Rain: The King Underground Book 1. Undercover

Rain: The King Underground Book 1. Undercover
Rain: The King Underground | Bab 07. Kembali ke Kelas


__ADS_3

...Bab 07. Kembali ke Kelas...


Keesokan harinya, Rain yang sudah pulih total. Dia kembali ke kelas yang mana setibanya disana semua mata murid tertuju pada Rain tanpa ada ekspresi.


Rain pun tidak mempedulikan nya dan duduk di kursi yang kosong untuk mengikuti kelas. Sesudah itu murid lain juga bersikap sama.


Beberapa saat kemudian, jam istirahat pun tiba. Rain yang melangkah ke kantin dan mata beberapa murid masih tertuju kepada. Rain pun bersikap tak acuh dan mengambil makanan yang sudah disediakan sesudah itu mencari meja yang kosong.


Ditengah mencari meja, salah satu murid ada yang memanggil Rain.


"Rain, disini saja!"


Rain yang mendengar itu, dia mengalihkan pandangannya kearah sumber suara itu yang mana berasal dari seorang pemuda bersama dua murid lainnya satu pria dan satu wanita yang juga melihat Rain.


Rain awalnya enggan untuk bersosialisasi namun, sesaat dia mengingatkan pengajaran dari ibunya yang mana saat itu Rain sedang duduk sendiri di taman bermain lalu, Davika menghampiri nya.


"Kenapa kamu tidak mau bermain?" tanya Davika yang duduk disamping Rain.


Rain menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya.


Melihat itu, Davika pun tersenyum lalu memegang kepala Rain. "Rain, dengarkan ibu! Manusia itu tidak bisa hidup sendiri karena manusia makhluk yang bersosialisasi."


Sesaat mengingat itu, Rain pun tersenyum dan mengembalikan kesadaran nya. Lalu, dia pun memutuskan untuk bergabung dengan mereka yang memanggil Rain.


Pemuda itu bersama dua murid lain nya tersenyum lalu, memperkenalkan diri mereka dengan mengunakan bahasa Inggris. Meski, dia terlihat seperti orang Indonesia


"Hei, Rain. Aku Sandi. Salam kenal!" ucap pemuda yang memanggil Rain.


"Aku Joe," sambung pemuda di samping sandi.


Joe berbeda dari Sandi, dia memiliki kulit hitam Negro.

__ADS_1


Lalu, wanita Jepang yang ada dihadapan Rain juga memperkenalkan diri. "Aku Minami."


Rain pun tersenyum, "Rain."


Tidak lama kemudian, sosok wanita berambut putih pendek datang dengan membawa makanan dan duduk di samping Minami. Awalnya, dia tersenyum kepada Minami dan lainnya lalu, saat melihat Rain. Ekspresi nya pun berubah menjadi dingin.


"Kamu Rain, bukan. Maaf atas sikap ku beberapa hari yang lalu," ucap wanita berambut putih.


Rain hanya memberikan senyuman kepada nya. Lalu, Sandi memperkenalkan wanita berambut putih tersebut.


"Rain, dia Hanna."


Hanna hanya memberikan senyuman kepada Rain. Hanna berbeda dari namanya. Dia bukanlah orang Jepang melainkan wanita Jerman dan terlihat sangat cantik dengan mata biru nya.


Sejak saat itu, Rain pun selalu bergabung dengan pertemanan mereka berempat dan waktu pun terus berlalu.


Rain di Akademi belajar semua pelajaran disana. Pada umumnya 100 murid disana memiliki keahlian unggul di satu sisi bidang tapi tidak dengan Rain lantaran dirinya memiliki ingatan yang sangat kuat sehingga mampu memahami dan mempelajari semua pelajaran ditambah Nano System yang membantu nya di bidang pelatihan fisik, bela diri dan latihan tembak yang membuat menjadi murid terbaik diangkatannya.


Kamar Rain berbeda dari tiga tahun yang lalu yang mana tidak ada satu aksesoris pun namun, saat ini kamar Rain sudah beberapa perabot tapi tidak ada elektronik dikamar itu lantaran Rain sudah mengunduh beberapa sistem gadget di Nano System nya. Salah satunya, sistem Smartphone.


Seusai berdoa, sebuah pesan chat masuk dipandang Rain.


Kling!


[Sistem Smartphone: Anda mendapatkan satu pesan.]


Melihat itu, Rain sontak menekan ikon garis tiga dan memilih ikon [Sistem Smartphone] yang mana sesaat menekan ikon itu. Pandangan Rain muncul banyak ikon dan folder seperti layaknya beranda smartphone.


Lalu, Rain pun membuka aplikasi chat yang mana itu berasal dari paman Kyle.


Datanglah ke atap gedung akademi.

__ADS_1


Setelah membaca itu, sistem Smartphone pun dikeluarkan dan Rain keluar kamar menuju lokasi pertemuan yang mana di atap gedung terlihat Paman Kyle berdiri disisi atap dengan tangan kiri yang taruh disaku dan tangan kanan yang sedang menikmati hisapan rokok.


Melihat itu, Rain pun melangkah dan berhenti disamping Paman nya.


Paman Kyle yang menyadari itu, dia pun menoleh kesamping. "Tidak terasa sudah dua tahun."


Rain tidak merespon ucapan paman Kyle, "Ada apa?"


"Kamu masih dingin saja. Padahal Sindrom Savant mu sudah sembuh," jawab Kyle.


Rain yang mendengar itu, dia pun tersenyum lalu, memasukan kedua tangan disaku nya. "Apa inti nya?" ucap dingin Rain.


"Iya. Ya," respon santai paman Kyle. Lalu, dia mengambil berkas dokumen yang ada di atas tembok pagar atap dan menyerahkan nya kepada Rain. "Ini misi pertama untukmu!"


Rain yang mendengar itu, dia pun mengerutkan keningnya. "Misi pertama?"


"Iya, aku tahu kamu pasti heran kenapa kamu bisa melakukan pelayanan umum sebelum kamu lulus?" jawab Paman Kyle.


"Iya," jawab dingin Rain.


"Satu karena kamu yang terbaik dan kedua, dia adalah pelaku dari penabrak ibumu dua tahun yang lalu," jawab Paman Kyle.


Mendengar itu, Rain sontak mengambil berkas itu dan membuka serta membacanya. "Benarkah ini?"


"Iya. Tapi, ingat! ini misi pembunuhan. Jika ada kesalahan sedikit saja, semua nya akan kacau dan Aku tunggu didalam mobil. Kamu mengerti!" seru Kyle dengan tatapan tajam.


"Aku mengerti," jawab Rain seraya memberikan berkas itu kembali kepada Paman Kyle.


Setelah itu, Paman Kyle menerima berkas itu dan mengambil pemantik api lalu, membakar nya.


Sesudah itu, Rain membalikan badannya dan meninggalkan Paman Kyle.

__ADS_1


...# Rain: Nano System #...


__ADS_2