
...Bab 28. Kasus Penjualan DNA bagian 2...
Beberapa minggu lalu, sejak terungkapnya kasus di Sekolah Ibu Pertiwi. Rain ditangkap dan ditahan oleh kepolisian Rain lantaran terlibat perkelahian dan percobaan pembunuhan saat menyelamatkan Irina.
Irina sudah menjelaskan semua kejadian yang menimpah dirinya namun, Paman Katsuo tidak percaya lantaran kemampuan Surya yang diatas rata-rata bahkan Surya mampu menghindari tembakan pistol dan melumpuhkan nya.
Disaat Rain di investigasi, dia dengan lihai nya membuat identitas palsu dan tentang dirinya yang palsu.
Rain mengaku bahwa dirinya orang biasa di Macau dan ayahnya bekerja sebagai Intruktur belas diri juga seorang stunt man dalam beberapa film aksi dan penjelasan itu membuat para polisi percaya kepadanya.
Setelah melewati 2 minggu ditahan, Rain pun dibebaskan.
Grubrak!! Krekkk!!
“Surya, anda bebas dan ada yang ingin bertemu dengan anda!” ucap seseorang yang mengenakan seragam polisi membuka pintu tahanan dan mempersilahkan Surya untuk keluar.
“Iya aku mengerti,” jawab Surya yang membuka mata. Lalu, dia pun berjalan keluar dari tahanannya.
Rain yang baru saja keluar, dia menganggukan kepala dan tersenyum kepada beberapa petugas disana untuk menambah citranya agar terlihat ramah. Sebelum keluar, Rain juga diberikan barang-barang pribadinya.
“Terima kasih,” ucap Rain yang menerima barang-barangnya.
__ADS_1
Setelah Rain menerima barang-barangnya, dia pun pergi keluar yang diantar oleh salah satu petugas kearah sebuah mobil yang sedang memarkirkan mobil di depan pintu masuk dan mobil itu bersiap untuk berangkat.
Saat kedatangan Surya di mobil, petugas yang mengantar Surya membukakan pintu mobilnya dan didalam ada seseorang yang mengenakan jas hitam dengan dasi.
“Hormat, Pak!” seru petugas yang melihat ada atasannya didalam mobil tersebut.
Rain pun menganggukan kepalanya kepada sosok pria paruh baya yang berada didalam mobil.
“Surya, Masuklah!” ajak pria paruh baya kedalam mobil.
“Baik,” jawab Rain yang masuk kedalam mobil.
Setelah Rain masuk ke mobil, pintu pun ditutup dan mereka menjalankan mobilnya.
Rain terkejut saat dia mendengar nama sebenarnya diucapkan oleh pria paruh baya itu dan Rain berpikir bahwa sosok pria paruh baya itu adalah kliennya.
“Tentu, Jenderal besar kepolisian Indonesia, Jeremy Kusuma,” jawab Rain yang menghadap Jeremy dan dia menundukan kepalanya untuk memberikan penghormatan.
“Harga tidak pernah berbohong. Kerjamu luar biasa, Rain!” ucap pujian Jeremy kepada Rain.
“Anda terlalu memuji,” jawab Rain dengan menundukan kepalanya.
__ADS_1
“Rain, pekerjaanmu belum selesai dan saya akan memberikan waktu 48 jam untuk mendapatkan bukti perusahaan Eternal!” perintah Jeremy dengan tegas.
“Aku mengerti!” jawab Rain kembali.
“Dan ini adalah bonus jika kamu bisa mengeliminasi mereka,” ucap Jeremy yang memberikan sebuah map coklat kepada Rain.
“Baik, pak!” ucap Rain seraya menerima map coklat tersebut.
“Aku percaya rahasia ini kepada kalian,” ucap ketus Jeremy.
“Secret is Dead,” Rain menyampaikan prinsip dari Organisasi.
Setelah itu, Rain turun dari mobil disembarang tempat dan Jeremy pun meninggalkan Rain.
Rain membungkukan badannya untuk memberikan penghormatan kepadanya dan saat Jeremy yang sudah jauh, K11 mengembalikan posisi badannya dan melihat ponsel pintarnya.
“Irina,” ucap kaget Rain saat melihat banyaknya miss call dari Irina.
Disaat Rain menghubungi balik, ponsel Irina tidak dijawab.
“I have bad feeling for this,” gumam Rain.
__ADS_1
Rain pun bergegas memanggil taksi menuju rumah Irina.
... #Rain: The King Underground #...