
...Bab 20. School Party...
Sesudah mengetahui akan ada nya ruang OSIS yang begitu mewah, Rain pun menduga bahwa adanya kemungkinan data pencucian uang ada diruangan tersebut.
Lalu, Rain pun menyelinap masuk ke ruang OSIS ditengah malam yang tentu saja dengan bantuan Mei yang telah meretas camera cctv. Setelah itu, Rain dihadapan kan dengan pintu yang memiliki kunci elektrik yang cukup rumit.
Melihat itu, Rain pun mengandalkan Mei kembali.
"Mei, aku butuh bantuan mu!" seru batin Rain.
[Dimengerti!]
Sesudah itu, Rain memegang pengaman pintu dan mengeluarkan beberapa nanites kedalam elektrik pengaman pintu. Lalu, saat Nanites sudah didalam elektrik pengaman pintu dan Nanites dengan mudah meretas dan membuka pintu.
Hal itu membuat Rain tersenyum kecil dan masuk kedalam ruangan serta nanites yang ada di pintu berjalan kembali kedalam tubuh Rain yang sedang melangkah.
Setibanya didalam, Rain pun mencari berkas atau pun data baik dari komputer atau alat penyimpanan data dan sekitar setengah jam Rain belum menemukan data maka dari itu, dia menghentikan pencarian dan melihat kemungkinan ada brangkas rahasia. Lalu, Rain pun melihat sekitar ruangan itu dan saat melihat dengan teliti Rain melihat ada keganjalan pada buku yang ada di rak buku yang mana buku itu terbalik dibandingkan dengan buku yang lain.
Melihat itu, Rain menghampiri rak buku dan mengambil buku tersebut. Lalu, memeriksa nya dan menemukan sebuah mikro SD didalam buku. Rain pun tersenyum karena penemuan itu. Lalu, dia pun mengambil alat card reader bluetooth dan dihubungkan ke sistem komputer. Setelah itu menyalin semua data yang ada didalam mirco SD tersebut. Setelah selesai menyalin, Rain menaruh kembali Micro SD kedalam buku dan menutup pintu agar tidak ada kecurigaan.
Lalu, setibanya didalam apartemen. Rain memeriksa isi data yang telah disalin nya dan dia pun menemukan data penyuapan dan donasi dengan jumlah tidak masuk akal di sekolah.
"Syukurlah, aku bisa menemukannya," gumam Rain.
Beberapa hari pun berlalu dan malam akhir pekan tiba yang mana Rain di undang ke School party yang ada di gedung sekolah lama. Rain pergi ke acara itu dengan mengunakan mobil sportnya yang mana membuat beberapa murid yang ada di luar melihat mobil Rain terutama saat Rain keluar dari mobil tersebut. Semua mata wanita yang ada dekat parkir menatap Rain dengan senyuman menggoda nya.
Dari informasi yang didapatkan oleh Rain bahwa ada banyak murid sekolah lain yang hadir dalam acara School party maka dari itu, yang hadir di pesta itu tidak lah sedikit lantaran Andre juga bukanlah orang biasa melainkan dia putra tunggal dari salah satu senator di Indonesia.
Meski Rain menjadi sorotan, dia tidak mempedulikan nya dan masuk kedalam gedung. Sama seperti sebelumnya, Rain menjadi sorotan juga didalam bahkan beberapa wanita ada yang memegang dan mengelus tangan Rain dengan senyuman seksinya.
Rain hanya tersenyum tapi tidak menanggapi mereka.
__ADS_1
Lalu disaat Rain melangkah, dia didatangi oleh salah satu anggota OSIS dan Rain menghentikan langkahnya.
"Surya, ikut lah dengan ku! Ketua OSIS sudah menunggu!" seru anggota OSIS.
Rain tanpa menjawab, dia pun mengikuti anggota OSIS itu dan pergi ke atap yang mana disana terdapat arena kecil yang mana ada dua petarung yang tidak mengenakan baju sedang bertarung dan banyak orang mengelilingi arena untuk memberikan dukungan lantaran mereka sedang bertaruh kemenangan.
Rain yang melihat itu tersenyum remeh lantaran dia sudah melihat bertarungan yang sebenarnya. Sedangkan, mereka hanyalah anak nakal yang suka bertarung.
Langkah Rain pun terhenti di hadapan Andre yang sedang memangku seorang gadis yang berpakaian seksi, berciuman serta meraba tubuh nya.
Lalu, Anggota OSIS itu melaporkan kehadiran Rain. "Ketua, Surya udah datang!"
Mendengar itu, Andre menghentikan kesenangan nya dan melihat kearah Rain.
"Terimakasih, Surya. Kamu sudah datang!"
Disaat Andre sudah menghentikan kesenangan nya. Gadis yang bersamanya kembali ke tempat duduk nya dan menatap Rain dengan tatapan menggoda. Saat Rain menyadari tatapan itu, dia pun juga menatapnya dan gadis itu yang tahu bahwa dirinya dilihat oleh Rain, dia pun memainkan lidahnya dengan membasahi mulutnya. Rain pun hanya tersenyum lalu, mengembalikan pandangan kearah Andre.
Andre yang mendengar itu, dia pun beranjak dari kursi nya lalu, menghampiri Rain.
"Surya, kamu lihat pria disana!" seru Andre menunjuk kearah pria besar.
Rain yang melihat arah yang ditunjuk oleh Andre membuat nya tersenyum lantaran pria yang ditunjuk nya ialah pria besar yang menyakiti Irina.
"Iya, ada apa dengan dia?" tanya dingin Rain.
"Dia ingin bertarung dengan mu dan ada beberapa murid lain. Apa kamu mau bertanding?" tanya Andre.
"Berapa?" tanya langsung Rain tentang bayaran nya.
Andre pun tersenyum dan mengerti dengan pertanyaan Rain, "1 juta per orang dan 10 juta jika lu berhasil semua lawan. Bagaimana?"
__ADS_1
"Baiklah," jawab Rain.
"Yosh ... Semua nya dengarkan!" seru keras Andre lalu, semua orang yang ada diatap itu melihat kearah Andre.
"Petarung pendatang baru telah datang mari kita beri sambutan!" seru Andre.
Lalu, semua murid disana memberikan sambutan meriah dan pria besar tersenyum remeh.
Sesudah itu, Rain melakukan persiapan dengan hanya melepaskan baju. Lalu, saat berjalan ke arah arena semua orang disana terkejut dan para gadis terpesona melihat tubuh Rain yang sudah penuh dengan otot disertai otot perut yang sudah terbentuk delapan.
Sedangkan Andre tersenyum remeh, "Dasar tukang pamer!"
Dan, Rain juga sudah ditunggu oleh pria besar di arena.
"Akhirnya, gua bisa membalas penghinaan lu, Njing!" ucap pria besar.
"Benarkah?" jawab remeh Rain.
Jawaban Rain itu membuat semua orang disana mempertawakan pria besar yang mana membuat nya kesal.
"Bjingan!"
Disaat yang bersamaan, pertandingan dimulai. Pria besar itu berlari dan melesat kan pukulan kearah Rain namun, Rain menyerang balik lebih cepat dengan tendangan samping kearah leher pria besar yang mana membuatnya sontak terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Done," gumam Rain dengan senyuman senang.
Melihat pertandingan yang begitu cepat membuat semua orang bersorak senang. Sedangkan, Andre tersenyum namun, tangan nya dikepal dengan keras seraya menahan emosinya.
...# Rain: The King Underground #...
•
__ADS_1
•