Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 10. Ujian Seleksi Rain


__ADS_3

...Bab 10. Ujian Seleksi Rain...


Sejak eksekusi Minami, Rain termenung selama beberapa hari lama. Pada saat ini, Rain sedang melamun diatap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku.


Lalu, Rain mengangkat tangan kanan nya. "Seandainya, Minami yang terpilih memiliki ini mungkin dia tidak harus mati. Apakah langkah ku ini benar atau salah?" batin Rain.


Sesaat Rain mengingat perkataan Minami yang ingin menjadi manusia dan Rain juga mengingat perkataan ibu nya, Davika yang saat itu Rain pulang sambil menangis lalu, Davika menyamakan ketinggian nya dan menenangkan Rain.


"Rain, janganlah menangis! Kamu boleh diremehkan saat ini tapi, ibu yakin suatu saat kamu akan menjadi orang yang hebat dengan memiliki kekuatan yang luar biasa. Tapi, ingat dengan kekuatan yang besar datang juga tanggungjawab yang besar. Ingat perkataan ibu ini!"


Rain yang mendengar itu, dia pun menghentikan tangisnya seraya menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Davika pun memeluk Rain dengan senyuman.


Mengingat itu membuat Rain tersenyum. Lalu, dia meminta pendapat Mei.


"Mei, apa saran mu untuk saat ini?"


Kling!


[Master, saran saya. Anda hanya fokus pada tujuan anda dan saya siap membantu anda!]


Mendengar pendapat Mei membuat Rain sedikit lebih tenang.


"Benar juga, Aku harus fokus pada tujuan ku," batin Rain seraya mengepalkan tangannya.


Tidak lama kemudian, Paman Kyle datang menghampiri Rain.

__ADS_1


"Rain, kamu disini!"


Mendengar itu, Rain melepaskan lamunan nya dan melihat Paman Kyle serta memberikan senyuman.


"Rain, pertandingan seleksi mu akan segera dimulai! Aku harap kamu bisa menyelesaikan nya," ucap Kyle.


Rain menjawab hanya dengan anggukan kepala.


Tidak lama kemudian, Rain bersama dengan Kyle pergi ke lapangan Dojo yang mana semua murid sudah berbaris dogeza disisi kanan dan kiri ruangan sedangkan, Andreas dan Jack ada di tengah depan Dojo.


Saat melihat Kyle, Andreas sontak menyambutnya. "Rain, akhirnya kamu datang! Silahkan duduk!"


Rain tidak menjawab nya, dia pun hanya menundukkan kepalanya dan duduk Dogeza. Tidak selang lama ujian seleksi pun dimulai yang mana hanya tersisa Rain yang belum ujian.


"Baiklah dengan ini Ujian seleksi dimulai!" Andreas melihat kearah Rain. "Rain, berdiri lah dan tunjukkan kemampuan mu."


"Karena ujian seleksi Joe belum diakui maka, Joe silahkan maju kedepan!"


Joe yang mendengar itu, dia tersenyum lebar lalu, dia dengan percaya dirinya melangkah ke tengah Dojo dengan menatap remeh Rain.


"Hei, Rain. Sebenarnya, aku tidak ingin bertarung dengan mu. Karena kita teman, bukan?!" ucap Joe.


Rain tidak menjawab, dia hanya menatap tajam kearah Joe seraya mengingat kejadian saat eksekusi Minami yang dengan mudah nya Joe menembaki Minami. Hal itu sontak membuat Rain semakin kesal namun, dia masih bisa untuk menahan nya.


Setelah kedua peserta ada di tengah Dojo, Jack memberikan katana kepada Joe sedang kan, Rain diberikan belati. Kedua senjata itu dipilih berdasarkan permintaan kedua peserta dan senjata diharuskan senjata jarak pendek bukan senjata api.

__ADS_1


Setelah menerima senjata, Rain dan Joe mempersiapkan kuda-kuda nya.


"Apakah kamu bisa membunuh ku?" ucap remeh Joe.


Rain hanya tersenyum menanggapi perkataan tersebut. Lalu, Andreas memulai pertandingan.


"Pertandingan di mulai!" seru Andreas.


Mendengar itu, Joe sontak berlari serta mengayunkan katana nya kearah Rain namun, Rain dengan mudah menghindari nya dan juga Rain melakukan serangan balasan dengan cepat. Rain menusuk titik-titik vital yang ditembak Joe kearah Minami dan mengakhiri nya dengan menuju sisi dahi kepalanya hingga dia pun sontak terjatuh dan tidak bernyawa lagi.


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut dan terbujur kaku melihat Rain yang mengalahkan serta membunuh Joe dengan cepat nya.


Tanpa ada bahasa, Rain sontak menghadap kearah Andreas dan membungkukkan badannya lalu, pergi meninggalkan Dojo.


Hanna yang melihat Rain, dia pun tersenyum lalu, mengalihkan pandangannya kearah Joe yang sudah berlumuran darah dengan puas.


Tapi, berbeda dengan Sandi. Dia menatap seperti layaknya musuh yang harus dia kalahkan.


Sedangkan, Andreas ada perasaan takut dan khawatir.


"Seperti nya, kita telah membesarkan monster!" gumam Andreas.


"Saya sependapat," jawab Jack.


Di sisi lain, Rain melangkah ke arah makam Minami dan saat tiba disana, Rain memberikan senyuman.

__ADS_1


"Minami, aku sudah membalas kan dendam mu. Aku berjanji. Meski, aku berada di sini. Aku akan tetap menjadi manusia," batin Rain didepan makam Minami.


...# Rain: Nano System #...


__ADS_2