Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 35. Janji


__ADS_3

...Bab 35. Janji...


Perjalanan Rain dan Irina pun terhenti di taman ria yang terletak daerah Ancol. Meski, hari sudah sore tapi itulah keinginan dari Irina saat Rain menanyakan keinginan nya untuk pergi ke Ancol.


Berbagai wahana yang mereka naiki dari yang eksrem hingga santai. Pada saat di salah satu wahana kincir angin, Irina sangat senang melihat pemandangan yang sudah sedikit gelap dari atas.


“Surya, Lihat itu! Indahnya!” ucap kagum Irina yang melihat kelap-kelip cahaya dan laut yang terbentang.


Rain menjawab dengan senyuman bahagia terutama saat menatap wajah senang Irina.


Irina tidak pernah melepaskan tangan Rain, dia dengan senang mengajak Rain ke satu persatu wahana lainnya. Pada saat di roller koster serta wahana yang ekstrem. Rain dan Irina dengan lepas berteriak serta saling menatap dengan tawa kecil.


Pada saat mereka berada diwahana tembak. Irina mengalami kesulitan dalam menjatuh kaleng didalam kotak dan dia sangat ingin boneka besar sebagai hadiahnya.


Rain yang ingin memenuhi keinginan Irina, dia pun bermain dengan tembakan yang tepat dan Rain pun berhasil mendapatkan boneka besar.


Malam pun tiba, meski begitu Irina tidak ingin pulang. Lalu, mereka pun pergi ke pentas lumba-lumba dengan wajah yang sangat bahagia bahkan, pada saat lumba-lumba memercikan airnya dan membasahi Irina dan Rain, mereka pun terlihat sangat senang.


Seusai pentas itu, mereka makan bersama di salah satu restaurant yang masih daerah ancol.


“Oiya, Surya! Sekarang kan tahun baru. Ikut aku!” ucap Irina seraya beranjak dari kursinya


Lalu, menarik Rain keluar.


Rain pun mengikuti Irina dan menaruhkan uang tunai diatas meja sebagai bayaran makanan.


Irina dengan semangat berlari kearah pantai.


“Surya, aku tahu tempat view kembang api yang paling bagus,” ucap Irina sembari lari dipantai.


Dan mereka pun tiba, disebuah pantai yang lebih sepi dibandingkan pantai lainnya. Pada saat itu, pantai sangat ramai karena banyak orang yang ingin melihat kembang api tahun baru.


“Disinilah tempatnya!” ucap Irina senang dan mengajak Rain untuk duduk dipantai.

__ADS_1


Rain menjawab hanya dengan anggukan kepalanya.


Disana Rain dan Irina terdiam lama, tidak lama kemudian, Irina menganggukan kepalanya.


“Terima kasih kak telah menyelamatkan aku dan Tiara juga untuk malam ini,” ucap Irina seraya melihat ke langit malam.


“Sudah jadi tanggung jawabku untuk melindungi teman-temanku juga kita sebagai manusia harus saling tolong menolong, bukan!” jawab Rain yang menatap Irina.


“Surya, kamu memang misterius. Aku tidak tahu, kamu itu orang baik atau orang jahat,” ucap Irina yang menatap Rain.


“Benarkah seperti itu?!” jawab santai Rain.


Irina menganggukan kepalanya dan mereka saling bertukar senyum.


“Tapi, maukah Kakak berjanji kepadaku?!” ujar harap Irina.


“Janji, apa?” tanya Rain


“Aku berjanji setelah menyelesaikan apa yang dimulai,” jawab tegas Rain.


“Kalau begitu, kita janji kelingking!” ucap Irina yang memberi tunjuk kelingkingnya.


Rain mengetahui maksud dari Irina, dia pun memberikan kelilingking lalu, menempelkan kedua keliking mereka sebagai tanda perjanjian. Rain dan Irina pun saling bertukar senyum dengan lebar.


Ciunggg!! Bang!! Ciungg!!! Bang!!


Irina yang mendengar itu, dia langsung melihat ke langit.


“Itu kembang apinya tapi …” ucap senang Irina yang langsung berubah pada saat dia berada di lokasi yang tidak begitu terlihat kembang apinya.


“Tidak apa-apa. Itu juga terlihat,” ucap Rain yang menghibur Irina dengan tawa kecil.


“Tapi …” ucap kecewa Irina dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


“Irina, ada sesuatu yang ingin aku katakan,” ucap Rain.


Irina yang mendengar nada serius dari Rain membuat dia berat untuk melihatnya karena dia memiliki dugaan bahwa Rain akan meninggalkannya untuk waktu yang cukup lama.


“Apa, Surya?” tanya Irina dengan nada yang berat.


Rain tersenyum lebar dan mengelus-ngelus kepala Irina.


“Jaga diri ya, Irina!” ucap Rain dengan senyum lebar.


Irina yang mendengar itu membuat dirinya tidak kuasa menahan air matanya.


“Apa kita akan bertemu lagi?” tanya Irina pelan dan tangisan.


“Tentu, kita akan bertemu lagi,” jawab Rain.


“Iya, aku percaya dan aku akan selalu menunggumu, kak! Dan pada saat kita bertemu lagi, mungkin kita bisa nge-date secara resmi,” ucap Irina dengan tawa kecil.


Surya yang mendengar itu, dia langsung memeluk Irina dengan erat hingga Irina terkejut dan terdiam.


Sesaat kemudian, Irina juga memeluk badan Rain menyandarkan kepala di dada Surya.


“Dan janji terakhir, kakak. Jangan mati!” ucap Irina yang menangis kembali.


“Iya,” jawab Rain dan dia melepaskan pelukannya.


Rain dan Irina pun saling bertatap muka dengan lama hingga berlahan kepala mereka mendekat.


Lalu, Rain mencium bibir Irina yang kecil dan lembut. Irina pun menerimanya dengan senang hingga membuat Rain memperdalam ciumannya dengan memegang kepala Irina.


Dengan iringan kembang api yang masih menyala, kenangan itu membuat mereka selalu diingatnya.


...# Rain: The King Underground #...

__ADS_1


__ADS_2