
...Bab 08. Misi di Seoul...
Di pusat kota Seoul, Korea Selatan.
Rain sedang berjalan dengan mengenakan jaket kulit hitam, topi hitam dan membawa ransel besar. Dia sedang berjalan diantara kerumunan orang-orang yang mana sedang diadakan kampanye untuk pemilihan anggota senator berikutnya.
Acara itu hingga membuat Rain dengan mudah melangkah dan tanpa ada yang curiga. Rain pun masuk kedalam gedung tua dan pergi ke salah satu ruangan yang ada di lantai dua belas dari lima belas lantai di gedung tersebut.
Setibanya tidak ada barang apapun hanya ada perabotan yang tidak terpakai yang sudah berdebu. Lalu, disana Rain memerintahkan Mei sesuatu.
"Mei, hubungi Kyle!" seru batin Rain.
[Dimengerti!]
Tidak lama kemudian, Rain mendengar suara Kyle.
"K," jawab isyarat dari Kyle.
"Aku sudah diposisi!" jawab Rain.
"Lakukan!" seru Kyle.
"Dimengerti!" jawab Rain.
Sesudah itu, Rain memutuskan panggilan dan mengambil senjata rakitan dari tas nya seraya merakit nya hingga terbentuk senjata Laras panjang atau Rifle dengan peredam di ujungnya. Lalu, saat perakitan terakhir Rain ingin memasang teropong namun, dia mengurungkan nya lantaran pandangan Nanites lebih tajam dibandingkan teropong.
Sesudah itu, Rain menempatkan senjata Rifle di sisi jendela lalu, dia memfokuskan pandangannya di sisi ujung senjata yang mana Rain melihat target yang sedang berdiri diatas truk khusus kampanye dan melambaikan tangan nya.
Dihadapan nya banyak pendukung dan memberikan dukungan nya.
"Kim Jo Kwon!"
__ADS_1
Kim Jo Kwon!"
Mendengar itu, Rain pun tidak mempedulikan nya. Lalu, dia mengarahkan bidikan tepat di kepala senator dan menarik pelatuk.
Ciung!
Peluru pun dilesatkan dan tepat mengenai kepala calon senat yang membuat bulatan kecil di kepalanya dan terjatuh tidak bernyawa.
Melihat kejadian itu orang-orang disekitar nya sontak berteriak dan panik.
“Hiyaaaa!”
“Hiyaa!”
Teriakan terus bersambung dan membuat kerumunan pendukungnya berlari secara tidak beraturan hingga membuat kerusuhan sedang para pengawalnya dengan panik mengelilingi calon senat seraya melihat sekitar dan menodongkan pistolnya.
Akan tetapi sudah telat karena calon senat mereka telah mati.
“Baik!” jawab serentak para pengawalnya yang lain.
Para pengawal pun menyebar mencari pembunuhnya.
Rain yang telah menyelesaikan misinya, dia bergegas membongkar senjata dan memasukan kembali kedalam tas. Lalu, dia menganti baju dengan kemeja dan mengenakan kacamata bening untuk mengalihkan perhatian.
Baju ganti itu sudah disiapkannya di dalam ranselnya. Setelah berganti pakaian, Rain menuruni gedung dan setibanya diluar, dia memberikan perintah kepada Mei.
"Mei, aktifkan tombol detonator CC7-66!"
[Dimengerti!]
Sesaat kemudian ledakan besar pun terjadi.
__ADS_1
BOMM!!
Para pengawal yang melihat ledakan besar itu membuat mereka bergegas keatas tapi Rain sudah berada di luar dan didalam mobil yang mana Kyle yang sedang ada di bangku kemudi.
"Kerja Bagus!" ucap Kyle.
Rain tidak menjawabnya hanya memberikan senyuman.
Sesudah itu, Kyle melajukan mobilnya dan mereka pun kembali ke Akademi yang ada di Thailand.
Saat tiba disana, Rain dikejutkan dengan Minami yang sedang dibawa oleh dua petugas keamanan Akademi dan Rain pun berpapasan dengan nya.
Lalu, saat Minami melewati Rain. Dia pun hanya memberikan senyuman lebar terhadap Rain. Rain yang sedang bingung, dia hanya menatapi Minami yang melewati nya.
Sesudah itu, Rain melihat Hanna dan beberapa murid lainya sedang memperhatikan kepergian Minami. Rain yang penasarannya dengan kejadian Minami, dia pun menghampiri Hanna.
"Ada apa?" tanya pelan Rain.
"Dia tidak mau menyelesaikan ujian nya," jawab Hanna.
"Maksudnya?" sambung tanya Rain kembali.
"Minami telah memenangkan ujian seleksi akan tetapi dia tidak mau membunuh lawannya," jawab Hanna.
Mendengar itu, Rain mengepalkan keras tangan nya seraya mengingat pembunuhan nya terhadap senator dan menatap kepergian Minami di samping Hanna.
Ujian Seleksi ialah ujian dari 50 murid yang mana setiap murid saling berhadapan dan saling adu kemampuan. Setelah berhasil mengalahkan musuh nya, pemenang harus membunuh lawannya hingga harus tersisa 25 murid untuk masuk ke tahun berikutnya.
Menyadari sikap Minami, Rain pun berpikir apakah dia juga bisa membunuh rekan nya sendiri?
...# Rain: Nano System #...
__ADS_1