
...Bab 36. Perpisahan
...
Keesokan harinya, Rain merapihkan barang di apartemennya dan dia pergi ke bandara dengan mengunakan taksi.
Segala hal yang dimilikinya selama di apartemen adalah milik Organisasi. Selama perjalanan di taksi Surya mengingat kenangan saat dia menjadi murid sekolah biasa selama 6 bulan ini.
Sedangkan, Irina hanya mengurungkan dirinya dikamar dengan wajah yang melamun dan murung diatas kasur.
Katsuo dan Indah merasa khawatir dengan keadaan Irina yang terlihat seperti itu.
Sama seperti Rain, Irina mengingat kenangan baik dan buruk bersama dengan Rain.Terutama dia mengingat disaat Rain menyelamatkannya beberapa kali dan bertarung untuk melindungi dirinya.
Tibalah Rain di bandara Internasional, dia membeli tiket pesawat VIP pergi ke korea selatan untuk menjalankan misinya. Sebelum berangkat, Surya duduk di kursi tunggu bandara sembari mendengarkan musik dari ponsel pintarnya.
Beberapa hari sebelum nya, Rain sempat mampir sejenak ke makam ibunya untuk berziarah dan memanjatkan doa. Setelah itu, Rain tersenyum dan menatap nisan ibunya.
"Ibu, aku pasti akan menemukan pelaku dan dalang pembunuhan mu. Meski, dunia ini bisa menutupi penjahat tapi tidak dengan ku. Ibu, bantulah Aku! God berkatilah ibuku!"
Lalu, lamunan pun tersadar saat ada penumpang yang menyenggol dirinya.
"Maaf," ucap penumpang lewat.
Rain hanya mengangguk kepalanya dan tersenyum.
Ditempat berbeda, Irina yang melihat jam. Dia pun bergegas bangun dan berpakaian sederhana. Lalu, berlari keluar kamarnya.
Saat Katsuo dan Indah berbincang-bincang di ruang keluarga, mereka terkejut dengan kehadiran Irina.
“Paman, cepat antarkan aku ke bandara!” seru gelisah Irina yang berlari ke ruang keluarga.
__ADS_1
“Malam-malam gini?!” jawab Pamannya yang kaget.
“Udahlah, cepat!” seru Irina yang menarik Pamannya untuk berdiri.
“Iya, ya,” jawab Katsuo dan dia mengambil kunci mobilnya.
Katsuo dan Irina pun pergi ke bandara dengan mobil. Katsuo yang sedang mengemudi, dia memperhatikan Irina yang gelisah dengan kaki yang terus bergerak dan mengigit ibu jarinya.
“Paman, bisa lebih cepat gak, sih?!” ucap gelisah Irina.
“Iya, ya … paman ada cara. Tenang!” jawab Katsuo.
Setelah itu Katsuo menaruh sirine diatas mobil hingga mobil didepan mereka ke sisi dan Katsuo bisa menambah kecepatan.
Sesampainya pintu masuk ke bandara, Irina langsung membuka pintu mobilnya dan berlari ke dalam bandara.
“Pak dimana gate pesawat ke korea selatan?” tanya Irina yang tergesah - gesah kepada petugas keamanan.
“Gate 11, nona.” Jawab petugas keamanan.
Irina mengetahui itu saat dirinya bertanya kepada Rain kemana tujuan pergi. Rain pun menjawab dengan bercanda. "Aku ingin bertemu Song Hye Kyo."
Irina yang mendengar itu, dia pun tertawa kecil begitu pun Rain.
Tidak lama kemudian, ada pegumuman penumpang di gate 11 untuk naik ke pesawat. Rain yang mendengar itu, dia pun berdiri dan berjalan masuk ke pesawat.
Irina yang tiba di Gate 11, dia memperhatikan seluruh penumpang disana namun, dia tidak menemukan Rain.
“Surya!!” teriak Irina dari ruang tunggu.
Irina terus berteriak dan lari disekitar ruangan itu hingga ada beberapa petugas keamanan yang menghampiri dan menghentikan nya.
__ADS_1
“Nona, anda jangan berisik menganggu penumpang lainnya!” seru petugas keamanan yang memengang Irina.
“Apaan sih ini?!” kesal Irina dan menarik tangannya dari petugas.
“Surya!” teriak Irina yang tidak mempedulikan petugas keamanan dan berlahan dia meneteskan air matanya.
Irina yang terus berteriak membuat petugas keamanan menyeretnya.
“Surya!!!” sambung Irina yang terus berteriak hingga dia pun diseret oleh petugas keamanan.
Tidak lama kemudian, Katsuo datang kepada Irina dan petugas keamanan yang membawanya dan menunjukan emblem kepolisian.
“Serahkan kepada saya!” seru Katsuo.
“Siap, pak!” jawab hormat serentak petugas keamanan dan dia melepaskan Irina dan meninggalkan mereka.
Tik! Tong! Tik! Tong!
“Pesawat Korea Air boing 24212 akan segera di berangkatkan!!” suara pemberitahuan bandara.
Teriak dari Irina pun terhenti dan dia terduduk diam. Lalu, tidak lama kemudian Irina pun menangis dengan keras. Katsuo yang melihat itu, dia pun memeluk Irina dengan erat.
“Hua …. Ibuu … Ibu!!” teriak tangisan Irina.
Katsuo mengelus-elus kepala Irina untuk menenangkan Irina.
“Sudah tidak apa-apa!” ucap Katsuo yang mencoba menenangkan Irina dengan melihat pesawat yang berangkat.
Didalam pesawat, Rain melihat foto dirinya bersama murid-muridnya dan setelah itu, dia menghapusnya.
“Aku harap kalian, baik-baik saja,” gumam Rain seraya melihat luar jendela.
__ADS_1
... # Rain: The King Underground #
...