
...Bab 16. Bully...
Hari pertama Rain pun berakhir namun belum sepenuhnya berakhir. Sebelum pulang, Rain mampir sejenak di minimarket dekat sekolah untuk membeli beberapa kaleng bir namun, kasir menolak nya dan Rain tidak diperbolehkan untuk membeli bir dan rokok lantaran Rain masih memakai seragam sekolah hingga akhirnya, Rain hanya beli jus dan beberapa makanan kecil.
Lalu saat Rain keluar, dia ada murid-murid ibu Pertiwi dari kelas lain sedang berkumpul dan bully murid yang sama namun penampilan nya jauh lebih rapih dan terlihat culun sopan.
Melihat itu, Rain pun penasaran dan menghampiri mereka.
"Oi, Lu bilang apa tadi?" ucap salah satu perisak yang berbadan kurus tinggi seraya menjambak murid yang menjadi target pembullyan.
“Ja … ngan … merokok di .. see .. kolah,” ucap terbata-bata dari siswa berbaju rapih tersebut.
“Begitu, jadi udah pahlawan sekarang ahh!!” ucap siswa berjaket merah yang berada disamping siswa kurus tinggi.
Lalu, siswa berjaket merah melepaskan pukulannya ke arah perut siswa target pembullyan hingga membuatnya jatuh ke tanah dan meringis kesakitan seraya memegang perutnya.
Serangan tidak berhenti disitu. Siswa kurus tinggi melanjutkan serangan dengan menendang perut dan badan siswa rapih seraya mengumpat, "Dasar ajing!"
Tendangan tidak dilakukan sekali, kedua siswa dan pembully lain nya terus menendang dan memukul siswa rapih itu berkali-kali hingga dia tergeletak di tanah seraya memegang kepala nya.
"Hahaha ... Mati Lu!" umpat salah satu pembully seraya tawa senang.
"Hahaha," tawa siswa yang lain.
__ADS_1
Melihat kejadian itu, Rain mengingat akan eksekusi Minami. Maka dari itu, Rain pun memutuskan untuk membantu dan menghentikan pembully tersebut.
"Hei, apa kalian tidak merasa jijik karena menindas orang yang lebih lemah dari pada kalian?" sindir Rain.
Mendengar ucapan Rain membuat aksi pembully terhenti dan mereka serempak melihat kearah Rain. Yang mana mereka tersenyum remeh melihat Rain.
"Wow, seperti nya sekarang ada aktor iklan yang mau jadi pahlawan?!" ucap remeh siswa kurus tinggi.
Ucapan siswa kurus tinggi itu membuat pembully yang lain tertawa. Sedangkan, Rain hanya tersenyum kecil.
Salah satu pembully pun menghampiri Rain seraya mengumpat, "Udah sana, ini bukan urusan lu lebih baik terusin iklan sabun!"
Seusai mengatakan itu, pembully mendorong pelan Rain namun, dia tidak bergerak sedikitpun yang membuat pembully itu terkejut. dan Rain juga melakukan serangan balik dengan menangkap tangan pembully itu lalu, melemparkan nya dengan teknik Judo.
"Siapa Lu, Ajing?!" tanya kesal siswa kurus.
"Aku hanya siswa yang lewat saja," jawab santai Rain seraya senyum remeh.
Mendengar itu membuat siswa kurus tinggi semakin kesal. "Taei!" Siswa kurus melihat teman-teman nya dan memberikan perintah. "Kalian serang dia!"
Tanpa ada keraguan, teman-teman pria kurus tinggi menghampiri dan menyerang Rain dengan membentuk formasi melingkar
Serangan awal berupa pukulan dari sisi samping kanan Rain namun, Rain berhasil menghindarinya dengan mudah dan melesat serangan balik dengan menendang perut pembully.
__ADS_1
Serangan selanjutnya datang dari belakang dan saat dia hendak melakukan serangan, Rain melakukan gerakan lebih cepat dengan menendang samping kaki pembully yang lain sehingga sebelum menendang, dia sudah terjatuh. Begitu juga pembully yang lain, Rain berhasil mengalahkan nya dengan mudah.
Melihat teman-temannya yang sudah dikalahkan. Siswa berjaket merah maju dan dia memasang kuda-kuda serta memamerkan teknik Taekwondo nya. Setelah itu, dia melesatkan serangan tendangan nya.
Meski mengunakan teknik Taekwondo namun, tendangan nya tidak terarah dan bertenaga Sehingga membuat Rain dengan mudah menghindari nya dan Rain pun menunjukkan teknik Taekwondo yang sebenarnya dengan melakukan serangan balik berupa tendangan memutar dan tepat mengenai badan siswa jaket merah yang membuat nya terpental cukup jauh dan meringis kesakitan di tanah.
Melihat kesakitan dari pembully, Rain pun bergumam. "Seperti nya aku telah berlebihan."
Semua pembully telah dikalahkan dan meringis kesakitan di tanah. Kecuali siswa kurus tinggi yang mana dia semakin kesal dengan Rain.
"Bjingan!" teriak siswa kurus seraya melesatkan pukulan kearah Rain.
Sebelum serangan nya sampai kepada Rain, dia melesatkan serangan tapak nya kearah dada siswa kurus tinggi hingga dalam sekejap dia tidak sadar kan diri dan pingsan ditangan Rain. Lalu, Rain pun melepaskan nya.
"Ahh, lagi-lagi aku berlebihan," gumam Rain seraya menatap tangan nya.
Setelah itu, Rain melihat sekeliling nya yang mana semua pembully sudah tergeletak di tanah maka dari itu, Rain pun membalikkan badannya dan pergi meninggalkan lokasi.
Disisi lain, siswa target pembully mengumpulkan tenaga nya dan berdiri. Lalu, dia terkejut melihat semua pembully sudah tergeletak di tanah. Sesudah itu, dia melihat kearah Rain dan berteriak. "Terimakasih!"
Rain hanya memberikan lambaian tangan di atas nya tanpa menoleh ke belakang. Lalu, pergi meninggalkan siswa rapih tersebut.
...# Rain: Nano System #...
__ADS_1