
...Bab 40. Hasil Pekerjaan...
Seorang wanita berpakaian jas panjang berjalan di stripe club, dilantai bawah terlihat DJ yang memainkan musiknya dengan keras serta para pengunjungnya yang sedang menarik dengan riang.
Selain itu, di club ada beberapa wanita yang berpakaian seksi dan minim sedang menarik erotic di tiang penyanggah club tersebut.
Wanita yang memiliki mata yang tajam itu tidak mempedulikan mereka. Dia terus berjalan kelantai dua yang merupakan ruangan VIP dan wanita itu mengunjungi salah satu ruangan yang didalam terdapat seorang wanita yang menari diatas meja dengan erotic bahkan beberapa gerakannya dia melepaskan pakaian dalamnya, mengoyangkan buah dadanya yang tidak berbusana sampai ****** ***** yang juga dilepaskan. Wanita itu terus menarik erotic untuk melayani seorang pria yang duduk disofa seorang diri yang tidak lain ialah Rain
Saat Rain melihat seorang wanita bermata tajam itu datang masuk kedalam ruangan,
“Terima kasih, good job sweety!” ucap Rain yang menepuk tangannya untuk menghentikan tariannnya dan dia memberikan segepok uang tunai mata uang korea ke wanita tersebut.
Wanita itu pun menerima uang itu dan merapihkan pakaiannya setelah itu, dia menundukan kepalanya dan keluar ruangan.
“Halo, Ketua Min Yeong!” sapa Rain yang menyambut kedatangan wanita bermata tajam tersebut.
Rain melakukan itu semua untuk menyamarkan dirinya agar dalam pandangan ketua Min Yeong terlihat biadab karena Ketua Min Yeong adalah kepala dari seluruh petugas keamanan legal ataupun ilegal dalam perusahaan Eternal.
Kemampuan itu didapatkannya saat masih di Orphan. Salah satu pelajaran yang diajarkan disana, Rain mempelajari ilmu psikologis, baca raut wajah, dan mendeteksi kebohongan dari gerakan pada wajahnya. Maka dari itu, dia bisa menebak orang yang diajak bicaranya itu senang, benci, marah, sedih, bahkan ekpresi jatuh cinta kepadanya.
Ketua Min pun tersenyum lebar mendengar sambutan Rain dan dia duduk di sofa samping Rain serta menaruh tas besar diatas meja.
“Jon sok, ini yang kami janjikan!” ucap Ketua Min yang memamerkan tas tersebut.
“Terima kasih,” jawab Rain yang membuka isi tas dan puluhan gepok dolar didalamnya.
Setelah Rain membuka tasnya itu, dia pun menatap Ketua begitupun ketua Min hingga mereka diam dan saling menatap dengan saling bertukar senyum.
“Lalu, apa tugasku selanjutnya?” ucap pelan Rain yang mendekati wajah Min Yeong.
“Entahlah,” jawab pelan dengan nada mengoda juga mendekati wajah Rain.
Setelah mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Rain mengambil aksi terlebih dahulu dengan menaruh tangan dibelakang Min Yeong lalu, menariknya. Mereka pun saling berciuman dengan semakin lama semakin dalam ciuman mereka. Min Yeong pun menahan ciumannya itu dengan memegang kepala Rain.
Pergerakan ciuman mereka semakin kuat dan dalam. Rain pun memulai meraba paha Min Yeong dengan dilanjutkan ke dalam roknya.
Gung! Gung!
__ADS_1
Min Yeong yang mendengar suara ponselnya bergetar, dia mendorong pelan Rain.
“Maaf,” ucap pelan Min Yeong.
“Iya .. ya. Silahkan!” jawab Rain yang duduk kembali di sofa tengah.
Min yeong pun mengangkat ponselnya.
“Ya, saya mengerti!” jawab cepat Min Yeong dan dia pun menutup teleponnya.
“Sepertinya Ketua tidak bisa libur,” ledek Rain.
“Ya, seperti itulah dan aku pamit,” ucap Min Yeong.
Setelah mengatakan itu, Min Yeong memegang kepala Rain dan mencium bibir Rain sebentar lalu, meninggalkan ruangan.
Gung! Gung!
Suara ponsel Rain yang bergetar dan dia pun mengangkatnya.
“Jung Ah,” ucap Rain yang bersandar di sofa.
Dia berada halte bis saat menelepon Rain.
“Aku mengerti. Kita bertemu di tempat biasa,” ucap Rain.
“Iya kak,” jawab Jung Ah dan dia pun menutup teleponnya.
Setelah menerima telepon itu, Rain pergi meninggalkan ruangan juga Jung Ah naik taksi ke tempat pertemuan.
Jung Ah yang menaiki taksi, dia turun di gedung hotel mewah dan berjalan ke sebuah bar. Setibanya disana, dia melihat sekeliling bar itu dan terlihat disana Rain yang sedang duduk di kursi bulat dekat bartender dengan menikmati minumannya. Jung Ah pun menghampirinya dengan tersenyum senang.
“Kak Jon Sok! Maaf aku telat,” ucap Jung Ah yang duduk disamping Rain.
“Tidak, aku juga baru sampai,” jawab Rain yang menatap Jung Ah dengan senyuman.
Rain pun meminta satu gelas yang terisi dan diberikan kepada Jung Ah.
__ADS_1
“Jung Ah, minumlah dahulu,” ucap Rain.
“Terima kasih,” jawab Jung Ah menerima minuman itu dan dia meminumnya.
“Jadi, bagaimana?” tanya Rain.
Jung Ah pun mengambil mikro sd itu dari kotak bedaknya. Lalu memberikan kepada Rain.
“Ini kak!” ujar Jung ah yang memberikan mikro sd tersebut.
“Kerja bagus!” ucap Rain yang menerima mikro sd dan memeriksanya pada ponselnya.
Sesudah Jung Ah memberikan mikro sd itu, tangan jung ah terlihat gemetar dan dia terlihat ketakutan.
Rain yang melihat sikap Jung Ah itu, dia memegang tangannya. Jung Ah pun yang dipegang oleh Rain, dia menatapnya dengan wajah yang penuh ketakutan.
“Tidak apa-apa, aku akan membantumu keluar dari Negara ini,” ucap Rain.
“Kak Jon Sok,” jawab pelan Jung Ah.
Mereka pun saling menatap satu sama lain yang membuat mereka saling tertarik.
Dilantai 30 terdapat lift yang terbuka dari dalam terlihat ada pasangan yang sedang berciuman dengan berjalan kearah kamarnya. Mereka tidak lain, Rain dan Jung Ah, dalam kecupan panjangnya. Mereka tidak mau melepaskan ciumannya itu dengan kedua tangannya mengalungkan ke leher Rain sedangkan, Rain memegang pinggul Jung AH dengan kuat hingga saat mereka berjalan dengan ciuman tidak menghalangi mereka untuk masuk ruangan.
Rain hanya mengunakan rabaan saja, dia membuka pintu dengan kartu dan masuk kembali serta mengunci pintu itu kembali. Setibanya didalam, Rain memulai pergerakan berbeda. Dia berhenti sejenak untuk melepaskan kacamata yang dipakai Jung Ah juga ikatan rambutnya dan melanjutkan ciumannya.
Gerakan kali ini adalah melepaskan pakaiannya begitupun Jung Ah hingga mereka menghentikan kembali ciumannya dan dengan cepat mereka melepaskan pakaiannya. Pada saat mereka melepaskan pakaian, ******* dari Jung ah pun mulai terdengar begitupun Rain. Seusai mereka tanpa busana sehelai pun, mereka melanjutkan ciumannya hingga terjatuh diatas kasur.
Saat sudah diatas kasur, Rain menurunkan ciumannya dari bibir ke leher hingga yang terbawah. Jung ah melihat kesamping dan merasakan kenikmatan tersebut. Tidak lama kemudian, Rain melakukan gerakan inti untuk memuaskan nafsu mereka masing-masing hingga kedua pun tertidur dalam pelukan.
Gung!
Rain yang sedang tidur dengan Jung ah yang berada sampingnya terbangun saat mendengar panggilan masuk. Rain pun secara berhati-hati untuk bangun agar tidak membangunkan Jung Ah yang sedang tertidur pulas tanpa busana.
Begitu pun Rain, dia berdiri dan mengambil ponselnya tanpa busana. Dia melihat ada pesan masuk yang berupa kode dari pesan Angel. Rain yang melihat itu dengan cepat, dia mengambil tablet dari jasnya dan membuka pesan itu yang tertuliskan bahwa pembunuhan CEO Lee Jan Myun diizinkan.
Setelah Rain mendapatkan pesan itu, dia melihat keluar dari jendelanya dengan tatapan yang serius.
__ADS_1
“Akhirnya!!” ucap Rain.