Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 09. Pengkhianatan Minami


__ADS_3

...Bab 09. Pengkhianatan Minami...


Dimalam Minami dikurung, Rain yang sedang rebahan gelisah dan tidak bisa tidur yang mana dia sedang memikirkan Minami yang mana saat itu, Minami sudah dikurung 3 hari lamanya tanpa makan dan minum.


Sesaat memikirkan itu, Rain juga mengingat kejadian saat ujian pelepasan. Ujian pelepasan ialah ujian yang mana para murid harus berpasangan pria dan wanita untuk melepaskan kperjakaan dan kprawan mereka. Hal ini diperlukan untuk menjalankan misi rayuan.


Pada saat itu, Rain berpasangan dengan Minami. Awalnya Rain dan Minami, malu-malu namun, paksaan dari Park Yeon membuat mereka mengharuskan berhubungan dan mereka pun saling menikmati satu sama lain meski itu pengalaman pertama mereka.


Selain rasa itu, Rain juga mengingat perkataan Minami setelah mereka berhubungan dan Minami merebahkan tubuh yang tanpa busana diatas tubuh Rain yang juga tanpa busana lalu, Minami menaruh kepalanya didada Rain dengan posisi telinga tepat di jantung Rain.


"Aku bisa mendengar suara denyut jantung mu. Apakah ini yang disebut hati nurani?" gumam Minami.


Rain hanya terdiam tidak menanggapi perkataan dari Minami tersebut.


Rasa itulah yang muncul pada malam itu dan Rain pun melepaskan lamunannya dan pergi ke tempat Minami dikurung secara sembunyi-sembunyi dengan membawa sebotol air mineral dan sebuah sedotan.


Lalu, Rain tiba di depan jeruji yang mana Minami sedang tidur di lutut nya namun saat Rain tiba, dia sontak bangun dan menghampiri Rain.


"Rain, kenapa kamu ke sini? Nanti, jika ketahuan. Kamu akan dihukum," ucap khawatir Minami.


"Kamu haus," tanya singkat Rain.


Minami menghentikan kekhawatiran nya dan tersenyum lalu, mengangguk kepalanya.


Jeruji ditempat Minami dikurung sangatlah memiliki celah yang kecil bahkan tikus sekalipun tidak bisa masuk.


Melihat itu, Rain mengambil sedotan dan mengambil air dari sedotan itu lalu, memberikan nya kepada Minami.


Minami pun menerima sedotan itu dan minum dari sedotan yang masih ada dimulut Rain dan memberikan nya kepada Minami.


Dan, Rain pun terus memberi air itu dengan cara yang sama sampai sebotol air yang dibawa Rain habis.


Sesudah itu, Minami tersenyum. "Terimakasih, Rain."


Rain hanya tersenyum lalu, dia pun meninggalkan Minami.

__ADS_1


Ditengah perjalanan kembali ke kamar, Rain bertemu dengan Hanna.


"Rain, apa yang sedang kamu lakukan?" Hanna melihat sebotol air mineral. "Mungkinkah?!"


Rain tidak menanggapi nya, "Ini bukan urusan mu," ucap Rain yang terus melangkah dan melewati Hanna.


Hanna pun melipatkan tangan nya dan menoleh kearah Rain yang sedang berjalan dibelakang nya.


Beberapa hari kemudian, Minami pun dilepaskan dari masa hukumannya. Sejak saat itu, sikap dan sifat Minami pun berubah dan Rain menyadari hal itu.


Sehingga di tengah malam pada saat hujan badai, Rain mendengar suara langkah kaki yang pelan namun tergesa-gesa meski suara langkah kaki itu kecil, suara itu membuat Rain terbangun di sisi lain Rain juga berpikir bahwasanya ada kemungkinan yang berlari itu ialah Minami.


Maka dari itu, Rain sontak bangun dari rebahan nya dan mengejar nya sampai di tepi pagar belakang gedung, Rain menyadari bahwa pemikiran itu benar yang mana Rain melihat Minami yang ingin melarikan diri dari Akademi.


Rain yang mendengar itu, dia pun menghentikan nya, "Minami!"


Minami yang sedang berlari ditengah hujan deras menghentikan langkah nya. Awalnya dia ragu namun, hatinya berkata lain. Minami lebih memilih menghentikan langkah nya dan membalikkan badannya untuk melihat wajah Rain untuk yang terakhir kali ini nya dan juga dia mencoba untuk membujuk Rain.


Ditengah hujan yang deras, Rain pun melangkah menghampiri Minami. Lalu, Rain membuka pembicaraan.


Minami pun tersenyum lalu, dia memegang pipi kanan Rain. "Rain, ikutlah dengan ku!" ucap Minami dengan bahasa Jepang.


Rain pun memegang tangan Minami yang ada di pipi dirinya. "Kenapa?" tanya Rain kembali.


"Rain, aku tidak ingin menjadi anjing pemburu atau robot. Aku ingin menjadi manusia dan hidup bebas. Maka dari itu, Rain! Ikutlah dengan ku dan menikah lah dengan ku! Aku ... sangat mencintai mu!"


Setelah mengatakan itu, Minami menarik wajah Rain dan mencium bibir Rain.


Rain terbujur kaku namun, bujukan Minami tidak sesuai dengan prinsip nya. Meski dia juga menyukai Rain maka dari itu, Rain melepaskan ciuman.


"Maaf, Minami!"


Mendengar jawaban Rain itu Minami tersenyum disertai dengan tetesan air mata meski tetesan air mata itu telah bercampur dengan air hujan namun, Rain masih bisa melihat dan dia mengusapnya.


Minami pun tersenyum lalu, dia melepaskan tangan Rain dari pipinya.

__ADS_1


"Selamat tinggal, Rain! Aku harap kita bisa bertemu kembali!" ucap Minami.


Sesudah itu, Minami membalikan badannya dan memanjat pagar. Rain pun tidak menghentikan nya dan hanya diam melihat kepergian Minami dibawah guyuran hujan dan gemuruh suara petir.


Setelah beberapa lama, Rain pun menoleh kesamping yang mana dia baru menyadari adanya cctv disana hingga membuat gemuruh di pintu depan.


Rain tidak begitu mempedulikan nya dan kembali ke asramanya. Lalu, tidak selang lama. Minami pun berhasil ditangkap dan diikat di tempat latihan tembak.


Keesokan paginya semua murid berkumpul di tempat lapangan tembak yang mana Rain melihat Minami disana.


Rain hanya bisa melihatnya dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah itu, Andreas datang dengan wajah kesalnya.


"Ini adalah simbol pengkhianatan! Di akademi hanya satu hukuman untuk pengkhianatan yaitu kematian!" Andreas melihat kearah Joe. "Nyawamu ada ditangan Pengkhianatan ini maka dari itu ambillah kembali!"


Joe yang berbaris didekat Rain sontak menjawab nya. "Baik, sir!" Joe pun menghampiri Jack yang mana Jack memberikan pistol.


"Joe, berikan kematian yang paling menyakitkan!" seru Andreas.


"Baik," jawab Joe.


Lalu, Joe menodongkan pistol nya kearah Minami. Sedangkan Minami hanya menatap Rain dengan mulut yang tertutup dan tidak mempedulikan hukuman nya.


Sesaat kemudian, Joe melepaskan peluru nya dan menembaki titik-titik vital yang membuat nya menderita yang juga diakhiri dengan penembakan kepala nya.


Dan, eksekusi pun berakhir.


"Ingatlah kejadian ini, semuanya!" seru Andreas.


"Baik!" jawab serentak semua murid terkecuali Rain dan Hanna.


Disisi lain, Joe membalikan badan dan berjalan kearah barisan para murid serta melihat Rain dengan wajah yang senang dan tersenyum bangga.


Rain yang melihat itu, dia pun mengepalkan tangan nya dengan keras disertai menatap tajam Joe.

__ADS_1


...# Rain: Nano System #...


__ADS_2