
...Bab 12. Misi Ke Indonesia...
Setelah pesta kelulusan, semua murid diberikan berbagai misi di penjuru dunia. Selain itu, para murid juga diperkenalkan kode Host yang memiliki nama kode Angel.
Host sendiri ialah operator yang mengatur, memberikan atau membatalkan misi untuk para agen dan dengan ini Rain, Hanna serta 27 murid akademi lain nya resmi menjadi Agen Freelance.
Agen Freelance merupakan agen mata-mata, Agen pembunuhan bayaran dan lain-lain sesuai dengan permintaan klien lalu, Agen Freelance sendiri memiliki harga yang sangat mahal lantaran resikonya yang cukup membahayakan. Meski begitulah, Agen Freelance sudah tersebar ribuan di berbagai belahan dunia yang bersembunyi dibalik bayangan.
Dan, Rain pun menjadi salah satu dari mereka.
Tiga bulan kemudian di salah satu hotel berbintang yang berada di Macau ada sosok pejabat yang sedang menunggu tamu di kamarnya dengan penjagaan yang ketat.
Dengan panik, pejabat itu berjalan bolak-balik. Lalu, langkah nya terhenti pada salah satu anak buahnya didekat pintu.
"Kamu coba hubungi dia!" seru pejabat dengan bahasa Mandarin.
"Baik," jawab pengawal.
Pengawal itu pun menghubungi seseorang namun, tidak diangkat sesudah itu dia menggeleng kepala nya yang membuat pejabat semakin panik.
"Sial! kenapa belum datang?!" seru kesal pejabat dengan mengunakan bahasa Mandarin.
Tidak selang lama, pejabat itu mendengar seseorang terjatuh lebih dari sekali yang membuatnya penasaran dengan suara itu lalu, dia memberikan kode kepada pengawalnya untuk memeriksa nya namun, sesaat pengawal itu membuka pintu sebuah peluru melesat kearah kepala pengawal itu yang membuat pejabat panik dan sontak berlari mencari tempat bersembunyi lalu, dari luar muncullah Rain memakai seragam pelayan hotel dengan langkah yang tenang dan melihat kabur nya pejabat.
Lalu, berkat bantuan Mei. Rain bisa melihat keberadaan pejabat yang saat itu dia bersembunyi di dalam lemari besar. Menyadari itu, Rain sontak menembaki lemari itu dan pejabat itu pun keluar dari lemari dan tidak bernyawa lagi.
Setelah itu, Rain pun pergi meninggalkan hotel dengan pakaian yang sudah tergantikan serta camera cctv yang sudah dihapus oleh Mei.
__ADS_1
Perjalanan Rain itu pun berakhir di sebuah hotel mewah Macau yang berbeda lalu, dia pun masuk kedalam hotel itu dan menaiki lift menuju lantai 20 dan masuk kedalam hotel berbintang yang merupakan fasilitas VIP.
Sesampainya disana, Rain membuka laptop kecil yang ada diatas meja dan membuka software khusus setelah itu, mengisi akun dalam komputer tersebut.
Setelah itu, Rain menghubungi host Angel dan sambil menunggu terhubung. Dia mengambil bir dari kulkas yang tidak jauh dari nya. Lalu, tidak lama kemudian sambungan terhubung.
"Angel. Apa kode mu?!" seru Angel dari balik laptop dengan mengunakan bahasa Inggris
"R-170745," jawab Rain yang duduk di kursi dekat meja.
"Dikonfirmasi! Apa status mu?"
"Misi selesai," jawab Rain.
"Harap tunggu konfirmasi!" tidak lama, Angel menyambung ucapan nya. "Misi telah dikonfirmasi! Kerja bagus dan pembayaran sudah dikirim kan! Apakah R-170745 akan melanjutkan misi atau pembebasan tugas selama tujuh hari?" ucap Angel.
"Aku ambil misi," ucap Rain.
"Baik," jawab Rain.
"Good luck, R-170745!" ucap Angel sesudah itu komunikasi terputus.
Setelah komunikasi dengan Angel, Rain beranjak dari kursinya menuju kamar mandi mewah yang dilengkapi oleh shower untuk membasuh diri sesudah itu, dia beristirahat.
Keesokan harinya, Rain pun pergi ke stasiun bawah tanah yang mana dia melalui banyak orang dan ada seseorang menabraknya lalu, orang yang ditabrak memberikan kunci kepada Rain. Hal itu sudah biasa bagi Rain dan dia pun langsung menuju loker yang ada di stasiun bawah tanah tersebut.
Setibanya di bagian loker, Rain melihat ada puluhan loker yang berbaris baik ke samping atau keatas. Lalu, dia mencari nomor 032 dan tidak butuh waktu lama, Rain berhasil menemukan nya dan membuka loker itu yang mana didalam loker itu terdapat ransel. Tanpa ragu lagi, Rain sontak mengambilnya dan meninggalkan stasiun.
__ADS_1
Setelah mendapat ransel itu, Rain mencari tempat aman untuk membuka ransel yang mana dia memilih tempat makan yang tidak jauh dari stasiun. Rain memilih tempat makan lantaran tempat umum merupakan tempat teraman.
Setibanya ditempat makan, Rain menaruh ransel diatas meja dan memeriksa didalamnya yang mana Rain melihat ada flashdisk disertai otg, uang dollar tunai, passport dan kartu penduduk.
Sesudah itu, Rain mengambil flashdisk dan otg nya lalu menghubungkan ke smartphone miliknya. Lalu, Rain melihat data misi yang mana Rain mendapatkan misi mata-mata disalah satu sekolah mewah yang ada di Jakarta, Indonesia dengan target adanya dugaan pencucian uang dan pengedaran obat-obatan di sekolah.
Setelah keterangan misi, muncul sebuah pilihan untuk memilih Rain menjalankan misi atau tidak.
Rain yang melihat misi itu berada di Indonesia, dia pun sontak menerima nya. Setelah membuat pilihan, Rain diharuskan membuka flashdisk lantaran flashdisk akan meledak.
Rain tidak membuang waktu lagi, dia pun beranjak dari kursi, memberikan 5 dollar diatas meja sesudah itu pergi meninggalkan tempat makan seraya melepaskan flashdisk itu dan membuangnya ditempat sampah. Lalu, tidak selang lama flashdisk itu meledak kecil dan mengeluarkan asap.
Rain tidak mempedulikan hal itu dan melanjutkan langkahnya.
Sesudah itu, Rain pergi ke bandara menaiki pesawat ke Indonesia dengan kelas ekonomi. Rain bisa saja mengunakan kelas satu untuk naik pesawat namun, dia lebih memilih bersembunyi dan tidak mencolok. Lalu, Rain pun duduk didekat jendela.
Dan saat di udara, Rain melamun melihat langit dari balik jendela dan dia melamun kan masa-masa saat bersama dengan ibunya dahulu bahkan saat kematian ibunya. Semua hal itu membuat Rain menghela nafas panjang.
"Semua berawal di Indonesia," batin Rain.
Beberapa saat kemudian, seorang pramugari datang dan menyadarkan lamunan Rain, "Kak, anda mu kopi," ucap pramugari dengan bahasa Inggris.
Rain pun menoleh kearah pramugari lalu, dia menggeleng kepala dan tersenyum. "Tidak usah terimakasih."
Sesudah itu, pramugari itu pun meninggalkan Rain dengan ramah dan menawarkan kopi kepada penumpang lainnya.
Beberapa saat kemudian, Rain mengambil passport dan membukanya yang mana Rain melihat nama dirinya menjadi Surya Cahyadi. Seorang pemuda yang sudah lama tinggal di Macau karena ayahnya asli Macau sedangkan, ibunya asli Indonesia dan disana bertuliskan bahkan alasan Surya pergi ke Indonesia untuk melanjutkan sekolah nya yang sempat tertunda satu tahun.
__ADS_1
Melihat itu, Rain tersenyum. "Identitas baru yang menarik," batin Rain.
...# Rain: Nano System #...