
...Bab 14. Back to School...
Sesudah menjalankan misi, Rain tidak langsung pulang ke apartemen nya melainkan, dia pergi ke pelabuhan yang mana Rain saat ini sedang berada di tepi pelabuhan seraya memeriksa ponsel milik Park Yeon dan Rain menemukan penyebab Park Yeon menjadi target yaitu data rahasia Akademi.
Rain menduga data ini akan ada agen yang mengambil nya maka dari itu, Rain menyalin data itu kedalam Nano System dengan sub Computers System. Meski Rain tahu, hal itu menyalahi aturan Organisasi namun, demi tujuan nya mencari kebenaran tentang ibunya. Rain harus melakukan nya.
Sesudah itu, Rain kembali ke apartemen nya. Setibanya disana, Rain dikejutkan dengan paman Kyle yang sudah duduk di ruang tamu sedang menikmati wine yang sudah tersedia di apartemen.
Lalu, saat Rain datang. Paman Kyle menoleh kearah Rain dan menyapa nya, "Kerja Bagus, Rain."
"Paman Kyle," jawab santai Rain.
Sesaat kemudian, Kyle menaruh gelas diatas meja dan beranjak dari kursi nya lalu, menghampiri Rain dengan menadahkan tangan nya.
"Rain, serahkan ponsel Park Yeon!" seru Kyle.
Rain tanpa banyak bicara mengambil ponsel itu dan memberikan nya kepada Paman Kyle.
"Terimakasih, Rain," ucap Kyle seraya menerima ponsel itu dan menaruhnya disaku. "Apa kamu sudah makan malam?" sambung tanya Paman Kyle.
Rain menggelengkan kepalanya.
"Jika begitu, ayo kita makan bersama!" seru Kyle dan Rain pun tidak menolaknya.
Lalu, Kyle dan Rain makan di restoran berbintang dengan sajian yang mewah disertai wine. Ditengah makan, Kyle memulai berbincang.
"Rain, aku sudah mengurusi semua sekolah mu!"
Rain hanya mengangguk kepalanya.
"Maka dari itu, fokuslah pada misi!" sambung seruan Kyle.
"Baik," jawab Rain.
Sesudah makan bersama, Kyle pun pergi meninggalkan Rain dan Rain sendiri kembali ke apartemen nya.
Lalu, setibanya Rain di apartemen. Dia memeriksa sekitar dan memeriksa penyadap, takut-takut paman Kyle memasang penyadap atau kamera tersembunyi dan dugaan Rain benar, dia menemukan kamera tersembunyi di jam dinding.
Mengetahui itu, Rain pun membiarkan nya agar tidak terlihat mencurigakan oleh Organisasi. Lalu, Rain berpura-pura untuk membasuh diri dengan melepaskan pakaian nya dan pergi ke kamar mandi lalu, menyalakan shower. Namun, didalam sana Rain tidak mandi melainkan membuka data yang dicuri oleh Park Yeon.
Setelah berhasil data itu dibuka dengan software peretasan. Rain melihat berbagai data akademi yang tidak asing untuk nya. Sebuah data yang mana seorang anak sebatang kara di latih untuk menjadi mata-mata dan pembunuh bayaran.
Menyadari data itu, Rain tahu bahwa itu data yang sangat berbahaya bagi organisasi. Selain data itu, Rain menemukan data milik dirinya sendiri yang mana seorang putra dari Agen BIN atau Badan Intelijen Negara.
__ADS_1
Yang mana saat itu, Davika ibunya Rain sedang menyelidiki Organisasi Golden Cross. Sebuah Organisasi gelap yang memiliki banyak kasus didalamnya salah satunya pengedaran obat-obatan di kota besar yang ada di Indonesia seperti Jakarta.
Melihat data itu, Rain pun mengambil kesimpulan bahwa pelaku dari pembunuhan ibu nya berasal dari Organisasi Golden Cross.
Selain semua data itu, ada satu data yang membuat Rain terkejut. Kepala Agen saat itu di BIN ialah Kyle Wahyudi atau paman Kyle, seseorang yang sangat dikenalnya dan itu membuat keganjilan sendiri untuk Rain.
Setelah memahami data itu, Rain pun menutup data itu dan membasuhnya diri setelah itu keluar dari kamar mandi dan beristirahat.
Keesokan paginya, Rain pun mempersiapkan dirinya untuk pergi ke sekolah dengan perlengkapan dan seragam yang sudah di berikan oleh Organisasi dan surat keterangan pindah yang mana Rain masuk ke kelas 12 meski, Rain belum pernah sekolah namun, pelajaran yang diberikan Akademi berada diatas Sekolah Menengah Atas.
Sesudah rapi, Rain pun pergi ke sekolah Internasional Ibu Pertiwi dengan mengunakan mobil Audi A7 nya.
Sekolah Internasional Ibu Pertiwi merupakan salah satu sekolah elit di Jakarta. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kelulusan seratus persen dengan kelulusan di sekolah ini akan diterima kerja atau ingin masuk universitas negeri jauh lebih mudah. Selain itu, Sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki fasilitas terlengkap di Asia tenggara.
Maka dari itu, banyak orang-orang kaya ataupun anak pejabat bersekolah disana dan Rain pun pergi ke sekolah tersebut.
Setibanya disana, Rain pun memarkir mobilnya dan melangkah keluar dengan mengenakan seragam sekolah yang ditutupi oleh ransel. Hal itu tentu membuat mata para murid disekitar parkiran tertuju kepadanya. Meski begitu, Rain tidak mempedulikan dan pergi ke kantor kepala sekolah.
Disaat Rain sedang berjalan kearah ruang kepala sekolah. Tanpa sengaja Rain berpapasan dengan kedua siswi diarah yang berlawanan. Saat melihat kedua siswi itu Rain pun mengangguk kepalanya dan tersenyum.
Kedua siswi membalasnya dengan senyuman juga dan mengangguk kepala dan Rain pun melewati mereka.
Hal itu dilakukan lantaran Rain melihat salah satu dari dua siswi itu ialah putri dari Park Yeon, Irina. Informasi ini didapatkan saat Rain melihat Irina yang sedang menangis meratapi ibunya yang sudah meninggal dunia.
Setelah Rain melewati Irina dan teman nya. Teman nya pun sontak senang. "Irina, apa dia muri baru ya. Gantengnya!"
Irina tidak menjawab hanya memberikan senyuman lantaran dia masih dalam masa duka.
Saat teman nya itu melihat yang masih bersedih, dia pun mencoba menghibur nya.
"Irina, sudah lah! Jika kamu tidak senang dan masih murung. Nanti, Tante Suryati tidak tenang diatas," ucap teman Irina seraya mengusap-usap punggung Irina.
Irina pun melihat kearah teman nya itu dan memeluk nya, "Terimakasih, Tiara!"
"Iya, ini lah guna sahabat!" jawab Tiara didalam pelukan Irina.
Setelah itu, mereka melepaskan pelukan dan bertukar senyum. Lalu, Irina teringat sesuatu.
"Oiya, Tiara. Lu sudah buat PR?!" tanya Irina.
"Njirr! Gue belum ngerjai!" jawab Tiara.
"Ayo kita ke kelas! Sebelum, pak Bewok. Datang!" seru Irina seraya memegang tangan Tiara lalu, mereka pun lari bersamaan ke kelas.
__ADS_1
Ditempat berbeda, Rain sudah duduk berhadapan dengan kepala sekolah yang sedang memeriksa dokumen Rain secara keseluruhan dan tidak lama, dokumen itu pun ditutup.
"Jadi, sudah berapa lama kamu kenal tinggal di Macau?" tanya kepala sekolah.
"Dari umur 10 tahun," jawab ramah Rain.
"Jadi, begitu. Yasudah selamat bergabung di sekolah kami! Semoga kamu betah di sekolah ini ya, Surya!" ucap kepala sekolah seraya memberikan tangan nya.
"Iya, pak. Terimakasih," jawab Rain yang juga menerima tangan tersebut.
Tidak lama kemudian, suara ketukan dari luar pun terdengar dan kepala sekolah mengizinkan nya untuk masuk.
Dari balik pintu, datanglah sosok pria bertubuh tinggi besar dengan perawakan yang sangar dari kumis dan janggutnya.
"Pak, apakah anda memanggil saya?" ucap pria brewokan.
"Pak Edi, dia murid baru dari sekolah kita dan aku tempatkan di kelas 12-C," ucap Kepala sekolah seraya memperkenalkan Rain.
Menyadari itu, Rain beranjak dari kursi dan berdiri dihadapan pak Edi seraya menundukkan kepalanya. "Aku Surya Cahyadi."
"Iya, Saya Pak Edi. Guru yang akan menjadi walikelas mu dan pengajar matematika dan fisika," ucap Pak Edi.
Sesudah itu, Rain dan Pak Edi pun berpamitan dengan kepala sekolah dan pergi ke kelas 12-C.
Tidak lama juga bel masuk kelas pun berbunyi. Semua murid bergegas masuk ke kelas mereka masing-masing tidak terkecuali kelas dari Irina dan Tiara yang mempercepat menulis PR nya.
Setibanya dikelas, Pak Edi dan Rain dihadapan kan dengan suasana kelas yang gemuruh. Hal itu membuat pak Edi menegur mereka.
"Bel sudah berbunyi! Ayo semuanya duduk ditempat kalian masing-masing!" seru Pak Edi.
Mendengar itu, semua murid duduk ditempatnya dan bersikap rapih tapi, tidak dengan para siswi yang melihat sosok Rain didepan kelas. Mereka pun saling berbisik termasuk Tiara dan Irina.
"Diam, semua! Hari ini, kita kedatangan siswa baru dan." Pak Edi melihat kearah Rain, "Kamu silahkan memperkenalkan dirimu!"
"Baik," jawab Rain dengan anggukan kepala. Lalu, Rain melangkah satu langkah dan memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal! aku Surya Cahyadi. Siswa pindahan dari Macau, China. Mohon berteman baik dengan ku!" ucap perkenalan Rain.
Semua murid dikelas itu pun bertepuk tangan dengan meriah. Lalu, Rain pun melihat kearah Irina dan merasakan ada kebetulan yang aneh.
Disisi lain, Irina menyadari bahwa dirinya di tatap oleh Rain hingga membuat dia salah tingkah.
...# Rain: Nano System #...
__ADS_1