Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 25. Bad Live streaming Andre Part 1


__ADS_3

^^^Bab 25. Bad Live streaming Andre Part 1.^^^


Keesokan hari nya, Rain dan Pak Edi bertemu di tempat yang sama seperti sebelumnya. Lalu, Rain memberikan passport dengan nama yang baru untuk Pak Edi.


"Ini seperti yang sudah aku janjikan," ucap Rain seraya memberikan passport nya.


Melihat kerja Rain yang begitu cepat membuat pak Edi terheran-heran. "Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana bisa seorang siswa mendapat passport palsu secepat ini?"


Rain tidak menjawab hanya memberikan senyuman kepada nya dan Passport itu pun diterima oleh Pak Edi dan memeriksa nya yang mana pak Edi merasa puas.


Sesudah itu, Pak Edi juga memberikan flashdisk kepada Rain, "Ini datanya dan ku percayakan kepadamu!"


Rain tersenyum dan mengangguk kepalanya seraya menerima flashdisk tersebut. Lalu, Rain mencoba mengintrogasi pak Edi.


"Pak Edi, apa kamu tahu tentang hilangnya siswi di sekolah ini salah satunya Tiara kelas 12-C?"


Pak Edi sontak menggelengkan kepalanya, "Maaf, permasalahan itu. Aku tidak tahu bahkan aku pernah mempertanyakan kepada Andre namun, dia menjawab jika kamu sayang sama nyawamu lebih baik jangan menyelidiki kasus itu. Itu saja yang ku tahu," jawab pak Edi.


Rain yang mendengar itu, dia pun mengerutkan dahinya. Dalam dugaan nya Tiara diculik oleh Organisasi penjualan DNA manusia.


"Aku mengerti," jawab santai Rain.


Sesaat kemudian, Rain mendengar banyak langkah kaki menuju arah dirinya dan pak Edi.


"Seperti nya, Andre dan OSIS mengetahui nya," ucap Rain.


Pak Edi pun bingung, "Apa maksud mu?"


Sesaat kemudian, pintu pun terbuka dengan sangat keras hingga Rain dan Pak Edi melihat kearah pintu masuk yang mana Rain dan Pak Edi melihat siswa besar bersama siswa nakal lainnya.


"Rain, Pak Edi. Jangan sok jadi pahlawan! saat kami bertugas untuk menutup mulut kalian!" Lalu, Siswa besar melihat anak buahnya. "Kalian! Habisi mereka!" seru siswa besar yang menunjukkan jarinya kepada Rain dan Pak Edi.


"Baik," jawab serempak siswa nakal lainnya.


Lalu, sekitar 20 siswa nakal maju selangkah kearah Rain dan Pak Edi seraya merenggangkan tangan dan leher mereka.


Rain yang melihat sikap mereka dia pun maju selangkah dan memberikan peringatan kepada Pak Edi, "Pak Edi, lebih baik anda mundur. Biarkan aku yang menghadapi mereka!" seru Rain.


"Baiklah, berhati-hatilah!" jawab pak Edi.


Rain tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. Setelah itu berjalan menghampiri siswa nakal.


"Lalu, siapa yang akan menjadi lawan ku?" tanya remeh Rain.

__ADS_1


Ucapan Rain itu membuat para siswa nakal kesal dan mereka pun menyerang Rain secara bersamaan meski begitu mereka hanya menang jumlah dan tidak memiliki seni bela diri hingga membuat Rain dengan mudah menghindar dan melakukan serangan balik dengan cepat hingga membuat mereka meringis kesakitan di tanah.


Lalu, Rain melihat siswa besar dengan tatapan remeh. "Bagaimana dengan mu? mau menyerang?" tanya Rain.


Mendengar provokasi dari Rain membuat siswa besar marah dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.


"Kali ini Lu, Mati! Bngsat!" seru kesal siswa besar lalu, dia melesatkan serangan dengan pisau nya.


Rain tersenyum seraya menangkap tangan siswa besar lalu, memutarnya hingga hingga pria besar kesakitan dan pisau terjatuh Setelah itu, Rain memukul menendang lurus kedepan hingga membuat pria besar terjatuh.


Dan, pertarungan pun selesai. Rain menoleh kearah pak Edi yang sedang berbujur kaku melihat kecepatan bertarung Rain.


"Pak Edi, anda baik-baik saja?" tanya Rain.


Pak Edi menganggukkan kepalanya.


"Syukurlah, lebih baik anda bergegas pergi dari sini!" ucap Rain.


"Aku mengerti. Surya, berhati-hatilah!" ucap Pak Edi.


Rain pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu, Pak Edi pergi meninggalkan Rain.


Ditempat berbeda, Irina berdiam diri dikelas seraya mencoba terus menerus menghubungi Tiara dan teman-teman serta sanak saudaranya namun, Irina tidak menemukan keberadaan Tiara.


"Lu Irina?" tanya Karina.


Mendengar itu, Irina menghentikan aktifitas nya dan melihat kearah Karina.


"Iya, ada apa?" tanya Irina.


"Bisa ikut kita sebentar? Teman mu Tiara dalam masalah besar!" bujuk Karina.


Irina yang mendengar itu sontak beranjak dari kursi dan mengikuti Karina hingga ke sebuah tempat yang sepi dan tiba di gedung bekas olahraga indoor yang sudah terbengkalai.


Irina yang menyadari situasi nya menaruh curiga kepada Karina dan lainnya.


"Kita mau kemana? Dan dimana Tiara?" ucap gelisah Irina.


“Tenang saja, kami membawa lu ke tempat yang menyenangkan,” jawab Karina dengan senyuman picik.


"Apa maksudmu?" tanya Irina.


Irina yang sudah curiga, dia pun membalikan badannya dan ingin pergi meninggalkan mereka, "Maaf, gua tidak bisa."

__ADS_1


Saat Irina melangkah, dia dihentikan oleh dua siswa yang tersenyum lebar yang mana kehadiran mereka di tidak diketahui oleh Irina.


"Minggir!" seru kesal Irina. Namun, para siswa tidak mau menyingkir.


Setelah itu, Karina memberikan kode untuk menangkap Irina dan Irina pun tangkap oleh dua siswa OSIS dan dipaksa untuk masuk.


"Hei, lepaskan Gua, Njing!" seru kesal Irina yang berontak namun, tidak berhasil.


Sedangkan, Irina melihat Karina serta siswi yang lain tidak ikut dan melambaikan tangan kepada Irina. "Selamat bersenang-senang!"


Lalu, Irina pun dipaksa untuk masuk ke gedung itu yang mana Irina semakin takut saat melihat di tengah gudang ada beberapa alat seperti kamera lengkap dengan lampu mengelilingi sebuah kasur lipat ditengah nya serta pintu yang sudah terkunci oleh siswa yang lain.


"Oii, apa yang akan lagian lakukan? Lepaskan, Njing!" seru kesal Irina.


Ucapan Irina itu tidak membuat mereka marah malah tersenyum msum. Lalu, tangan dan kaki Irina pun diikat lalu, didorong ke kasur.


"Lepaskan, Kalian memang perkumpulan orang bngsat!" seru kesal.


Lalu, seseorang pun ada yang menjawab nya. "Nona cantik, tidak perlu berkata seperti itu. Nanti, kecantikan mu akan hilang!"


Mendengar itu, Irina melihat kearah sumber suara yang mana ucapan itu berasal dari Andre. "Najis, lepasin gua. Njing!"


Andre yang mendengar itu, dia tersenyum senang lalu, dia pun menghentikan langkah didepan Irina setelah itu menyamakan ketinggian lalu, membelai wajah Irina.


"Irina, dari dulu gua menyukai bahkan ingin sekali meremas tubuhmu," tangan Andre pun menempel pada buah dada Irina dan dia pun meremasnya.


"Najis gua!" seru kesal Irina sesudah itu Irina meludahi wajahnya.


Gerakan Andre pun terhenti dengan wajah yang tersenyum. Dia mengusap ludah Irina yang ada diwajah nya lalu, menyedot. "Ahhh, nikmatnya! Bahkan ludahmu sangat nikmat!"


Irina yang ada didekat Rain merasa jijik melihat nya. Namun, Andre tidak peduli.


Setelah itu, Andre mengembalikan pandangan kearah Irina. "Sebelum gua memberikan lu kepada atasan untuk dijual, gua ingin menikmati nya terlebih dahulu."


"Taei!" seru kesal Irina.


Lalu, Andre dengan wajah dan senyum mesumnya mendorong Irina ke kasur dan memulai permainan.


Irina pun menangis dan berteriak, "Suryaa, Tolong!"


Sesaat kemudian, suara gemuruh terdengar dari luar dan pintu pun terbuka yang membuat langkah Andre terhenti dan menoleh ke arah pintu masuk.


"Maaf, aku telah mendobrak pintu ini," ucap santai Rain dengan senyuman.

__ADS_1


...# Rain: The King Underground #...


__ADS_2