


“Ibu tirinya datang dan mengamuk!” tidak. Ini memang salahku lagi.


“kau tahu apa yang dibisikkan orang tiap kali melihat ibuku? Mereka selalu berbisik tentang ibu yang selingkuh dengan ayahmu.”


“setelah membuat ibu jadi perusak rumah tangga orang lain dia bahkan juga merusak rumahku!”


Ya, dia selalu baik padaku dan aku terus-terusan merusak segalanya. Dia benar, jadi aku tidak tahu lagi mau berkata apa.

__ADS_1


PLAKKK!!


Pipi alana memerah. Tidak, jangan.


“di hati ibu, aku tidak pernah ada kan. Selalu hanya mereka kan!!” Aku ingin sekali mengusap air matanya, tapi dia membenciku sekarang, ini sudah terlambat.


“Alana, jangan marah pada ibumu” ucapku, hanya ini yang bisa kukatakan. Pada akhirnya semua ini salahku.


“Diam, aku juga sudah muak denganmu. Bertahun-tahun aku selalu membeli makanan lebih banyak untukmu, buku catatan buatmu, pensil baru untukmu, semuanya untukmu. Tapi aku hanya punya satu ibu. Aku mohon, jangan ambil dia dariku” lagi, aku hanya bisa diam. Pintunya tertutup dengan keras, aku tidak tahu bagaimana memperbaiki hubungan kami yang hancur seperti ini.


Ternyata rasanya sakit juga saat orang yang selama ini berharga buatku hancur karenaku juga. Saat semua sudah terjadi aku hanya bisa membantu membersihkan ruangan yang hancur parah sebelum membawa ayah pulang. Meski harus menyambut satu masalah lagi di rumah, itu lebih baik dari pada menjadi beban mereka lebih lama lagi.


...****************...


Hola, setelah baca ceritanya kasih hadiah ke penulis yuk bisa dengan liat iklan aja, gratis kok... chapternya udah nggak berbayar jadi apresiasinya lewat hadiah aja... terimakasih buanyak,


see you lagi kalo udah semangat nulis (っ'-')╮\=͟͟͞͞💌

__ADS_1


__ADS_2