Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 23. Bisnis sekolah nakal


__ADS_3

...Bab 23. Bisnis sekolah nakal...


Disaat Rain sudah di apartemen nya, dia mendapat kan pesan masuk dari laptopnya dan saat menyadari itu, Rain sontak membuka pesan itu yang mana pesan itu berasal Host Angel dengan tulisan misi lanjutan Rain untuk menyelidiki lebih lanjut tentang perdagangan DNA manusia.


Melihat pesan itu, Rain pun menerima nya dan sesaat kemudian, pesan itu terhapus.


Beberapa hari kemudian, Rain yang sudah dikenal sebagai murid terkuat di sekolah membuat OSIS dan murid preman lainnya menjadi segan terhadap Rain. Lalu disuatu hari, Rain melihat kedatangan orang-orang berjas hitam masuk ke ruang OSIS. Kedatangan orang berjas hitam itu membuat kehebohan satu sekolah meski begitu, para guru membiarkan nya.


Sedangkan, Rain sendiri hanya bisa melihat dan ada dugaan Andre menemui gangster atau mafia. Ini terlihat dari penampilan pria berjas yang menjaga pintu tersebut.


Untuk mencari informasi, Rain pun terpikir sesuatu saat melihat Karina. Lalu, dia pun menghampiri Karina dan mengandeng nya serta membawanya ke sebuah tempat.


Sikap Rain itu membuat Karina terkejut namun, dia memasrahkan diri diseret dan digandeng oleh Rain.


Dan, Rain pun membawa Karina ke halaman samping sekolah.


"Karina, kamu tahu siapa mereka?" tanya Rain.


"Ah, mereka yang berjas hitam itu. Kenapa kamu ingin tahu?" jawab Karina.


Rain yang melihat respon Karina yang sedikit gelisah, dia pun mencoba menjebaknya.


"Mungkinkah mereka penyuplai obat-obatan?"


Mendengar pertanyaan Rain membuat Karina panik dan salah tingkah, "Kenapa kamu tahu?" Lalu, Karina mendekatkan jaraknya kepada Rain, "Mungkinkah kamu polisi?"


"Tidak perlu khawatir, aku juga penguna," jawab bohong Rain.


Meski Rain berbohong namun ucapan itu bisa mengelabui Karina.


"Syukurlah, aku pikir kamu sedang menyamar. Kalau mau beli nanti aku akan bilang sama Andre. Oke!" ucap Karina.


Rain pun tersenyum dan mengangguk kepalanya.

__ADS_1


Sesudah itu, Karina memegang tangan dan menatap Rain dengan penuh gairah. "Rain, malam ini rumah ku kosong. Bagaimana kalau kita bermain di rumahku?"


Rain pun tersenyum lalu, mengelus-elus pipi kanan Karina. "Dengan satu pembayaran!" ucap Rain.


"Apa?" ucap manja Karina.


"Ceritakan semua yang kamu tahu tentang Andre dan bisnisnya," ucap Rain.


"Hm, aku akan menceritakan semuanya," jawab Karina yang menganggukkan kepalanya.


Lalu, Karina dan Rain berciuman namun itu tidak lama dan Karina pun meninggalkan Rain.


Rain yang melihat kepergian Karina, dia menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Tidak selang lama, tiba-tiba ada tas yang melayang dari balik tembok dan tanpa melihat arah datang nya tas, Rain menangkapnya dengan mudah.


Lalu, Rain pun mengalihkan pandangannya kearah sumber lemparan tas yang mana dari balik tembok terlihat Irina sedang memanjat ingin menerobos masuk lantaran dia telat masuk sekolah.


Melihat sikap Irina itu membuat Rain tersenyum senang dan terhibur. Lalu, Rain pun melihat Irina yang sedang kesulitan dan ragu untuk turun dari tembok.


Irina pun tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya.


Melihat respon jawaban Irina itu, Rain mendekati nya dan mengulurkan tangan kanan nya.


"Lompatlah! aku akan menangkap mu!" ucap meyakinkan Rain.


"Yang kuat ya!" jawab Irina.


Rain mengangguk kepalanya. Lalu, Irina yang percaya dengan jawaban Rain. Dia pun melompat kearah Rain dan Rain pun menempatkan Irina ditangan nya seperti layaknya tuan putri dan Irina yang juga mengalungkan tangannya di leher Rain, dia turun memandangi Rain dengan senyuman.


Rain yang menyadari itu, dia juga terus memandangi Irina sampai Irina menyandarkan lamunan nya.


"Maaf, Rain. Bisa turunkan aku?" tanya Irina.

__ADS_1


Rain pun sontak menurunkan Irina dan tangan nya, "Iya, Maaf. Irina." jawab Rain.


"Rain, ayo kita masuk!" seru Irina.


Rain pun mengangguk kepalanya. Lalu, Rain dan Irina melangkah bersama masuk ke kelas.


Di ruang osis, salah satu pria berjas duduk di sofa satu tempat biasa Andre duduk dan dua orang berjas hitam berdiri disisi pria yang duduk itu sedangkan, Andre duduk di sofa samping nya.


Dan, mereka sedang membicarakan sesuatu.


"Andre, bos meminta uang muka lebih besar dan pengedaran dipercepat seminggu ini!" seru pria berjas.


"Saya mengerti, pak," jawab Andre seraya menundukkan kepalanya.


Sesudah itu, pria berjas yang duduk menoleh ke salah satu anak buahnya yang sedang memegang koper dan memberikan isyarat. Lalu, anak buah itu menghampiri Andre dan menaruh koper di hadapan Andre serta membuka nya yang mana koper itu berisikan penuh obat-obatan.


Andre yang melihat itu, dia pun terpana dan mencoba menyicipi nya dengan menyobek salah satu obat lalu, meminum nya.


Dan, Andre pun tersenyum senang sendiri. "Saya mengerti. Kenapa Bos meminta uang lebih?" Lalu, Andre beranjak dari kursi dan mengambil beberapa gebok uang rupiah dan membayarkan obat tersebut.


"Terimakasih, saya senang berbisnis dengan anda," ucap Pria berjas dan memberikan tangan nya.


Lalu, Andre juga beranjak dari kursinya dan mereka pun berjabat tangan.


Sesudah itu, pria berjas pergi meninggalkan sekolah dengan beberapa anak buah nya.


Mulai saat itu peredaran obat-obatan pun terjadi. Siswa besar itu pun yang memimpin peredaran obat-obatan dengan jumlah yang kecil dan penjualan itu diterima baik oleh kalangan murid yang nakal seluruh kota.


Rain pun hanya mengawasi dari kejauhan lantaran pengedaran itu bukanlah misi dari Rain dan dia pun membiarkan nya.


Meski begitu, Rain yang menyamar sebagai pembeli. Namun, Rain tidak menggunakan nya melainkan membakarnya.


"Bisnis yang sungguh busuk," gumam Rain seraya melihat api hijau dari obat yang dibakar Rain.

__ADS_1


...# Rain: Nano System #...


__ADS_2