Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 34. Dirumah Sakit [ case Pejualan DNA berakhir]


__ADS_3

...Bab 34. Dirumah sakit [ Kasus Penjualan DNA berakhir.]


...


Irina yang mengetahui bahwa temannya, Tiara dilarikan ke rumah sakit. Maka, dia pun pergi kesana.


Krekkk!!


Pintu terbuka dan Tiara melihat dari balik pintu itu Irina yang datang.


“Tiaraa!” teriak kencang Irina yang berlari lalu, memeluk Tiara.


“Irina!!” jawab Tiara yang menangis saat melihat temannya tersebut.


Irina pun juga tidak kuasa menahan air matanya dan mereka menangis bersamaan. Irina datang tidak sendirian, dia bersama dengan pamannya, Katsuo. Dan saat melihat itu Katsuo tersenyum senang.


“Bagaimana keadaanmu, Tiara?” tanya Katsuo.


“Sudah lebih baik, Om,” jawab Tiara.


“Mungkin, ini bukan waktu yang tepat. Tapi, bagaimana kamu ada disana?” tanya Katsuo yang sedang melakukan introgasi.


“Jangan memaksakan dirimu, Tiara!” ucap Irina yang memegang tangan Tiara.


Tiara menjawabnya dengan senyuman dan menganggukan kepalanya.


“Begini …” Tiara pun mulai bercerita kronologis dirinya.


Pada awalnya Tiara tidak menaruh curiga sedikit pun kepada Andre yang ditemuinya saat berangkat sekolah. Andre dengan bujuk rayu meminta Tiara mengikutinya. Saat dia dibawa ke dalam mobil, seseorang ada yang membiusnya dan membuat dirinya tidak sadarkan diri.


Disaat Tiara membuka mata, dirinya terkejut bahwa dia ada disebuah ruangan dengan beberapa alat laboratorium dan dia disuntik pada tulang ekornya untuk diambil kromosom DNA nya yang membuat dirinya menderita. Setelah itu, dia dikurung dengan beberapa gadis seumurannya. Setiap hari, mereka pun bergantian untuk diambil kromosomnya. Bahkan, beberapa penjaga ada yang memaksa satu dari mereka dipaksa untuk melakukan hal tidak senonoh.


Saat menceritakan itu, Tiara yang sudah tenang. Dia menangis kembali dan Irina memeluknya. Dan Katsuo menghela nafas panjang.


“Jadi, begitu ya. Tenanglah, Tiara! Kami akan menangkap dalang dari semua ini,” ucap Katsuo dengan wajah yang serius.


Kring … Kring.


“Sebentar, paman keluar dulu ya!” pamit Katsuo.

__ADS_1


Irina menoleh ke pamannya dan dia menganggukan kepalanya. Setelah itu, Katsuo keluar ruangan dengan mengangkat teleponnya.


Disaat Katsuo keluar, Tiara melanjutkan ceritanya dan dia pikir cerita ini tidak boleh diketahui oleh Katsuo.


“Irina, kamu tahu siapa yang membunuh mereka semua dan menyelamatkan kami sebelum polisi?!” ucap pelan Tiara yang ingin memberitahu sesuatu.


“Siapa?” tanya penasaran Irina.


“Surya,” jawab Tiara dengan tegas.


“Begitukah,” ucap senang Irina dan tersenyum.


“Kenapa kamu tidak kaget Irina?” tanya heran Tiara.


“Tidak, aku terkejut,” ngelak Irina.


Tiara pun menceritakan pertemuannya dengan Rain. Disaat itu, mereka yang berada didalam ruangan terdengar suara keributan bahkan mereka mendengar suara tembakan disertai dengan jeritan. Hal itu membuat diri mereka ketakutan dan saling memeluk satu sama lain serta pasrah untuk mati pada saat itu.


Beberapa saat kemudia, suara-suara itu berhenti dan seseorang membuka pintu ruangan mereka.


Krikkk!


Tapi, saat seseorang masuk, Tiara terkejut bahwa sosok yang dikenalnya yang datang.


“Surya!” kaget Tiara.


Disaat Rain melihat salah satu teman sekelas nya dan beberapa gadis muda lainnya. Dia menghampiri mereka dan mereka ketakutan dengan kedatangan Rain


“Tenang aku bukan orang jahat, Kalian baik-baik saja?” ujar Rain yang menatap para gadis tersebut.


“Surya, kenapa lu bisa disini?” tanya heran Tiara.


“Aku tidak bisa menceritakannya dan yang jelas, kalian tetaplah disini. Pihak yang berwajib akan segera kesini dan aku mohon kepada kalian untuk tidak memberitahukan kepada siapapun,” ujar Rain.


Tiara dan lainnya pun menganggukan kepala dan meninggalkan mereka.


Tiara pun menyelesaikan ceritanya dan dia menceritakan itu semua karena Irina sahabatnya juga orang yang bisa menjaga rahasia. Namun, dari balik ruangan depan Katsuo mendengar semua cerita Tiara.


Katsuo yang sudah mendengar tidak menceritakan tentang Rain, dia pun masuk kembali kedalam ruangan dan Irina dan Tiara berbincang seperti biasa. Katsuo yang melihat mereka sudah tenang dan terlihat senyum tawa dari Tiara. Dia pun memutuskan untuk meninggalkan mereka.

__ADS_1


“Irina, Tiara. Paman pergi dahulu ya. Ada pekerjaan yang harus paman kerjakan,” pamit Katsuo.


Irina dan Tiara menjawab dengan anggukan kepala. Setelah itu Katsuo pergi meninggalkan mereka.


Beberapa jam pun berlalu, obrolan mereka tidak terasa sudah sore hari.


“Maaf ya, Irina! Padahal malam ini adalah malam tahun baru,” ucap Tiara.


Irina mengelengkan kepalanya.


“Tidak apa-apa, aku lebih memilih disini bersama sahabatku,” jawab Irina dengan memegang kedua tangan Tiara.


“Kamu memang sahabat terbaik,” ucap Tiara dengan memeluk Irina.


“Tapi, tetap saja ini sudah sore. Tenang aku sudah tidak apa-apa,” sambung Tiara yang melepaskan pelukannya.


“Yakin?!” ucap ledek Irina.


Tiara menganggukan kepalanya dan tidak lama kemudian, Irina berpamitan dengan Tiara serta meninggalkan ruang rawat Tiara.


Pada saat diluar, langka Irina terhenti di pintu masuk rumah sakit karena dia melihat Surya yang sedang bersadar di mobil hitam dengan tangannya dimasukan kedalam saku celananya serta tersenyum kepadanya.


Rain yang melihat langkah Irina yang terhenti. Dia pun menghampirinya.


“Irina, bagaimana keadaanmu?” tanya Rain dengan memegang bahu kanan Irina.


“Sudah lebih baik, Surya,” jawab Irina malu dengan memalingkan wajahnya kebawah kiri.


“Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?” tanya Rain dengan tersenyum.


“Ehh, maksud kamu kita kencan?!” jawab Irina yang melihat Rain yang berpikir bahwa Rain bercanda


“Ya, kurang lebih seperti,” jawab santai Rain


Irina pun menjadi tersipu malu dan dia menganggukan kepalanya dengan pelan. Setelah itu, Rain mengegam tangan Irina ke arah mobil serta membukakan pintu mobilnya untuk Irina. Setelah itu, mereka pun pergi.


... # Rain: The King Underground #


...

__ADS_1


__ADS_2