
...Bab 13. Misi khusus...
Rain yang mendapat misi ke Indonesia, dia pun pergi ke Jakarta, Indonesia yang mana dia sudah tiga tahun lamanya tidak kembali ke tanah kelahirannya.
Setibanya di Jakarta, Rain sontak memanggil taksi untuk pergi ke apartemen yang sudah di siapkan oleh Host Angel.
Selama perjalanan, Rain melihat keluar jendela yang mana dia melihat berbagai gedung pencakar langit yang dilewati nya. Selain itu, Rain dalam lamunan ingin berziarah namun, misi lebih diutamakan. Meski begitu, Rain akan mencari waktu luang untuk berziarah.
Lalu, Rain pun memberikan perintah kepada Mei.
"Mei, buatkan schedule disaat aku bebas tugas atau ada tugas di Bali!" seru batin Rain.
[Dimengerti!]
Beberapa saat kemudian, Rain pun tiba di salah satu apartemen mewah dipusat kota. Setelah itu, Rain membayar taksi dan memasuki apartemen itu lalu, pergi ke resepsionis yang ada di lobby.
"Selamat Pagi, mas! ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis.
"Aku ingin mengambil kunci 3001!" jawab Rain.
"Bisa tunjukkan kartu id dan passport kakak?" ucap resepsionis.
Rain yang mendengar itu, dia pun sontak mengambil kartu id dan passport dari tas nya lalu, menunjukkan nya kepada resepsionis yang mana data yang tertera di sana merupakan data palsu dan memiliki usia 17 tahun. Hal itu dilakukan lantaran syarat untuk Rain bisa menginap sendiri juga mengendarai mobil. Selain itu juga umur itu digunakan untuk misi Rain berikutnya.
Setelah melakukan pemeriksaan, resepsionis pun memberikan kunci serta mengembalikan kartu id dan passport nya seraya berkata, "Selamat datang kembali, kak Surya!"
Rain pun membalasnya dengan senyuman seraya mengambil kunci berbentuk kartu dan kartu id Rain. Lalu, Rain pun pergi memasuki apartemen.
Apartemen itu bernama Imperiun Tower yang mana merupakan apartemen mewah di pusat kota Jakarta. Imperium Tower memiliki 40 lantai yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap yang mewah disertai dengan restauran bintang lima dan Rain tinggal di lantai 30. Lepas dari semua itu, seluruh biaya akomodasi di biayai oleh Organisasi demi kelancaran misi para agen nya.
Setibanya di dalam apartemen, Rain sudah disediakan perabotan lengkap, elektronik, bahan makanan dan kendaraan. Fasilitas kendaraan itu diketahui saat Rain melihat ada dua kunci yang tergantung di ruang ganti.
Meski Rain disuguhi dengan fasilitas mewah namun, dia tidak terlena akan hal itu lantaran semua miliknya merupakan pinjaman dari Organisasi.
Setelah melihat sekeliling apartemen dan menyatakan bahwa apartemen aman dari sadapan, Rain pun berganti baju dan membuka laptop yang sudah tersedia di apartemen tersebut.
Lalu, Rain membuka software khusus Host Angel serta mengetik akun miliknya.
R-170745
Sesudah mengetik itu tidak lama Rain terhubung pada Host Angel.
__ADS_1
"R-170745 sudah di lokasi rumah aman," ucap Rain didepan laptop.
"Id telah di konfirmasi, Dalam lokasi anda ada sebuah permintaan untuk mekanik! Apakah anda menerima nya?" suara host Angel dibalik laptop.
Istilah mekanik merupakan kode dari Organisasi yang mana misi itu merupakan misi pembunuhan. Tanpa ada keraguan, Rain pun menerima nya.
"Aku terima."
Setelah itu, Host Angel menunjukkan foto dan lokasi target yang mana membuat Rain terkejut lantaran target itu bukanlah orang lain melainkan Park Yeon. Salah satu dari instruktur nya di akademi yang mana juga Park Yeon telah merubah namanya menjadi Surati.
Melihat target itu, Rain pun menjadi penasaran. "Alasan nya?"
"Alasan dirahasiakan maka dari itu, anda mendapatkan imbalan lebih besar jika berhasil menjalankan nya. Apakah anda masih bersedia?" jawab Host Angel.
"Baik."
"Lakukanlah dalam 24 jam! semoga berhasil! Good Luck!" ucap Host Angel lalu, komunikasi pun terputus.
Malam harinya, Rain yang tidak ingin membuang waktu. Dia pun mengambil kunci mobil yang tergantung dirumahnya. Sesudah itu, Rain pergi ke tempat parkir yang mana berjalan pelan seraya menekan knop remote mobilnya dan saat Rain sudah di tengah parkiran salah satu mobil sport, Audi A7 disana berbunyi dari kunci remote yang ditekan nya.
Melihat mobil itu, Rain tersenyum lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke lokasi.
Park Yeon yang melihat gadis itu sontak menghampiri nya dengan wajah yang tersenyum senang.
Gadis itu pun juga tersenyum. "Ibu, kenapa kamu disini?"
"Memang tidak boleh jika seorang ibu menjemput putri kesayangannya," ucap Park Yeon seraya memeluk manja putrinya dari samping.
Putri nya itu pun tertawa kecil. "Cihh ... dasar ibu," sang putri dengan senyuman lebar.
Setelah itu, mereka pun jalan bersama-sama sampai disalah satu apartemen yang biasa saja.
Setibanya didalam apartemen nya, Park Yeon teringat sesuatu. "Ahh, iya. Ibu lupa beli kue! Hari ini kan hari ulangtahun mu!"
"Sudahlah, Bu. Tidak usah," jawab Putrinya Park Yeon.
"Tidak bisa. Kamu adalah anak satu-satunya ibu dan ulangtahun mu harus dirayakan. Kamu tunggu disini! ibu akan membelikan kue," ucap maksa Park Yeon.
"Terserah ibu saja lah!"
Dengan wajah yang tersenyum, Park Yeon pun pergi meninggalkan Putri nya untuk berbelanja.
__ADS_1
Setelah membeli kue, Park Yeon kembali ke apartemen nya yang mana saat melewati lorong unit nya. Dia mendengar suara langkah kaki yang membuatnya menghentikan aktifitas nya yang sedang ingin membuka pintu unitnya
Lalu, Park Yeon pun menoleh kebelakang yang mana dia melihat sosok pria berjaket hitam, topi hitam dan masker hitam. Yang tidak lain, sosok pria itu adalah Rain.
Melihat sosok itu, Park Yeon sontak melihat sekitar dan pergi ke tangga darurat yang tidak jauh dari apartemen miliknya dan dia pun terus berlari kearah bawah.
Rain yang melihat itu, dia pun menutup mata dan memperkirakan rute kabur nya Park Yeon yang mana Rain dibantu oleh Mei.
Setelah menemukan rutenya, Rain pun berlari dengan cepat dan melompati jendela terbuka yang mana jendela itu merupakan jendela lantai tiga. Berkat kemampuan, Nano System. Rain dengan mudah mendarat dan langsung berada dihadapan Park Yeon.
Park Yeon yang terkejut dengan kedatangan Rain, dia pun terbujur kaku tepat didepan Rain. Lalu, Rain pun menodongkan pistol kedap udara kearah Park Yeon dan melesat kan tembakan kearah kaki Park Yeon.
Park Yeon yang terkena tembakan itu sontak bergeram kesakitan seraya mencoba menyakinkan Rain saat dia benar-benar sudah melihat bahwa yang ada dihadapan nya ialah Rain.
"Rain, aku telah menemukan data kebenaran dari kematian ibumu." ucap Park Yeon.
"Apa?" ucap Rain seraya tetap menodongkan pistol nya.
"Iya, Ibumu dibunuh oleh organisasi. Semuanya tertera dalam data ini," ucap Park Yeon seraya menunjuk ponsel miliknya kearah Rain.
"Apa?" ucap heran Rain.
"Aku akan memberikan nya kepada mu tapi dengan syarat lindungi, Irina. Putriku. Nyawaku memang sudah tidak terselamatkan lagi. Jika pun kamu melepaskan ku, Aku akan mati ditangan agen yang lain. Tapi, tidak dengan Irina. Dia anak yang tidak mengerti apa-apa. Jadi, tolong lindungi putri ku!"
Rain yang mendengar itu, dia pun tertarik dengan penawaran nya lantaran tujuan sebenarnya ialah mencari kebenaran kematian ibunya.
"Aku berjanji," jawab Rain.
Park Yeon yang mendengar itu, dia pun tersenyum. "Terimakasih, Rain." Setelah mengatakan itu, Park Yeon menutup mata nya dan memasrahkan dirinya. "Irina, tumbuh lah menjadi wanita yang hebat," gumam Park Yeon.
Sesaat kemudian, Rain pun menarik pelatuk dan menembaki kepala Park Yeon yang membuatnya dalam sekejap kehilangan nyawanya.
Sesudah itu, Rain pun mengambil ponsel milik Park Yeon dan melihat nya yang mana Rain melihat wallpaper berandanya foto Park Yeon bersama putrinya dengan wajah yang penuh suka cita.
"Anak yang beruntung," gumam Rain.
Lalu, Rain pun memasukan ponsel milik Park Yeon kedalam sakunya dan meninggalkan lokasi.
Beberapa saat kemudian, Irina mendengar gemuruh sirine polisi di luar apartemen nya yang membuatnya penasaran lalu, dia keluar dari apartemen dan Irina dikejutkan dengan ibunya yang sudah bersimbah darah dan tergeletak di tanah. Melihat hal itu, Irina sontak menangis histeris dan ingin meraih Ibunya namun, langkah nya dihentikan oleh polisi yang mengamankan TKP.
...# Rain: Nano System #...
__ADS_1