
...Bab 18. Permintaan Ketua Osis...
Dihari kedua saat Rain makan dikantin. Dia dihampiri oleh beberapa siswa.
"Kamu Surya, bukan?" tanya salah satu siswa.
Rain tidak mempedulikan nya, Rain menjawab dengan memainkan smartphone nya seraya menjawab dingin, "Iya, ada apa?"
"Bisakah kamu ikut dengan kami?!" seru salah satu siswa.
Rain tahu bahwa ada kemungkinan, dia akan dijebak namun, Rain tidak takut bahkan tidak peduli akan hal itu.
Mendengar itu, Rain melihat kearah siswa itu dan menjawab dingin. "Kemana? Temui siapa?"
Beberapa siswa yang menghampiri Rain saling bertukar pandang. Lalu, salah satu dari mereka ada yang menjawab nya.
"Ketua OSIS ingin bertemu dengan anda," ucap siswa.
Mendengar itu, Rain tersenyum yang mana dia sudah mengetahui kekuatan ketua OSIS di sekolah nya saat ini. Maka dari itu, dia tidak ingin melewatkan nya.
"Oh, ketua OSIS. Baiklah, tunjukkan jalan!" ucap Rain seraya beranjak dari kursi.
Lalu, Rain dan beberapa siswa pergi ke ruang OSIS.
__ADS_1
Ruang OSIS berada di lantai lima gedung ekstrakurikuler dan disana, Rain melihat pintu besar dengan bahan kayu jati disertai ukiran ditengah nya.
Dan, salah satu siswa membukakan pintu untuk Rain. "Silahkan masuk, Surya!" seru siswa.
Dengan tatapan dingin, Rain pun masuk kedalam ruangan yang mana disuguhi dengan ruangan klasik bergaya Eropa dengan perabot mewah serta karpet bulu di sisi tengah ruangan itu bahkan terlihat grand piano disana. Melihat ruangan itu, Rain tersenyum lantaran dia yakin bahwa proses pencucian uang dan pengedaran obat-obatan bukanlah dari sekolah melainkan dari para murid terutama anggota OSIS.
Dan, Didalam ruangan itu ada beberapa murid disana salah satunya Andre.
Saat Rain tiba disana, salah satu siswa melaporkan kehadiran Rain. Lalu, dia pun melihat kearah Rain.
"Jadi, kamu yang bernama Surya?" ucap Andre.
"Iya, Kenapa?" ucap dingin Rain.
"Mungkin, kamu sudah mengenal ku. Tapi, aku akan memperkenalkan diriku lagi. Namaku Andre Gin. Ketua OSIS di sekolah indah ini," ucap Andre seraya memberikan tangan nya kepada Rain.
"Iya, Aku Surya Cahyadi dan aku tidak menyangka akan menemukan fasilitas mewah seperti ini di sekolah," jawab Rain dan dia pun menolak berjabat tangan dengan Andre.
Mendengar perkataan Rain, Andre membalikan badan dan berjalan pelan sesudah itu dia membentang kan kedua tangan nya seraya berkata sombong, "Tentu saja, kami bukanlah murid-murid biasa."
Murid-murid yang berada di ruangan itu tersenyum bangga sedangkan Rain tersenyum kecil. Lalu, Rain memasukan kedua tangan kedalam saku celananya.
"So, ada keperluan apa memanggil ku?" ucap sombong Rain.
__ADS_1
Mendengar perkataan itu, Andre tertawa kecil dan menyadari bahwa dirinya juga murid-murid yang ada di ruangan itu diremehkan oleh Rain. Tapi, Andre masih menahan emosinya.
"Aku mendengar kamu mengalahkan murid dari anggota OSIS dengan mudah dan lebih dari itu kamu juga terkenal pintar," jawab Andre seraya menghampiri Rain.
"So?" sambung datar Rain.
Lalu, Andre pun memegang bahu kanan Rain, "Aku ingin kamu berpartisipasi dalam School party!" ucap Andre.
Mendengar itu, Rain mengerutkan dahinya. "School Party?"
"Kamu juga akan tahu nanti yang penting datanglah ke gedung sekolah lama akhir pekan ini!"
"Aku akan datang jika ada bayaran nya," jawab santai Rain.
"Tenang saja, kamu akan kaya dalam waktu semalam saja," jawab percaya diri Andre.
"Baguslah kalau begitu. Ada yang lain kah?" sambung Rain.
"Sudah cukup. Kamu bisa kembali!" jawab Andre.
Rain dan Andre pun saling bertukar senyum lalu, Rain membalikan badannya dan meninggalkan ruang OSIS seraya mendengar suara Andre, "Rain, aku tunggu!"
Rain tidak merespon dan terus melangkah.
__ADS_1
...# Rain: Nano System #...