Rahasia Kutukan Sang Miliarder

Rahasia Kutukan Sang Miliarder
Bertemu Seorang Gadis


__ADS_3

Frans menggeleng. “Tidak perlu. Kau sampaikan saja salamku untuk mereka berdua,” jawab Frans sambil tersenyum tipis. “Aku pulang dulu, Aren.”


“Baiklah. Hati-hati di jalan, Frans,” ucap Aren yang ditanggapi Frans dengan anggukan kepala.


Keluar dari ruangan itu, Frans tidak menyapa ayah dan ibu tirinya sama sekali. Pria itu langsung melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar karena dia sudah bosan berada di sana. Baginya, yang penting dia sudah datang dan muncul di hadapan orang-orang itu sudah lebih dari cukup. Lagi pula, Claudia sudah pulang jadi dia tidak punya teman mengobrol lagi sebab dia yakin kalau sampai Lulla menyadari Aren dan Frans tidak ada di acara pesta dan malah mengobrol, Lulla pasti akan mengajak Aren pergi dari hadapan Frans dengan beribu-ribu alasan.


Begitu sampai di lobi, Frans mengerutkan dahi saat melihat sopirnya berdiri sambil mengobrol dengan para satpam. ‘Bukankah tadi aku sudah memintanya mengantar Claudia? Kenapa dia masih ada di sini?’


Menyadari kehadiran bosnya, sopir Frans pun menghampiri Frans dan menyapanya. “Selamat malam, Pak. Apakah Anda mau pulang sekarang?” tanya sopir Frans.


“Bukankah tadi aku memintamu untuk mengantar Claudia pulang?” tanya Frans. Sebelum masuk ke aula, Frans memang sudah memberikan pesan kepada sang sopir untuk mengantar Claudia jika sewaktu-waktu gadis itu ingin pulang.


“Aku sudah mengantar Nona Claudia, Pak. Kebetulan lokasi pemotretannya tidak terlalu jauh dari sini jadi aku bisa cepat kembali,” jawab sopir Frans.


Frans mengangguk-anggukkan kepala. “Ya sudah. Kalau begitu segera siapkan mobil. Kita akan pulang,” ucap Frans.


Sopir Frans mengangguk patuh. “Baik, Pak. Tunggu sebentar,” balasnya lalu pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobil Frans.


Tak perlu menunggu terlalu lama, mobil Frans sudah diparkirkan di depan lobi. Frans pun tanpa ragu langsung masuk ke dalam mobil. Peduli setan jika besok ayahnya akan menelepon dan mengomel, Frans sudah ingin pulang sekarang.


Seiring dengan mobil yang mulai melaju meninggalkan gedung pesta, Frans mengutak-atik ponselnya. Begitu dia membuka laman berita di ponselnya, wajahnya dan Claudia memenuhi headline media masa. Banyak sekali artikel yang menanyakan hubungan mereka dan kenapa mereka bisa datang bersama di acara ulang tahun perusahaan keluarga Nielsen. Frans benar-benar lupa kalau di acara tersebut pasti akan banyak sekali reporter yang diundang.


Tak ingin semakin banyak berita tidak jelas mengenai dirinya, Frans segera menghubungi asisten pribadinya.

__ADS_1


“Halo, selamat malam, Pak,” sapa asisten pribadi Frans.


“Halo. Kirimkan uang untuk Claudia seperti yang aku katakan tadi pagi,” perintah Frans tanpa basa-basi lagi. “Dan jangan lupa bersihkan pemberitaan tentang aku dan Claudia dari semua media masa. Jangan sampai ada yang tertinggal.”


“Baik, Pak,” jawab asisten pribadinya.


Sambungan telepon pun terputus.


Tak berselang lama setelahnya, Frans menerima sebuah pesan singkat dari Claudia.


[Terima kasih atas bayaranku, Frans. Senang bekerja sama denganmu]


Frans tersenyum tipis lalu menghapus pesan singkat itu tanpa membalasnya. Apa yang terjadi dengan Frans dan Claudia memang murni kerja sama belaka. Jadi, dia tidak akan menghubungi Claudia lagi meski sebatas membalas pesan singkat gadis itu. Baginya, setelah malam ini semuanya sudah selesai.


Ciiiiitt ....


Saat Frans sedang menatap layar ponselnya, tiba-tiba saja sopirnya berhenti mendadak, membuat tubuh Frans agak tersentak. Frans dengan kesal lantas menegur sopirnya karena tidak benar saat mengemudikan mobil.


“Kenapa kau tiba-tiba berhenti?!” omel Frans dengan tatapan mata tajam ke arah sopirnya. Dari tatapan matanya, Frans seolah sedang berusaha membunuh sopirnya.


“Maaf, Pak. Tapi, ada seseorang yang tiba-tiba saja mencegat kita,” jelas sopir pribadi Frans.


Frans pun menolehkan kepalanya. Benar saja, seorang gadis berpakaian seksi telah menghadang mobil Frans. Dari pakaian yang dikenakan oleh gadis itu, Frans sempat mencibir jika gadis itu adalah gadis pekerja seksual yang sedang mencari pria kaya untuk dikencani.

__ADS_1


“Suruh gadis itu untuk menyingkir. Mengganggu perjalanan kita saja,” gerutu Frans.


Sopir Frans mengangguk patuh kemudian membuka kaca mobilnya dan memberikan isyarat dari tangannya supaya gadis itu pergi dari depan mobil Frans. Memang benar gadis itu lantas pergi dari depan mobil Frans. Tapi, dia malah menghampiri kaca mobil Frans dan mengetuk-ngetuknya.


Frans melirik ke kaca mobilnya. Dia yang sempat mencibir gadis ini hanyalah gadis murahan tiba-tiba saja merasa iba saat melihat gadis itu tampak ketakutan dan memberikan isyarat meminta tolong kepada Frans. Tanpa sadar, Frans membukakan pintu mobil dan gadis itu buru-buru masuk ke dalam mobil sambil memeluk lengan Frans.


“Bisakah kita pergi dari sini sekarang?” tanya gadis itu sambil menutup pintu mobil.


Saat ini, keringat telah membanjiri pelipis gadis itu. Tidak hanya itu saja, bahkan jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Saat melirik gadis yang memeluknya, Frans bisa melihat kalau gadis itu memang sedang ketakutan. Frans jadi penasaran tentang apa yang membuat gadis ini tampak sangat ketakutan.


‘Apa yang terjadi dengan gadis ini?’ tanya Frans dalam hati. Meskipun rasa penasarannya sangat besar, Frans tidak akan mengeluarkan pertanyaan itu dari bibirnya. Rasa gengsi yang dimiliki Frans sangat tinggi jadi dia tidak akan melakukan hal semacam itu. Baginya, jika gadis ini ingin bercerita maka Frans akan tahu dengan sendirinya.


“Tuan, bisakah kita pergi sekarang juga?” tanya gadis itu lagi sebab mobil yang ditumpanginya tidak kunjung bergerak.


Sopir Frans melirik Frans dari kaca spion, bertanya tentang apakah dia harus melakukan mobilnya atau tidak. Bagaimana pun juga, dia hanyalah seorang sopir dan bosnya yang memiliki wewenang untuk memerintahkannya.


Frans kembali melirik gadis yang saat ini sedang memeluk lengannya dengan erat. Melihat gadis itu yang tampak sangat ketakutan, pria itu pun akhirnya mengangguk dan menyuruh sopirnya untuk melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


“Kita pergi sekarang,” ucap Frans pada sang sopir yang langsung dilaksanakan.


Begitu mobil Frans melaju, Frans menoleh ke belakang dan mendapati seorang pria tampak kebingungan mencari-cari sesuatu ... Atau mungkin seseorang? Frans menatap pria itu dan gadis yang sedang memeluknya secara bergantian. Dari raut wajah pria tadi, Frans dapat melihat ada amarah di sana. Frans jadi berpikir kalau pria itu ada hubungannya dengan gadis yang tengah memeluk lengannya saat ini.


‘Apakah gadis ini ada hubungannya dengan pria itu?’ tanya Frans dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2