
...Bab 15. Irina...
Saat ini Rain sedang berada di kelas 12-C sekolah Internasional ibu Pertiwi untuk melakukan misi penyamaran di sekolah tersebut.
Setelah Rain berkenalan, Pak Edi menyuruh nya untuk duduk yang mana ada bangku kosong di sisi kanan Irina dan saat Rain duduk, dia bertegur sapa kepada Irina dan sekitarnya.
"Salam kenal!" ucap Rain.
Sesudah itu, Rain melihat sekitar itu yang mana banyak siswi yang mencuri pandang dan siswa yang menatap iri serta kesal. Selain itu, Rain pun menganalisa bahwa di kelas itu diisi oleh 20 murid dan jumlah itu sangat berbeda dibandingkan dengan sekolah pada umumnya di Indonesia.
Lalu, Pak Edi pun memulai pelajaran dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan.
"Baiklah semuanya, kumpulkan PR kalian dan hari ini kita ulangan!"
Ucapan Pak Edi itu membuat semua murid berkomentar dan mengeluh tapi, Pak Edi bersikukuh.
"Tapi." Pak Edi melihat kearah Rain. "Kamu Surya tidak perlu ikut ulangan."
Saat pak Edi mengatakan itu, Irina yang ada didekat Rain bergumam, "Enaknya!" ucap Irina seraya menaruh kepalanya ditangan yang ada diatas meja.
Rain hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Irina.
"Tidak perlu, pak. Aku tidak ingin ada diskriminasi dan aku akan berusaha sebaik mungkin," jawab Rain.
__ADS_1
Lagi-lagi Irina berkomentar, "Cihh ... Sombongnya!"
Dan, Rain hanya tersenyum lagi menanggapi perkataan Irina.
"Baik. Jika, kamu berkata seperti. Ulangan kita mulai!"
Lalu, Pak Edi pun membagikan kertas soal dan jawaban nya. Setelah itu, Rain dan murid lain nya melaksanakan ulangan dan Rain hanya membutuhkan lima menit untuk menjawab 30 soal matematika.
Sesudah itu pun mengangkat tangan nya, "Pak, aku sudah selesai!"
Mendengar itu, semua murid terkejut dan Irina sendiri menganggap remeh. "Paling dia hanya asal-asalan."
Begitu juga Pak Edi, "Surya, waktu masih panjang. Coba periksa jawaban mu lagi!"
"Baiklah, jika kamu memaksa," ucap Pak Edi.
Lalu, salah satu siswa menyindir Rain, "Sudah pak, biarkan saja! Kalo nilai jelek kan wajar. Bukan kah begitu?" siswa itu pun diakhiri dengan tawa remeh dan murid disana juga mengikuti nya.
Rain tidak menanggapi nya. Dia dengan tenang beranjak dari kursi nya dan memberikan kertas ujian kepada pak Edi yang saat itu sedang duduk berada di meja guru.
"Surya, kamu tunggu diluar dan jangan berisik!" seru pak Edi.
Rain menjawab nya hanya dengan anggukan kepala dan pergi meninggalkan kelas.
__ADS_1
Saat Rain sudah diluar, Pak Edi yang tidak percaya dengan Rain. Dia pun mengambil kunci jawaban dan menyamakan nya dengan jawaban Rain. Sesudah memeriksanya, Pak Edi pun terkejut.
"Jawaban nya benar, semua," gumam Pak Edi.
Irina yang sedang mengerjakan ulangan nya. Dia pun menghentikan aktifitas dan melihat keluar, "Pria yang aneh."
Lalu, beberapa jam kemudian tibalah jam istirahat yang mana Rain dikerumuni oleh para siswi yang ingin berkenalan dengan Rain dan Rain sendiri bersikap ramah menerima perkenalan mereka kecuali Irina dan Tiara.
Tiara yang sebelumnya duduk sedikit jauh dengan Irina. Dia pun menghampiri Irina dan duduk di bangku depan Irina.
"Irina, bukankah dia pria yang kita temui tadi pagi dan tersenyum melihat kita," ucap Tiara.
"Iya, tapi gue tidak yakin kalau dia tersenyum kepada kita." Irina melihat kearah Rain. "Lihatlah aja, dia pasti pria playboy!"
Tiara pun mengikuti arah pandang Irina yang melihat "Meski begitu, dia cakep banget! Cowo cakep bebas!" ucap Tiara.
"Yeee ... Lu aja. Gue gak ikut-ikutan," jawab Irina.
Meski Rain sedang berbincang dengan murid yang lain, dia mendengar percakapan Tiara dan Irina.
Dan, saat pulang sekolah. Rain mencuri pandang melihat kearah Irina yang mana wajah Irina mirip dengan ibunya, Davika. Dengan wajah yang sangat cantik dengan kulit yang putih merona serta memiliki rambut hitam yang panjang.
Melihat Irina membuatnya seperti melihat ibunya kembali.
__ADS_1
...# Rain: Nano System #...