
...Bab 22. Bertemu Irina...
Setelah Rain menghadiri School party, dia pun kembali ke apartemen nya dan melaporkan data micro SD yang didapatkannya itu kepada host Angel di software laptop nya.
"Host Angel, apa statusmu?" tanya Host Angel dari balik laptop.
"Data telah didapatkan dan Misi selesai. Apa selanjutnya?" sambung Rain.
"Kirimkan data itu dibuku Napoleon di toko buku Grandia, besok pukul sembilan pagi!" seru host Angel.
"Copy that," jawab Rain.
Sesudah itu, Rain menutup komunikasi dan melangkah ke kulkasnya untuk mengambil bir kaleng dan meminumnya.
Lalu, Rain berdiri di sisi jendela menatap langit malam dan mengingat tentang data yang sebelumnya di curi nya.
Didalam data itu, selain data dari korupsi dan penyuapan di sekolah. Rain mendapatkan sebuah data penjualan produksi DNA manusia tabung ilegal yang sangat tidak manusiawi.
"Sungguh usaha yang biadab!" seru kesal batin Rain seraya memperkuat pegangan kaleng hingga membuat kaleng remuk dan isinya keluar.
Keesokan harinya, Rain pergi menuju lokasi yang ditunjukan oleh Host Angel. Setibanya disana, Rain berjalan dengan penuh rasa kewaspadaan lalu, mencari buku yang ditunjuk ialah buku biografi Napoleon yang sudah terbuka segelnya dan saat Rain menemukan nya, dia mengambil buku itu lalu memasukkan micro SD kedalam robekan buku yang sudah disiapkan pada buku tersebut. Sesudah itu, Rain menaruh kembali buku tersebut.
Tidak selang lama, pelayan toko datang dan membawa buku itu lalu, pelayan itu menghampiri Rain dan memberikan anggukan kepala seraya menabrak Rain dan memberikan sebuah kertas kepada nya.
Menyadari itu, Rain sontak melihat isi kertas itu yang mana Rain harus dalam kondisi siaga dan tunggu instruksi selanjutnya dengan mengunakan tulisan binary.
Memahami itu, Rain sontak menyobek kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah.
Tidak selang lama, seseorang menyapa Rain.
"Surya," suara wanita menyapa.
Rain yang mendengar itu, dia sontak menoleh kearah sumber suara yang mana suara itu dari Irina dan ada Tiara disampingnya.
"Hei, Irina." Rain melihat kearah Tiara, "Hei, Tiara."
Irina dan Tiara pun tersenyum manis dihadapan Rain.
"Lu, ngapain disini?" tanya Irina.
"Aku sedang mencari buku tapi, tidak kutemukan," jawab ramah Rain.
"Kami juga sama, Surya. Iya ga Irina," ucap Tiara seraya menyenggol pelan Irina.
__ADS_1
Irina hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Melihat sikap Irina, Rain pun terpikir sesuatu.
"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Rain.
Mendengar pertanyaan Rain, Irina awalnya mengangguk kepalanya namun, Tiara menyenggol nya dan menjawab dengan lantang. "Kami belum makan. Apalagi Irina dari kemarin dia belum makan?" ucap ledek Tiara.
"Eh?" Irina sontak menoleh kearah Tiara dan menyenggol nya seraya bergumam tanpa suara. Lalu, dia menyadari sikapnya itu dan mengembalikan pandangan kearah Rain dan tersenyum kepadanya.
Rain yang melihat itu, dia hanya tersenyum kecil. "Baiklah, Ayo kita sarapan bersama! kebetulan aku juga belum sarapan."
Lalu, Tiara dan Irina mengangguk kepalanya dan pergi bersama meninggalkan toko buku.
Rain melakukan itu lantaran dia takut akan mata-mata dari Organisasi akan mengincar Irina dan Tiara lantaran dekat dengan lokasi pengiriman.
Setelah meninggal kan toko, Rain mengajak Irina dan Tiara masuk kedalam mobil sport nya yang mana membuat mereka terkagum-kagum lantaran mobil yang digunakan Rain bahkan Tiara mengatakan bahwa hal itu pertama seumur hidupnya menaiki mobil mewah.
Hal itu membuat canda tawa didalam mobil dan Rain pun mengajak mereka ke rumah makan yang menyediakan menu sarapan dan disana, Rain berbincang-bincang dengan Irina dan Tiara.
Bahkan Irina menceritakan tentang ibunya yang dibunuh tepat di apartemen nya yang dahulu dan sekarang, dia hidup dengan paman dan bibinya
Rain yang mendengar itu membuatnya teringat kembali tentang pesan terakhir Park Yeon untuk menitipkan putrinya yang membuatnya merasa iba kepada Irina.
"Maaf, Irina," batin Rain.
Lalu, Irina pun memandu arah rumahnya. "Iya, Surya. Berhenti disini saja!" seru Irina.
Dan, Rain menghentikan laju mobilnya di depan rumah dengan kedai yang ada di lantai dasar nya.
"Ini kah rumah mu?" tanya Rain.
Irina pun menganggukkan kepalanya. "Surya, mau mampir?" tanya malu Irina.
"Boleh saja jika kamu mengizinkan nya," jawab Rain.
Lalu, Irina melihat kearah Rain. "Tentu saja, gua izinin! emangnya gua pejabat apa?" jawab Irina.
Rain yang mendengar jawaban Irina itu membuat nya tertawa kecil begitu pun Irina. Lalu, Rain dan Irina turun dari mobil dan bersama masuk kedalam rumah Irina tersebut.
Setibanya didalam rumah Irina, Rain melihat ada beberapa pengunjung yang sedang makan di kedai rumah itu dan terlihat wanita dewasa sedang melayani dan membawa makanan ke pengunjung nya.
Irina yang melihat wanita dewasa itu sontak menyapanya, "Bibi, aku pulang!"
__ADS_1
Saat wanita dewasa itu mendengar suara Irina, dia sontak menoleh kearah pintu yang mana suara itu memang dari Irina bersama dengan seorang pria disampingnya.
"Selamat datang, Irina!" jawab bibinya Irina. Lalu, dia menghampiri Rain dan Irina.
Saat berdiri dihadapan Irina dan Rain, dia sontak melihat Rain, "Irina, siapa ini?" tanya bibinya Irina.
Mendengar itu, Rain sontak memperkenalkan dirinya, "Aku Surya, Bu. Teman sekelas Irina," ucap ramah Rain Seraya salam tangan kepada bibinya Irina.
"Anak yang sopan. Kamu teman atau pacar nih..." ledek Bibinya Irina.
"Bibi! Dia cuman teman. Jangan bikin gosip yang tidak-tidak," ucap malu Irina seraya salah tingkah yang membuat Rain dan Bibinya tersenyum.
"Nak, Rain. Mau mampir. Biar saya siapkan makanan disini," ucap bibinya Irina.
"Maaf, Bu. Aku tidak bisa berlama-lama karena ada urusan," jawab Rain.
"Begitu, jika ada waktu mampir ya dan Terimakasih sudah mengantarkan Irina," jawab Bibinya Irina.
"Iya, Bu. Sama-sama," jawab Rain dengan senyuman ramah. Setelah itu, Rain melihat kearah Irina. "Irina, aku pulang dahulu," ucap pamit Rain.
Irina mengangguk kepalanya, "Iya. Hati-hati, Rain! sampai bertemu besok di sekolah," jawab Irina.
Rain mengangguk kepalanya lalu, meninggalkan rumah Irina.
Lalu, saat Rain hendak keluar rumah. Dia berpapasan dengan seorang pria yang memiliki aura yang sama dengan dirinya dan Paman Kyle hingga membuat Rain mengerutkan dahinya meski begitu, Rain tetap bersikap biasa dan tersenyum kepadanya.
Setibanya didekat mobil, Rain mendengar suara Irina dari dalam.
"Paman Katsuo, selamat datang!" ucap Irina.
"Irina, kamu sudah pulang!" jawab pria tersebut.
Lalu, Irina mengangguk kepalanya.
Saat mengetahui bahwa pria itu kenalan Irina, Rain pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan mereka lantaran rasa khawatirnya hilang.
Disisi lain, Paman Katsuo melihat kearah luar. "Irina, kamu mengenal pria yang tadi keluar?"
Irina menjawab nya dengan santai, "Oh, Surya. Dia teman sekelas ku."
Lalu, Paman Katsuo melihat kearah luar
"Kenapa ada seorang murid dengan hawa pembunuh didekat Irina?" batin paman Katsuo.
__ADS_1
...# Rain: Nano System #...