Rahasia & Prasangka = Keep it secret, you will hurt

Rahasia & Prasangka = Keep it secret, you will hurt
Hidden story. sembilan belas POV


__ADS_3

Pandangan Alana ke arahku rasanya semakin aneh. Kadang dia bisa tersenyum, kadang terlihat sangat membenciku. Entah, mood nya selalu berubah-ubah sejak dulu. Jadi aku tidak bisa membaca pikirannya sekarang.


"aku sudah kenyang, aku ke kelas duluan" Ucap Alana saat shinta menghampiri. Dia hanya melengos, tidak merespon sapaan shinta hingga shinta hanya bisa tersenyum garing menatap Diki yang terlihat bingung juga.


Hal-hal di antara kami rasanya semakin kacau saat Alana pergi begitu saja, menghiraukan Shinta yang ingin bicara baik-baik. Padahal dia mau mengatakan hal penting, tapi sepertinya Alana tidak ingin mendengar sama sekali.


Sebenarnya aku takut, Alana akan menyesali hal ini. Shinta akan pindah sekolah, yang artinya mereka tidak bisa sering bertemu lagi untuk waktu yang lama. Shinta akan pergi jauh untuk ikut ayahnya. Dia cukup baik dengan menitipkan ku pada pamannya yang mengelola bar. Aku ingin menghampiri Alana saat dia berjalan pergi, tapi aku sendiri sadar aku tidak berada dalam posisi bisa bicara baik-baik dengan Alana. Melihatku saja dia tidak mau, bagaimana mau berbicara. Tapi karena rasa penasaran, aku tidak bisa mengabaikan Alana sepenuhnya.


"aku mau cek keadaan Alana dulu" ucapku pada Shinta, memberi isyarat singkat sebelum benar-benar pergi.

__ADS_1


"jaga dia ya" ucap Shinta lirih, meski masih terdengar olehku. Aku tersenyum, Shinta ini sangat peduli meski terlihat tidak.


Aku akhirnya mengikutinya dengan berjalan pelan, sangat hati-hati memastikan tidak bersuara terlalu keras. Lalu dia berbelok menuju sudut sekolah yang sepi sebelum menyandarkan punggung di sana. Kenapa sekarang dia terlihat... sedih? memang dia sudah tahu kabar tentang shinta yang akan pindah? bukannya shinta baru akan memberitahunya? Aku yakin dia belum tahu sih.


Aku masih mengamatinya dari jarak yang agak jauh. Mendekatinya secara terang-terangan sekarang hanya akan membuatnya semakin membenciku, jadi aku hanya bisa mendekatinya diam-diam.


Alana berjongkok memeluk lutut dengan kepala menunduk. Melihatnya terlihat sedih begini, hatiku ikut terasa tidak nyaman. Aku jarang sekali melihatnya putus asa sampai menunduk dalam begitu.


melihatnya terlihat menyedihkan begini membuat tanganku bergerak sendiri untuk mengelus pucuk kepalanya. aku yakin orang ini sudah banyak menangis karena aku, lalu sekarang dia kembali akan kehilangan lagi.

__ADS_1


Rasa sesak dan berat hati itu, aku tahu bagaimana rasanya. Itu sangat berat.


Aku menunggu agak lama di sampingnya. Dia masih menangis seperti anak kecil dengan suara yang agak keras. Jadi begini perasaan ketika orang yang kamu pedulikan menangis. Rasanya tidak terima ada orang lain yang membuatnya sedih sampai seperti ini. Meski terkadang alasannya adalah diriku juga. Setelah suara isakannya agak reda aku segera pergi, untuk memastikan dia benar-benar tidak menyadari bahwa aku menghiburnya. Dari jauh aku masih melihatnya mendongak dan mencari-cari sesuatu. Setelahnya dia terlihat sedikit ketakutan dan itu lucu sekali.


Air matanya belum kering, tapi ekspresinya sudah berubah dari sedih menjadi terkejut dan takut.


...****************...


Hola, setelah baca ceritanya kasih hadiah ke penulis yuk bisa dengan liat iklan aja, gratis kok... chapternya udah nggak berbayar jadi apresiasinya lewat hadiah aja... terimakasih buanyak,

__ADS_1


see you lagi kalo udah semangat nulis (っ'-')╮\=͟͟͞͞💌


__ADS_2