
...Bab 32. Kembali pulang [ Kasus PDNA bagian 6 ]...
Saat ini Rain sedang berada di apartemen nya dan membuka laptop kecil. Setelah itu, dia mengambil flashdisk kecil dari dompet dan memasangnya di laptop.
Dengan hanya beberapa ketikan saja, Surya telah meretas data profil di BIN (Badan Inteligent Nasional). Lalu, mencari nama ‘Kuto Sewu’ dalam data tersebut. Proses yang cukup lama membuat Rain meninggalkan laptopnya dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh diri.
Kling … Kling.
Setelah Surya membersihkan dirinya dan berganti pakaian, ada suara pesan masuk dari laptopnya. Dia pun membukanya.
“Angel. kode 170745. Confirm," ucap Rain ke laptop.
“170745 Confirm. Permintaan misi di terima.” Jawab Angel.
“Roger!” jawab balik Rain dan panggilan terputus.
Saat mendengar itu, Rain menyandarkan badannya di sofa panjang. Dia mengingat ucapan dari Irina saat mereka berada di gudang.
“Surya, Aku merasa bersalah kepada teman-temanku. Andai punya kekuatan dan keahlian, aku ingin membalas dendam,” ucap Irina yang sedang menatap kosong tong didepannya.
“Irina, jangan membalas dendam! Itu akan menambah musuhmu dan serahkan itu kepadaku,” jawab Rain yang mencoba menenangkan Irina.
“Tapi ..." bantah Irina seraya melihat Rain.
“Irina, Aku kasih tahu. Kehidupan itu semuanya berharga jika seseorang menghargainya tapi jika seseorang tidak menghargainya maka, kehidupan dirinya juga tidak berharga,” ucap Rain.
Kling!
Lamunan Rain tersadar saat mendengar bunyi pemberitahuan dari laptop.
Dia pun mengambil laptop yang ada di depannya dan disana terlihat data seluruh aset Kutosewu. Lalu, Rain memulai menganalisa data itu untuk mencari lokasi persembunyian dari targetnya tersebut.
__ADS_1
Kutosewu, satu dari empat target yang harus dieliminasi oleh Rain. Data itu diterimanya dari Jeremy.
Rain yang memiliki keahlian dan pelatihan dalam mencari lokasi, dia pun tidak sampai satu jam berhasil menyimpulkan dan kemungkinan terbesar lokasi bersembunyian dari Kutosewu.
Rain pun bergegas mengambil jaket juga pistol redamnya yang disimpannya dalam kloset.
Setelah itu, Rain mengunakan motor besarnya untuk pergi ke lokasi.
Katsuo dan irina pun tiba di rumah persembunyian tempat bibinya berada.
“Bibi!” teriak Irina yang berlari ke pelukan bibinya.
“Irina!!” jawab lega dan air mata Indah saat melihat keponakan yang pulang dan tidak apa-apa.
"Bibi, aku lapar!” seru Irina yang menarik pelukannya dan tersenyum kepada bibinya
“Iya, ya. Bibi akan masakan sesuatu,” jawab Indah yang membasuh air matanya dan beranjak pergi ke dapur.
“Irina, sekarang kamu mandi dan nanti jelaskan kepada paman dengan apa yang terjadi?!” ucap Katsuo dengan melipatkan tangannya.
“Iya, paman,” jawab Irina dengan senyuman dan setelah itu, dia pergi ke kamar mandi.
Pada saat di bathtub, Irina yang sedang berendam. Dia melamun dan mengingat kejadian yang menimpah dirinya bersama teman-temannya juga kebersamaannya dengan Surya.
Tok … Tok …
“Irina, kamu masih lama. Makanannya sudah siap, tuh!” teriak Indah yang mengetuk dari luar.
Irina sadar dari lamunannya, “Iya, Bi!” jawab Irina.
Irina pun mempercepat mandinya dan makan bersama dengan Bibinya. Di ruang makan itu terdapat Irina, Bibi nya beserta Katsuo yang sedang makan bersama.
__ADS_1
Irina sendiri tidak malu-malu, dia melahap dengan cepat makanan yang ada diatas meja.
“Pelan-pelan, Irina! Masih banyak ini,” seru Indah yang melihat Irina yang makan secara terburu-buru.
Setelah itu, Katsuo, Indah, dan Irina berada di ruang santai.
“Irina, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Indah.
Pada awalnya, Irina sempat terdiam lama dan berat untuk mengatakannya tapi karena merekalah satu-satunya keluarganya dan tidak ingin kehilangan mereka maka, Irina memutuskan untuk menceritakan semuanya.
“Begini …” Irina pun memulai ceritanya.
Dalam menceritakan kejadian yang dialami berlahan Irina menetesakan air matanya dan bibinya tidak tinggal diam, seusai cerita dia memeluk erat anaknya agar menangis di pelukannya.
“Seperti yang aku duga,” gumam Katsuo yang menghela nafas serta menyandarkan badannya di sofa.
Tidak lama kemudian, Irina mulai tenang dan dia mengambil sesuatu dari tasnya.
“Paman Katsuo, aku berikan ini! Mereka semua menginginkan ini,” ucap Irina yang memberikan formula yang selalu dibawanya kepada Katsuo.
“Ini!” ucap kaget Katsuo saat menerimanya.
Katsuo dan Indah pun saling bertatap muka dan memberikan kode untuk menyimpannya dengan baik.
“Baik, paman akan simpan dengan baik!” ucap Katsuo dengan tegas.
“Terima kasih, paman Katsuo!” jawab Irina dengan senyuman.
... # Rain: The King Underground #
...
__ADS_1