
...Bab 30. Tempat Aman [Kasus Penjualan DNA bagian 4]...
Rain yang telah berhasil menyelamatkan Irina dan dia pun membawa Irina ke tempat yang lebih aman melalui jendela. Dalam pemikiran, Rain tidak ingin membawa Irina pulang lantaran ada nya kemungkinan para preman masih di rumah Irina.
Lalu, Rain dan Irina bersembunyi di sebuah gudang yang jauh dari lokasi sebelum nya dan terlihat aman sebagai tempat bersembunyi.
Setibanya disana, Rain mengambil tong dan beberapa kayu bekas. Lalu, dia membuat api unggun dalam tong tersebut.
Rain dan Irina pun duduk berdampingan dengan tangan diluruskan untuk menghangatkan badan mereka lalu, berbincang-bincang.
“Irina, bagaimana kamu bisa terlibat dengan mereka?” tanya Rain seraya melepaskan jaket yang dikenakan dan memakaikannya kepada Irina.
Irina pun menatap Rain dengan senyuman yang sudah tenang, “Terima kasih,Surya!”
Setelah itu, Irina menghela nafas panjang dan memulai ceritanya pada saat perayaan kesembuhan dirinya hingga bertemu dengan seorang pria berjas hitam yang menembaki orang-orang Thailand beserta teman-temannya yang membuat mereka meninggalkan dunia juga Bibinya yang diculik oleh para preman yang tidak dikenalnya.
Saat bercerita itu, Irina tidak kuasa menahan air matanya. Rain yang bersimpati dengannya mengarahkan Irina agar menangis di bahunya.
“Irina, jangan menangis! Aku berjanji akan menyelamatkan Bibimu dan membalaskan dendam teman-temanmu,” ucap Rain dengan mengelus-ngelus kepala Irina.
Irina tidak menjawab apapun dan saat melihat ke arah Irina terlihat dia sudah tertidur. Rain membiarkannya dia tertidur.
Pagi hari pun tiba, Irina samar-samar mendengar suara telepon dalam bahasa Inggris.
“Host. Add Request mission. Eliminate CEO Lee Jan Myun,” ucap Rain ditelepon.
“Respon Request wait in 24 hour,” jawaban dari operator.
“Roger that!” jawab Rain yang menutup teleponnya. Lalu, menghancurkan telepon tua yang dipegangnya dengan menginjaknya.
CEO Lee Jan Myun adalah presiden dan pendiri dari perusahaan bioteknologi yang mendalangi seluru riset di perusahaan bioteknologi Eternal Farmasi. Selain itu ada juga beberapa nama yang berikan oleh Jeremy.
Irina yang berlahan membuka matanya dan dia pun terbangun dengan posisi dirinya yang bersandar di tembok dengan jaket Rain yang menempel di punggung Irina.
“Irina, kamu sudah bangun?” tanya Rain yang mendekati Irina.
Irina yang melihat Rain, dia terkejut dan langsung berdiri.
“Maaf, Surya. Aku sudah merepotkan!” ucap malu Irina.
Sesaat kemudian, Rain mendengar suara kendaraan yang datang dari luar. Rain pun menduga mereka adalah para preman.
“Shhhttt!!!” seru Rain dengan telunjuk dimulut untuk Irina diam.
__ADS_1
Dan, Irina pun menuruti nya.
Lalu, Rain bergegas mendekati Irina dan membimbingnya untuk bersembunyi dan berada didekatnya
Sesaat kemudian, enam orang berpakaian jas hitam mendobrak gudang dengan berjalan pelan dengan menodongkan senjata berat nya seraya bersiaga untuk menembaki targetnya.
Rain yang melihat itu, dia melangkah dengan berhati-hati disisi sudut barang-barang gudang.
Saat menemukan barang yang besar serta terlihat aman untuk Irina bersembunyi, Rain menyuruhnya untuk bersembunyi dan Irina pun menuruti nya.
Rain melangkah dengan hati-hati begitu juga para berjas hitam berhati-hati dari serangan targetnya. Disaat salah satu pria jas hitam berada disisi tembok, Rain dengan cepat menendang salah satu berjas hitam tersebut.
Dor! Dor!
Tembakan asal diluncurkan karena terkejut dan orang berjas hitam itu terjatuh.
“DISANA!!!” teriak rekan jas hitam yang melihat Rain menyerang salah satu dari mereka.
Dor! Dor! Dor!
Rekan lainnya meluncurkan serangan tembakan beruntun kepada Rain. Namun, Rain dengan cepat berguling dan mengambil senjata berat pria berjas hitam yang di serangnya.
Lalu, bersembunyi di sisi benda sampingnya untuk berlindungi dari tembakan. Sedangkan, pria berjas terus melesatkan tembakan kearah Rain.
Disaat melihat kesempatan, Rain membalas tembakannya dan mengenai satu persatu dari pria berjas hitam tersebut.
Disaat semua berjas hitam sudah tumbang, Rain memberikan kode kepada Irina untuk menghampirinya.
Irina yang masih kaget kepada teman nya itu, dia sempat terdiam meski begitu, dia percaya akan teman nya itu akan melindunginya. Irina pun bergerak dengan hati-hati.
Setibanya didekat pintu keluar, Rain dan Irina menempel di tembok samping pintu.
Brum! Brum!
Rain melirik kearah luar ada mobil besar yang menyusul dan orang-orang yang sama seperti sebelumnya turun dari mobil dengan membawa senjata berat ditangannya.
Melihat keadaan itu, Rain memeriksa senjatanya yang ternyata sudah habis pelurunya maka dia pun mengantinya dengan pistol yang didapatkannya dari pria berjas hitam itu juga.
Dor! Dor!
Tembakan yang terarah mengenai salah satu pria berjas hitam sedangkan yang lainnya bergegas melindungi dirinya di belakang pintu mobil juga melancarkan tembakan beruntunnya.
Dor … Dor … Dor!!!
__ADS_1
Rain yang sedang bersandarkan di tembok, dia menunggu tembakan dari pria jas hitam itu berhenti. Sedangkan, Irina terus menatap wajah Rain itu dengan tatapan serius karena dalam benaknya tersimpan banyak pertanyaan kepada diri nya.
Ciung … Ciung
Sesaat mendengar suara tembakan tanpa suara tersebut. Tembakan dari berjas hitam itu pun terhenti. Rain yang menyadari itu, dia pun melirik keluar dan melihat Pria berjas hitam itu sudah tumbang terkena tembakan seseorang.
“POLISI! ANGKAT TANGAN KALIAN DISANA!” teriak seseorang dari luar.
Rain yang mendengar itu, dia mencari sumber suara tersebut yang mana suara itu berasal dari Paman nya Irina, Katsuo yang sedang berjalan pelan masuk kedalam gudang seraya menodongkan pistol.
“Saya tahu kamu didalam,Surya! Keluarlah!” teriak Katsuo yang terus berjalan pelan dengan siaga.
Rain yang menempel ditembok, dia menghela nafas panjang dan tersenyum menghadap Irina.
“Irina, kamu sudah aman,” ucap Rain yang memegang kedua bahu Irina.
“Tapi, apakah kita bisa bertemu kembali?” jawab Irina yang melihat Rain. Dia menduga bahwa Rain akan meninggalkannya.
Rain pun hanya menganggukan kepala dan tersenyum kepadanya.
“Jaga diri!” nasihat Rain yang mengelus-ngelus kepala Irina dan tidak lama, Rain pun pergi meninggalkannya.
Irina hanya terdiam dan melihat Rain pergi keluar gudang melalui sisi yang lain.
“Angkat tangan!!” teriak Katsuo yang menodongkan pistolnya kearah Irina.
Irina membalikan badannya, “Paman Katsuo!” teriak Irina yang memeluk pamanya tersebut.
Katsuo memperhatikan sekitar Irina yang sudah aman dan terlihat jasad-jasad pria berjas hitam membuat dirinya menurunkan senjatanya.
Lalu, Katsuo melepaskan pelukan Irina.“Irina, kamu tidak apa-apa?” tanya panik Katsuo terhadap Irina.
“Iya,” jawab Irina dengan menganggukan kepalanya.
Katsuo melihat lagi sekeliling Irina dan dia tidak menemukan seorang pun disana namun, dia curiga terlihat ada senjata berat di bawah kaki Irina.
“Surya kah?! Dimana dia sekarang?” tanya paksa Katsuo.
Irina tidak menjawab hanya mengelengkan kepalanya.
"Siapa sebenarnya teman mu itu?" gumam Katsuo.
Irina tersenyum, "Berhati-hatilah, Surya!" batin Irina.
__ADS_1
... # Rain: The King Underground #
...