Reborn ( Open PO)

Reborn ( Open PO)
Diet Extream


__ADS_3

Mata Emely tidak terelepas dari sepeotong kentang di hadapannya. Dia terpaku duduk di tempat tidur dengan pakaian tidak kalah aneh dengan gaun Alice yang melekat di tubuhnya nyaris 1 minggu. Kali ini dia menggenakan piyama usang entah milik siapa,benda itu ada di dalam kamar ini dalam kamar yang baru saja dia tepati, bersebelahan dengan kamar yang ditepati oleh Nari dan juga Ibunya. Kamar ini lebih bersih dengan cata putih mebalur seluruh ruangan tanpa ornamen, hanya sebuah cermin kecil di sisi tempat tidur. Tempat tidur kayu coklat, kasur berisi bulu angsa, dan seperei putih juga selimut lagi-lagi warnanya putih. Kendati isi ruangan ini kusam, semua dalam keadaan bersih dan tidak ada yang sekusam air muka Emely yang sedang tersiksa.


Emely memejamkan mata, meraih kentang rebus di piring almunium, sekali lagi dia meneliti kulit coklat kentang itu. Calum adalah sosok paling kejam di dunia, dia mengalahkan kekejaman seorang Ibu tiri, entah dari Cinderela ataupun Snow White. Bagaimana tidak, dia menyodorkan menu makanana paling sadis dari semua menu diet, dan Emely tahu dengan jelas, dari nilai gizi maupun sisi kesehatan, apa yang dia konsumsi bukanlah menu diet sehat. Barang kali, dia sedang membunuhnya secara halus.


Sulit ditbeak apa yang dipikirkan oleh Calum, sedetik dia bisa menjadi malaikat berwajah manis lalu detik berikutnya dia adalah malaikat pencabut nyawa. Dia menyodorkan leptop pada Emely, memintanya untuk mencari semua data tentang Jesica, Mei dan sisa komplotan yang hendak membunuhnya beberapa bulan yang lalu.


Emely mengajukan permainan menggunakan dunia lain, lebih mudah menakuti orang ketimbang rencana balas dendam yang ada di kepala Jason atapun Calum.dia tidak keberatan didandani menjadi hantu. Mentah-mentah mereka menolak usul itu, dan satu cap baru mereka tempelkan di kepalanya “Gadis bodoh.”


Jadwal kegiatan Emelypun berubah, dia harus bangun pagi sekali, merenggangkan otot, lalu berlari mengelilingi kastil sebanyak 10 putaran, menu makananya setiap pagi adalah 3 buah apel. Makan siang semangkuk salad sayuran dan makan malam 1 buah kentang rebus. Jelas saja menunya terbalik. Dia butuh kentang sebagai sumber kabohidrat di pagi hari, bukannya malam hari.


“Meilani Hanz.” Jason menunjukkan deretan foto Mei di sebuah papan setelah makan malam.


Emely berusaha melebarkan matanya, menyembunyikan kantuk. Pipinya memerah karena sebelum masuk keruangan mungil penuh berkas ini dia menapar dirinya berulang kali, agar Jason tidak menunjukkan wajah kesal. Dari ekesperesi paling sering dia tampilkan adalah wajah datarnya. Namun, rupa kesal terpaling menukkkan, mirip kanibal merebus sup tubuh manusia.


“Usianya 42 tahun,” Emely mengingat-ingat apa yang dia tahu tentang wanita bertubuh gempal dan ukiran alis melebihi jidat dengan ketebalan setera dua pensil alis habis sekali pakai. “Dia memiliki warung makan di pusat kota, warungnya cukup ramai.”

__ADS_1


“Pernah masuk ke dapurnya?” Jason menarik kursi kosong di depan Emely.


Emely menganggukan kepala, dia tidak ingin ditanya lebih lanjut tentang Mei. Wanita itu sangat baik pada dulu, bahkan baru saja dia mengenal Marvin, dia sudah mendapatkan makanan italia gratis.


Awalnya, dia memperlakukan Emely selayaknya anaknya sendiri, mana dia tahu ujung-ujungnya dia menjadi orang pertama yang menjambak rambut lalu menggores sayatan pada kulit wajah dengan sadis, tak lupa tertawa jahat ibaratkan para penjahat kelas kakap berhasil.


“Jika kamu pernah masuk ke dapurnya, kamu harusnya tahu apa kelemahan mereka di dalam sana.”


“Aku tidak tahu,”


“Dengar Emely, kita akan menggunakan tak-tik halus, menghancurkan mereka melaui cara lembut...”


“Lalu mengalihkan stok ayam ke sini hahahahaha” Calum menyembul dari tumpukkan kertas, sedari tadi dia bersemayam dalam tumpukkan kertas, sembari bersua foto. Bahkan kedua orang di sisinya ada makluk bernapas di dalam sana.


“Cari tahu kelemahan mereka, setiap restoran memiliki satu andalan juru masak atau resep rahasia, tapi...”

__ADS_1


“Tapi,” potong Emely “itu restoran italia, bahan utama makanan mereka sengaja mereka datangkan dari sana, jika stok utama kita hancurkan itu artinya...”


“Mereka akan bersusah payah mencari stok lain,” Calum menambahkan. “Dalam masa krisis, mereka akan mencari distributor lain. Dan lagipun, butuh watu cukup lama untuk mengirimkan bahan makanan mereka, aku tahu masakan mereka, semua menggunakan produk impor agar cita rasanya tidak berubah. Sama sekali tidak kretaif.”


Emely menganggukan kepala, ini rencana konyol tapi, patut untuk di coba. Calum pergi lebih dahulu. Perut Emely kembali meronta, kentang tadi sama sekali tidak membuatnya kenyang. Dia mengigit bibir dan pamit pada Jason.


“Emely, sebentar.”


“Ya,”


“Mau menemani aku keluar?”


“Tentu,” Emely bersemangat, hal yang dia inginkan adalah jauh-jauh darinya tapi, dia suntuk juga di tempat ini.


Jason mengajaknya ke luar dari area kastil, dia hanya membuntuti dari belakang. Mereka tiba di sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Jason mengajaknya masuk. Dia hanya memesan 1 piring steak sapi. Emely menahan napas, dia hanya datang sebagai penonton. Godaan hidupnya terlalu berat.

__ADS_1


Pesanan tiba, aromanya meruyak dan membuat perutnya makin keras mengumdangkan suara teriakan.


Jason mendorong piring itu ke depan Emely “Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan resep diet konyol dari Calum.”


__ADS_2