
...Bab 42. Mengungkap kebenaran...
Rain yang bersembunyi dibalik mobil menunggu kesempatan bisa membalas tembakannya.
Disaat mengintip saja, lesatan tembakan dekat dengan Rain.
Pada saat terlihat lenggang, Rain langsung mengarahkan tembakan kearah Ketua Min yang sedang berada di bukit dekat pertarungan mereka.
Ciung!
Tembakan meleset karena Ketua Min menghindar ke balik pohon.
Rain pun langsung berlari keatas bukit untuk mendekatkan jarak tembaknya.
Ciung! Ciung!
Beberapa kali tembakan dilesatkan namun, tidak membuahkan hasil karena kecepatan lari Rain.
Jarak mereka pun semakin dekat hanya beberapa meter saja di bukit tersebut.
“Sungguh pertarungan yang menegangkan, bukan!” suara ketua Min dari earphone Rain.
Rain yang mendengar suara itu, dia memfokuskan pandanngan mencari tempat Ketua Min bersembunyi dan dia pun melihat Ketua Min yang berlari.
Rain pun langsung mengarahkan tembakannya kepadanya.
Ciung!
Tembakan Rain pun meleset karena Ketua Min yang masuk ke gudang lain.
“Kamu memang pantas menjadi ketua, Min Yeong!” ucap Rain yang berlari mendekati Ketua Min.
“Jon sok, siapa kamu sebenarnya? Tidak mungkin itu nama asli,” ucap Ketua Min yang menempel di tembok dengan siaga.
“Aku tidak punya nama hanya kode,” ucap K11 yang menempel juga di tembok ke sisi berlawanan.
Ciung! Prakkk!
Peluru dilesatkan oleh ketua Min namun mengenai kaca yang berada di dekat Rain.
“Aku sudah duga, melihat professionalnya dirimu berbeda dari yang lain,” ucap Ketua Min yang berlari kembali dan membuang senjata laras panjang lalu, mengambil pistol.
“Kamu juga terlihat berbeda dari wanita-wanita lainnya,” ucap Rain yang juga berlari serta mengambil pistol dan membuang senjata laras panjangnya.
Dor! Dor!
Saling adu tembak terjadi disaat mereka bertemu di pintu gudang dan mereka berjalan kembali.
“Kamu memang orang yang menarik,” ucap Ketua Min yang sedang berjalan kearah pintu lainnya.
Dor! Dor!
Mereka saling menembaki sembari jalan kedepan.
“Kamu juga, jika saja. Kita bertemu di tempat berbeda mungkin, kita tidak harus seperti ini,” ucap Rain yang berjalan juga menganti amunisinya.
Pintu yang berada didepan mereka adalah pintu masuk terakhir. Tidak lama kemudian, Mereka pun saling berhadapan dan menodongkan pistolnya.
Dor! Dor! Dor!
Saling adu tembak terjadi dan mereka tidak bisa menghindar tembakan satu sama lain hingga tembakan mengenai mereka berdua.
“Ahhh!” teriak Ketua Min yang tertembak di perutnya.
Sedangkan, Rain hanya tertembak pada bahunya.
Ketua Min pun menjadi tidak berdaya dan dia terduduk menahan sakit tembakan pada perutnya.
Rain pun menghampiri Ketua Min yang sedang berduduk dengan menodongkan pistolnya kearah Ketua Min.
__ADS_1
“Min Yeong, kenapa kamu harus bekerja pada monster itu?” tanya Rain.
“Meski dia itu monster tetap saja dia adalah ayahku,” jawab Min Yeong dengan melihat Rain dan tersenyum kepadanya.
“Apa? Kau putri dari Lee Jan Myun,” ucap kaget Rain.
“Jon sok! Bisa aku minta satu permintaan kepadamu?” ujar Min Yeong.
“Apa itu?” tanya Rain.
“Cium aku,” jawab Min Yeong yang tersenyum lebar.
“Dasar kau!” ucap Rain.
Rain pun berlutut satu kaki dihadapan Min Yeong untuk menyamakan ketinggian dengan Min Yeong yang sedang terduduk.
Setelah itu, Rain menarik kepala Min Yeong dari kepala belakangnya dan mengarahkan bibirnya Min Yeon kearah bibirnya. Lalu, mereka pun saling berciuman dengan lama dan dalam hingga Rain melepaskan pistolnya.
Setelah lama mereka berciuman, Min Yeong menarik diri dari kecupan dan melihat Rain dengan jarak yang sangat dekat dan tersenyum kepadanya.
“Jon sok, ciumanmu sungguh luar biasa,” ucap Min Yeong yang tersenyum senang.
“Soo Hyun, itulah namaku,” ucap Rain yang juga tersenyum.
“Jadi begitu, aku cinta kamu, Soo Hyun dan selamat tinggal!” ucap pelan Min Yeong yang sudah terbaring lemas dan muntah darah serta dia memegang wajah Rain dengan wajah yang tersenyum.
“Ya, Selamat tinggal Min Yeong dan beristirahatlah dengan tenang,” ucap Rain yang juga memegang tangan Min Yeong yang berada di pipinya.
Tidak lama kemudian, Min Yeong pun menutup matanya dan tangannya sudah tidak bertenaga lagi.
Saat itu, Rain menyadari bahwa Min Yeong sudah meninggal dunia di dalam pakuannya dengan wajah yang tersenyum.
Beberapa jam kemudian, Rain pergi ke sebuah apartemen mewah dengan menyamar sebagai pelayan hotel masuk kesebuah kamar yang didepannya ada beberapa penjaga berjas hitam menjaganya.
Rain berjalan santai dengan membawa tampan dengan sesuatu yang diatasnya tertutup oleh kain putih.
Saat dia memeriksa nampan, penjaga itu terkejut saat melihat pistol kedap udara didalam.
“Ini!” teriak penjaga kepada penjaga lainnya.
Rain pun dengan cepat mengambil pistolnya dan menembaki semua para penjaga tersebut.
Ciung! Ciung!
Disaat sudah melumpuhkan para penjaga diluar, penjaga didalam membuka pintu dan lansung Rain menembakinya. Didalam ada sosok pria yang berlari ke arah berlawanan dengan mengenakan piyama.
“Pak Menteri pertahanan!” ucap Rain yang menundukan kepalanya.
“Sii-apa kamu?” ucap ketakutan Menteri pertahanan.
Rain pun menghampiri Menteri pertahanan dan memberikan sebuah flashdisk kepadanya.
“Ini adalah seluruh data milik Lee Jun Myung dan data gelap perusahaan Eternal,” ucap Rain yang melemparkan flashdisk kepada menteri.
“Ehh, siapa kamu sebenarnya?” ucap Menteri yang mengambil data tersebut.
“Bukan siapapun dan jika kamu tidak menangkap Lee Jun Myung maka aku akan membunuh,” ancam Rain dan berbalik meninggalkan menteri tersebut.
Saat menteri itu keluar dan dia melihat anak buahnya yang tidak bunuh melainkan kaki dan tangannya di tembak.
“Siapa sebenarnya dia?” gumam Menteri pertahanan.
Keesokan malamnya, diadakan konfrensi peluncuran obat baru dari Perusahaan Eternal yang merupakan obat yang berasal dari cairan kromosom atau DNA.
Pada awal acara, video tentang obat baru ditunjukan sebuah obat yang mampu menyembuhkan penyakit jantung, penyakit lumpuh, dan srtuk bisa disembuhkan. Seusai penayangan selesai, CEO Lee Jun Myung maju ke podium.
“Ehh, begitulah berkat dari Eternal. Kami telah banyak menyembuhkan banyak pasien yang telah menderita lama. Obat yang berasal dari DNA tikus, monyet, dan anjing telah menciptakan obat bisa membuat jantung kedua, hati kedua, bahkan kitaa bisa nambah umur 100 tahun,” pidato Lee Jun Myung.
“Hiyaaaaaaaa!!!” teriak dari salah satu reporter.
__ADS_1
Pada saat teriakan itu, wartawan yang lain sibuk memotret video yang berada di layar. Saat itu, Lee Jung Myung terdiam saat melihat keributan tersebut dan dia pun melihat kebelakang.
Dirinya terkejut saat melihat video yang sudah berubah dengan gambar dan video yang berada di laboratorium juga data target yang telah dibunuh oleh Perusahaan Eternal.
“Lee Jun Myung, atas tuduhan obat ilegal dan pembunuhan berantai!” teriak Menteri Pertahanan dari belakang.
Para wartawan langsung berbalik badan dan menyoroti Menteri pertahanan dengan beberapa polisi tanpa seragam masuk dan ingin menangkap Lee Jung Myung.
Tapi, Lee Jung yang melihat itu dia bergegas lari kabur kebelakang panggung.
Dia berjalan cepat dengan menelepon.
“Siapkan aku helikopter! Sekarang!” teriak di telepon. Setelah dia bergegas lari ke helipad yang berada diatas gedung.
Setibanya disana, Lee Jun Myung tidak menemukan helikopter disana.
“Dimana? Helikopter!” teriak Lee Jun Myung yang mengelilingi hangar.
Sesaat kemudian, Lee Jun Myung melihat seorang pria mengenakan jas panjang sedang duduk di sisi atap dengan senjata di tangannya.
“Yo!” sapa K11 dan dia berdiri serta berjalan menghampiri Lee Jun Myung.
“Siapa kamu? Aku akan berikan dua kali lipat dari tuanmu, selamatkan aku!” ujar ketakutan Lee Jun Myung.
“Kamu bahkan tidak tahu betapa menderitanya wanita-wanita yang kau bikin tikus percobaan dan bahkan anak-anak yang ditinggalkannya karena kematian ibunya olehmu,” gumam Rain yang terus mendekati Lee Jun Myung.
“Aku mohon! Berapapun aku akan berikan? Ampuni aku!” ucap Lee Jun Myung yang mundur dan terjatuh hingga dia memohon dengan duduk.
“Bahkan kau membuat putrimu sendiri menjadi seorang pembunuh,” kesal Rain yang sudah berdiri dihadapan Lee Jun Myung.
“Maafkan aku! Maafkan aku!” ucap Lee Jun Myung yang memegang kaki K11.
Pada saat melihat Lee Jung Myung dia teringat kejadian pada saat Indonesia, serta beberapa kejadian disaat dirinya menyamar di perusahaan Eternal yang tidak jauh dari kematian.
“Matilah di penjara!” ucap K11.
Ciung! Ciung!!
K11 menembaki bahu dan kedua kakinya.
“Ahhhhhh!!!” teriak Lee Jun Myung.
Polisi yang ada dibawah tangga mempercepat langkahnya dan melihat Lee Jun Myung yang sudah menjerit kesakitan dilantai karena luka tembaknya.
“Cepat tangkap dia!” ucap kepala polisi.
Polisi pun menangkapnya dan membawanya.
Kepala polisi bertolak pinggang dan berdiri di tengah helipad.
“Siapa yang melakukannya?” ucap Kepala polisi saat dia melihat Lee Jun Myung yang sudah terluka.
Beberapa hari kemudian, Lee Jun Myung dimasukan ke dalam penjara karena bukti yang kuat dari Menteri pertahanan langsung dan berita itu heboh di korea.
Di gedung yang berbeda, kepala polisi datang mengunjungi Menteri Pertahanan di kantornya.
“Pak Menteri,” ucap kepala polisi yang menundukan kepalanya.
“Kamu? Ada apa?” ucap Menteri yang sedang mengurus beberapa dokumen.
“Pak saya ingin melapor, seluruh dana beku milik Lee Jun Myung sejumlah 100 juta us dolar telah dipindahkan dengan nama akun K,” laporan kepala polisi.
Menteri pertahanan yang mendengar itu, dia tersenyum dan dia sudah bisa menebak pelakunya.
“Sudah tutup kasus itu!” perintah menteri.
“Baik, dimengerti!” jawab kepala polisi.
Di apartement mewah, terlihat Rain yang duduk sedang mengendalikan komputer dan pada layarnya terdapat akun sejumlah 100 juta US dolar dengan beberapa ketikan dia mengirimkan uang itu kepada wanita-wanita korban yang terlibat dalam penculikan dan pengambilan kromosomnya baik yang sudah meninggal dan yang masih hidup termasuk Tiara dan Irina.
__ADS_1